Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
GENERASI TERLAHIR KEMBALI


__ADS_3

Bram dan Elea berada dalam satu ruangan, entah perjanjian apa pada sebuah system. Bram memencet peralatan khusus, yang diberikan oleh Oliver si utusan langit, yang kali ini terlihat Damar dan Reksa mendampingi keputusan Bram Elea pergi ke suatu tempat.


"Damar sayang! Lihat ini momy."


"Damar sayang momy, momy jangan pergi lagi!"


"Damar sayang, di depan itu ada peralatan canggih yang khusus di tambah oleh paman Alex, Bunda dan Momy akan pergi ke suatu tempat cukup jauh. Paman Kenan, akan dampingi Damar sampai dewasa memimpin perusahaan, juga ada Kakek Reksa, juga paman Hari akan selalu temani Damar. Momy hanya pergi sebentar, agar momy bisa bertahan lama di belahan bumi bersamamu nak."


"Ok! Momy janji, setelah kembali jangan tinggalin Damar lagi ya!"


"Siap bos Damar." senyum serentak Bram dan Elea senyum.


Elea ingin hidup kembali setelah ia masuk kedalam pintu system yang dibawakan Oliver si utusan langit, dibantu oleh system canggih Alex.


"Kau sudah siap kan Bram?" celoteh Oliver.


"Ya, asalkan aku hidup kembali bersama Elea, reinkarnasi kembali lahir kembali, aku ingin hidup bersama Elea." jujur Bram.


"Hah, budak cinta. Baiklah, setelah masuk, jangan pernah menatap atau terperosok kedalam sumur lautan, kau akan kehilangan Elea selamanya, atau terlahir kembali."


"Apa aku bisa kembali?"


"Takdir Bram, system ini memang dari langit dibantu otak Alex kemampuan manusia. Tapi kembali bertemu Damar! Kau hanya bisa berdoa."


Dengan beberapa jam kemudian, Bram dan Elea memeluk anaknya itu. Pintu System itu bagai reinkarnasi terlahir kembali agar bisa hidup lebih lama bersama Bram. Elea meninggal dalam keadaan koma dengan sebuah penyakit langka akibat paparan sinar penelitian system. Lagi pula Bram dan Elea sudah cukup kaya, putranya dan seluruh bisnis di handle orang kepercayaan dan keluarga tercinta, sehingga Damar tak akan kesusahan sedikitpun. Kelak Damar akan berkuasa menjadi Damar Bramantyo.


WUUUUSH!


Nama : Bram Hartanto usia 33 Tahun.


Nama. : Nyonya Elea Hartanto 27 Tahun, mereka akan kembali atau terlahir kembali di dunia bumi lain.

__ADS_1


10 ...


20 ..


30 ..


Wuuuush! Elea dan Bram lenyap bak hilang ditelan bumi, sementara Alex memutar tombol tak terkendali, sepertinya Bram dan Elea terperosok jauh tak terlihat sinyal system di layarnya.


Arrrrgh! teriak Alex.


"Ada apa Alex?" tanya Oliver, sementara Damar bocah itu sedih kehilangan kedua orangtuanya.


"Nyonya Elea dan Bram, berada di bumi salju, tapi jika kita hampiri pun. Mereka tidak akan kenal kita, karena sebuah takdir. Mereka terlahir kembali tumbuh menjadi remaja." ujar Oliver kala Alex menyalakan tombol system lain.


"Astaga! sampai kapan Bram kembali." ujar Reksa Hartanto, yang baru tahu putranya kaya memiliki sebuah kekuatan super dan terbelenggu cintanya pada istrinya, sehingga istrinya telah mati mau dibangkitkan dengan sebuah alat yang Reksa rasa semua ini sihir dalam mimpi.


"Kek, tenanglah! Damar akan selalu jadi cucu kakek, dan putra kakek kan." serunya, membuat semua orang terkejut kata kata bocah itu.


DI BUMI PLANET LAIN.


"Terimakasih Pak. Terimakasih Bu."


Kala itu Lontaran seorang gadis bernama Elea Baskoro, masih duduk dibangku kelas sebelas yang beranjak kelas abu abu. Pujian demi pujian akan bakat dan kecerdasan telah ia raih di masa sekolah. Sehingga tak sedikit yang memberi ucapan satu persatu.


"El, selamat ya, ucap beberapa teman, juga Nara seorang teman baik satu kelas."


"Woh, ya kamu jadi lomba gadis sampul ya, semoga berhasil ya El."


"Thanks Nara."


Dalam perjalanan pulang Elea merenung. Perasaan yang tak enak sedikit mengganggu. Meski di sekolah banyak yang memuji, entah mengapa semenjak tangan ku teriris benda tajam menjadi tak enak. Ia pun segera melangkah untuk pulang, Agar segera sampai memberi kabar baik untuk ayah dan ibu.

__ADS_1


"Rasanya tak sabar, memberi dokumen hasil terbaik dan beasiswa kelanjutan sekolah abu abu pada ayah ibu." tutur Elea yang melangkah dan menepi di sudut rumah dengan senyum melebar. Tapi sorot matanya terlihat padam dan senyum mengecil.


"Ada apa ini?"


Elea melangkah demi langkah menyusuri. Ia pun tak sengaja mendengar rumah tempat tinggal yang di tempati harus di kosongkan oleh pemiliknya.


"Apa jadi kita harus pergi. Apa maksudnya?"


Elea pun menatap sekeliling dan perlahan mendengar percakapan orang orang dewasa yang mematahkan hati dan impiannya. Bulir air mata pun perlahan jatuh.


"Apa itu benar bu?" tanya Elea Baskoro.


Ia melangkah dan menatap ibunya kala itu. Ibu pun menatap anaknya yang baru saja pulang sekolah hingga memeluknya.


"Itu berarti saya harus gagal sekolah bu." ucap Elea kembali. Hingga ibu menjelaskan perlahan dengan mengusap punggungku saat dipeluk.


"Jangan sedih Nak. Maafkan ibu!"


Membuat  lemas dengan keberhasilan beasiswa saya kini lenyap, tapi tak sejalan dengan keadaan pahit. Lebih parahnya ketika satu orang mendorong pintu kami dengan paksa. Memberikan surat kuning, saat itupun dia berkata.


"Reksa Baskoro. You out, perusahaan kami malu pada sikapmu. Jika kamu masih bertahan, jeruji besi adalah yang terbaik!"


Ayah pun menutup pintu. Membaca surat itu demi helaian. Ibu pun melepas pelukanku dan menghampiri keberadaan Ayah yang memegang sakit amat sesak.


"Ada apa sih ini Ayah ?" Elea bertanya hampiri, memohon dapat jawaban.


"Maafkan kami nak, kita harus pindah dan kamu harus putus sekolah. Tapi ayah janji setelah ayah dapat kerjaan kembali. Ayah akan kumpulkan dan kamu bisa lanjutkan sekolah ya nak!" ucap ayah Reksa Baskoro.


Dan kisah Elea dan Bram di mulai bereinkarnasi pada keluarga lain, di planet lain yang cukup dingin, dengan penuh salju sehari harinya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2