
Pagi harinya Bram sudah dibuat senam jantung lantaran pengakuan Olive yang langsung melemahkan semangat dan mentalnya, sebelum terjun ke Medan Perang.
Bagaimana tidak, dari penuturan Olive yang mengatakan bahwasanya kenaikan dalam sistem tersebut ditentukan dari keputusan Raja Langit. Dalam artian, kalau Raja Langit tidak mengizinkan untuk naik level, maka sampai kapan pun dirinya tidak akan bisa mencapai Sistem Tertinggi, itu maksudnya.
Tidak sampai disitu saja kejutannya, sekarang dirinya harus dikejutkan dengan tugas yang diberikan Olive.
"Haruskah aku melakukan ini?" batin Bram, yang merasa kikuk plus takut saat dirinya harus berdiri di hadapan murid-murid menengah pertama.
Kejadian sebenarnya. Sekitaran satu jam yang lalu, "Apa kau sudah selesai dengan ceritamu?" tanya Olive yang berhasil memecahkan keheningan di ruangan tersebut.
Bram mengangkat kepalanya, menatap lekat manik hitam sang pemilik nama lengkap Oliver Kristalion itu.
Tidak ada kalimat yang mampu Bram keluarkan lagi, kecuali anggukan kepala sebagai isyaratnya.
Olive pun menjentikkan jarinya, "Bagus kalau begitu!" Tidak lama setelahnya, Buku Takdir pun telah ada digenggaman tangan kanannya. Bram menelan ludahnya pelan-pelan. "Sekarang apa lagi?" batinnya yang mulai merasakan bahwa akan ada hal buruk setelah ini. Apa ini adalah gurun pasir hari penghakiman?!
Benar saja. Setelah halaman buku tersebut dibuka, Olive pun mulai mengatakan satu persatu kata-kata yang sudah terangkai di sana. "Bram Hartanto. Januari 2022 akan menjadi awal mula dirimu menjalani tugas sebagai seseorang yang memiliki Takdir Langit dan tugas pertamamu adalah menjadi Guru di Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di wilayah Desa Sengketa."
Dhep!!
Setelah selesai berceloteh, dirinya pun menjentikkan jari kanannya. Dalam hitungan detik suasana di kamar pun langsung berubah 360 derajat.
Bram sampai terkesiap, sambil menelan ludahnya berat-berat. Bagaimana tidak terkejut, semula dirinya yang masih duduk di atas ranjang kamarnya, dalam hitungan detik saja telah berpindah tempat yang entah di mana lokasi pastinya?
__ADS_1
"Kita di mana?" tanyanya yang tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata-kata.
"Di Desa Sengketa Jl Air Terbang, masih satu wilayah dengan lokasi pabrik kebun timun emas." balas Olive cepat tanpa sedikitpun merasa bersalah.
Bukan hanya lokasi saja yang berubah, tetapi pakaian yang dikenakan Olive pun turut berubah pula. Bram, ingat betul, kalau Olive sebelumnya memakai kemeja lengan pendek berwarna ungu, dengan motif bunga sakura, serta celana panjang berwarna nevi. Tampilannya sangat santai, seperti orang yang habis berolahraga.
Namun, sekarang pakaian itu seolah hilang ditelan bumi. Perubahannya sangat signifikan. Sebelumnya kemeja ungu, kini kemeja putih dengan jas hitam, celana panjang hitam, serta kacamata hitam, tidak lupa payung hitamnya juga. Sama persis dengan tampilan saat pertama kali berjumpa dengannya.
Bram sampai garuk-garuk kepala karena tidak tahu sihir apa yang dimiliki Olive, sampai pria yang mengaku sebagai Utusan Langit itu dapat merubah gaya berpakaiannya secara cepat dan tanpa diketahui dirinya?
"Terus kenapa kita ada di disini?" tanya Bram kemudian, sambil menutupi keningnya dengan telapak tangan lantaran sorot panas matahari, yang begitu menyilaukan matanya.
Olive terlihat santai-santai saja dan tampak sama sekali tidak terganggu dengan sorot matahari yang begitu menyilaukan, dikarenakan dia memakai kacamata hitam. Wajar saja kalau tidak merasa terganggu. Karena Bram, hampir saja mengutuk dirinya sendiri andai Olive terus menunjukkan kesombongannya.
Bram menganga, "Apa? Jadi, Tuan akan meninggalkan aku di sini sendirian saja?" Dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya sekarang, "Ternyata, bukan hanya misterius, tapi Tuan juga tidak memiliki perikemanusiaan. Apa bedanya Tuan dengan mereka yang hanya mementingkan perut, dibandingkan perasaan orang lain?"
Bram tak lagi mampu mengontrol mulutnya karena batas kesabarannya telah menipis, sehingga kata-kata sindiran keluar begitu saja dari mulutnya.
Lokasi dirinya berada sekarang tepat di pinggir jalan. Di belakangnya ada parit kecil yang airnya cukup mengalir deras. Lalu, dari ujung sisi kanannya terdapat hamparan sawah yang sangat luas dan pada ujung sisi kirinya, barulah terlihat permukiman warga.
'Bagaimana bisa aku datang, dan kembali ke kantorku! Sementara sudah amat lama berita aku telah mati, sekarang aku harus muncul secara mengejutkan. Ditambah aku harus menjadi guru, tugas misiku ini di luar jalur."
Olive pun mengelah napas panjang, menarik kacamata hitamnya dari tempat yang seharusnya, lalu melipat kedua sisi gagangnya, setelah itu menyelipkannya ke dalam saku jasnya. Sindiran Bram cukup mengena di hatinya. Namun, sebagai Utusan Langit, tidak diharuskan bagi Olive untuk marah, apa lagi menghukum seseorang hanya karena hal sepele.
__ADS_1
Sindiran Bram barusan masih bisa ditolerir oleh Olive.
"Sini aku beritahukan padamu. Untuk tugas pertamamu adalah menjadi Guru SMA yang letak sekolahnya tidak jauh dari lokasi kita berdiri sekarang. Bukankah aku sudah mengatakan hal ini tadi?" katanya bernada sebal lantaran harus mengulangi penjelasan untuk kedua kali.
Bukannya Bram tidak menyimak. Akan tetapi, dirinya terlalu shock sampai tidak bisa berpikir dengan benar.
"Menjadi guru Khusus tiga bahasa?" Alis Bram naik turun, Olive pun mengangguk sambil melipat kedua tangannya di bagian bawah.
"Ya. Tugas pertamamu adalah menjadi Guru tiga bahasa. Itulah yang tertulis di Buku Takdir."
"Menjadi guru ... Guru apa?" balik tanya Bram yang mengikuti gaya santai Olive.
"Guru Bahasa inggris, jepang dan sastra indonesia."
"Lalu ketika Elea, dan Kristal melihatku. Apa yang harus aku jawab? Ini daerah dengan kantorku."
"Berlaga lupa ingatan, tetap menjadi bos dan menghandle tugas bisnismu seperti biasa! Menjadi guru yang utama, kelak kau akan tau sendiri, temui jawabannya."
Gleuuuk!!
Bram terdiam, berkali kali ia memutar mata. Pelataran sekolah saat ini cukup membuatnya terkejut dan kecewa. Jika tahu tugasnya rumit di luar sistem aplikasi, kenapa harus ia dihidupkan lagi. Ingin sekali, ia kembali pada sistem kurirnya dari awal, sulit menjadi bos jutawan misinya semakin berat.
Tbc.
__ADS_1