Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
MASA LALU SUAMIKU


__ADS_3

Di Luar Rumah Sakit.


Mama Inggrid terlihat kaget, saat ia ingin mengecek nota rumah sakit hasil kemo untuknya, yang kini sudah membaik. Dimana Bram membawanya berobat check up, dan bingung akan siapa yang kecelakaan, bagusnya ia telah sadar dari koma berkat bantuan Bram, anak tirinya itu. Ia cukup terkejut karena melihat Mikha sang menantu ternyata dalam keadaan trauma berat.


Osin meminta Eri, untuk mengizinkan Mama Inggrid masuk, hal itu membuat dirinya segera masuk dan melihat keadaan Mikha.


"Sayang, apa yang kamu alami. Apa tidak bisakah mama melihatmu tersenyum. Jangan sedih nak, masih ada mama. Kamu pernah merawat mama dengan setia. Jika kamu mau, mama akan bagi waktu untuk merawat kamu nak. Huhuhu." mode tangisan mama Inggrid mengusap telapak tangan Mikha.


Dimana Osin dan Eri, belum memberitahu jika putranya dalam kecelakaan, dimana semua keluarga meminta untuk diam. Tapi jika bertemu Mikha, entahlah apa yang akan terjadi.


Mikha masih sadar, air mata sangat kering baginya saat ini. Meski perih rasa sakit itu membuat dirinya semakin hancur. Hingga beberapa jam kemudian, mama Inggrid pamit dan akan menjenguk Mikha lagi jika di izinkan.


Osin dan Eri berkompromi. Mereka bergantian berjaga selama satu minggu lebih. Kini pelupuk indah cahaya telah amat menyentuh dan menusuk di pori pori kulit Mikha. Mikha masih berharap mas Hari ada.


Ia membuka mata, melepas segala hal. Seolah nyawa kembali hidup baginya. Mikha memegang perutnya seolah ada kehidupan yang harus ia jalani saat ini dan seterusnya.


"Nak. Maafin bunda, ga seharunya bunda larut dan semakin larut bersedih. Bunda akan kuat dan kita pasti akan menemukan keberadaan dady. Dady pasti masih ada bersama kita." senyum Mikha mengusap perutnya yang masih terlihat rata.


"Sayang, apa yang terjadi. Kamu sedang hamil nak? mama sangat bahagia." senyumnya, pada Mikha, dimana Mikha juga enggan memberitahu, apakah ibu mertuanya itu tahu, apa yang terjadi pada putra satu satunya dinyatakan meninggal, di saat kondisi sang mama telah sehat.


***


SATU MINGGU KEMUDIAN.


OSIN YANG MENJALANI RUTINITAS.


Ia berada di kantor, ia cukup terkejut ketika menatap pesan dari Eri. Lalu menutup mulutnya kala ia tak percaya, Mikha sudah pulang dan ada di rumah menuju kediaman mertua. Menjalani rutinitas seperti biasanya.


Osin mengucap rasa syukur yang luar biasa, tak henti hentinya ia merasa sangat senang akan Mikha yang sudah normal kembali. Menatap layar video akan sebuah aktifitas Mikha seperti sebelum kejadian suaminya pergi.

__ADS_1


[ Syukur Mikha, Hidup haruslah berjalan dengan sebaik mungkin. Jika gue ga sibuk, gue pasti akan temui lo secepatnya.] senyum Osin menatap layar ponselnya.


Namun berbeda dengan Mikha, ia sedang melakukan perjalanan menuju rumah paman Bram yang berada di ibu kota tak jauh, semenjak itu pula mengajak Mikha tinggal di kediaman rumahnya yang sedikit besar serta mengurus perusahaan menggantikan Hari Hartanto, dimana ibu inggrid belum tahu, dan hanya tahu jika Hari Hartanto sedang berada di jepang untuk perusahaan lain sampai waktu yang sedikit lama.


[ Jika aku tiada, maka posisi terkuat adalah istri dan anakku! ] pesan Wasiat yang membuat Mikha menatap sedih.


Perjalanan itu memakan beberapa jam saja, Mikha pun telah tiba. Mereka turun dan berjalan lebih dahulu. Ryo sang asisten dari paman Bram mendampingi dan menjaga Mikha kemanapun ia pergi, ia masih yakin keberadaan mas Hari hanya sedang memulihkan, dan belum benar benar meninggal.


