Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
KRISTAL DI KETAHUI


__ADS_3

Bram yang telah melaju, ia segera mencari lokasi keberadaan Kristal sebelum sampai di Club Saga! Bram yakin, nama itu adalah milik perusahaan Mr Taylor yang kini mendekam di jeruji besi, atau di asingkan ke negara jauh meski dengan imbalan uang jaminan pada pihak hakim dan beberapa petinggi seragam coklat berpangkat demi ia tidak dihabisi atau mendekam di penjara. Yang saat ini, tengah balas dendam pada Bram, mungkin saja itu semua ulah anak angkatnya yang mengambil akun Bram.


Sambil memikirkan bagaimana akun yang sedang dihack oleh seseorang. Elea mencoba mencari tutorial.


Berdasarkan penjelasan dari video youtube yang di tontonnya, disitu tertera untuk nomer handphone yang belum di ganti saja yang bisa. Jika nomer ponselnya sudah di ganti, maka kemungkinan besar akun 'Elang One' milik kekasihnya tidak bisa kembali. Kecuali, Bram menghubungi pihak langsung.


Namun, akan lebih sulit untuk Elea langsung menghubungi Bram, yang saat ini dalam perjalanan. Karena pada dasarnya akun milik Bram, bukanlah akun biasa pada kebanyakan orang. Karena pada akun tersebut sudah tertera bukti pengiriman hadiahnya sudah melampaui dari akun kebanyakan. Makanya akan terasa sulit untuk Elea rasa, jika Bram mengembalikan akun tersebut.


Maka fokus Elea adalah, ia segera fokus pada layar laptop yang saat ini terpampang dari layar Bram, tombol keamanan dan bahaya masih belum nampak.


Berbeda Dengan Bram.


Seketika, Bram sibuk memikirkan tujuan Si Peretas. Ternyata tujuan Si Peretas itu bukan mau mengicar uang Bram yang di dalamnya, saja melainkan mengincar Kristal.


"Bram, kenapa kamu hanya diam saja?" Kristal bertanya pelan dengan wajah kebingungan sambil menatap wajah Bram yang berubah serius.


"Eh, iya. Apa kamu sama sekali tidak kepikiran kalau dia mungkin punya maksud tertentu menghubungimu?" jawab Bram, sambil melihat wajah Kristal dengan ragu-ragu.


"Maksud tertentu? Memangnya apa yang dia inginkan dariku?"


Kristal sedikit tercengang mendengar ucapan Bram, lalu menggigit bibir merahnya dan lanjut berkata dengan lembut.


"Jujur sebenarnya, aku juga merasa akun bernama 'Elang One' ini pasti mempunyai maksud tertentu padaku, setelah dia membantuku waktu itu. Namun, aku yakin kalau dia tidak seburuk yang aku dan kamu kira. Makanya aku akan menemuinya saat ini untuk saling mengenal dulu, bahkan aku juga tidak keberatan jika aku harus double date .."


Bram, tercengang begitu mendengar ucapan Kristal yang bertubi-tubi.

__ADS_1


Tidak pernah terpikirkan oleh Bram untuk mendekati Kristal dengan akun 'Elang One' miliknya tersebut. Jadi, jika ada bahaya pada Kristal, maka Bram lah yang mudah dicari sebagai tersangka.


Sungguh cerdik sekali! Si Peretas itu sengaja mengirimkan semua ini.


Sebenarnya Bram, ingin terus menutupi identitasnya, tetapi saat ini akunnya telah di retas oleh seseorang. Dan itu melibatkan Kristal yang tidak lain teman kerja dari induk system sendiri.


Akan tetapi, jika dia diam saja melihat Si Peretas yang dengan leluasanya menggunakan akun itu, sudah bisa di pastikan akan berapa banyak uang pembawa acara siaran langsung yang akan di tipu dan di lecehkan Si Peretas itu dengan namanya.


Namun, Bram juga takut mengatakan kebenarannya. Bahwa dia adalah pemilik akun 'Elang One' yang sebenarnya. Dan Kristal juga hanya tahu bahwa Bram, hanyalah inti dari system delivery menjadi kaya dalam sekejap.


"Hmm... Bram kira-kira umur berapa 'Elang One' itu? Apakah dia ganteng atau tidak ya?" ujar Kristal sambil menatap Bram.


