Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
APLIKASI MENGUNTUNGKAN


__ADS_3

Bram, teringat bahwa saat mereka bertemu waktu itu tuan Yuda mengatakan bahwa dia akan membantunya dalam hal apa pun. Bram meminta bantuan kepada tuan Yuda untuk menjalin kerja sama dengan jaya Wiss, karena Bram, tahu penyelesaian masalah lahan ini tidak bisa begitu saja diselesaikan dengan ia menawarkan sejumlah banyak uang. Dari Tuan Yuda, dia tahu kalau Ryan adalah orang yang licik. Orang sepertinya hanya bisa dikalahkan dengan strategi bisnis yang yahud.


Dan Tuan Yuda bersedia membantunya menjalin kerjasama dengan Jaya Wiss Company, adalah perusahaan yang jauh lebih besar daripada Dewa Corp.. Jaya Wiss Company, tentu saja lebih senang berbisnis dengan mereka karena keuntungan yang didapat jauh lebih tinggi.


“Awas saja kamu, lelaki Sampah! Aku tidak akan tinggal diam!” teriak Ryan kepada Bram.


Menerima ancaman seperti itu Bram, hanya tersenyum. Dia tidak peduli dengan ancaman yang diberikan oleh Ryan tersebut.


"Sekarang semua urusan sudah selesai, kan? Dan kalian tidak lagi berhak atas lahan-lahan itu! Silakan kalian pergi dari sini," ujar Bram, penuh penekanan.


"Ku akui kali ini kamu menang Bram! Tapi, tidak untuk lain kali. Kamu harus merasakan pembalasan dariku, Bram. Ingat belum tentu kau bisa melunasi hutang keluarga Elea, aku pastikan kau mendapat sisa dariku!" tuding Ryan, di depan wajah Bram berbisik.


"Bukankah sudah dua kali aku menang dari kamu, Ryan. Ingat aku tidak pernah meminta kekasihku menunggu, jika takdirnya kita berjodoh sudah pasti akan kembali. Jangan membual diluar pribadi, pertemuan kita kali ini kau ditendang dari posisi Ceo mu, menarik bukan? Perusahaan milik papamu, sudah berada dibawahku, aku pemilik sahnya?" kekeh Bram, membuat Ryan semakin emosi.


"Itu karena Tuan Yuda. Aku akan menghancurkan kamu di depan Tuan Yuda!" teriak Tio, yang tiba datang, seolah membela Ryan.


Bram, menggeleng sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Silakan tinggalkan desa ini," balas Bram.


Tidak ingin berlama-lama di sana karena semua tidak berjalan sesuai rencana, Ryan menarik tangan Tio untuk segera pergi.


"Tunggu waktunya, Bram!" teriak Tio, sembari menuju mobilnya, kebenciannya terhadap Bram, semakin meningkat.

__ADS_1


Setelah kepergian kedua orang, ayah dan anak itu. Bram, tersenyum menatap kepada para petani. Bram yakin apa yang di alami pak Hartawan di dalam mobil, melihat dua putranya tidak becus menjalani bisnis.


“Sekarang sawah-sawah kalian aman, tidak akan ada lagi yang akan mengambil alih. Kalian bisa kembali menggarapnya dengan baik tanpa kekhawatiran lagi. Semoga mendapatkan hasil panen yang memuaskan, benih biji timun emas yang aku beri tolong di rawat dengan baik." ujar Bram, sambil mengangkat tangannya penuh semangat, dan senyum yang terus mengembang di bibirnya.


“Hidup pak Bram!”


Teriak para petani tersebut bersemangat. Tak henti-hentinya mereka mengucapkan terima kasih kepada Bram.


“Terima kasih, Bram”


Bram, benar-benar menjadi pahlawan di desa tersebut, khususnya di mata para petani. Dia dielu-elukan, bahkan diarak dengan nyanyian kemenangan menuju pulang ke rumah Pak Rahmat. Namanya bahkan langsung dijadikan nama salah satu gang, sebagai bentuk penghormatan.


Adapun terlihat dua pria yang pernah bersiteru dengannya, ia datang menunduk seolah malu, yakni Dirgha dan Robert, Bram kini punya hubungan profesional. Sesuai kesepakatan mereka, Jaya Wiss Company akan menjadi salah satu mitra utama Mulia Corp., sebuah perusahaan bertaraf internasional yang dimiliki dan dipimpin oleh Tuan Yuda dan Kristal.


"Baik pak Bram," seraya menatap Dirgha dan Robert yang kehilangan kesempatan bekerja.


Sore harinya, Bram menikmati keindahan desa yang di kelilingi hamparan sawah yang hijau. Keindahan alam seperti ini sudah menjadi daya tarik sendiri, tidak perlu dibangun yang lainnya. Dia berdiri di pematang sawah menikmati kemenangannya dan merasakan sejuknya tiupan angin, serta menyaksikan burung-burung yang beterbangan mencari makan.


Tiba-tiba, Bram teringat akan Elea. Sudah hampir tiga minggu sejak pertemuan terakhir mereka, dan hingga mereka belum lagi berkomunikasi. Bram merasa bersalah apalagi saat mengingat kemarahannya minggu lalu. Dia terlalu sibuk dengan urusan para petani, hingga lupa menghubungi kekasihnya itu. Saat ini kerinduannya kepada Elea begitu membuncah.


Bram, merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya, niat hati ingin menghubungi Elea. Namun, belum sempat dia menekan nomor Elea, sebuah pesan masuk di aplikasi misteriusnya.


Bram, membuka pesan itu terlebih dahulu.

__ADS_1


‘[Selamat! Kamu berhasil menjalankan misi kedua dengan cerdik! Kamu mendapatkan 300 poin!]’


Bram, hanya tersenyum saat membaca pesan di aplikasi misterius tersebut. Dia sudah menduganya. Setiap kali menyelesaikan misi, dia akan mendapatkan pesan.


Pesan kedua yang dikirimkan membuat mata Bram, membulat sempurna, karena dijelaskan bahwa dia akan menerima uang sebesar 10 triliun rupiah yang akan ditransferkan pada keesokan harinya, atau lusa.


“Wow, 10 triliun!” gumam Bram, sambil tersenyum menatap burung pipit yang terbang berlari saat di usir oleh para petani itu.


Dan lagi-lagi keterkejutan Bram, tidak hanya berhenti sampai di situ, sebab sebuah pesan lagi masuk ke ponselnya melalui aplikasi misterius itu.


‘[Dengan ini kamu dinyatakan sebagai pemegang saham terbesar pada stasiun televisi Inggo series News!]’


Bram, benar-benar terkejut, bahkan membuatnya sampai berkali-kali mencubit dirinya untuk memastikan dia masih sadar saat membaca pesan itu. Bagaimana tidak? Dia dinyatakan pemegang saham terbesar di stasiun televisi swasta nasional itu. Dia yang bahkan selama ini tidak mengerti dengan saham itu apa.


"Proses pemindah tanganan aset berharga milik pak Hartawan sudah hampir selesai. Kamu beruntung, Bram! Haha...," ujar Kristal sambil tertawa dan kembali menenggak satu gelas kecil minuman tersebut.


"Dan, kamu tahu Bram? Sebenarnya apa yang dialami tuan Hartawan cacat memakai kursi roda, itu bukanlah murni kecelakaan. Tapi… ada seseorang yang menginginkan beliau mati!" lanjut Kristal.


Deg!


"Apa maksudmu Kristal?" ujar Bram menoleh, saat wanita jadi jadian itu duduk di bangku Ceo.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2