Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
S2 PERLINDUNGAN DARI DAMAR


__ADS_3

Siren ketakutan, ketika ia bersembunyi mendapati Daru yang datang menangkapnya. Jelas saat itu mendapati Daru, pria pilihan ayahnya sedang bermain kura kura di dalam mobil. Bagaimana bisa Siren lepas dari Daru, kecuali seluruh hutang ayahnya pada Daru terlepas.


"Aahkh..." menoleh Siren kaget.


"Tenanglah, ayo ikut denganku! kamu sedang kesulitan ya, aku akan membantumu." ucap seorang pria dibelakang Siren. Namun ia hanya menggelengkan kepala, tidak ingin ikut kepada pria asing.


"Tenang saja, tapi jika tak ingin silahkan kamu bertemu pria besar psikopat gila itu!"


Siren menatap pria itu sepertinya pria baik, ketika ia melepas bekap an yang membuat terkejut. Ia pun memilih mengekor dan masuk kedalam mobilnya.


Lama Siren terdiam, mobil kaca hitam yang tak akan terlihat dari luar. Siren masih gemetar akan ketakutan, pria disampingnya pun masih menatap Siren dan melihat pria bernama Daru itu masih mengelilingi parkiran. Sehingga Siren menurunkan sandaran ke bangku mobil dan menutup wajahnya dengan tas kecilnya.


"Apa hubungan mu dengan pria itu?" tanya pria itu pada Siren menunjuk Daru.


"Maksudmu dia dan aku..., Aku tak berhak memberimu tau. Yang jelas dia bukan siapa siapa saya." balas Siren.


"Baiklah, aku tau pria itu Daru kan. Kenapa kamu lari?"


Akan tetapi Siren hanya diam masih ketakutan.


"Kenalkan namaku Alex panggil saja paman Alex, jika sudah siap kamu bisa bicara padaku. Mungkin aku bisa membantumu, sekarang aku antar kamu pulang beri tau alamatmu." Siren pun tersenyum kecil.


"Terimakasih, namaku Siren paman. Aku akan memberimu aba sedikit, kemana arah aku pulang. Karena papaku sedang sakit menunggu."


Alex pun tersenyum lebar dan mengantarnya. Benar benar anak tuan Bram, menyukai cucu dari musuh terbesarnya. Alex yakin, Bram akan terkejut jika wanita yang disukai anaknya adalah cucu dari keluarga Tjandra.


"Kenapa kamu menolongku Paman?"


Alex hanya membalas dengan senyuman.


"Aku hanya ingin membantu. Senang membantu orang lain! mungkin time saja aku bertemu dengan kamu. Tak ada salahnya kan aku membantumu?"


Siren pun bersyukur setidaknya malam ini ia lepas dari genggaman seorang Daru dan mendapat pertolongan, meski keajaiban. Sesaat tadi aku sempat berfikir jika pria asing ini suruhan dari orang Daru.


 


 


"Terimakasih Paman Alex." tutur Siren yang telah sampai didepan rumahnya. Sementara pria yang menolongnya pergi begitu saja dengan tancap gas dan berlalu ketika telah membalasnya.

__ADS_1


 


 


Di Rumah :


 


 


"Sudah pulang nak?" ucap papa.


Siren hanya bisa menatap terkejut menatap papa, ia tak bisa menjelaskan apapun yang terjadi malam ini.


"Maaf, Siren pulang terlalu larut pah, papa sudah makan dan minum obat?"


Papa pun bicara, jika semua tak lambat bahkan saat ini terbangun karena cemas dirimu belum pulang nak!


"Kamu tak diantar olah Daru nak?"


Siren tak bisa berkata apa -apa, ia bingung akan apa yang harus diucap. Gugup kaku terlihat jelas. Ia hanya bisa tersenyum dan menghindar.


maafkan Siren ya pah."


"Papa tak perlu risau, Siren baik - baik saja. Daru sibuk sangat hari ini jadi tak mengantar sampai masuk ke rumah."