Ryo pun meminta Mikha tinggal, karena ia akan pergi ke toilet sebentar, selepas mengisi bensin di pom. Selama beberapa saat, membuat Mikha terdiam kala seorang wanita, meraih tangannya dan meminta bantuan.


"Mbak! Maaf saya Merli. Bantu saya!"


"Anda sedang hamil?" menengok apakah Mikha menemukan seorang dokter yang berada di pom tersebut.


Tolong! teriak Mikha.


Mikha pun menjabat dan memohon meminta bantuan selagi dokter itu sedang mengisi bensin. Karena benar di waktu tepat Mikha bukanlah ahli di bidang dokter. Lalu mempersilahkan agar secepatnya wanita bernama Merli di tolong.


"Saya Mikha. Bisakah membantu saya! wanita ini kesakitan, sepertinya ia sedang hamil!'


"Owh. Astaga biar aku bantu pertolongan!"


Mikha mundur membiarkan Merli di tangani seseorang dokter. Entah dari mana ini sebuah keajaiban dan malaikat penolong.


Mikha bingung dengan spontan, Merli tersenyum pada Mikha dan berterimakasih, keadaan membaik di tangani dokter. Merli dan mereka pun bercakap cakap sebentar.


"Kalau begitu saya pamit! kawan anda hanya kelelahan, usahakan kehamilan muda jangan dipaksa untuk lelah berpergian!" tutur dokter.


Mikha dan Merli berterimakasih pada dokter. Kini hanya mereka berdua tinggal. Merli, memegang tangan Mikha.

__ADS_1


"Mikha apakah kamu ingat aku? Merli pria yang mencintai Hari, itu adalah aku yang pernah datang dalam klien di jerman, tak ku sangka kamu begitu cantik dan manis. Aku memang wanita yang mengaku menjadi kekasihnya saat itu. Aku adalah Merli, maafkan aku ya. Kamu telah baik baik saja kan? Aku turut berduka."


Deg. Terdiam Mikha, jadi satu tahun ada yang menelepon dan mengakui dirinya kekasih suaminya, adalah wanita ini.


Mikha terhenti, ia jadi ingat wanita di parkir loby vvip. Hingga di mana ia cukup terkejut masa lama terulang, dan tak menyangka membantu wanita yang merusak rumah tangganya hingga kacau. Tapi sekarang mas Hari tak ada, untuk apa mengingatnya. Benak Mikha, wanita ini mirip seperti Lena yang jahat padanya ingin rumah tangganya hancur.


"Maafkan hubungan kalian dulu terhenti, karena ulahku."


"Cukup panggil Mikha saja Merli!"


"Oke. Terimakasih sangat, jika tak ada kamu entahlah, Pria ku sangat dingin mungkin karena ia sangat mencintai masa lalunya.


"Sudahlah, aku harus pergi tidak ada waktu."


"Tapi Mikha, aku hanya berusaha agar suamiku mencintaiku. Sama seperti Hari yang mencintaimu amat dalam. Kamu beruntung, karena aku tahu mantan istrinya tidak selembut dan setegar kamu."


Mikha terdiam, ia kesal jika di ingatkan masa lalu mas Hari. Bahkan rasa sedih itu masih menjalar baginya. Hingga ia menjawab pada Merli yang pernah mengaku beberapa waktu, Mikha baru menikah dan skandal di kantor membuat Mikha sadar jika mas Hari jujur tak ada hubungan apapun pada relasi, klien dan yang bermasalah adalah para wanita di luar sana, yang celamitan ingin menjadi wanita seorang Hari Hartanto.


"Meski kamu ingin menguntit, suamimu bukan tipe yang suka diatur. Beri saja ia ruang, dan tetap sabar perlahan ia pasti akan amat menyayangimu. Aku sibuk dan jika tak ada aku pasti ada orang lain. Satu lagi Merli kita tidak akrab!" ketus Mikha.


"Ya Mikha, terimakasih."


Mikha pun pergi, hingga ia meninggalkan wanita yang pernah membuat hidupnya hancur dalam kesalahpahaman karena ulah Lena juga. Entah harus apa, Mikha berharap tak pernah bertemu orang bermasalah di masa lalu. Apalagi ia sedang merencanakan bukti kuat, agar kasus Lena terungkap masuk jeruji besi.


Tak lama, Mikha masuk ke dalam mobil, setelah Ryo kembali, namun ia terkejut saat berbelok arah ada seseorang yang menabraknya.


"Astaga." syok Mikha hampir jatuh duduk. Lalu tubuhnya di sangga seseorang.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2