Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
MELUPAKAN PERTEMUAN


__ADS_3

Ke Esokan Harinya.


Pukul sembilan pagi. Bram, terbangun oleh deringan ponsel yang tiba-tiba.


Bram, mengambil dan melihat ponselnya sekilas. Ternyata Kristal yang menelpon, Bram pun segera menerimanya.


"Tuan Bram apakah Anda sudah tiba di Javanegra Gourmet Atelier Hotel sekarang?" tanya Kristal.


"Tidak untuk apa aku ke sana?" masih dalam lamunan setengah mengantuk.


Coba Lihat Pesan!! Nada satu oktaf.


Bram pun segera meraih tabletnya, ia menscroll segala hal, yang mungkin saat ini harus segera dilihat, kemarin saat mengurus Hari, ia langsung pulang mengurus bisnis lainnya agar berkembang, bahkan Bar Light yang hancur saja, perlu perbaikan tak sedikit.


Sehingga banyak yang harus di urus. Rupanya menjadi miliader, atau pria jutawan tidaklah mudah. Sangat melelahkan, karena otaknya harus segera ia putar setiap hari. Bahkan untuk berkencan saja, Bram melupakan hal yang mungkin harusnya banyak pria lakukan.


Tlith! Pesan Muncul.


[ Pertemuan Miss Key Amora. Seorang pembisnis wanita tercantik yang awet muda meski usianya sudah 50 tahun, ingin bekerja sama menaruh saham salah satu bisnis yang menggiurkan di desa sengketa! Jam Sepuluh pagi ini tanggal 15-10-2021 ] pesan System.


"Gawat, aku lupa hal ini, aku pergi sekarang juga!"


Tuuuthh!!


Bram mematikan ponsel, benar Bram berusaha mungkin mencari kandidat untuk menjadi seorang pengawal atau bahkan asistennya. Sudah kaya, tentunya Bram tidak mudah mencari orang yang jujur untuk memegang amanah membantu bisnisnya saat ini.


Mungkin karena tadi malam dia sedikit bersemangat tentang bagaimana dirinya harus menggunakan uang di tangannya, sehingga Bram lupa bahwa dirinya ada janji temu dengan tunangannya dibatalkan, bahkan pagi ini harus bertemu klien. Jadi setelah menutup telepon, Bram tidak sempat untuk mandi dan langsung keluar dengan terburu-buru. Ia mengenakan jas, dan dua botol parfum sepanjang jalan ia semprotkan.


Hal itu agar Bram pede, karena ia hanya kilat membersihkan diri tanpa mandi yang sesungguhnya. Jurus andalan pria adalah, cuci muka, gosok gigi dan parfum beken yang tahan seharian.

__ADS_1


Kristal pernah mengatakan bahwa Klien Bram tidak mengetahui identitas Bram, Kristal juga tidak mengirim seseorang untuk menjemputnya dan Bram harus naik taksi ke hotel, karena mobil dan motornya ia titipkan di apartement Elea dengan jarak usahanya sekitar dua jam.


Meskipun Bram belum pernah pergi ke Javanegra Gourmet Atelier Hotel sebelumnya, tapi dia tahu hotel ini adalah hotel yang terkenal makanan barat yang sangat terkenal di desa S. Harganya sangat mahal, kalau benar-benar bukan orang kaya, maka tidak sanggup untuk makan di restoran seperti ini.


Hingga Sampailah Bram tiba, ia merapihkan tampilannya dan berjalan dengan gaya para bos elite meski tanpa pengawal. Karena Bram, belum sempat merekrut dan baru mengabari kekasihnya Elea untuk membantunya mencari asisten, pengawal yang handal dan jujur pastinya.


Di sisi lain, dua ruang privat di Javanegra Gourmet Atelier Hotel. Bram, tampak mencari seseorang yang ia tuju. Akan tetapi ia mengamati hal tak mengenakan, apakah ia salah meja atau Kristal salah info. Sehingga saat ia mencoba menghubungi Klien itu, Bram mendengar percakapan dibalik kursi belakangnya, kala dua gadis itu sedang berbicara di luar kerjasama.


'Apa dia Kliennya, tapi ruang private ini hanya dua gadis itu. Bukankah Kristal bilang hanya satu orang, yakni Keiy Amora seorang diri.' batin Bram, masih mengamati.


