Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
DUA PASANGAN


__ADS_3

Hingga berlalu menikmati. Damar pun mendekati istrinya, yang sudah berendam air susu di kolam khusus. Memperhatikan istrinya berdiri pindah dengan air shower dan busa. Wangi bunga aroma, ketika hampir selesai, ia mengambil helaian handuk dan mematikan shower. Perlahan Siren mengeringkan tubuhnya.


Wangi, halus dan mengkilatnya kulit istrinya, serta rileks fresh yang penat terasa ringan. Setelah memanjakan perawatan.


Ketika itu juga, Damar sudah berada dibelakangnya memegang erat pinggang mungil, sudah tak bisa dipungkiri apa yang terjadi malam panas itu, mungkin akan menjadi malam yang lelah hingga pagi, bagi Siren.


Di Tempat Lain Mikha.


"Mikha, apa pemandangan ini kamu menyukainya ?" tanya Hari, si pria yang berumur tapi tampan.


"Aku, jujur ini pertama kalinya aku keluar kota, di luar negeri berkat Siren, loh. Sahabat ku yang amat baik, aku gak menyangka cita - cita ku menjadi model lewat perantara nya, bakat dan kegigihan kemandirian Siren mengelola butik mertuanya, memang tak perlu diragukan kan?"


Mungkin karena itu, balas budi dan sayang Siren juga pada sahabatnya.


"Bukankah Siren menganggap kamu, seperti saudara, dan memang untuk mendapat restu dari keluargaku, harus bisa basic bisnis."


"Begitukah?"


"Benar istriku, kamu jangan jadi model saja. Tapi terjun bisnis, ayo ceritakan hubunganmu dan sahabat Mu itu!"


"Hal itu sudah menjadi bagian seorang sahabat, tapi berbeda ketika impian bersinar ia berjanji akan mengajak semua sahabat dan orang yang ia sayang ikut bersinar. Ini adalah awal mula janjinya ... tapi ... ?" jelas Mikha, yang ingin mencari tahu soal mantan Damar, tidak mungkin kan Hari Hartanto, tidak mengetahuinya.


"Tadi kamu bilang, tapi apa itu?" Hari, penuh tanya pada Mikha.


"Tak apa sayang, maksudku bukan apa - apa, setiap insan pasti mempunyai takaran dan kelemahan. Selemah lemahnya wanita ada rasa titik yang menyakitkan yaitu pengkhianatan. Jujur aku tak rela jika Siren, menerima kembali masa lalunya, soal cinta nya itu rumit. Aku berharap Damar setia cinta terakhir sehidup semati."

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu tidak tanya langsung, keponakanku itu bakat dari, Dady yang setia satu wanita. Kamu pernah dengar kisah Kakakku, Bram?" hal itu membuat Mikha terdiam.


Sebenarnya, Mikha bercerita, ingin sekali menanyakan tentang Sena dan Arini tapi, ia ragu.


"Apa Damar, sedang membuat kesalahan sayang?" tanya Hari, mode memeluk.


"Aku ... aku tidak tau hubungan Damar. Dan soal Siren juga, aku tak pernah masuk kedalam masalah percintaan nya, hanya saja kadang wajahnya sering beda."


"Benarkah?" wajah Hari, lebih dalam menatap intens.


Tapi aku yakin Siren kuat, ia kuat ketika dihadapan orang tersayang tak menunjukannya.


Aslinya dia rapuh lemah dan sangat. Tapi itu menurut pandanganku saja sayang, sudahlah lupakan saja pembicaraan ngaur ini.


"Oke baiklah sayang, kita cari tempat lain!"


Hari, bergumam.


Menara Eifel, dibawah kincaran kerlip kerlip cahaya yang berputar, Mikha akhirnya makan malam diatas puncak yang indah melihat kota luar negri yang tak pernah ia bayangkan.


Hari, mendengar ucapan Mikha dan doa pintarnya, ia berdiri di samping istrinya ketika melentangkan kedua tangannya bagai memperagakan sayap bidadari.


"Sayang, katakanlah apa yang terjadi padamu dan Siren, apa kamu ingin tanya sesuatu pada suamimu ini?" tanya Hari, berulang kali.


"Aku, ga ada .. tapi bukan aku sih." celos Siren, begitu saja.

__ADS_1


"Tapi tak ada tapi- tapi sih. A-aku hanya sedang bersykur saja. Suamiku makasih ya sudah mengajakku makan malam, jika tidak mungkin aku akan gegana sendirian, jika Siren dijemput Damar, aku pasti akan dihotel menunggu Siren yang asik asik. Aku pikir suamiku ini terus kerja, tidak menyusul."


'Mikha, aku mengenalmu untuk apa kamu sembunyikan, baiklah kita bahas yang lain saja percuma kamu akan tetap tak mengatakannya.' batin.


Tatapan begitu dekat membuat Mikha, berdegub kencang salah tingkah, tapi tersadar dengan gengsinya. Kini Hari, si pria tidak lagi muda terlihat gagah dan tampan, bagai artis hollywood india Salman Khan, wajah nya manis dan teguh, entah mengapa Mikha lebih tertarik pada pria berumur, meski masa lalu istrinya Lena, membuat Mikha ingin muntah.


Mencintaimu my duda, punya kisah kelam pada mantan istrinya, yang pernah hidup bersama tidaklah mudah, tapi Mikha berusaha untuk Hari, suaminya itu setia padanya hingga akhir.


"Suamiku, bagaimana sampai kamu datang dengan keponakan Mu itu, aku sempat berfikir kamu pasti akan kantor terus dibanding aku?"


"Jangan merajuk, aku pasti ingat istri mungilku ini. Jadi, tidak ingin kamu berada di gondol anak anak abg labil, aku datang menemui istriku juga. Lagi pula, project di ibu kota sukses."


Wah! Mikha benar benar gila, bagaimana tidak keluarga nomor satu itu, terus saja semakin kaya. Setiap kesuksesan, semakin ketar ketir juga Mikha sebagai istrinya, suaminya pria bersaldo unlimited.


Tak terasa, ada sesuatu yang menggeletik, Hari menggendong Mikha, hingga ke suatu hotel terkenal di paris, tidak ada yang bisa dibayangkan, mereka pasangan resmi yang entah sudah pasti ingin apa mereka disana, terkait para suami bersaldo unlimited itu menemani dan ingin tahu istrinya terjun di ajang fashion demi, mengharumkan perusahaan butik keluarga.


"Kamar terbesar dan mewah, terluas satu! ini kartunya!" ujar Hari, mode Mikha dalam gendongan amat malu, bagai anak abg yang berpacaran dengan om om.


"Kenapa tidak di gesek?" tanya Hari Kilat.


"Tidak, sudah. Di kamar 5711. Silahkan pak!" senyum custumer service, karena ia sedikit syok tadi ada pesan juga, dengan nama id card belakangnya Hartanto.


Hari dan Mikha, pergi di antar seorang pelayan hotel.


TBC.

__ADS_1


Maaf, efek susah masuk. Author ga bisa nulis lanjutan, terimakasih sudah menunggu kisah Pengantar Box Jutawan S2.


Happy Reading.


__ADS_2