
Check!!
[ Tagihan anda sebesar 23.689,3 $ Tuan! Atau setara Rp.358.000.000 ] bill tagihan.
Tio menggeser bill tagihan, ke arah wajah Bram dengan senyum menyeringai. Ia tahu, jika Bram tidak akan sanggup. Apalagi mempunyai uang dollar. Ia cukup tidak percaya, Bram dari keluarga kaya, jika anak pungut mungkin ia percaya. Tapi tak punya kekuasaan layaknya ia yang terlahir dari ayah terkaya nomor 2 meski kali ini keluarganya turun grate.
"Bisa kau bayar?"
"Ini silahkan debet berapapun!" ujar Bram, mengeluarkan kartu american express nya. Lalu Elea mengeluarkan uang dollar satu gepok.
"Ini tips untukmu!" senyum Elea, merangkul erat manja tangan Bram. Bram pun, mengusap rambut Elea dengan lembut.
Hal itu, membuat Via terdiam, bahkan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Tio dan teman-teman yang lainnya pun kebingungan mendengar Bram, benar-benar mentraktir mereka semua makan. Hal itu mereka lihat sendiri di tengah tengah meja.
"Ada apa dengan Bram, hari ini?" Tio, juga menunjukan ekspresi kebingungan.
Tentu saja karena Via, keluarga glows mencampakannya, ditambah lagi Tio begitu menghina Bram habis habisan. Dalam hati Tio, pasti tidak terima saat ini ia kalah, apalagi terlihat Via melepas eratan tangannya.
"Mentraktir semuanya paling hanya sekitar empat sampai lima jutaan dollar aku juga sanggup. Perlu kalian ingat! Orang kaya asli tidak bicara kaya! Kalian akan tahu, siapa saya. Bram Hartanto, hanya menjauh dari pertemanan toxic ajang pamer kekayaan!"
"Satu lagi, kalian bisa datang diacara pernikahanku dengan Elea. Mungkin setelah kami pergi, kalian akan melihat berita yang membuat kalian menutup mulut! Tanpa penutup kain hidangan di bawah piring kalian masing masing!" kecam Bram, kala itu mengajak Elea pergi.
"Bagaimana, Bram? Kalau memang kamu ingin traktir, di Hotel Paling mahal di eropa, tidak masalah, kan?" tanya Via.
"Tidak masalah, kalau kalian mau kesana, ayo saja." Bram mengangguk kecil.
__ADS_1
"Oh ya! Pernikahanku dengan Elea. Akan di gelar di Lovers Deep, Luxury Submarine Hotel. Tentu kalian bisa datang, kami dengan senang hati mengundang kalian!"
Deeegh!! "Apa ... Lovers Deep, Luxury Submarine Hotel itu sekitar 150.000 dollar AS per malam, atau setara 2,1 miliar." ujar Hasmet si kutu buku di samping Tio, ia duduk dan melihat wajah Via amat kesal mendengar perkataan Bram.
Semuanya kembali tercengang mendengar jawaban Bram.
"Bram pasti sinting, ya? Bagaimana bisa dia mengiyakan dan mengundang kami di acaranya di amerika?" Tio refleks berkomentar. Jika pergi ke hotel biasa, dia dan rekan lain bisa mungkin masih bisa ia datang, 2,1 miliar ia kocek hanya untuk hadir menginap saja, rasanya mustahil.
"Bram, kamu benar-benar punya uang untuk mentraktir?" tanya Hasmet dengan ragu.
"Tenang saja. Tentu saja aku sudah menyiapkan uang kalau sampai berani kemari menemui kalian, aku di undang karena hormatku pada pak Hartawan." jawab Bram dengan santai.
"Tapi..." Hasmet membuka mulut hendak mengatakan sesuatu lagi.
Seorang gadis cantik berseragam menghampiri dengan berseri-seri ke hadapan Bram dan yang lainnya. Tatapan sempat menghina melintas di mata manager cantik itu ketika melihat Bram, tapi berubah baik. Dia kemudian membungkukan badan pada Bram serta berkata perlahan, karena sempat mengira mereka adalah pasangan miskin, tapinya nyatanya mereka adalah salah satu pelanggan vvip kelas kakap yang harus ia jamu, agar mereka kembali datang berkunjung.
Seperginya Bram dan Elea. Dengan elegant, sangat cantik bagai ratu dan raja mereka saat itu. Sehingga beberapa puluh menit, Hasmet mengeluarkan tabletnya. Karena ia punya kuasa meminta pelayan, melihat cctv! Lebih syok kala, Bram menuju parkiran vvip paling atas, yang dimana mobil itu hanya miliknya seorang diri dengan beberapa puluh bodyguard menjaga.
"Wow, keren apakah aku mimpi. Seangkatan kita Bram, kali ini menggemparkan dunia. Bahkan ia dulu pelayan resto papaku." ujar Tio.
"Motor Ecosse ES1 Spirit mereka gunakan! Bahkan, mereka keluarkan dari mobil mewah eropa keluaran baru, seharga 5 Triliun." terpana Via sedikit menyesal.
"Wow! Bahkan motor ini seharga $3,6 juta setara 5,1 miliar Bram gunakan." Gumam Hasmet, yang menatap kamera cctv melihat Bram di loby parkir, hal itu membuat semua bungkam.
Ada rasa menyesal bagi Via! Bahkan Via langsung pergi, sementara Tio mengejarnya ke arah loby biasa biasa saja. Tapi Via menuju loby parkiran dimana Bram berada.
'Bram, maafkan aku! Harusnya aku tidak menghinamu. Akan aku buat papaku meminta kita kembali di jodohkan.' batin Via.
__ADS_1
Dreeddth! You Go mail.
Seluruh meja terhentak, jika tiga hotel berbintang milik Mr Taylor adalah milik Bram Hartanto, dan perusahaan Corp Miror Gold adalah milik Bram Hartanto, dan mewenang komisaris tertinggi adalah Elea. Bahkan Via, Tio dan kawan lainnya hampir lemas, pingsan di tempat saat melihat berita trending kali itu.
***
Tlith!
[ Gunakan motor besar itu Bram! Ajak Elea berkeliling, waktumu sampai dini pagi. Kau akan kembali menjalankan misi tersulit setelah ini! ] pesan System, membuat Bram menggertak gigi, benar misi mengantar paket amat mudah, ketimbang menjadi owner yang penuh banyak rintangan.
"Ayo naiklah!" senyum Bram, setelah memakaikan jaket pada kekasihnya itu.
"Kita mau kemana?"
"Berkeliling, berdua saja. Tentu kita akan double date, karena kamu akan sibuk dengan penelitian, kuliah sekaligus komisaris Corp Miror Gold."
"Hahaha, baiklah. Terimakasih pak owner, aku bersedia apapun itu." senyum merona termewahnya, membuat Elea memeluk Bram dari belakang.
Satu ...
Dua ...
Tiga ...
Sriiiiiiiiieeeeeng!! Motor itu pergi secepat kilat, melewati keberadaan Via penuh penyesalan. Tentu saja, waktu sempit Bram gunakan untuk saling bermanja sebelum langit kembali terang.
Tbc.
__ADS_1
Note : Bab Kemarin Author Udah Revisi Ya! Maaf mengantuk halu, jadi agak ga nyambung. Terimakasih Masih setia dengan Bram.