Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
ELEA ROBOT SYSTEM


__ADS_3

Berita Tjandra turun layar, perusahaan bangkrut ketika munculnya tuan reksa Hartanto. Sidang pun berlanjut dengan lancar, maka hanya sebuah penyesalan Jingga dan keluarganya yang ketakutan menghadapi Bram, pria sukses tak mudah goyah hanya karena wanita.


Selepas itu pun, Bram meminta Kenan dan Hari pulang. Rencananya ia akan pergi ke penthousenya, lalu menemukan sendok emas, yang Bram rasa tidak harusnya ditancapkan di timun emas kebunnya.


Tling!


[ Selamat Bram! apa permintaanmu maka kami akan kabulkan. ]


"Kau yakin, aku tidak butuh uang banyak. Uang ku sudah berlimpah, aku hanya butuh Elea. Istriku yang telah mati, bisakah kau kabulkan dia bersamaku, aku rindu?" asal Bram.


Tling!


Sendok itu berubah menjadi sebuah patung, lalu berdenyut dan berubah menjadi Elea. Bram terasa mimpi, hingga perlu waktu berhari hari jika ia tidak salah lihat, jika dihadapannya itu adalah Elea.


'Dia nyata Bram, hanya saja kau yang bisa lihat.' system berbicara.


Di Tempat Sembunyi :


Maka pria akan merasa dirinya adalah seorang pria yang tangguh dan hebat, mana kala mampu melakukan apapun seorang diri tanpa memerlukan orang lain dan berhasil membuat wanita lain berada di bawah dan takluk karena sentuhan.


Bram tidak menampilkan sifat yang ego, dan harga dirinya yang terlalu tinggi di hadapan istri mungilnya ini.


Rasa bangga itulah yang membuat para pria merasa perlu berterima kasih pada para wanita, yang tepat dan wajib menjaga kepercayaan dari para pasangan yang memang kodratnya berbaring di bawah suaminya tersebut.


Bram telah berhasil membawa wanita dalam hubungan seriusnya, dan membuat merasa bahagia di dunia ini, tapi, jangan lupakan dengan sosok yang berada di bawahnya itu.


Bram akan selalu menjaga cinta dan raga seorang Elea sepenuh jiwanya, ia berterima kasih kepada pasangan hidupnya yang telah bersedia bersanding dan menemaninya hingga mau memisahkan di antara mereka berdua.


Bram terus saja menggerakkan dengan cara lembut membuat pasangan hidupnya merasakan nikmat tiada tara, ia mengecup seluruh wajah Elea dengan sayang tidak lupa dengan bibir bengkak milik istri mungilnya.


Tubuh ramping milik Elea terlihat sangat putih seperti salju dan sangat memabukkan baginya itu, dan saat ini Bram sedang mabuk berat seperti terbang ke langit yang paling atas, rasanya sangat nikmat dan tidak bisa di jabarkan dengan hanya kata-kata yang terlontar dari mulutnya itu.


Entah berapa kali Elea mengeluarkan suara-suara yang membangkitkan sisi Bram dari lainnya, dan terus bergerak dengan ritme yang mulai tidak beraturan itu.


Memang benar apa yang di katakan Kenan waktu itu, dua bersaudara itu memang adalah tipe yang sabar dan menunggu untuk melakukan hubungan intim dengan pasangannya sendiri sampai mereka siap, tapi, sekali mendapatkan kesempatan yang telah di berikannya mereka akan menyerang secara membabi-buta.


"Bram," ujar Elea.

__ADS_1


"Ya," jawab Bram.


"Apakah masih lama?" tanya Elea, dengan muka lelahnya itu.


"Memangnya kenapa baby?" jawab Bram, terus saja melakukan kegiatannya itu dan membuat wajah Elea terlihat sangat menggoda di bawahnya.


"Aku lelah Bram," ujar Elea.


"Sebentar lagi baby," jawab Bram, membelai rambut panjang istrinya dengan lembut.


Elea hanya bisa pasrah dan berusaha tersenyum dengan ikhlas walaupun ingin memprotes tapi tidak bisa menolak dengan kegiatan nikmat ini, Elea jadi tahu sekarang kenapa ia kerap kali mendapati cara jalan seorang Via dan Jingga terlihat sangat aneh dan, terkadang nyaris seperti orang lumpuh yang tidak bisa berjalan dengan benar kala ingin mendapatkan Bram, berbagai cara untuk memilikinya.


Tetapi tetap saja, karena sebuah system Elea hanya bisa dilihat oleh Bram, karena suatu spoon ajaib, permintaan Bram yang meletakkan sendok emas dari buah timun ke tempat lebih aman, maka permintaan Bram adalah ingin Elea hidup lagi, dan tinggal bersamanya selamanya.


