Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
MEMBERI PELAJARAN


__ADS_3

Elea terlihat memegang tangan Bram, berusaha menenangkan di dekat papa mertuanya itu.


Ryan, dan semua orang yang ada di dalam ruangan terlihat kebingungan saat melihat manager Rose yang menundukkan kepala saat melihat Reksa Hartanto si pria tua bangka.


“Apa-apaan ini? Kenapa manager Rose terlihat ketakutan melihat si Tua itu ..?” tanyanya entah pada siapa.


“Aku dengar manager Rose memiliki pengaruh yang cukup besar di dunia bawah Distrik Utara, dan Tuan besar itu menetap di jepang saat ini. Bagaimana orang seperti itu bisa terlihat ketakutan saat melihat Bram tidak berguna di keluarga?”


Semua orang bertanya tanya apa yang terjadi sebenarnya pada saat ini, apa alasan manager Rose menundukkan kepala pada Reksa dan Bram kini.


Reksa Hartanto berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat. Setiap langkah yang dia buat terasa sangat berbeda seakan ribuan kuda perang berada di belakangnya.


Manager Rose, yang merasakan itu meneteskan keringat dan tidak berani mengangkat kepalanya, menatap wajah pria disegani.


Setahun yang lalu terjadi sebuah kekacauan yang sangat besar di dunia bawah Distrik Utara, dimana itu hanya dilakukan oleh seorang pria yang tidak dikenal dan karena hal itu juga satu keluarga yang memiliki cukup nama di dunia bawah menghilang tanpa meninggalkan bekas sedikitpun, dan orang yang melakukan itu semua adalah Reksa Hartanto.


Hingga kala itu sebuah tragedi membuat kecelakaan, dan menewaskan seorang wanita yaitu Dayana! ibu kandung Bram, yang saat itu anak berusia enam tahun menghilang di rumah sakit. Rose masih ingat kejadian itu, karena melibatkan dirinya yang berada disana sebagai wartawan harian, meski ia juga cukup tua, tapi ia tak sangka jika pria yang ia hina adalah anak kecil enam tahun itu.


"Bram, menurutmu siapa orang yang memesannya?"


"Aku tahu pah, dan jelas tahu orangnya disana."


Seketika, Elea, dan keluarganya serta kakak, pamannya Abey, ikut melihat aksi ramai ini. Ia juga merasa kagum pada sikap menantunya, yang benar ia adalah keluarga ternama. Sikap pemaaf dan ketidak sombongan menjadi poin pertama, bagi mereka Bram benar bos sesungguhnya yang tak ingin dikenal. Tapi setelah kekacauan di sini, Sudah pasti Bram semakin dikenal di seluruh dunia akan terus diberitakan namanya. Benar benar keturunan orang kaya ternama nomor satu, yang mirip seperti tuan Reksa Hartanto.


“Kau jangan pergi! kau yang sudah memesan semua itu, kenapa sekarang malah diriku yang harus menanggungnya?” teriak Bram, menarik bahu Ryan.


“Sampah sialan! Sudah jelas ini ulahmu, kau pikir aku tidak menyadari itu.”


Bram tersenyum dan menatap sinis Ryan,

__ADS_1


“Memangnya apa bukti kalau itu semua perbuatanku? Juga ini pesta yang kau buat, untuk apa aku membayarnya?”


Bram, mengepal tangannya dengan rahang yang gemetar, dia memang tidak bisa membuktikan kalau semua ini perbuatan dari Ryan. Namun saat ini Bram terpikirkan sebuah ide yang cukup bagus.


“Ada 116 orang yang mengikuti pesta ini, jadi setiap orang perlu membayar masing-masing 500 juta. Aku akan membayar semua orang, tetapi tidak untuk dirimu!” tunjuk Bram kepada Ryan.


“Hahaha... Pak Bram, bukankah anda sedikit keterlaluan padanya. Bagaimana bisa dia itu yang hanya meminta-minta pada ayahnya itu dan harus membayar 500 juta.” ucap seseorang dari belakang, Ryan.


“Pakaian yang dia punya saja sangat jelek, bagaimana bisa dia memiliki uang 500 juta. Aku rasa memiliki uang 1 juta saja sudah sangat bagus untuknya.”


Orang-orang yang ada di belakang tak hentinya terus menjilat didepan Bram kali ini. Setelah mengetahui siapa Bram, memang para pengunjung adalah klien besar kelas kakap, Bram yang menjalankan misi ke misi ia menyerahkan langsung semua perusahaan kurir emasnya pada Elea, Kristal dan keluarganya.


