Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2. BONEKA SYSTEM


__ADS_3

"Itu belum terbukti, lagi pula jika benar. Kita tidak terlibat, bukankah kita ingin membuat impian itu, sebuah alat yang tersambung tanpa listrik! aku bicara begini, karena kamu wanita yang memiliki bakat berbeda. Jadi aku tidak mau dengar soal masa lalu keluarga. Bukankah anak anak dan cucunya tidak di libatkan."


"Damar sudah cukup, aku akan kembali. Aku harus menjenguk papa. Aku akan pergi sekarang, jadi lepaskan aku biarkan aku pulang sendiri!"


Damar pun menghentikan langkah tangan Siren, tubuhnya tak bisa menolak, debaran jantung mereka memang kuat, meski ia yakin. Jika Damar tengah memperjuangkannya. Tetapi sulit baginya semua telah terlambat. karena pria lain dari orangtuanya, sudah masuk mempengaruhi papa tersayangnya.


"Siren aku mohon maafkan aku. Meski kita menjalani diam-diam, Aku akan menunggu dan bertahan mencari jalan keluarnya. Apa kau mengerti maksudku?"


Damar berkali - kali memohon untuk menunggu, ingin sekali Siren menolak tapi rasanya sulit, tubuh dan perasaan itu tak bisa menolak jika cinta pandangan pertamanya pada Damar amat besar. Semakin sulit untuk melepaskan, ia pun tak rela jika ditinggal pujaan hati nya yang telah ia tunggu, dan harus tenggelam begitu saja.


"Damar, apa kamu tau resiko nantinya.


keadaanku berbeda dan aku takut? bagaimana jika Dady Mu melarang kita bertemu, setelah kita jelaskan."


"Tidak masalah Siren, kita akan bertemu di waktu pria yang kau bilang tak disampingmu, Meski dengan sembunyi, percayalah beri aku ruang untuk memperjuangkan pada papamu, dan masalah kita nanti yakin padaku kita bisa melewatinya pada keluargaku, kita buat mereka berdamai dan kita bisa mewujudkan impian kita sejak kecil."


Siren pun menangis memeluk tubuh pria dihadapannya, ia tak bisa menolak. Cinta memang membuat menjadi mata terasa kabur, ia jelas paham akan resiko nanti yang ia akan dapat. Tapi entah mengapa ia seperti sanggup akan melewati badai kelak jika ia memperjuangkan hati nya bersamanya.


"Terimakasih kau sudah yakinkan aku Damar."


Dua jam mereka menghabiskan makan, dengan gaya Siren, yang seperti mencari buronan. Pakaian jaket dan topi serta kacamata serba hitam ia keluar bersama Damar, dan membuka nya ketika diwaktu yang aman dan tak terlihat.


"Makasih ya Damar, aku masuk dulu. Juga makasih telah mengantarkan ke rumah sakit menjenguk papa meski tadi kamu ..."


"Tak apa Siren, aku paham, kita lakukan perlahan, dan ponselmu dariku itu khusus hanya ada nomorku saja. Untuk berkomunikasi dengan aman, jika kamu tak membalas aku paham ada Daru, di sampingmu, tapi pastikan simpan dan gunakan dengan aman. Aku akan cari cara agar Daru melepaskanmu."


"Siap komandan."


Siren pun menyambar kilat mencium pipi Damar secara refleks, dan ia beranjak pergi.


Damar terkejut menatap Siren masuk gerbang dan melambaikan tangan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Damar hanya bisa mengantar ditepi samping gerbang rumah, melihat Siren masuk dengan selamat. Ia pun pergi.


"Sekarang aku telah berbaikan dengan Siren, jika aku tidak pernah lupa dengannya. Ahaa tinggal masalah Daru, aku harus mencari tau tentangnya dan merebut hati calon papa mertua, untuk merestui hubungan kami. Eh tunggu, mencari tahu dengan berdamai maka semuanya berjalan mulus." gumam Damar entah bicara dengan siapa.


Damar pun meminta Alex untuk mencari tahu, identitas Daru, dan keluarga Siren. Sangat masih kecil, jika Damar tahu tentang problem keluarga Tjandra dan papanya Bram pernah bersiteru.


[ 'Tolong cari tahu, dua nama ini. Daru Komanda, dan Tjandra, tragedi perusahaan proyek oleh papaku Bram!' pesan Damar pada Alex saat itu, sehingga ia berlalu pergi. ]


***


Esok Harinya.


Sepanjang jalan yang lelah, Siren di kamar membuat makala'nya kembali, perasaan suasana kini benar berbunga bertemu orang yang di inginkan kini telah kembali.


