
Jika kita menemukan noda lipstik, haruskah aku bicara ini semua salah paham. Oh tidak, rasanya sulit bagi kehidupan pasangan resmi, untuk tidak percaya.
Dalam menjelang pagi, yang masih gelap. Terlihat Damar masih menutup mata, Siren berusaha terbang ke acara Mikha tanpa perduli dirinya sedang hamil atau tidak. Jujur kekecewaan dirinya pada Damar dan Sena, si sekertaris paman Hari, membuat Siren bingung.
[ Hubby, aku butuh waktu. Maaf aku pergi menyusul Mikha tanpa dirimu. Aku sulit untuk tidak percaya, jika kamu tidak melakukan apa apa pada Sena! ] secarik kertas, di meja.
Dalam perjalanan Siren memutar waktu, ia memesan tiket ke bali menyusul Mikha, namun kegiatan pagi - pagi membuat paman Kenan bingung.
Siren menuntaskan pekerjaannya di kantor, seharusnya ia sudah cuti dan masuk jam siang, ia pun membuat laporan tanpa kecurigaan apapun. Masalah apapun ia terlihat tenang dan tegar.
Ponsel dering Damar berkali - kali menelepon, dan terlihat jelas di ponsel Siren memanggil. Tapi ia pun memilih mengabaikannya dan mempercepat pekerjaannya, hingga jam tiba makan siang.
Siren bersiap - siap dan memberikan izin tak hadir pada pak Kenan untuk mengunjungi kegiatan, yang seharusnya masih lama ia kerjakan dua pekan lagi.
"Kenapa lebih awal cepat, bukankah masih lama. Pekerjaan ini seharusnya kamu bersantai. Sebentar lagi resepsi mu tiba kan?" ucap pak Kenan.
"Saya hanya ingin mengerjakan disaat luang kosong saja pak, kalau begitu saya pamit."
"Baiklah, semangat hati hati dijalan dan jaga kondisi imun tetap fit Siren."
"Baik, terimakasih pak Kenan."
Lima belas menit, Siren meninggalkan kantor, ia bergegas menuju bandara soetta dengan taksi.
***
Damar di kantor yang berniat mencari Siren, setelah makan siang, di kudetkan dengan sejumlah meeting yang lama tertunda tak bisa dibatalkan.
"Sena pastikan jadwal siang tak ada meeting!" perintah Damar.
"Sepertinya sulit pak."
__ADS_1
Namun nahas balasan Sena berbalik, satu pertemuan penting yang dipusingkan membuat Damar tak konsen. Sehingga Damar akan mengunjungi kantor paman Kenan, jam pulang kantor karena di butik Siren tak ada.
Sementara Siren, ia sudah ada di bali melihat Mikha dan Ikhsan yang sedang rehat casting.
"Siren, apa kamu ada masalah? kamu terlihat bahagia, tapi mimik wajah gestur mu aku mengenalmu ayo ceritalah!" ucap Mikha.
Siren pun tersenyum dan memesan wine, Mikha melarang agar Siren tak meminumnya, sehingga 4 - 5 gelas Terlanjut Siren minum.
Mikha yang takut dan mengingat sahabatnya mual - mual, mencoba menghentikan takut jika ia sedang hamil.
"Siren, ayo hentikan apa kamu sedang membuat kekacauan, bagaimana aku bicara pada Damar nanti ketika ia sampai. Bahkan suamiku nanti?'
Tapi Siren hanya menangis, dan menyebut nama Sena dengan suaminya itu.
Mikha hanya menohok dan diam kaku, seolah ia takut akan pernikahan, jatuh cinta dan prihatin memeluk Mikha sahabatnya.
"Ayo ke kamar Siren, sudah cukup hentikan!" ucap Mikha kala itu.
