Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2 LAHIRNYA SISTEM LUKISAN


__ADS_3

Tak lama semua mata tertuju, pada arah pintu utama dengan seseorang datang bertubuh kekar, dan dua bodyguard dibelakangnya menunggu dan berjaga jaga.


"Apa ..pria gorila datang. Sayang tunggu, apa maksudnya?"


Damar bertanya pada Siren, yang ia pun benar tidak tahu.


"Hubby .. ini acara paman Kenan dan ramai. Jangan berburuk sangka, aku pun tak tahu, please aku di sampingmu."


Damar menahan amarah, geram dan menggenggam erat istrinya, betapa tidak kesal rasa cemburunya beberapa silam lalu, Daru selalu berusaha mengintai dan terang terangan menyukai istrinya.


"Hello, maaf menunggu lama, hei Siren dan Damar yah, dengan mengingat nama suami Siren, Daru mengucap, dan berjabat tangan."


Ayo, Mikha temani aku pada kedua mempelai, Daru pun mengangkat tangan, dan mengulurkan tangan Mikha agar ia bergandeng dengannya.


"Siren, aku pamit dulu ya! next aku akan jelaskan!"


"Maaf Damar aku pamit."


Mikha pun tiba sudah diatas panggung mempelai, bersama tuan Daru.


"Apa yang dilakukan, Siren benarkah pria itu kekasih Mikha." tanya Dani.


"Maaf, aku tidak tahu tapi nanti ia pasti akan cerita, setelah tahu aku akan jelaskan nanti Dan."


"Semoga sayang, ini bukan akal- akal an Daru agar mendekatimu kan."


"Hubby, please sudahlah jangan berburuk sangka."


Apa maksudnya? tanya Dani, tapi Siren hanya tersenyum dan memeluk suaminya agar mereda, karena terbakar api cemburu pada tuan Daru.


"Maaf aku tinggal ya Dani, hubby ayo kita cari manisan dan aku haus, tapi aku lupa kemana Kara ya?"


Den lihat Kara, tapi jawaban Deni menggeleng dan melow. Siren menggandeng suaminya ke arah pojok dari keramaian, sambil melihat keberadaan Kara.


"Oke .. baiklah segera!"


Panggilan pun berakhir. Damar menjawab panggilan, sementara Siren tersenyum menatap di sampingnya.


Siren ingin sekali bertanya? tapi dia tipe yang tak ingin menanyakan urusan suaminya, kecuali ketika Damar sedang bertukar pendapat, jangankan sebuah isi chat apapun Siren tak berani membukanya, baginya itu privasi suaminya, dan berbeda dengan Damar yang selalu mengetahui segala chat percakapan istrinya.


"Hubby, Kara kemana ya? ah .. ponsel ku sepertinya di mobil."


"Mungkin sebentar lagi sayang, bukankah Kara bicara akan menunggu seseorang?"

__ADS_1


"Iya benar hubby, setelah kami berganti kostum pesta. Aku tak melihatnya lagi."


"Buka mulutmu .. Aaaaakh, bagaimana coklat ini manis sayang?"


"Iya, hubby semanis dirimu dan kehadiranmu." ucap Siren memuji Damar.


"Sayang, esok aku akan memperlihatkan mu sesuatu."


"Benarkah, apa kamu buat surprise?" Siren tersenyum.


"Hemh ... kejutan semoga kamu nanti menyukainya. Ayo sekarang habiskan manisan ini, setelah itu kita pamit."


Siren hanya menurut dan memakan beberapa kali coklat dan kue tart.


"Siren, seseorang memanggil." ia menoleh dan tersenyum.


Hai, Kara dari mana saja? tak lama ia melihat seseorang yang pernah ia lihat, saat di cafe itu, dengan keluarga Kara.


Kara, ini .. Kenalkan! Siren membulat ke arah tatapan Kara.


"Iya, Kara ini kenalkan Alvin tunangan ku, aku juga nanti akan mengundang kalian, akhir pekan kami berencana bertunangan." senyum Kara terpaksa, dan Siren menyadari itu.


"Hello, saya Alvin."


Damar pun ia pun antusias berjabat tangan. Sehingga mereka berbincang dan satu meja, lalu Kara menatap Mikha dengan seseorang.


