
"Bram, misi mu berhasil. Sekarang waktu aku pergi tidak akan lama." ujar Kristal.
"Terimakasih kalian datang tepat waktu."
Tak lama anggota serse bicara, jika satu mobil dan dalangnya berhasil lolos dengan mobil truk sampah. Sehingga mata Bram, melengos tak percaya. Bram meminta Elea semobil dengan Kristal di mobil anggota berseragam, karena dianggap aman.
"Hati hati Bram!" sedih Elea harus berpisah lagi. Bram pun mengangguk saat itu juga, agar kekasihnya itu tenang.
Hingga beberapa puluh menit kemudian, Bram yang salah jalan. Berbalik arah, dan saat itu juga jauh dari sebrang mobil polisi. Satu mobil mengeluarkan pistol ke arah mobil Bram, sehingga Bram melaju mencari jalan demi mobil dibelakangnya berhasil dikepung.
Syiiiet!!
Jalan raya Krek kilometer 80 mobil Eropa seri tahun 2018 itu melaju diangka 120km/jam. Kecepatan untuk ukuran mobil yang berkisar diharga dua miliar.
Bram tak berhenti membunyikan klakson mobilnya, agar para pengemudi di depan sana memberinya akses jalan. Berapa kali pun dia melihat ke belakang, pada detik itu juga dia mendapati anggota Naga Buaya telah mengejar dan jumlah mobil yang digunakan pun tidaklah sedikit. Belum lagi beberapa motor gede yang ikut terlihat dalam rombongan.
"Sial!" umpatnya sambil meninju benda bundar yang menjadi pengendali mobilnya.
"Cepat sekali mereka mengejar. Kalau begini terus, aku bisa tertangkap!"
Tidak ada cara lain, selain menaikkan kecepatan mobil ke tahan yang lebih tinggi. Bram menginjak pedal gas, laju mobilnya berada dikisaran 100-110 km/jam. Kecepatan sangat tinggi saat berkendara di jalan raya yang cukup ramai, ia menurunkan karena jalan aspal sedikit buruk.
Mobilnya melaju lurus tak peduli rambu lalu lintas. Ditekannya terus klakson, sehingga mereka yang mendengarnya pun langsung menepi.
Bukan hanya mobil Bram saja, tapi mobil-mobil yang dikendarai anggota Naga Buaya di dalamnya pun ikut tancap gas, kala mendapati Bram, yang mulai hilang dari pandangan mereka.
Tepat di kilometer 150, masih berada di jalan raya Balareta. Di bawah jembatan, ada sungai yang terhubung langsung dengan laut lepas. Sering terjadi insiden kecelakaan di sini karena jalan yang menanjak dan juga memiliki tikungan tajam.
Bram, menurunkan kecepatan mobilnya saat melewati tikungan tajam tersebut. Selanjutnya, dia kembali menginjak pedal gasnya, laju mobilnya berada stabil diangka 100 km/jam.
__ADS_1
Ketika hendak mencapai puncak jembatan, Bram dikejutkan dengan kedatangan anggota Naga yang mengendarai motor gede.
DOR ....
Salah satu anggota Naga Buaya melesatkan tembakan yang mengarah ke mobil Bram. Untungnya, peluru tersebut hanya mengenai kaca mobil dan bukan kepala Bram.
"Hufs." Bram, menghela napas lega karena berhasil menghindar dari timah panas yang bisa saja menembus kepala atau jantungnya andai dirinya tidak mengambil tindakan cepat.
Dia memang selamat, tapi tidak untuk yang kali ini.
DOR ...
Tembakan kembali dilesatkan dan berhasil mengenai kaca bagian Pengemudi. Kali ini kemudi yang menjadi sasarannya. Alhasil, tangan Bram pun terkena timah panas tersebut. Darah segar mengucur deras dari telapak tangannya.
Fokus pandangannya pun menjadi tidak stabil. Arah kemudinya tidak lurus seperti sebelumnya. Beberapa kali dia banting stir saat anggota Naga mendekat pada mobilnya.
Sekarang bukan hanya satu motor yang datang, tapi ada lima motor yang mengepung Bram dari empat penjuru.
Kematian memang rahasia dari langit, tapi Bram sudah bisa menebak, membayangkan kematian di depan matanya.
