
Tlith!
[ Waktumu sepuluh menit, cari tahu agar akunmu pulih! ] pesan system.
Elea tampak bingung, kala mereka akan pulang. Terlihat jelas, wajah raut Bram tak bersahabat.
"Kenapa, apa ada masalah?"
"Akunku di Hack ..!"
"Aku coba hubungi teman hackerku ya? Siapa tahu bisa membantu." jelas El, yang ingin membantu calon suaminya itu.
"El, pesan misi ini rahasia. Kau, dan Hari yang tahu pekerjaan dan bisnisku. Aku harus ke gunung emas, bertemu kakek Tua, saat ini Kristal menungguku. Kamu percaya padaku?"
"Baiklah, semoga berhasil Bram. Aku akan turun, naik taksi."
"Tu-tunggu! Sluuurp." Bram kilat menyentuh ranum Elea, guna menenangkan tak ada rasa kecurigaan.
"Aku yang turun, aku akan naik taksi. Di perempatan lampu merah, aku telah di tunggu. Pulanglah lebih awal!"
Elea mengangguk, ia segera berpindah posisi saat Bram telah hilang dari pandangan matanya. Kristal amat cantik, tapi Elea seberusaha mungkin tetap percaya pada calon suaminya itu. Sehingga ia membawa mobil Bram, yang harganya fantastis menuju kediaman rumah orangtuanya. Tentunya, mengabarkan niat baik Bram, yang ingin menjadikan nyonya Bram, serius kan status mereka.
Di sisi lain, setelah meninggalkan kantor pemasaran, dan Elea pulang sendiri. Bram, langsung menghentikan taksi yang dilihatnya di jalan untuk mengantarkan dirinya pulang.
Sore ini dia bertemu dengan Kristal, lalu malamnya dia menghabiskan begitu banyak waktu di kantornya mengoprek komputer Ip name ke Bram yang di retas, tanpa perlu ke desa gunung emas.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, waktu pun sudah hampir pukul sembilan malam. Bram menginap di rumah kecil belakang kantor besar lamanya, di dekat kebun emas.
Setelah sampai di rumah Bram membersihkan diri seadanya, lalu berbaring di atas ranjang sambil bermain ponsel sebentar dan membuka aplikasi misterius. Namun, disitu terdapat tulisan yang menyatakan kata sandi akun anda salah. Bram, nampak kebingungan dan dia lalu bergegas menanyakan lagi.
"Kristal, bagaimana apa sudah kembali?"
"40 % .. Masih stag loading, tidurlah dulu. Akan aku usahakan besok pulih, aku tahu kerjaan siapa semua ini. Dia ingin bisnis kita hancur Bram. Apalagi berita kau yang membeli kantor puluhan miliar, dan rekrut karyawan ratusan telah terdengar banyak dimata telinga saingan. Ingat, semakin kamu tinggi menunjukan siapa dirimu, maka jelas musuh akan nyata kamu harus hadapi, jika saatnya aku tidak lagi tinggal." jelas Kristal.
Bram menghela nafas, benar Kristal adalah wanita jadi jadian, yang masanya habis akan hilang. Jadi Bram pun menghubungi Hari, sudah sampai mana dirinya saat ini bergerak dibidang mengantar tugas delivery.
***
Keesokan harinya. Ketika Bram, hendak berangkat ke kampus Elea. Dia berpapasan dengan Kristal lalu ia pun memberi kabar bahwa dia dengan akun bernama 'Elang One' itu akan bertemu di dunia nyata.
Bram pun nampak terperangah ketika mendengar ucapan Kristal, lalu terdiam tanpa kata dan memikirkan apa yang terjadi dengan akunnya. Pantas saja ketika semalaman dia ingin masuk ke akun yang bernama 'Elang One' tidak bisa dan disitu tertulis bahwa kata sandi yang anda salah.
"Benarkah." jawab Bram, dengan tenang. Lalu melanjutkan,
"Kapan kamu akan bertemu dengan akun bernama 'Elang One' itu?"
"Hmm. . .dia bilang dua jam lagi kalau aku tidak salah. Kami akan bertemu di sebuah cafe yang lokasinya tidak jauh dari kampus Universitas Surabaya."
"Baiklah, terimakasih Kristal. Kau membantuku selama ini."
"Baik, gunakanlah waktumu untuk menikahi kekasihmu. Tinggal lah bersama, agar dia dapat menggantikan tugasku. Masa hidupku di dunia ini akan berakhir Bram." jelas Kristal, seolah ada tatapan air mata sedih karena perpisahan dengan manusia.
__ADS_1
Bram pun merasakan kehilangan, karena Kristal wanita berekor itu akan kembali pada populasi hidup sebenarnya. Gunung emas, dataran tinggi dan salju atau musim dingin datang, ia tidak akan bisa terus berubah menjadi manusia yakni gadis pada umumnya. Jika semua itu sampai terjadi, maka nyawa Kristal pasti akan terancam dan di rebutkan untuk sebuah penelitian ilegal. Makhluk seperti Kristal, tidaklah bisa di percaya manusia, apalagi bisnisnya dibantu dengan sebuah system tak banyak orang tahu.
Beberapa menit kemudian.
Setelah Bram, tiba di depan kampus, Bram berjalan memasuki kelas Elea, tapi Elea tak ada disana, dan dia mencoba memikirkan siapa yang telah berpura-pura sebagai dirinya di akun 'Elang One' itu.
Setibanya di dalam kelas Elea. Bram mendengar pembicaraan Jehan, Seyndi dan beberapa teman sekelas Elea ditengah waktu, membahas siapa pemilik akun bernama 'Elang One' tersebut.
Seketika ada seorang anak yang mengatakan bahwa pemilik akun bernama 'Elang One' itu adalah kakak kelas mereka yang sudah semester 6 dan ...
"Aku tau siapa pemilik akun bernama 'Elang One' itu!" seru seorang anak berkacamata dengan rambut panjang terikat.
"Ya, aku juga tahu. Dia itu katanya pewaris orang berpengaruh, dan ada beberapa hacker sedang meretas akunnya untuk meraup kekayaan." tambah satu temannya.
"Wah, benarkan begitu ..?" teman satunya lagi membalas.
Bram merasa aneh, kenapa mereka bisa mengenal akun Elang One. Dan berbicara serius tentang akun, yang dibicarakan banyak orang berlomba meretas, karena dia pria dengan kekayaan serta bisnis unlimited.
Elea yang baru tiba, ikut melihat aksi intip Bram dan berbisik.
'Sedaang .. Aaaapaa ..?' hembusan angin di ranum Elea ke telinga Bram.
Sssssst!! Ujar Bram, menunjuk teman Elea, dan ikut mendengarkan ocehan beberapa anak kampus teman Elea.
Tbc.
__ADS_1