Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2 KE PARIS


__ADS_3

 


 


"Sayang, apa sudah siap?" ucap Damar, yang menghampiri istri tercinta dengan baby Haico yang menggemaskan.


"Udah dong papi, Haico sudah handsome ni. Tujuh kali lipat melebihi ketampanan papi." tutur Siren yang meniru suara anak kecil, sehingga Haico tersenyum tertawa kecil, seolah ia paham akan pembicaraan kedua orangtuanya.


Damar mengecup pangkal kepala istrinya, menggenggam tangan istrinya, dan ia pun menggendong Haico dengan erat.


"Jangan pergi menjauh sejengkal pun dariku sayang, apalagi berani meninggalkanku kembali." Damar membisikan manja, sehingga Siren hanya tersenyum dan membalasnya dengan kecupan mendarat di pipi suami tercinta.


Bram, telah pergi lebih dulu satu minggu sebelumnya. Siren meninggalkan bi asih dan beberapa asisten rumah serta dua bodyguard yang menetap di mansion ibu kota kala itu. Mereka menjaga rumah dan merawat rumah selama pemilik tidak ada, tak lupa kebutuhan apapun selalu disiapkan.


Mereka menitipkan rumah Bram pada Dani, dan Zei yang tinggal, karena mengurus bisnis mereka. Apartment Damar pun disewakan agar ada yang merawat.


Hingga akhirnya sebelum mereka pamit, Damar dan Siren pun hanya membawa satu koper saja, karena barang lain telah diurus oleh mertua tercinta yang baik hati.


"Sayang, kita boarding jam empat sore. Jadi kita masih bisa makan bersama pada sahabatmu dan kawan ku yang lain bukan."


"Ya, hubby terimakasih sudah membuatku menjadi wanita bahagia."


Siren kembali mengecup pipi Damar, namun bayi Haico merasa tidak senang jika melihat momy nya seperti itu.


"Oh, boy kamu cemburu pada papimu. Tahukah, momy selalu akan menjadi milik kita, mmmm- tidak ada, sepertinya jam dimana momy milikmu, dan malam serta waktu tertentu milik papi mu ini."


Eh.


Siren hanya tertegun tertawa melihat ekspresi Damar yang cemburu pada bayi, dan semakin tertawa ketika melihat Haico tak ingin kalah, ia mengoceh seolah menjawab apa yang dilontarkan oleh Damar.

__ADS_1


"Hubby, sudahlah kamu sudah terlalu banyak membuat aku sakit tertawa, hentikan cemburu mu itu pada bayi kita." Siren pun memencet hidung suaminya, sehingga Haico terlihat senang dan tertawa.


"Oh, lihatlah Haico happy sekali jika papi handsome ini ditindas oleh momy nya."


Canda mereka pun senang ia bahagia, dan bisa saling tertawa bahagia. Sehingga saat itupun Haico lelah dan haus, ia menghabiskan dua botol air susu asi yang telah diperah dan tak lama tertidur.


"Hello Mikha, Kara kalian sudah sampai, thanks kalian sudah mau datang."


Terlihat Dani, Mikha, Kara, dan Alvin serta juga beberapa teman lain hadir. Mereka pun makan bersama, tak lupa Merli dan Ozie serta Isa keponakan Damar, anak dari mantan Siren.


Merekapun dengan khidmat dan menikmati. Namun kemeriahan itu tak sedikit pun Haico terganggu, hingga dua jam berlalu mereka pamit, Haico terbangun seolah ia tahu jika para orangtua akan berfoto ria sebelum berpisah.


"Thanks ya Siren, Damar atas semua jamuan ini," ucap Kara, Mikha.


Siren pun menangis dan memeluk sahabatnya itu.


"Mikha, jika selesai kuliah kabari aku, dan kapanpun itu aku dan Damar serta sahabat lain tak akan meninggalkanmu."


Mikha pun menangis terharu, Ozie memberi selamat juga Merli sang istri.


"Damar, aku titip Siren jaga dan lindungi dia dari yang sudah terjadi, di negri sebrang lebih banyak yang tampan yang terpesona pada Siren nanti." bisik Ozie menggoda Damar.


"Hai, bung tenang saja itu sudah pasti. Aku titip Merli sepupu ku, jangan lukai batin nya lagi." tutur Damar sementara Ozie memperagakan wajah oke, dengan bibir yang membulat O.


Seru sekali bukan, ucap Dani juga disusul Mikha yang berkata. Narti dan Ricky pasti menyesal karena mereka tak hadir dan tak ada difoto istimewa ini."


"Iya Mikha, tapi gimana lagi Narti sedang menikmati masa hamil muda." balas Dani.


Hingga semua pun mengantar Siren ke bandara. Terlihat antusias Mikha yang menggendong bayi Haico.

__ADS_1


Ketika sampai di bandara, Damar yang sibuk mengatur dan menunggu dua puluh menit. Semua kerabat dan teman sahabat mengantar kepergian mereka, karena Siren akan menetap di paris. Dan hanya sesekali ia kembali ke ibu kota di saat hal penting.


"Mikha, bagaimana setelah ini aku melamar mu?" ucap Dani.


Tapi Mikha menggelengkan kepalanya karena tak ingin, karena ia masih ingin menggapai studi kuliahnya selesai. Bahkan Dani tidak tahu, dirinya sudah menikah bersama pria berumur, bernama Hari Hartanto, entahlah hanya pria itu beda sendiri dan tidak bisa ditebak.


Hingga akhirnya Siren memeluk satu persatu, dan pamit. Begitupun Damar dan bayi Haico. Mereka pun menangis, namun bahagia karena Siren kembali lahir kembali, sehingga tak kehilangan sosoknya.


"Damar jaga lindungi Siren dan Haico." tutur kembali Ozie dan Merli, memeluk erat Siren.


"Baiklah, kalian juga hati - hati jangan lupakan kami. Meski kita tak saling dekat, kapan pun itu kami akan mendengar dan membantu."


"Baiklah Damar, kamu memang best. Titip lindungi Siren 24 jam nonstop bersama keponakan ku ini saja sudah cukup." ucap Mikha.


"Kamu juga Mikha." senyum Siren, yang nampak sahabatnya itu tersenyum tapi banyak masalah.


 


Sehingga tiba tujuan penerbangan Damar dan Siren tiba akan take off, mereka pun melambaikan tangan hingga tak terlihat.


Bayi Haico, Damar dan Siren tersenyum sehingga mereka pun pergi tak terlihat.


Baiklah sampai jumpa sahabat, sampai jumpa kawan terbaik. Dan sampai jumpa reader setia ku ter- best. Hingga diakhir ujung cerita.


Season berikutnya Kisah Mikha dengan perjuangan pria berumur, dimana ia dinikahi Hari Hartanto tidaklah seberuntung Siren yang disayangi, dimana ia menikah menjadi istri kedua, karena Hari Hartanto kembali pada istri pertamanya, dan menomor duakan Mikha, dimana ia sebagai istri tapi mirip wanita lajang.


Hey All, kisah Damar dan Siren berakhir, dimana perusahaan canggih bantuan sistem, membuat mereka menetap di negri tetangga, kisah satu ini tidaklah kalah, dimana Hari Hartanto berjuang mengelola perusahaan gold corp Miror timun mas, milik kakaknya Bram Hartanto, wajar sikap mereka berbeda karena mereka satu ayah beda ibu.


Dimana Bram setia pada wanita, dan fokus mencari pundi. Berbeda dengan Hari Hartanto, yuks simak lanjutannya. Akhir bulan ini Author usahakan Bram end.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2