[ Damar, menyusul lah ke bali, Siren mabuk,
aku terkejut dengan sikapnya yang tiba - tiba, ia tak menceritakan apapun dan terlihat bahagia biasa saja, tapi ketika meminum wine aku khawatir dan turut prihatin akan masalah kalian, tolong jemput dan selesaikanlah! ]
[ Bali resort, kami ada disana, dengan nomor 1179. Cepatlah menyusul, pagi nanti aku akan akan sibuk dan meninggalkan Siren sendiri!]
Tak menunggu lama dalam perjalanan panjang, tiba ditujuan Damar sudah berada di depan kamar hotel Mikha hanya dalam waktu setengah hari saja, ia berhasil menjemput istrinya itu.
Damar memesan kamar hotel tak jauh dari Mikha, dan menggendong istrinya serta berterimakasih pada Mikha kala itu.
"Maaf Damar, periksalah kandungan Siren. Sebab aku khawatir padanya, bicaralah baik baik. Pagi nanti aku harus pergi dan tak sempat pamit pada Siren, karena suamiku Hari, sudah jemput di lokasi, sampaikan salam ku! Semoga kalian baik - baik saja." ucap Mikha.
"Thanks."
__ADS_1
Damar memeluk Siren yang terbaring di kasur. Dengan perasaan khawatir gelisah dan takut, mereka pindah ke kamar hotel tepat bersebelahan dengan kamar Mikha.
Hingga pagi sekali Siren menatap sekeliling dengan kepala yang begitu berat dan sakit.
"Aku dimana?"
Menatap suaminya sudah terjaga disampingnya, hingga Damar pun terbangun.
"Sayang, sudah bangun? jangan lari lagi dariku, bagaimana, apa yang sakit di tubuhmu ayo ceritakan kita pergi ke dokter ya!"
"Hubby, kenapa kamu disini? Dan aku kenapa..."
"Apa kamu hamil sayang, mengapa kamu minum bersoda, apa kamu tidak menyayangi anak kita, jika kamu benar benar hamil?" lirih Damar.
"Aku .. aku sedang tidak hamil Hubby, berhentilah mengkhawatirkan aku. Jangan seperti ini, Mungkin saja benih mu dengan Sena, ia sedang mengandung anakmu." jawab Siren.
Damar pun terkejut dengan perkataan istrinya, bagai disambar petir di pagi hari, memeluk istrinya menjelaskan hingga detail. Tapi Siren yang sulit rapuh, tak bisa berkata kata, ia pun menyodorkan sebuah rekaman video hot Sena dengan suaminya di ruang vvip meeting kala itu.
"Jelaskan padaku jika video di dalam ruangan itu bukan dirimu hubby? apa aku harus tenang melihat suamiku?"
Siren menangis histeris, Damar terkejut dengan segala hal yang tak menyangka akan terjadi sebelum resepsi.
"Aku ga bisa bayangkan hubby, jika ini benar dan Sena hamil, maka lepaskanlah aku menikahlah, tanggung jawablah dia. Menikahlah dengan Sena, aku akan mencoba merelakan mu!"
Siren berdiri dan menatap suaminya dengan penuh air mata, ia berusaha tegar dan menahan rasa mual, sehingga sesekali memegang perutnya untuk tenang agar tidak sakit, ia membalikan badan menjauh dari keberadaan Damar.
Sayang maafkan momy, bertahanlah. Kekonyolan momy semalam yang hampir melukai mu itu, tak akan terjadi lagi, momy akan melindungi mu dalam keadaan apapun, kuatlah kamu bertahan didalam sana!!
Deru batin Siren, yang tak yakin jika dirinya hamil, tapi ia juga takut jika dirinya benar benar hamil. Meski begitu, terlihat Damar sangat bersedih kali ini. Ia bingung harus bagaimana, sehingga ia meminta paman Alex, mencari tahu apakah ini siasat Sena untuk menjebaknya.
"Sayang, aku akan cari bukti sayang, tolong jangan bersikap dingin!" lirih Damar, namun mendapat penolakan dari Siren.
__ADS_1
TBC.