
Bram, merasa segalanya terlalu menakjubkan. Dirinya berubah menjadi konglomerat dalam sekejap. Mungkin jika diceritakan pun tidak akan ada yang akan percaya dengan kejadian seperti ini.
Sembari melihat fitur-fitur dalam ponsel barunya, Bram berjalan menuju tempat malam indah bersama Elea sebelum fajar tiba.
Makan Malam Nuansa Eropa.
"Tuan Bram, hebat sekali!"
"Siapa itu Tuan Muda? Owh .. Kaya sekali!"
Elea mencubit pinggang Bram, ia menatap pantulan kaca terang. Di saat mereka bercerita perjalanan yang amat panjang, meledek Bram dengan panggilan Tuan. Dan Bram, tak lupa membalas guyonan tak kenal apa itu nama Tuan.
"Bram, kapan kamu mengenalkan aku dengan papamu?"
"Secepatnya! Setelah menjadi nyonya Bram. Aku minta maaf, soal perlakuan tak enak pada orangtuamu El."
"Aah! Aku melupakannya, semua itu karena Ryan yang hasut. Eeeuum... Soal Tio, apa setelah ini Via yang tadinya di jodohkan untukmu akan menyesal? Aku bahkan takut, takut kamu terpana pada wanita lain setelah kamu kaya seperti ini." ujar Elea.
"Jangan cemas! Aku sempat terganggu, maka dari itu aku sudah cukup menjadikanmu pendamping seumur hidupku El. Hanya saja, setelah ini kamu harus kuat menjadi nyonya Bram!" jelas Bram, yang mendekat ke arah Elea dengan memandang lembut. Menyelipkan rambut yang terurai menutup setengah mata.
"Mereka yang menghinamu, pasti akan pingsan. Karena nama dan fotomu di berbagai siaran media, koran dan social media kamu tenar." senyum Elea yang masih menatap pria di depannya, tampil tidak seperti biasanya mengenakan jas rapih dan rambut yang klimis serta wangi sekali.
"Biarkan saja!" memiringkan wajah Elea, dan mereka menutup mata.
__ADS_1
Beberapa Saat kemudian.
Komentar semacam itu mulai bermunculan dalam siaran langsung. Sebagian orang yang menonton siaran langsung adalah orang dari kalangan biasa. Berhadapan dengan orang sekaya itu, tentu saja mereka akan menjilat.
Bram, yang sedang menatap ponselnya pun tersenyum kecil. Dia sungguh tidak mengerti kenapa ada orang yang suka rela memberikan hadiah kepada pembawa acara siaran langsung yang tidak di kenalnya, bahkan puluhan juta sekaligus!
Tlith! Nada Pesan.
[ Hello Mr Bram. Apakah kombo 10 roket terlalu sedikit? Bagaimana kalau kombo 20 roket? Saya bertemu pembawa acara siaran langsung, saya tertarik akan bisnis delivery pt corp Miror gold anda. Apakah emas itu dari bongkahan timun emas?! ] pesan dari system, yang menampilkan komentar siaran langsung.
[ Cari tahu, tujuan system delivery tidak boleh terbongkar. Cari siapa yang telah membocorkannya, system dalam bahaya! ] pesan System kembali muncul, memberitahu Bram.
"Apa-apaan pembawa acara ini? Dia sungguh tidak menghargai Jerihku, sebagai kurir sayuran dan kenapa bisa bocor soal emas berada dalam kebun timun emas yang aku tanam saat ini di desa sengketa." cerocos Bram.
"Aku akan menyimak siaran berita tentangku? Apakah Kristal saat ini juga mengiyakan."
"Aku temani Bram!" peluk Elea dari balik punggung Bram.
Bram mulai menonton siaran yang menampilkan dirinya adalah pengusaha kaya timun emas. Kemampuan mengirim delivery dengan emas yang tak biasa di dalam sebuah timun besar.
Penonton mulai berkomentar satu demi satu.
Ekspresi Bram, agak tercengang. Dia tidak menyangka Kristal adalah gadis yang tidak matrialistis saat di wawancarai sebagai pemegang tanah sengketa, dia bahkan bisa menjaga batasan meski susah dihadapkan hadiah sebanyak itu. Jarang-jarang ada gadis jadi jadian yang demikian.
__ADS_1
Sebelumnya, Bram kira. Kristal tidak berniat banyak bicara dengannya karena menganggap dirinya miskin. Namun, sekarang kelihatannya Kristal juga sama cueknya terhadap orang kaya.
- SIARAN LANGSUNG KRISTAL -
"Ku tanyakan lagi untuk terakhir kalinya, mau handstand atau tidak?" petinggi Pt Jaya Golden kembali berkomentar.
Kali ini, Kristal memilih untuk mengabaikan pertanyaan Mr Taylor.
"Sial! Padahal tak ada bedanya dengan menjual diri, untuk apa sok suci? Apa kamu percaya hanya dengan satu kata dariku saja 20 ribu orang menjadi 200 orang?" Mr Taylor sangat kesal karena di abaikan oleh Kristal, ucapannya pun mulai tidak enak di dengar.
Ekspresi yang berbeda juga melintas di wajah Kristal, dia berkata sambil menggigit bibir merahnya.
"Aku tidak menjual diri, aku juga tidak sok suci. Terserah kamu saja mau melakukan apa Mr. Tapi berita emas ajaib itu tidak ada di dunia modern. Apa kau sedang mencuri tanah yang telah jadi milik bosku, agar kau rebut setelah akan panen?" cercah Kristal menatap tajam.
"Oke, kamu pasti akan menyesal!"
"Kawan-kawan, ayo kita ke ruang siaran langsung lain. Kuajak kalian melihat gadis cantik lain!"
Mr Taylor pun keluar dari siaran langsung setelah Kristal menolak mentah mentah pertanyaan yang membuat usaha Bram bangkrut.
'Andai aku ingin sekali di hadiahi UFO! Agar aku bisa kembali pulang, tentunya misiku disini belum berakhir. Andai saja, aku rindu gunung emas tempat tinggalku. Rasanya sesak aku berada di dunia modern.' batin Kristal yang memendam.
Tbc.
__ADS_1