"Aku tidak menyangka jika Damar akan bersikap seperti itu. Semoga saja semua akan baik dan berjalan mulus, impian berlanjut dan keluarga yang terpecah antara keluargaku dan dia, kembali baik." ucap Siren, yang memegang pena dan memutarnya ke arah wajah dan pipi dengan lamunanan, ia pun membuat makala skripsi kembali ditemani seteguk lemon tea hangat dan sepotong pizza.


Tapi tiba saja. Dering ponsel ponsel satunya memangil Siren, ia lupa akan nada yang sama dengan dua ponsel.


Siren menatap kedua ponsel yang sama itu, merasa seperti sedang selingkuh diam- diam seperti ini. Ia pun menjawab panggilan Daru, si pria menyebalkan.


Daru berkata , "Sedang apa kamu Siren, kenapa lama sekali mengangkatnya?"


"Aku sedang membuat makala Daru, kenapa ponsel ku di silent maaf. Lagi pula, tidak selamanya aku kemana mana di rumah membawa ponsel."


"Baiklah cepat sambungkan videocall, aku akan melihatmu dari jauh. Meski aku sibuk di ruanganku, jangan pernah mematikannya!"


Tlith!


Terlihat malas Siren berdebat, jika pria itu memerintah membuatnya takut.


Siren hanya menatap ponsel dengan kesal, ingin rasanya mengamuk, mencakar- cakar. Tapi ia tak bisa, karena percuma dicakar hanya sebuah kaca ponsel yang didalamnya memang ada seorang Daru sedang berkomentar tidak penting.

__ADS_1


Kini ia merasa bagai peliharaan dan pria ini selalu membuat Siren tak nyaman. Daru benar benar menjadi satpam kehidupan yang abadi, dan Siren tidak yakin Damar bisa menyingkirkan Daru pria berkuasa juga.


Rasanya sangat tidak nyaman di ikuti setiap nafas dengan pria datar seram besar sepertimu Daru. Sementara Damar seperti surga jika aku bertemu dengannya, tapi Daru bagai nerakaku tapi entahlah siapa yang akan menjadi surga kehidupannya kelak, bagaimanapun keluarga Damar pernah bersiteru dengan keluarga besarnya, hingga masuk berita online dan jejaring sosial media.


'Oh, bisakah aku terus bersama Damar. Jika benar benar Damar bisa menyingkirkan Daru pria kejam pemaksaan, dan jika Damar berhasil menyingkirkan Daru, merebut hati papanya, apakah tidak syok jantungan jika besannya adalah musuh keluarganya.' deru batin Siren penat.


***


Damar yang kini di rumahnya, ia kilas menatap laporan dari Alex. Siapa itu Daru, dan hubungan lainnya.


"Daru, pemilik host entertainment dan seorang sutradara. Dia turut andil dalam beberapa berita, jika anda ingin mengalahkannya. Maka anda harus mendekatinya untuk mencari kelemahannya. Konon kelemahannya adalah wanita, jika dia menyerang anda. Saya punya rekan yang di atas Daru, mempublikasikan adegan kriminal atau tak senonohnya. Dan boom, membuatnya hancur sekejap."


"Buat perjanjian, aku punya ide untuk pria seperti dia, carikan aku satu wanita untuk mendampingiku, bertemu dengannya."


Tling!


[ Boneka system yang mempunyai aplikasi satu tombol, gunakan itu jika kau perlu Damar! biarkan Alex menggunakan percakapan boneka itu dari komputernya, jangan pernah meminta bantuan pada manusia. Aku adalah Cecilia si boneka system yang bisa membantu anda. ] suara system membuat Damar, menelisik apakah boneka yang di rancang Alex dan Oliver si utusan langit bicara padanya.


Deg.


'Wah, aku bagai orang gila percaya pada boneka buatan ini, apa benar dia bicara padaku tadi?' batin Damar.


Sleeth. Boneka wajah kepala itu berputar ke arah Damar, membuat Damar melemparnya sakin kaget.


[ Benar, tekan tombol punggung ku! agar aku bisa membantu anda Tuan! ingat aku Cecilia si boneka system buatan Alex dan Oliver utusan langit. ]


Gleuuk. Terdiam Damar, kala itu menatap Alex yang kebingungan, kenapa Damar pucat.


"Ini.. Anda kenapa? apa anda sakit?" tanya Alex, setelah mengambil map dari ruangan sebelah, melihat wajah Damar tampak berbeda pias pucat.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2