Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
MENGEJUTKAN VIA


__ADS_3

Tetapi sekejap kemudian, Hari kembali memikirkan biaya administrasi perawatan ibunya itu, dan mukanya kembali masam. Dari mana dia mendapatkan uang itu?


Di rekening tabungannya saat ini, Hari hanya memiliki uang kurang dari satu juta. Ia menimang, apakah meminjam uang pada keluarga tunangannya itu. Yakni Via, sebelum nya wanita itu akan dijodohkan oleh Bram, tapi beberapa saat lalu, sang ibunya bernego pada keluarga Glows untuk menjodohkan putranya satu lagi, apalagi terlihat keluarga Glows tahu jika Hari, adalah putra dari Hartawan orang nomor satu, meski hingga kini sang ibu berkata pak Hartawan sedang menetap di belanda dengan usahanya yang baru. Yang jelas jelas, Hari ingin membantah jika papanya di sembunyikan oleh kakaknya Bram, karena ulah ibunya.


Bram, pun ingin menepuk bahu Hari. Tapi entah kenapa tangannya melengos, Bram tak jadi berteriak memanggil Hari, karena ia berusaha ke kasir untuk membayar administrasi pasien bernama inggrid, meski ia benci tapi ia benar benar berharap ibu muda papanya dapat berubah tidak haus harta.


Setelah mengeluarkan kartu black card, mendeposit 1 Milyar. Bram, bergegas mengikuti Hari pergi tanpa kehilangan jejak.


"Silahkan hubungi nomorku, jika biayanya masih kurang! Apapun itu, lakukanlah yang terbaik! Jika aku bisa membeli rumah sakit ini sekalipun, tapi ibu ku Inggrid tidak sembuh, aku akan tuntut kalian semua!" ucap Bram, dan pergi.


"Ba- baik." semua petugas rumah sakit hanya tercengang, dengan pria tegas dan tampan tanpa bertanya lagi, mereka meminta pasien ruang Mawar 911 segera ditangani.


***


Keluarga Glows.

__ADS_1


Bram, tampak tercengang. Untuk apa adiknya ke tempat keluarga glows. Hingga saat itu ia mengikuti secara diam diam bagai mata mata, seorang security yang mengenal Bram, menurut dengan telunjuk jari Bram sebagai peringatan, tetap diam.


“Emm… begini, Bu… saya sedang membutuhkan uang… untuk membayar biaya perawatan Ibu saya. Ini sangat mendesak. Nyawa ibu saya berada dalam bahaya… jadi, kalau memungkinkan, apakah saya bisa meminjam uang ke Ibu atau Via dulu? Saya janji, nanti akan saya kembalikan. Kalau perlu saya cicil setiap bulan dengan bunga tertentu...”


Butuh keberanian untuk mengatakan semua itu kepada sang calon ibu mertua yang terang-terangan membencinya. Dan sudah bisa ditebak, reaksi ibu mertuanya sangatlah negatif.


[“Kamu itu memang dasar calon menantu tidak berguna! Bisanya cuma menyusahkan kami! Apakah kamu tidak malu menyusahkan kami terus? Kamu pikir kami ini siapa, hah? Bank? Kamu pikir kami ini orang kaya yang dermawan yang mau-mau saja membuang-buang uang untuk pria yang tak bisa diandalkan sepertimu? Gila kamu! Kalau kamu terus-terusan menyusahkan kami seperti ini, lebih baik kamu putuskan saja pertunanganmu dengan anakku! Sudah cukup kamu jadi benalu di keluarga kami! Dan jangan harap kami akan mengeluarkan uang sepeser pun untuk ibumu itu! Bahkan usahamu sudah rata, dan mana katanya papamu Hartawan sampai saat ini tidak muncul!" teriak keluarga Glows kali ini menghina adiknya, syok Bram kala inggrid masih saja berhutang dengan alasan nama sang papa.


“Tolong Hari, Bu, sekali ini saja. Hari, janji akan mengembalikannya. Ini soal hidup dan mati, Bu. Tolong…,” kata Hari, memohon.


Via menatap Bram, bukan tanpa alasan kedua orangtua Via juga serasa menyesal telah memaki maki pria muda di depannya itu.


"Hentikan! Jika tidak ingin memberi pinjaman! Tidak perlu terus memaki seperti ini!" ujar Bram, ia datang membuat Hari, kaget.


"Kak ..?,"

__ADS_1


"Maafkan aku terlambat dik!"


"Dan satu lagi, kenapa memutuskan tunangan putri anda dengan Tio. Saya sebagai kakak tertua, berhak memutuskan. Keluarga Hartawan, tidak akan menyentuh atau berdamai sekalipun itu menikahi putri anda, atau cucu keturunan Glows. Papaku tidak datang hingga kini, sudah jelas. Pertunangan ini di setujui hanya satu pihak!" senyum Bram, ia segera pamit, mengajak Hari pergi dari rumah api neraka yang notabane kekuasaan dan harta yang di utamakan.


Via kembali menyesal, kali ini wajahnya sudah amat buruk. Karena kehendak kedua orangtuanya, ia seperti tak punya muka untuk mendapatkan cinta sejati. Bahkan penyesalan, menjadi keluarga Hartawan orang terkaya nomor satu musnah.


Terlebih kata kata mematikan Bram, membuat bibir kedua orangtuanya menutup tak bisa bicara atau memaki maki lagi. Jelas, memang Via sengaja menerima tawaran dinikahi Hari, karena ia ingin merebut Hati Bram dan masuk di dalam tengah kehangatan keluarganya itu.


Sementara kedua orangtua Via, amat kesal karena ulahnya memaki tadi, diketahui lebih dulu oleh Bram. Ia juga tahu, nama perusahaan, rumah sakit dan sekelas emas Tbk Corp Miror adalah miliknya. Pria yang ia anggap sebagai kurir pengantar sayuran itu telah menjadi bos. Tentunya akan menguntungkan hidup mewah putrinya dan keluarganya jika Via, sampai di nikahi salah satu keluarga putra dari Hartawan.


"Ah, semua karena mama dan papa. Harusnya kalian tadi berikan saja, aku gagal masuk berada di keluarga Bram. Bahkan jika tadi kalian lembut, kita bisa untung banyak." teriak Via ia berlari, ke anak tangga.


"Vi .. Tunggu mama Vi! Mama ada ide kali ini!" kembali teriak.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2