Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2 DUA PRIA HANDSOME


__ADS_3

"Hubby, aku minta maaf aku lelah."


"Baiklah sayang jangan pernah melirik, atau bekerja sama dengan pria gorila itu." sahut Damar.


Siren hanya menggelengkan kepalanya.


"Bagaimanapun, dia punya nama hubby sayang. Apa kamu cemburu, jelas aku sudah utuh milikmu, apa yang kamu takutkan, ada juga aku hubby?" gemas Siren, mencubit pipi suaminya.


Siren pun menatap ponsel, yang di silent bergetar.


"Hallo Mik, ada apa, apa ada masalah?"


Siren mendengarkan setiap perkataan Mikha.


"Iya .. iya maaf hp ku di silent, jadi lama mengangkatnya."


"Iya aku paham Siren, kamu sedang ditindas kan, aku sudah kirimkan bagian acara tampilan kita besok tapi aku bingung, jadi aku diskusikan padamu agar esok kita tak memalukan."


"Baiklah, tunggu 15 menit aku pikirkan dan aku kirimkan ya!"


"Ada apa sayang?" tanya Damar, masih mode mepet di belakang istrinya


"Ini hubby acara tampil besok, dadakan sekali, jika aku menolak acara best tuan Daru yang bergabung dengan Kenan, maka aku dan Mikha, harus membuat suatu tampilan yang mengejutkan, agar acara besok populer best, secepat ini mana bisa aku memikirkan nya hubby."


Siren merenung, tapi Damar kesal dan beranjak mengambil jasnya, karena telah mempersulit istrinya. Bisa bisanya ia memanfaatkan acara ini, untuk mengikat istrinya. Daru gila itu, benar benar tidak putus asa, menginginkan Siren.


"Hubby mau kemana?" Siren, manarik tangan suaminya.


"Mencari Daru, akan aku bicarakan soal ini."


"Hubby, tunggu bukan dengan emosional sayang. Kita harus berfikir positif dan kepala dingin, percaya padaku aku tak akan bekerja sama proyek dengannya dengan alasan apapun janjiku, aku akan menyelesaikannya malam ini dengan Mikha, dan akan berlatih percayalah padaku. Apa aku izin ketempat Mikha sekitar tiga jam boleh?"


Damar menatap istrinya, baiklah sayang aku antar aku percaya padamu!!


Benar saja, saat itu disana Mikha hanya sendiri, terkait Hari, sang paman keluar mencari angin, atau membeli sesuatu yang di inginkan Mikha. Sehingga Damar menunggu di sofa teras.


Hingga tiba Damar mengantar, dan melihat istrinya berdiskusi, berlatih dan tertidur di sofa. Sementara Siren berada dikamar dengan Mikha.


Tak terasa pukul dua malam, Siren membangunkan suaminya dan berpindah serta pamit pada Mikha, apalagi terlihat Paman Hari baru saja tiba, dan intim pada istri labilnya.


Hingga Pagi Pun Tiba.

__ADS_1


Siren sudah bersiap - siap, sementara Damar menatap istrinya.


SAYANG SEMALAM AKU TERTIDUR, KAMU AKAN MENAMPILKAN APA DENGAN MIKHA?!


"Hubby, nanti lihat saja ya, doakan agar acara ini berjalan lancar, kita akan pulang ke ibu kota dengan baik, bukankan acara resepsi kita beberapa hari lagi, aku ingin esok full istirahat."


"Baiklah sayang, ayo kita bergegas dan sarapan lebih dulu."


Tak lama bel berbunyi, Siren membuka pintunya, di iringi Damar dari belakangnya.


"Hai Mikha sudah datang."


Tak lama, Hari pun datang dibelakangnya?Siren menatap kebingungan.


"Kalian berdua romantis, datang bersamaan?" tanya Damar pada Mikha.


Tidak ... !! Jawab bersamaan Mikha dan


Hari, pun bingung ia tadi datang hanya sendiri menoleh kebelakang sudah ada istrinya.


Siren dan Damar menyadari, jika semalam latihan terlihat Mikha, sedikit menjaga jarak. Hanya perkara makanan yang di inginkan, dibelikan yang lain. Itulah kehidupan romansa Mikha dengan suami berumur nya.


"Apa kalian masih marahan?" tanya Siren pada Mikha.


"Kalian sebenarnya saling suka buktinya sehati, kenapa masih naif dan gengsi." ucap Damar.


"Ayo jangan diam, kita cepat ke acara paman Kenan, jika terlambat kalian tau marah nya pak Kenan, bisa bisa di adukan pada Dady Bram." lirih Damar, saat protes tatapan paman Hari, menakutkan.


Mereka sarapan bersama, sebelum hari terakhir dilewati untuk istrinya pentas, mengharumkan butik keluarga.


Dua jam berlalu sampai di resort kota paris


Mandarin OrientaL Paris.