"Loh, Siren itu kan Mikha dengan tuan Daru. Apa mereka benar benar ada hubungan, setahu ku ada project besar tapi beberapakali ..." Kara, mengakhiri pembicaraan membuat Siren penasaran.


"Kenapa Kara?"


"Enggak apa - apa, bukan hal penting lebih baik nanti tanyakan langsung saja ya, aku takut salah ucap Siren, tapi yang jelas mereka seperti ada something."


Tak lama, Dani dan Deni bergabung di meja itu, Kara salah tingkah adanya Deni, dan mengenalkan pria disampingnya hingga mereka asik berbincang.


Tak lama Mikha pun dan Daru ikut bergabung, meski Damar tak nyaman, sebuah pesta akhirnya mereka pun bergabung selama puluhan menit.


Hingga beberapa saat, Mikha dan Daru lebih dulu pamit. Tak lama disusul oleh Siren dan Damar, tak lupa mereka saling berjabat, tapi ketiga sahabat selalu peluk manis manja, sebelum berpisah.


Berbeda dengan Deni dan Dani mereka memilih pergi ke Bar, karena patah hati.


***


"Sayang, apa kamu lelah ?"

__ADS_1


"Heum ... iya hubby tapi tak sebanding semangat ku melihat Mikha, jadi teringat kisah ku denganmu. Sampai saat ini aku masih seperti mimpi berada disampingmu."


"Sudah sayang, ayo bersihkan lalu istrahatlah. Aku akan menyiapkan satu gelas susu, untuk calon baby kita ini. Semoga kamu sehat terus baik baik ya nak!" Damar mencium perut Siren yang masih terlihat rata.


"Hubby, kamu sedang apa sih ayo tidur, aku mau dipeluk. Bukankah ini sudah larut malam?"


"Sayang, istirahatlah aku sedang menyiapkan dokumen untuk pertunjukan lukisan nanti."


"Apa lukisan? memang kamu melukis kembali hubby, lukisan apa yang kamu akan tunjukan?"


"Mmm, besok pagi kamu akan tahu sendiri, yang jelas Sistem lukisan membantu semua usaha dady dan keluarga ini tidak jatuh." jelasnya, membuat Siren terdiam, benar benar keluarga kekayaan dari sistem, semua nya dihubungkan dengan sistem.


"Baiklah ayo, segera tidur aku akan memeluk tuan putri manja ini."


Damar pun segera menggendong istrinya dan beristirahat bersama untuk tidur, setelah semua laptop dimatikan, mereka saling bersandar, tak lupa Damar menyelimuti Siren dengan selimut tebal.


Serta mereka saling menatap, dan Siren memeluk lebih dulu tidur dalam dekapan tubuh suaminya, yang membuat nyaman.


Keesokan harinya, Siren membuka mata dan menatap kerlip sebuah bunga mawar putih, dan peach serta setangkai bunga lily, di meja. Serta satu gelas susu dan sebuah surat kecil.


"Sayang, aku sedang latihan gym di ruangan fitnes. Jika sudah bangun bukalah ruangan sebelah kamar kita, aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu, jangan lupa minum susunya!"


Siren terharu akan manisnya saat membuka mata, ia menyusuri langkah demi langkah dengan pelan, membersihkan diri dengan membasuh wajah dan mencuci mulutnya, agar terlihat fresh dari muka bantal.


"Hubby, aku bahagia kamu menyiapkan semua ini, membuatku menjadi wanita nomor satu yang bahagia."


Sementara Damar di ruangan lain, menitikan air mata, kala aplikasi sudah hampir beres. Saldonya bertambah, demi menyiapkan surprise untuk anak pertamanya nanti.


Loading ..


Perjalanan Sistem Lukisan Diterima...


Damar Bramantyo .. Genap usia 36 tahun ..


Aplikasi diterima ..


Rewards diterima ...


Tling. 1 milyar, telah tampil pada layar ponsel m-bangking anda Tuan, silahkan cek secara berkala!!


Dengan begitu Damar screenshoot, dan membuat laporan pada dady Bram, jika sistem lukisan ia berhasil diterima.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2