Siapa pun yang melihat, maka sudah bisa memastikan pemuda yang memiliki nyali besar, untuk menyerang markas Organisasi Naga Buaya akan mendapatkan kematian yang tidak akan pernah terbayangkan sebelumnya.
Mereka yang berada di atas motor pun tertawa terbahak-bahak. Mendapati Bram yang telah terluka di bagian tangannya sudah bisa memastikan kematian dari keturunan mendiang Dayana orang kaya nomor satu itu. Jadi, mereka ingin bermain-main sejenak dengan Bram, sebelum dia benar-benar lenyap dari dunia untuk selama-lamanya.
Puncak jembatan sudah di depan mata. Bram mulai kehilangan kesadarannya. Penglihatannya menjadi samar-samar. Jembatan pun terlihat seperti ada dua bagian.
Di ujung sana, seorang gadis hendak menyebrang jalan dengan tongkat kayu sebagai penunjuk jalan. Bola mata gadis itu mengarah ke atas dan bukan ke depan.
Bram, secara samar-samar melihat gadis itu. Dia mengira gadis memakai tongkat tersebut masih berada di tepi jalan. Akan tetapi, dugaannya salah.
__ADS_1
TOT ...
Saat dia membunyikan klakson, maka gadis itu langsung berteriak. Suaranya yang keras dan melengking seperti penyanyi seriosa itu akhirnya menyadarkan Bram.
Demi menghindari kecelakaan, Bram banting stir ke arah kanan. Sementara di depan ada motor yang melaju berlawanan arah dengannya. Alhasil, Bram banting stir ke kiri.
Laju mobilnya tak dapat dikendalikan lantaran berada dalam kecepatan tinggi. Mengerem pun dirasa tidak berguna.
BRUUUGHK ....
Mobilnya menghantam pembatasan jembatan yang terbuat dari beton dan besi itu. Saking kerasnya benturan karena kondisi mobil sedang kencang, hasilnya pembatas pun hancur dan mobil eropa seri 2018 itu terjun bebas ke sungai, bersama sang pengemudi.
Bram, melepaskan pegangannya pada stir, tubuhnya membentur kemana-mana, lantaran dorongan gaya gravitasi yang tercipta membuatnya tidak lagi bisa duduk tenang. Dia pasrah. Bayangan sosok orang-orang yang dicintainya terlintas kembali dalam benaknya.
"Mama. Aku datang," batinnya pasrah. Tak lama kemudian memejamkan mata, berbarengan dengan mobil yang masuk sungai.
"Elea maafkan aku, kita tidak bisa bersama .."
Jembatan tersebut dibangun di ketinggian 100 meter dari permukaan laut. Benda apa pun terjatuh ke sungai, maka akan sulit untuk ditemukan dalam waktu singkat.
Bram pun tenggelam bersama dengan mobil yang dibelinya dari hasil menjual rumah dan aset lain milik keluarganya. Kesadaran Bram telah hilang sepenuhnya. Dia telah menghembuskan napas terakhir, berbarengan dengan hadirnya bayangan mamanya yang telah meninggal dunia delapan belas tahun silam.
Susana jembatan pun menjadi heboh lima belas menit kemudian, lantaran ada pengendara motor yang tidak sengaja lewat, tepat saat mobil Eropa seri 2018 itu terjun ke sungai.
Banyak orang yang berbondong-bondong ingin melihat kecelakaan tersebut. Pengendara yang tidak sengaja lewat, sampai menghentikan laju kendaraan saking ingin tahunya. Alhasil, terjadi kemacetan yang tak bisa terelakkan.
Tim dari kepolisian telah datang tiga puluh menit kemudian, setelah mendapat laporan dari salah satu warga prihal kecepatan tersebut.
Para anggota Naga Buaya pun segera meninggalkan lokasi kejadian, beberapa menit setelah mobil masuk sungai. Mereka tidak sempat memastikan apakah Bram telah mati atau tidak karena takut, orang-orang yang berada di tempat akan mencurigai mereka sebagai dalang dibalik kecelakaan tersebut.
__ADS_1
Tidak dapat ditebak, jika anggota mafia palsu menyebar mirip genk tikus. Yang ingin kaya kilat, mengincar kepemilikan Bram saat ini.
Tbc.