Dengan nuansa gold putih, dengan banyak wartawan turis dan media lainnya, acara berakhir di gelar siang ini, menuju lantai dimana Siren dan Mikha tampil.


"Kalian tepat sekali, ayo bersiap! kostum sudah di siapkan, masih ada waktu satu jam kalian berlatih, dengan busana terbaik kita. Semoga setelah ini butik makin famous." paman Kenan.


"Hubby, aku tinggalkan sebentar ya." Damar pun mencium, kening Siren untuk semangat.


Tak lupa Hari Hartanto, menyemangati dengan mencium lengan Mikha, memang umumnya cara orang berumur tidak ingin terlihat romantis di depan umum, beda dengan Mikha yang sedikit iri dengan pasangan Siren.

__ADS_1


"Paman, ayo kita cari dessert, dan kita duduk paling depan, kita lihat bakat wanita unlimited edition, tersayang ku akan tampil." sahut Damar gembira.


"Bukankah keponakan paman ini juga dulu aktor, dan model. Mengapa pensiun, kalian bisa saja membuat film romance." gerutu Hari kesal, pada keponakannya itu.


Damar memikirkan perkataan Paman yang masuk akal.


"Terimakasih paman, ayo kita mencari tempat zona nyaman. Itu masa lalu, menjadi terkenal akan selalu melukai pasangan, buktinya cinta Damar hanya Siren."


"Tidak kakak dan anak keturunan, tidak bisa move dari satu wanita." lirih Hari Hartanto kali itu.


Acara pun dimulai, suasana penuh kamera potretan, berlangsung dengan pembuka acara yang super megah.


Tak lama nama Siren dan Mikha dipanggil lebih awal, untuk membuka acara sebelum menampilkan model fashion dan bakat karya lainnya.


Suasana lampu padam kerlap - kerlip dan asap putih, satu tampilan dari tengah muncul seorang wanita dengan duduk dengan pianonya.


Hingga lampu sedikit terang perlahan, Damar menatap istrinya akan bermain piano. Tak lama music memulai dengan nada yang membuat orang terkesima.


Siren memainkan piano, dan sebuah alat di kuping menyambung bibirnya, speaker mic ia akan menyanyikan sebuah lagu dengan jemari memainkan piano, bukankah sulit jika bukan ahlinya. Damar sadar jika istrinya berlatih hanya dua sampai tiga jam semalam.


Sementara Hari terdiam, dan tak menyangka, Mikha tampil seperti itu, apalagi Damar tak menyangka istrinya juga akan tampil dengan gemerlap menawan, sungguh tidak terpikir mendapat istri labil, yang harus ia imbangi tapi begitu lebih dewasa, ketika sikap Hari Hartanto keras kepala.


Hingga beberapa saat, lagu ditampilkan. Dan Mikha berjalan bagai model catwalk. Membuat pikiran para suami berbisik.


"Paman, apakah pilihan lagu yang dinyanyikan menggambarkan isi hatinya ditunjukan pada pasangannya?" tanya Damar.


Hari, pun mengiyakan, ia pun memahami mengapa bait Mikha, akhir menyanyikan apa benar perasaaan nya menjerit karena gengsi ku yang menginginkan Mikha menyatakannya lebih dulu, mengalah lebih dulu meski kadang aku yang salah. Batin Hari Hartanto tersentuh.


"Paman sedang memikirkan apa?"


"Diamlah, mungkin paman harus mereda keras kepala." ujarnya berdiri.


"Hah, dasar paman tua. Tidak berterimakasih, beruntung dapat daun muda. Tidak bisa imbangi punya istri muda, kenapa tidak menikah dengan wanita tua saja."sebal Damar, yang paham sikap pamannya itu, sebal karena Damar, sering mendengar curhatan Siren soal Mikha, tentang paman Hari, yang bersikap tua dan menyebalkan.


Seperginya Hari Hartanto, terlihat gusar Damar, di saat istrinya akan turun dari punggung acara, ada mata tajam ke arah istrinya. Seolah ingin mendekat ke arah Siren.


'Daru, dia mau bermain mendekati istriku, kali ini tidak akan aku biarkan dia aman saat ini.' batin Damar, masih tak suka sikap Daru yang terus tidak bosan mendekati Siren.


"Diam disana! Jangan dekati istriku!" lirihnya, membuat Daru menatap, dan saling menatap.


Siren terlihat syok, ketika suaminya bersejajar dengan Daru, seolah ingin baku hantam. Bahkan potretan, berpindah pada dua pria handsome yang menjadi pusat perhatian di layar besar terpampang.

__ADS_1


"Astaga, suamimu terpampang dengan Daru," bisik Mikha, dibelakang Siren, membuat Siren menoleh layar besar wajah suaminya yang benar handsome, bertatapan dengan bisnis paman Kenan.


TBC.


__ADS_2