
"Apa impian doamu untuk kita?"
"Impian ku sangat ingin bahagia selalu bersama kamu mas."
"Mas juga berharap begitu."
Mereka saling memandang kebahagiaan, dimana tepat hari ulang tahun pernikahan ke dua tahun, dimana Hari Hartanto berusia 59 tahun, terlihat seperti usia 30 tahun, sejajar dengan Mikha yang berusia 26 tahun.
Sebuah alat sun system membuat face Hari, terlihat segar dan awet muda. Sebuah perbedaan usia yang terpaut jauh, tidak membuat hubungan mereka tidak harmonis. Meski kesibukan di awal Hari Hartanto kala itu super sibuk, tapi Mikha mendapat hasil dari buah kesabaran. Pria yang ia anggap punya masa lalu, ternyata ia begitu menghargai dan mencintainya.
Di dalam mansion, mereka kini sudah di kamar dan saling memandang.
Sebuah tangan kokoh menyusuri, seluruh tubuh Mikha yang saat ini terasa panas tepat di usia dua bulan sang putra bernama Alex Hartanto, sehingga ia lupa keberadaan si bayi yang berada di sebelah ruangan masih satu kamar sedang tertidur pulas.
Mikha dan Hari saling bertautan dan Hari memacu hebat pada milik istrinya, meluapkan kerinduan membuat teriakan Mikha yang begitu dramatis tak di hiraukan.
Ah. Suara lepas landas Hari, kembali melemas, sehingga membalikan Mikha dengan mengecup, kembali membuat nikmat yang membuat Mikha ingin menyudahi, hingga kini Mikha begitu lemas.
Pagi Harinya.
Jendela tirai menyinari, Mikha memupuk telapak tangannya untuk menutupi wajahnya. Ia menatap seluruh ruangan, dan mendapati suaminya yang kini terbangun lebih awal.
"Mas Hari, sudah bangun?"
Auw..., Mikha saat itu merasakan perih ketika bangun mungkin efek sudah lama dan proses melahirkan ia begitu tegang kala suaminya meminta jatah. Mikha menatap sekeliling dan tempat.
"Aaaakhwh...." Mikha berteriak dan mengrenyit tangan ke kepalanya, seolah ia sedang berfikir keras.
"Kenapa sayang?"
'Aku ketiduran mas."
"Hei, kok melamun. Kenapa?"
"Mas Hari, kamu gendong baby Alex, apa aku pingsan?"
"Justru kamu sayang yang pingsan, maaf karena ulahku. Kamu lelah ya jadi biarkan aku rawat si bayi mungil ini, terimakasih ya."
Mikha kali ini dibuat pusing, entah apa yang terjadi, sesaat mereka bermain. Jujur ia seperti nyata keluar dari kamar, ia nyata. Mikha menatap dan masih merasakan di jamah oleh Hari, berkali kali bagai santapan orang yang kelaparan, kelembutannya bahkan berubah dengan kegilaan. Atau memang benar halusinasi karena rindu saja, seolah Mikha ke kamar kecil dan tak ingat apa lagi, bangun bangun ia sudah ada di ranjang dan terbangun menatap suaminya sedang menggendong bayi Alex.
Hari mengecup kening Mikha. Bahkan ia memberikan segelas susu, dengan balutan yang masih polos akan baju tidur mini, membuat Hari menyibakkan selimut.
__ADS_1
"Mas mau apa?"
"Sayang, lutut mu merah. Aku obati sebentar ya, kenapa bisa merah seperti ini?" tanya Hari, yang meletakkan bayi Alex, ke ranjang bayi di sebelah kasur king size.
Bahkan Mikha sempat bermimpi seperti nyata, yang memikirkan, ia masih sadar saat tubuhnya di bentur ke tembok, seseorang menyentuh tubuhnya dari belakang, hingga lututnya terbentur terasa sakit.
Ah, semakin pusing, entah apa yang terjadi dalam saat itu membuatku Gila untuk berfikir.
"Mandi dulu, kita sarapan. Aku keluar sebentar dulu ya sayang. Tidak lama!"
Mikha tersenyum, membalas kecupan Hari. Ia mencium tangan yang kini sudah menjadi suami tercintanya.
"Mas, hati hati ya!"
Hari terkejut, Mikha mencium izin telapak tangannya. Ia semakin cinta dan kagum pada Mikha. "Aku tidak lah salah memilih, dan mencintaimu Mikha." bisik nya, dimana Mikha meraih posisi, bergantian menjaga Alex.
