Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
PUTRIKU BERULAH


__ADS_3

Terlihat disana mansion besar milik Bram, ada wanita paruh baya dengan anaknya. Konon ia adalah adik angkat dari paman Bram yang ikut tinggal bersama anaknya, setelah istrinya meninggal.


Seolah tatapan tak suka, kala Mikha datang di bantu Ryo, ketika tiba. Jelas tatapan mereka acuh dan sinis hanya pada Mikha saja, karena Mikha kuat dalam hal apapun, sehingga takut tersaingi atau di usir mungkin.


Mikha sengaja tak memberi tahu, jika pandangannya semakin hari semakin gila. Harus memikirkan bayangan keseharian mas Hari, tanpa terlihat orang lain. Mikha mengira jika ilusi karena traumanya, ia selalu masih melihat keseharian mas Hari, yang menemaninya. Terlihat saat ini di kediaman paman Bram. Ia melihat mas Hari sedang duduk tersenyum padanya.


"Kenapa diam disana, ayo kita makan bersama!"


"Eh, iya paman. Terimakasih."


Mikha yang langsung bergabung, ia di kenalkan Mira adik paman Bram, yang tinggal bersama Mili anaknya. Juga akan kisahnya diceritakan membuat Mikha terharu, sehingga mereka tinggal di kediamannya bersama Ryo yang saat ini akan mendampingi Mikha kemanapun, hal itu dijelaskan jika paman Bram yang akan mengatasi langsung kasus Hari, juga menyeret yang terlibat, dan tugas Mikha adalah menjaga kesehatan dan kandungan.


Menjelang malam, Mikha berada di kamar mas Hari. Mikha masih dibayangi tatapan mas Hari, yang duduk tersenyum tanpa sepatah katapun. Hingga saat meraba bayangan itu hilang, tenggorokannya terasa haus, Mikha berusaha mengisi air dalam wadah teko untuknya di kamar. Akan tetapi sebelum ia membuka pintu menuju dapur, terdengar seseorang berbisik jelas.


'Halah Mam, paling juga tante Mikha cuma jadi beban aja. Hamil dan pemulihan kan lama, setelah anak keluar. Paman Bram emang masih berumur panjang. Hadeuh, enak bener dia. Kita harus lakuin sesuatu Mami. Supaya tante Mikha tak mendapat banyak haknya di rumah ini khususnya!' bisik Mili di balik tembok.

__ADS_1


'Sudahlah Mili, kamu tidak boleh begitu. Kamu harus sabar oke! Mending rebut Ryo, supaya warisannya ga jatuh sama orang asing! gimanapun dia anak angkat keluarga nomor satu, tetaplah kuat ketimbang Mikha.'


Mikha jelas mendengar suara siapa, ia tak menyangka akan ada Lena kedua ( alias wanita yang tak suka dirinya ) bagi kehidupannya di manapun ia tinggal. Hingga ia berlalu dan cepat melangkah ke kamar. Guna membiarkan suara yang ia dengar saat ini tak pernah ada.


"Kenapa aku, kenapa orang membenci dan ingin sekali aku hancur. Aku tak sedikitpun ingin merebut harta mereka. Kenapa mereka jahat padaku. Mas Hari, apa kamu tahu apa yang aku dengar. Tidak kah kamu kembali padaku, aku butuh kamu mas, kapan kamu kembali?!" teriak Mikha, memegang bingkai foto besar yang terpampang di kamarnya saat ini.


Hingga di mana setelah mengambil minum, Mikha bersandar di kasur, menjatuhkan tubuhnya dengan halus. Rasa lelah dan semakin lelah adalah hal terberat baginya. Mikha menarik selimut, lalu memiringkan badannya. Hingga tak sadar, ia sangat merasakan pelukan hangat dari belakang tubuhnya dan semakin jelas menarik selimut seolah ingin berbagi.


Mikha pun menoleh, dan jelas ia menatap mas Hari, kembali senyum. Mengelus pundak dan mencium keningnya. Menutup mata dan seolah ia benar benar terlelap tenang setelah mendapat tatapan manis dan pelukan hangat mas Hari.


***


BERBEDA HAL DENGAN KEDIAMAN LENA.


Lena kesal akan gugatan rumor sosial media yang mengatakan dirinya adalah perusak image seseorang, dan dinyatakan dirinya adalah suatu pencemaran nama baik seseorang dan berniat jahat pada klien bernama Mikha, yakni istri keluarga terpandang. Lena memutar mata untuk membayar pengacara, agar ia bisa lepas dari tuduhan itu. Terlebih saat ini kekuasaan pria tua bernama Bram hadir menyeretnya, menjatuhkan ancaman akibat kecelakaan adiknya Hari Hartanto adalah perbuatannya.

__ADS_1


"Aarggggh. Sial, harusnya kasus ini gak naik. Kenapa juga bisa tahu, gimana bisa Eri, si kacung itu dapatin buktinya ya?" benak Lena memikirkan banyak cara.


Hingga di mana, Lena senyum lebar. Menghubungi Marin untuk membawa Dani ke kantornya dan segera fokus pada misi selanjutnya agar terbebas dari tuduhan yang bisa menyebabkan dirinya hancur.


"Marin, bawa Dani ke ruangan gue sekarang!"


Lena menghubungi asistennya, hingga di mana, tiba muncul di ruangan kerjanya. Mama Reta sang ibu dari Lena, ia meminta maaf dan memohon agar Lena melepas dan merelakan banyak hal dan hubungan rumit pada Mikha, jika hal yang Lena lakukan sudah melewati batas.


"Len, tolong nak. Jangan lagi lakukan hal buruk pada Mikha lagi. Dia sudah cukup menderita nak!"


"Hah, apa sih nih nenek nenek. Eh, inget ya. Gue harap lo ga usah ikut campur sama masalah gue, ini pernikahan anak lo, bukan lo. Gue cuma mau lo diam, sehingga pengobatan Dani berjalan sempurna. Tapi kalau mama halangi. Mama akan kehilangan semuanya termasuk nyawa Dani menantu mama itu cuma aku jadiin kekayaan doang, enggak cinta beneran. Jadi kalau masih mau hidup enak, diem aja. Ok." tegas Lena, mengancam sang ibu.


Mama Reta terkejut, ia duduk tersungkur. Tak menyangka jika sang putri akan berlaku kejam seperti ini. Saat Dani pulang, ia melihat Lena mendorong kursi roda yang Dani duduki ke arah tangga dan jatuh! Saat ini kondisi Dani setengah bagian cacat, mama Reta tak punya bukti karena saat itu ponsel dan tak ada ruangan cctv untuk membuat bukti jelas, yang menyeret putri kejamnya itu. Bagaimanapun seorang ibu hanya bisa menghentikan, bukan berada di pihak mana.


"Dosa apa aku ya Tuhan, hingga aku harus menerima putri seperti Lena. Dia baik di depan kamera. Tapi di balik layar, ia sangat arogan penuh kebencian dan tak sopan. Dani kamu memilih istri yang salah nak. Meski saat ini aman, tapi kasian nasibmu dan cucuku itu kelak, maafkan ibu yang tak bisa mendidik Lena." gumamnya amat kecewa.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2