Dua orang gadis sedang duduk di dalam ruang private dan mengobrol sambil menunggu.


Salah satu gadis mengenakan T-shirt putih sederhana dan celana katun hitam panjang serta sepatu hak tinggi 10 cm, celana panjang berbahan sutra itu sangat elegant dan mewah tampak seperti anak orang kaya kebanyakan, perawakannya tinggi serta memiliki kaki putih mulus yang jenjang semakin membuat dia terlihat elegant dan menawan, muda dan energik.


Gadis satunya lagi memiliki paras yang lebih cantik, tampaknya sedikit lebih tua dari gadis yang tadi. Dia memakai riasan tipis di wajahnya, bentuk muka mungil yang menarik, rambut hitam agak kecoklatan yang tergulung tinggi hingga menunjukan leher yang putih dan jenjang.


Dia mengenakan gaun berwarna maroon dengan ikat pinggang hitam berlogo brand ternama yang membuat pinggangnya terlihat ramping. Serta memakai sepatu hak tinggi berwarna hitam. Kaki ramping dan putihnya saling menyilang, terlihat sangat menarik dan berkharisma.


'Apa gunanya kalau kamu tidak setuju? Ini adalah keinginan dari ayahku, aku sendiri juga tidak bisa menentang,' keluh gadis cantik yang berkharisma itu.


'Tidak apa-apa, aku akan mencari Paman. Kakak begitu cantik, bagaimana boleh menikah sembarangan seperti ini?'


Gadis cantik berkharisma itu tersenyum kecil mendengarnya, lalu berkata.


'Sudah, jangan bicarakan masalahku. Aku lihat kamu kemarin sepertinya tidak begitu gembira, apa terjadi sesuatu?'


'Jangan mengungkit masalah kemarin lagi, kak. Aku kesal kalau mengingatnya,' kata gadis cantik dengan bibir berkerut.


'Ada apa?' tanya gadis cantik berkharisma sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


'Aku akan memberitahumu, tapi kamu jangan memberitahu orang lain, ya... ' kata gadis itu setelah sempat ragu-ragu.


'Ya, kamu tenang saja. Aku pasti tidak akan memberitahu orang lain!'


'Kemarin sore, aku pergi ke kampus untuk mencari temanku, tapi ditabrak oleh seseorang dan orang itu jatuh di. . .di. . .' wajah gadis itu memerah dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


'Di atas tubuhmu?' gadis cantik berkharisma itu bertanya sambil tersenyum.


{ Bukan, ini lebih mengerikan dibanding di atas tubuh. Kepalanya jatuh tepat mengenai jantungku tengah tengahnya dan dia jatuh dua kali. Aku rasa orang itu sengaja mengambil kesempatan dariku }


Gadis cantik itu berseru sambil melotot, lalu melanjutkan pembicaraan.


'Jika dia adalah orang biasa aku akan melupakannya. Tapi kemudian aku mendengar dari temanku kalau dia orang miskin yang memulung. Pakaiannya juga sangat lusuh. Aku kesal sekali saat itu. Tapi aku tidak beri tahu temanku kalau orang itu sudah mengambil kesempatan dariku, jadi aku membiarkannya pergi. Sekarang aku sangat kesal begitu teringat masalah itu.'


'Ternyata begitu.' Gadis cantik berkharisma itu mengangguk pelan.


'Kak, aku hanya mengatakan ini padamu, jangan beritahu orang lain. Kalau sampai kamu memberitahu orang lain, aku akan sangat malu,' kata gadis itu dengan cepat.


'Jangan khawatir, aku tidak akan menyebarkan hal seperti ini,' janji gadis berkharisma.


Dan saat itu, ponsel merahnya berdering di atas meja dengan nomor tak di kenal.


Bram pun yang berada di kursi belakang, dibalik punggung dua wanita itu duduk yakin. Jika Klien yang ingin bekerjasama adalah dia.


"Hallo.."


"Jika anda Keiy Amora. Saya adalah orang yang anda tunggu!" lirih Bram, berusaha fokus, saat gadis berkharisma itu berdiri dan menoleh saling menatap Bram, telah berdiri menatap.


Tbc.

__ADS_1


Jangan Bosan like dan Jejaknya ya! Kira kira, ada yang tahu sampai sini, klien mau kerjasama apa diluar kenyataan nih!


__ADS_2