Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
BENAR OR SALAH


__ADS_3

“Apa kau tidak tahu kalau pertarungan seperti ini ilegal? Pertarungan seperti ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, harus ada yang mengawasi dan yang bertanggung jawab! Kalau sudah seperti ini siapa yang bertanggung jawab, hah?! Dan perlu kau tahu, kau tidak bisa memaksa seseorang untuk meladeni hasrat bertarung Mu, apalagi sampai membuat lawan Mu menjadi seperti ini! Kau paham?!” teriak Via, dengan wajah kesalnya, pada Hari.


Via terus mencecar Hari, dengan pertanyaan-pertanyaan dan tuduhan tuduhannya.


“Sebaiknya kau minta maaf sekarang juga, atau aku akan menyeret mu ke kantor polisi. Hotel dan Store Ring, ini ada di wilayah yang menjadi tanggung jawabku.”


Alih-alih takut dengan ancaman yang dilontarkan oleh polisi wanita itu, Hari malah menatap Via dengan angkuh. Ia sudah menduga kalau wanita itu tentu akan membela Tio, dan apa pun yang akan dikatakannya nanti akan berakhir dengan sia-sia.


Tio dan Via sudah lama menjadi sepasang kekasih, akan tetapi mereka memutuskan pertunangan, karena Via ingin menjadi polisi.


Dan karena kedua orang tua mereka adalah rekan bisnis papa Reksa, sejak lama sekaligus mantan anak buah dibawah papanya. Itulah yang diketahui Hari dari mencoba, mengorek masa lalu Via barusan, dan ini salah satu kekuatan super Hari yang baru. Untuk meminta bantuan Bram, agar membantunya melawan dua orang licik di depannya ini.


“Apa kau tidak mendengar apa yang baru saja kukatakan? Apa kau tuli, hah?! Minta maaf kepada Tio, kalau tidak aku akan menyeret Mu ke kantor polisi!” tekan Via, dengan tatapannya yang mengintimidasi.


Tio tersenyum puas. Menurutnya, dengan jabatan Via yang tinggi di kepolisian kota, bisa ia andalkan meski bukan lagi sepasang kekasih seperti dulu. Tentunya Hari, akan menuruti kata-kata temannya itu. Ia tak tahu kalau Hari, tidak sedikit pun gentar terhadap ancaman itu.


Yang gentar itu justru Kristal. Ia yang semula berada di antara para tamu pesta yang menonton pertandingan tadi, kini langsung berlari dan naik ke ring. Ia melihat Hari melangkah mendekati Via, dan Kristal yakin kalau Hari, pasti akan membantah wanita itu.


“Hari!” panggil Kristal. Ia mencegah laki-laki itu untuk mendekati Via.


Kristal dengan mata systemnya, ia melihat history di kepala Via dan Tio, bak robot yang tembus pandang pada masa lalu manusia, bahkan isi pikiran negatif pun Kristal bisa baca.


Tling!!


Gambaran history Tio dan Via muncul, di kepala Kristal.


Pernah mendengar tentang Via dari Tio sewaktu mereka masih berpacaran, dan sejauh yang ia tahu Via tidak akan melepaskan tangkapannya dengan mudah. Itu artinya Hari, berada dalam masalah. Akan tetapi ia melihat bayangan Bram, di kepala Via yang kini berprofesi polwan itu.


“Biar aku saja yang bicara,” ujar Kristal. Ia menarik tangan Hari, dan menjauh beberapa langkah, setelah itu ia mendekati Via dan Tio

__ADS_1


“Hari tidak perlu meminta maaf, karena dia sama sekali tidak bersalah. Tio yang menantang Hari, untuk bertarung lebih dulu. Dan ide bertarung di sana ini datangnya dari Tio, bukan dari Hari. Lagi pula, Hari bukan berasal dari daerah ini, sehingga ia tidak mungkin tahu tentang tempat ini. Sedangkan Tio....”


Kristal menunjuk Tio, dan menatapnya dengan tajam, “bukankah kau tahu sendiri kalau dia sering berlatih di tempat ini?” sambungnya dengan menunjukkan seringainya.


