Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2 SIREN CEMBURU


__ADS_3

"Nyonya. Ada tamu yang mencari dan sudah menunggu diruang tamu." ucap asisten rumah.


"Baiklah, terimakasih biarkan dia menunggu sebentar ya bi, saya akan ke atas berganti baju!"


Wajar karena teras rumah, berada di lantai satu. Karena mansion Dady Bram, arsitek yang handal dan berbeda.


"Sayang sedang apa, sepagi ini kamu sibuk sekali ?" Damar segera hampiri istrinya.


"Hubby, ada tamu aku akan menguncir rambut agar terlihat rapih, dan memoles lip balm ini di bibirku." balasnya.


Sluup, sayang aku masih menginginkannya.


tunggulah sebentar, jangan mengabaikan ku.


"Hubby, tunggulah! Tidak baik membiarkan tamu terlalu lama. Ayo bergegas cuci wajah.


Asisten Dady yang baru dibutik datang, bukankah sebentar lagi kita datang ke resepsi paman Kenan?"


"Owh tidak, maafkan aku sayang. Aku lupa jika dia datang sepagi ini, aku menyuruhnya."


"Heum, lagi lagi kamu melupakannya. Dan kali ini dia datang dengan pegawai baru Dady hubby."


"Oh ya, Dady Bram berpesan jika dia, magang di butik Dady perhari ini. Tolong bantu aku melihat berkas cv nya, hubby!"


"Baiklah sayang, aku akan menyusul mu, ke butik Dady Bram membantu mengawasi pekerjaannya kelak."


Beberapa Saat Kemudian.


"Hello bella, apa kabar? maaf aku masih mengenakan piyama tidur."

__ADS_1


"Tak apa nyonya Siren, maaf saya datang sepagi ini. Dan ini kenalkan namanya Hena, mahasiswi magang di butik."


"Owh, iya saya sudah mendapat pesan, bisa saya lihat cv nya."


"Iya nyonya bos, maaf ini semoga setelah magang. Saya bisa lanjut menjadi karyawan direkrut. Dan saya akan bekerja sebaik mungkin meski pertamakali magang." ucap Hena.


Tak usah kaku begitu, bekerjalah dengan hati dan bahagia, ucap Siren. Entah kenapa si magang ini namanya mirip dengan Sena, hanya beda huruf awalan saja. Entah kenapa papa mertuanya merekrut karyawan banyak wanita cantik dan muda, membuat Siren kesal juga lama kelamaan.


"Sayang, kamu dimana?" ucap Damar.


Asisten Bella pun menoleh, ke arah tangga juga Hena, terkejut dan menatap diam berdiri karena kaget pria yang ia lihat.


"Kak Damar Hero?" ucap Hena.


Siren terkejut dan menatap, Damar pun duduk di samping istrinya dan tersenyum. Bahkan asisten bella panas dingin baru kali ini melihat bos muda mengenakan piyama tidur seksi sekali, meski piyama itu panjang tapi baju kerah sedikit terbuka.


"Hubby, maaf." Siren menyambungkan kancing suaminya yang terbuka, tak ingin ter ekspose terlihat wanita lain.


"Hena Sultian."


"Lho ini pernah ikut lomba desaigner CYM yang digelar acara oleh furla fashion ya?" ucap Damar menatap Hena.


"Hah, iya kak Damar."


Deg.


Semua menatap Hena, "Maksud saya, Tuan Bos." ucap Hena salah tingkah.


"Apa kamu mengenal saya?" tanya Damar.

__ADS_1


"Iya saya mengenal tuan, saya adik kelas sekolah favorite SMA 11 higclass, tapi tidak setenar tuan Damar, yang saya tahu kakak sekelas sama kakak cantik, yakni kak Arini dan kak Sena, si ratu kecantikan di sekolah itu kan terpopuler kakak ini?"


"Oh, kamu alumni disana Hena, baiklah soal ini saya serahkan pada istri saya. Bagaimana sayang, kamu menerima Hena di butik Dady?"


Gleuk.


Terdiam Siren mematung, ketika sorot mata semua orang tertuju padanya.


Hubby, kenapa bertanya padaku. Ini perintah Dady, tugas kita hanya mengetahui setiap karyawan baru dan magang. Aku tak punya kuasa, lagi pula jika nona Hena mengenal bagus dong, jadi tidak kaku.


"Bella, kamu urus semua berkas dan butik kamu handle selama Dady tak ada, bahkan istriku Siren beberapa waktu sibuk tak datang. Jika tak sibuk aku akan mengontrolnya, pastikan laporan setiap hari by surel!" tegas Damar


"Baik bos, dan nyonya bos." ucap Bella. Hingga selesai mereka pun pamit.


Dimana Siren kala itu, sedikit kesal ketika kenyataan karyawan magang menyebut nama Arini dan Sena. Apalagi skandal video Damar, belum terpecahkan sedikit alot.


"Sayang, kamu mau kemana?" teriak Damar, yang melihat aura wajah Siren berubah masam.


"Kamu cemburu?" bisik Damar, meledek.


"Enggak."


"Iya."


"Enggak."


"Iya."


"Ah, kamu menyebalkan tuan Damar." lirih Siren, berlalu ke kamar dan tidur menarik selimut, membuat tatapan Damar geleng geleng kepala, karena mood istrinya sering naik turun semenjak hamil.

__ADS_1


"Sayang, jangan marah. Aku salah apa?" bisik Damar, merayu yang merajuk.


TBC.


__ADS_2