Bram pun sontak terdiam sejenak, mendengar pertanyaan yang di lontarkan Kristal dia bingung harus mengatakan apa.


"A... aku tidak tahu, menurut pandanganmu bagaimana tentang 'Elang One'? Jika kamu saja tidak tahu, bagaimana dengan aku?" ujar Bram dengan ekspresi gugup saat menjawab pertanyaan Kristal.


"Kalau menurut aku, pemilik akun bernama 'Elang One" itu masih muda, ganteng, kulitnya putih, tinggi dan rendah hati." jawab Kristal sambil melihat langit-langit mata Bram.


"Bagaimana jika orangnya tidak seperti yang kamu bayangkan, alias jelek dan tua? Buktinya dia sudah tega memakai nama akunku." balas Bram dengan cepat.


"Jika orangnya seperti yang kamu katakan barusan, maka aku akan mengembalikan semua uangnya yang dia berikan saat di ruang siaran langsung." Kristal segera menimpali pembicaraan Bram dengan cepat, dia lalu melanjutkan.


"Lagi pula, aku juga tidak enak hati menerima uang sebanyak itu! Meski pun dia menolak dan tidak menerimanya nanti, pasti akan aku kembalikan ko." jawab Kristal.


Bram sebenarnya tidak peduli dengan uang yang sudah diberikannya ke Kristal saat di acara siaran langsung. Tetapi, dia juga tidak rela memberikan semua uang yang sudah dia berikan kepada Kristal saat siaran langsung ke si penipu dengan memakai akunnya.

__ADS_1


Meski dalam 12jam, Bram takut uangnya telah terkuras. Untung saja, Elea membantunya telah memindahkan beberapa ratus triliun uang ke rekening Elea dan Rekening barunya. Sehingga kerugian Bram yang lenyap adalah, 200 miliar saja.


"Hmm...!"


Bram pun mengepalkan kedua tangannya. Dia mencoba memberanikan diri untuk berbicara yang sebenarnya pada Kristal. Entah, Kristal percaya atau tidak, yang jelas Bram sudah siap akan semua resiko yang dia hadapinya nanti, jika Kristal tidak percaya dan marah padanya.


"Kristal, sebenarnya ada suatu hal yang aku rahasiakan darimu."


Bram yang sejak awal sedang membahas 'Elang One' pun seketika dibuat tercengang dan berhenti berbicara setelah Bram mengatakan itu, dia lalu menjawab,


"Rahasia? Tentang apa?" melihat wajah Bram yang tampak terlihat serius, Kristal pun segera memandangnya secara seksama sambil mengedipkan mata indahnya.


"Sebenarnya, aku takut detik detik dirimu pergi ke tempat asal, seseorang mencuri perhatian lebih padamu. Karena aku dan Elea sedang rumit menggulingkan penelitian ilegal. Elea pernah menjadi anggota selama seminggu, dan ia tak bisa membocorkan rahasia tanpa bukti, dan itu adalah milik Mr Taylor. Dan Club Saga saat ini, aku pernah bertemu sekali dia membantuku bertemu Mr Taylor. Tapi aku tidak yakin dia baik, uang akunku sudah hilang 200 miliar. Bagaimana jika dia mengincarmu dan tahu siapa kamu sebenarnya." jelas Bram.


Deuugh!


Setelah memberanikan diri untuk berbicara yang sebenarnya tentang identitas penelitian yang Bram tahu, Kristal pun merasa lega dan sedikit was-was sama seperti Bram.


Mendengar ucapan Bram yang sangat tenang dan serius itu, Kristal pun tercengang. Dia menatap Bram dengan ekspresi kebingungan tanpa berkata.


"Jadi aku harus bagaimana, kita sudah didalam Club Saga. Loh.


"Aku rasa kita harus bertemu dia berpisah, aku takut kamu akan dijadikan penelitian. Pakai ini!" ujar Bram, menempelkan satu benda, agar mudah menyaring dan merekam suara.


Tlith!

__ADS_1


[ Bram, jalanlan ke arah selatan. Jangan berdampingan denga Kristal! Kode zx0091 adalah sebuah bantuan jika dalam bahaya! ] pesan dari system, seketika Kristal dan Bram beraksi apa yang harus mereka lakukan.


Tbc.


__ADS_2