“Benar, kan, Tio?” tanya Kristal pada Tio.


Via menatap Tio sekilas. Dia sedikit kesal kepada temannya itu karena tidak mencari tempat lain untuk bertarung, jika memang apa-apa yang dikatakan Kristal itu benar.


“Kalau kau tidak percaya, sebaiknya tanyakan saja pada orang-orang yang ada di tempat ini. Mereka saksinya,” ucap Kristal, pantang menyerah.


Via hanya diam. Sejujurnya ia merasa malu karena sepertinya ia memang telah melontarkan tuduhan tak berdasar kepada Hari. Tetapi, ia tidak mungkin pergi begitu saja. Bagaimana dengan citranya sebagai polisi wanita dengan posisi tinggi di kota itu? Apalagi ia mengunakan Hari, sebagai bentuk Bram, pasti akan muncul di depannya. Seolah Via masih berharap, bahkan ia menjadi polisi tidaklah mudah, mencoba sibuk move on dan mencari Bram, tetap saja tak bertemu dengannya.


Kristal tidak sabar menunggu Via bertanya, sehingga ia mencoba mengambil alih. Ia pun mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


“Silakan angkat tangan bagi siapa di antara kalian yang satu suara denganku, bahwa Tio Lah, orang yang memulai pertarungan tadi!” teriak Kristal


Awalnya mereka semua diam. Tapi pelan-pelan, mulai timbul keberanian di mata beberapa dari mereka.


“Ya, itu benar! Tio lah biang keladinya! Hari, hanya korban,” kata yang lain.


“Tangkap Tio saja! Dia yang semestinya ditegur dan diamankan,” kata yang lain lagi.


Satu per satu, orang-orang itu pun mengangkat tangan, menyuarakan pembelaan mereka terhadap Hari. Situasi benar-benar berpihak kepada Hari, membuat Via kebingungan, untuk memborgol Hari Hartanto.


“Bohong! Jelas-jelas Hari, yang memulai duluan!” kata seseorang tiba-tiba.


“Ya, dia datang dan mengacaukan pesta! Dia harus diusir!” kata seseorang lain.


“Jangan cuma diusir, seret juga dia ke penjara!” sambut yang lainnya lagi.

__ADS_1


Mereka adalah teman-temannya Tio. Dan kini para pendukung Tio yang lainnya ikut membela Tio.


“Jangan sembarangan kau! Yang memulai itu Tio, dan Tio juga sudah melakukan penghinaan kepada Hari bahkan penipuan!”


“Itu tidak mungkin! Mana mungkin Tio, mau sembarangan bertarung!”


“Tio, yang bersalah!”


“Hari!”


“Tio!”


“Hari!”


Pendukung Hari dan Tio, terus melakukan pembelaan dengan adu suara, membuat ruangan itu menjadi sangat bising.


“DIIAAAAM!” teriak Kristal, dengan suara keras. Ia sudah tidak tahan lagi.


Via, pun tersentak mendengar suara Kristal, sampai-sampai tubuhnya bergetar.


Menyadari apa yang terjadi pada Kristal, Hari, langsung menghampirinya dan merangkulnya, mencoba menenangkannya.


Lalu Hari, menatap sinis ke arah Via, dan bertanya, “Kau sudah tahu siapa yang salah dan siapa yang benar di sini. Apakah kau masih akan tetap membela temanmu itu atau percaya pada Kristal? aku tahu, apakah semua siasat ini kau sebagai polisi, ingin bertemu dengan kakak ku?" ujar Hari, membuat Via menoleh ke sekelilingnya.


Di Sudut Lain :


Tling!


[ Bram, sepuluh kilo meter, adikmu berada di ring Tinju! Segeralah bantu mereka menyelesaikan masalahnya! ] pesan System, membuat Bram melirik Elea, di sampingnya setelah memarkir.

__ADS_1


"Ring Tinju, aku tahu daerah ini Bram." balasnya, membuat Bram meminta istrinya segera cepat mengantarnya. Takut jika adiknya itu dalam masalah besar.


TBC.


__ADS_2