Bram kini sedang menyerang istri mungilnya itu dengan buas, dan ini membuatnya tahu sebuas apa permainan seorang Bram suaminya itu.


Bram menggeram kenikmatan saat-saat dirinya sudah mendapatkan kepuncakan dan merasakan sesuatu bedenyut, dan akan segera mengeluarkan muatannya untuk pertama kalinya.


"Aku sangat lelah Mas Bram, tidak bisakah udahan dengan ini semua?" ujar Elea, merengek kepada sang suami untuk menghentikan kegiatan panas ini.


Apakah suami tampannya perduli dengan rengekkan istri mungilnya itu?!


Tubuh ramping yang di miliki Elea kini sudah di penuhi kissmark hasil karya dari seorang Bram, sedangkan Bram hanya bisa pasrah dan menikmati permainan ini walaupun dirinya sangat lelah dan ingin rasanya tidur dengan secepat mungkin.


Dan lagi-lagi harapan seorang Bram hanyalah harapan dan impian saja, bahwa kegiatan panas ini tetap berlanjut entah sampai kapan dan Elea hanya bisa mengikuti alur permainan ini hingga kelar. Karena Elea sadar, dia adalah sebuah wujud dari sebuah system yang masanya akan tidak pernah Bram lihat sampai kapanpun.


Terus seperti itu sampai pemutaran jam tepat pukul empat.


Elea sangat yakin bahwa besok hari, ia tak mampu berjalan dan tak akan sanggup kemana-mana setelah kejadian kegiatan panas ini.


"Bram, aku ingin kamu ikhlaskan aku. Ada masanya aku tidak akan bisa dilihat olehmu. Dendam pada semuanya tidak baik!"


"Ssst! Kamu tahu, Damar sedang liburan, meski aku seorang yang melihatmu. Cintaku terlalu besar padamu Elea, bahkan kekayaanku sudah cukup untuk bekal Damar."


"Perjalananmu masih panjang Bram, kamu pasti bisa hidup tanpaku!"


"Aku tidak yakin El. Aku ingin kamu saja."

__ADS_1


***


Di tempat lain, Hari menatap datar pada layar ponsel mahalnya itu dan bukan untuk menonton video itu.


Bukan!


Bukan!


Bukan!


Beberapa jam yang lalu ponselnya berbunyi dan mendapatkan pesan dari sang kakak.


"Hari Hartanto ya, pasanglah earphonemu itu dan ada sesuatu hal penting yang harus kau lihat dan ada yang ingin ku sampaikan padamu!"


Tanpa ada rasa keraguan atau memang Hari yang bodoh, hanya menurut saja dan mendengar apa yang di kirimkan kakaknya itu.


Tapi apa yang selanjutnya yang telah di dengar Hari?


Hanya ada suara ******* dari dua orang yang sedang berbulan madu di Dubai dengan romantis dan hanya memenuhi gendang telinga Bram.


Hari merenggut earphonenya dari kedua telinganya begitu saja, dan mematikan sambungan telefon itu, tapi ia tak mampu melakukannya dan hanya terdiam seperti seekor keledai bodoh yang terus mendengarkan adegan laknat, dan nista mampu membuat nafas Hari tertahan dan tercekat.


Hari sangat yakin bahwa itu suara geraman sang kakak dan ******* dari seorang perempuan, tapi bukankah kakak iparnya telah meninggal, kenapa suara wanita itu mirip kak Elea.


Walaupun tak ada adegan secara livenya dan hanya suara-suara laknat itu sangat mempengaruhi pikiran, dan otak cerdas seorang Hari pengusaha muda, yang melanjutkan bisnis timun emas dengan ratusan kurir.


Hari merasakan gejolak panas di seluruh tubuhnya itu, dan menahannya untuk tidak bermain sendirian karena saat ini istrinya Lena sedang keluar kota.


Maka yang di lakukan Hari selanjutnya hanya terdiam, dan menarik nafas dalam-dalam secara berulang-ulang untuk menghilangkan rasa nafsunya dan menarik selimut.


Tak lama yang terdengar hanya dengusan nafas, dan umpatan rendah dari tuan datar serigala dalam selimutnya itu.


"Arghhhhhhhh, sialan kau Bram! lihat saja nanti bakal aku balas dan terkutuk kau Bram!" geram Hari, di sela-sela sebelum menutup kedua matanya.


Akhirnya Hari bisa juga tidur dengan nyenyak, walaupun terbayang-bayang dalam mimpinya sedang melakukan sesuatu dengan istrinya itu dan membuat Hari bahagia walaupun hanya dalam mimpinya.


Hari mempunyai dendam kusumat setelah mendengarkan suara-suara laknat dua orang tersebut dan bakal membalasnya lebih laknat dari pada itu.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2