Beberapa rumah sakit, hotel ada milik Bram, anehnya semua mengira masih pemilik lama. Jelas jelas saat ini Bram lah pemiliknya, yang telah membelinya secara sah.


Ryan mengeluarkan kartu hitam yang berisikan 10 miliar dan memberikannya pada Rose untuk membayar tagihan 7,5 miliar. Itu pun milik sang ayah, yakni pak Harta dari ujung dia duduk melihat tingkah anaknya sedikit jantungan.


Rose mengambil kartu hitam itu dan melihat ke arah Bram dan Tuan Reksa Hartanto.


“Pak Bram, Tuan Reksa Hartanto apa anda ingin membayarnya? Sebagai manager, aku bisa memberikan kredit untuk anda Tuan."


Bagi Rose uang 8 miliar bukan sesuatu yang besar, jika dibandingkan dengan menyinggung perasaan dari Reksa Hartanto. Rose takut jika melakukan sebuah kesalahan dirinya akan berakhir sama seperti keluarga yang dihancurkan oleh Reksa Hartanto tahun lalu.


“Putraku akan membayarnya!” ucap Reksa Hartanto.


Bram mengeluarkan kartu debit dan memberikannya pada Rose.


“Hahaha... apa-apaan gaya sok kerenmu itu? Dari mana kau bisa mendapatkan uang itu Bram .. milik papamu kan, jelas aku lebih keren kartu hitam ini milikku?” cetus Ryan, masih angkuh.


“Hahaha... Pak Ryan, bantu saja dia sebelum kebohongannya itu terbongkar.” seseorang membela Ryan.

__ADS_1


Rose melirik orang-orang berbicara itu.


Kebohongan?!


Asal kalian semua tahu saja kalau butuh sedikit usaha saja, untuk Reksa Hartanto menghabisi kalian semua yang telah menyinggung!


Rose bisa saja mengatakan itu semua, tetapi dia tidak mau mengatakan apapun yang bisa membuat Tuan Reksa jadi membencinya.


Kartu hitam yang diberikan oleh Ryan ditaruh di atas meja oleh Rose dan berkata, “Aku tidak akan menerima satupun pembayaran dari kalian semua karena kalian sudah berani menghina Pak Bram, yang berarti menghina Tuan Reksa Hartanto. Sebagai gantinya aku akan menerima pembayaran dengan cara lain yang diinginkan oleh Tuan Reksa.” jelas Rose.


“Apa-apaan perkataaanmu itu manager Rose? Dirimu itu hanya seorang manager restoran, jangan pikir memiliki sedikit kekuasaan di dunia bawah bisa membuatmu bertindak seenaknya padaku!” ucap Ryan.


“Seperti yang Pak Ryan katakan, aku memang tidak memiliki hak untuk melakukan itu. Tapi dengan kekuasaan dari pemilik restoran aku bisa melakukannya. Jika aku mengatakan beberapa hal pada pemilik restoran, pasti dia akan membantuku, bahkan bisa lebih dari itu.”


Mendengar itu Ryan tertegun sesaat karena dia tahu kalau pemilik dari restoran golden green merupakan seseorang yang memiliki pengaruh besar di Distrik Utara dan Distrik Barat. Keluarga Hartawan, miliknya tidak akan bisa berhadapan dengan sosok sebesar itu, bahkan jika mereka mau melakukannya. Jika keluarga Harta, menjadi musuh oleh sosok itu hanya karena ulahnya pasti akan membuat keluarga Harta dikucilkannya, bahkan bisa lebih parah.


Rose berbalik menghadap Reksa Hartanto dan berkata, “Pak Reksa, apa bapak ingin melakukan sesuatu pada orang-orang ini? Sebagai manager restoran ini aku akan membantu pak Reksa, jika Pak Reksa mau.”


Mendengar itu Reksa tak kuasa menahan senyumnya. Dan Bram juga, tidak menyangka kalau manager Rose akan membantunya sampai sejauh ini. Bram berfikir apakah gedung aula resto green ini milik papanya juga, sehingga ia datang dari jepang ikut hadir.


“Aku ingin mereka semua mencuci piring di sini! mereka telah berani menyinggung putraku!" ucap Reksa Hartanto, lalu berlalu mengajak Bram dan menantunya pergi.


Ryan menatap sang ayah, yakni pak Harta yang memegang jantungnya. Terlihat Tio datang, lalu menampar Ryan sang adik.


Plaagh!!


"Sampai kapan kau akan bodoh?" teriak Tio, yang saat itu membawa sang ayah pergi melewatinya, karena telah mempermalukan keluarga kesekian kali, hanya karena ditolak seorang wanita.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2