Mendengar itu pun sang papa tersenyum, dan kembali istirahat. Namun dalam benak Siren ia merasa tidak tega, sampai kapan aku merahasiakan ini.


"Daru kamu pria jahat yang pernah aku kenal. Aku harus berbohong setiap waktu karena olehmu!"


Esoknya Siren terbangun tengah malam. Ia membaringkan tubuh nya di kasur. Menatap ke kiri dan ke kanan tak nyaman, ia menatap ponsel Damar tak ada pesan ataupun panggilan.


"Damar, kenapa kamu juga sulit tak ada kabar, apa dirimu akan kembali menggantung mengabaikanku lagi."


Dering ponsel Siren bergetar. Iama ia menatap layar ponsel dan melihatnya. Di sana ada sebuah pesan, dari orang yang ia tunggu.


[ Aku mengirimkan paman Alex, menolongmu! apa semalam kamu baik baik saja? maaf, Dady ku tak mengizinkan aku menghampirimu. Tapi Dady Bram mengancam dan sakit, sehingga aku menuju rumah sakit dan meminta bantuan paman Alex. ] pesan Damar.


Siren terkejut, ia senyum ketika semalam pria paruh baya itu orang suruhan Damar.

__ADS_1


Pagi hari, Siren menatap cermin ia menatap ponsel dari Damar. Jika ia sedang diluar kota menghandle kantor Dady Bram yang berada di batam.


[ Siren! maaf aku tak mengabarkan mu. Jaga dirimu baik - baik wanita kuat. Sinyal sangat sulit sehingga aku tak bisa menghubungimu. ]


"Hah .... pantas saja kau menghilang lagi Damar, usaha keluargamu sangat kaya, sudah pasti aku banyak di tinggal."


Siren pun bergegas dan meninggalkan ponsel Daru beri, tapi ia pun membawanya namun tak berani menyalakan ponselnya. Kejadian Daru yang bermain wanita membuatnya ngeri. Serasa bergidik jika ia dijemput seorang Daru. Apalagi mengingat mobil itu bergoyang.


"Haaah.... aku berfikir apa sih bodoh kau Siren! untuk apa mengingat Daru. Dia bukan siapa - siapa aku."


Sarapan ditemani bibi Yani, ia adalah adik dari almarhum mama Sieu yaitu mama dari Siren.


"Pah, Siren berangkat jangan lupa obat papa diminum. Bibi Sir, pamit makasih ya bi sudah menemani papa dirumah."


"Kamu juga hati hati ya Ar."


Siren tak bisa bayangkan jika papa sendiri hanya dengan asisten rumah saja.


"Sudah nak, hati hati dijalan ya kabarkan papa kalau ada masalah."


"Sayang, Siren yang kuat semangat bibi doakan semuanya dimudahkan." ucap bibi Yani. Siren pun membalas terimakasihnya.


Hingga tiba di luar gerbang, saat Siren ingin memesan taksi. Terlihat jelas dihadapannya telah siaga menunggu. Siren tak bisa berkutik, apalagi pria itu menyambut papa dan bibinya.


"Kenapa dia datang?"


Bersabar adalah kuncinya, mata Siren membulat dengan sempurna dan berdebar gemetar.


'Sabar Siren! kamu kuat tersenyumlah agar cantik paripurna mu tak luntur. Percaya pada Damar, akan sebuah trik yang bisa membuat Daru berhenti menghampiriku. Bersabarlah sedikit lagi.' batin Siren nada kecil.


"Nak Daru, kamu jemput Siren?" tanya papa.


Tin!! Tin.


Sebuah mobil, terlihat paman Alex membuka kaca mobil, hal itu membuat Siren merasa senang perhatian Damar ketika ia tak ada, tapi dia mengirim orang untuk melindunginya dari pria bernama Daru.


"Pagi pak! kami dari pihak kampus, ada tour gate kelompok. Menjemput Siren." senyum Alex, membuat Daru tercengang.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2