'Bisa bisanya kita saling memadu, aku pingsan.' batin Mikha.
"Mas Hari terlalu memuji, aku hanya melakukan tugas semestinya bukan?"
Mereka saling memandang, tak lama Mikha berbisik. "Mas, gak jadi keluar atau masih mau memandang?"
Hari tersenyum, baiklah tunggu sebentar ya. wajah mu terlalu cantik ketika bangun tidur, Kamu juga hati hati, ketika mandi aku yakin kamu akan kesulitan, ada apa apa. Telepon mas ya!
Beberapa jam kemudian, Mikha yang merasa perih di bagian itu. Ia mengeringkan rambut dan melamun setelah mandi.
Tok.
"Krek .. sayang, kemarilah!"
"Mas, kenapa kembali lagi?" tanya Mikha, yang terkejut suaminya kembali masuk ke kamar.
"Lihatlah berita ini sayang!" ujar Hari, memberikan sebuah tablet layar pipih besar.
Mikha meraihnya, hingga terlihat lah jelas berita, Dani di hukum penjara selama 20 tahun, atas kerjasama pembunuhan berencana pada Hari Hartanto, dan akan di denda sebesar 5 miliar.
Dan berita kedua, terlihat Lena dihukum penjara seumur hidup, dimana anak yang lahir dari pria bernama Dani akan diserahkan ke panti, sampai Dani keluar dari penjara, tidak beserta itu saja. Ia di denda sebesar 2,8 miliar.
Deg.
Ada rasa kasihan saat ini pada Lena, tapi ia terkejut jika dunia ini aneh. Takdir mempertemukan Mikha pada pria yang baik dan cuek, yang nyatanya ia adalah mantan suami Lena, sementara Lena yang pernah menyakiti Mikha dan suaminya membunuh mantan suaminya karena cemburu padanya, ia di pertemukan dan dijodohkan oleh Dani, mantan kekasih Mikha.
__ADS_1
"Semua sudah diadili sayang, setelah ini bersiaplah. Mas akan ajak kamu ke suatu tempat!"
"Kemana mas, kamu ajak aku saja?"
"Maksud mas ajak kamu dan baby Alex. Mas akan ajak kamu ke perusahaan Sun System Anti Aging yang akan di resmikan, kamu perlu tahu sayang."
"Tekhnologi apa lagi itu mas?"
"Sesuai namanya, anti aging. Yang pasti untuk terlihat awet muda, dan tidak penuaan dini. Klinik kecantikan untuk pria dan wanita yang paling berbeda, dimana ia datang di usia 50 keatas, akan terlihat lebih muda 20 tahun sebelumnya setelah keluar dari klinik kita."
"Pasti mahal."
"Ada harga, ada kenyataan yang pastinya tidak ada efek samping."
"Semoga perusahaan barumu lancar dan pesat seperti yang lain ya mas."
"Terimakasih doamu sayang."
Mikha dan Hari saling senyum, semoga kebahagiaannya semakin indah dan selamanya bahagia.
"Tetaplah setia pada mas!"
"Aku pasti akan selalu ada di samping mas Hari, janganlah berubah mas!"
Mereka pun hidup bahagia, dengan kekayaan dan perusahaan yang mempunyai system canggih bernama Sun System, dimana cahaya system membuat setiap usaha dari kecantikan, furniture, emas dan anak perusahaan lainnya, selalu berkembang pesat dan tetap menjadi terkaya nomor satu bagi keluarga Hartanto.
Hingga pewaris dan penerus nya kaya dengan bantuan alat canggih Sun System yang membantu Bram, Hari, Damar dalam perusahaan yang mereka kembangkan dan mungkin berlanjut pada anak anak mereka sebagai pewaris.
Meski hidup mereka tidaklah berjalan dengan mulus, tentunya usaha dan pengorbanan tidaklah sia sia.
"Biarkan orang iri melihat kebahagiaan kita sayang, tidak perduli mereka iri karena perusahaan kita berbeda." lirih Hari, dimana saat ini Hari dan Mikha berkemas pergi keliling dunia, dan hidup bahagia selamanya berjanji dengan penuh cinta.
End ...
Terimakasih sudah membaca Kisah Pengantar Bos Jutawan.
Endingnya mereka happy ya all.
Mampir yuk, ke judul romance lain yang end.
"Bad Wife."
__ADS_1
"Duri Pernikahan."