Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
BERDEBAT


__ADS_3

Tidak begitu lama ada sedikit kericuhan, beberapa orang dari kepolisian ingin bertemu istri dari Hari keluarga korban, Mikha dan Eri mempersilahkan jika itu berkaitan dengan tragedi kecelakaan suaminya. Di ruang kedap suara, ruangan khusus, Mikha di temani Eri yang mendampingi.


"Begini bu, jika ibu tidak sanggup! Maka kami tidak memaksa untuk ibu lihat, biar kami serahkan pada pak Eri." ucap petugas.


"Tidak apa pak, saya ingin melihatnya."


Mikha juga ingin memastikan, jika perkataan Osin itu benar beberapa jam lalu. Ia pernah melihat keadaan seseorang yang membantu kecelakaan di mana Pak Hari telah keluar sebelum truk dan mobilnya tabrakan yang mengenai aliran listrik dan tangki minyak meledak begitu saja.


Hal itu, Mikha tersenyum kala perkataan Osin dari Eri yang menemukan kejanggalan, sebuah rekaman cctv ada yang menolong saat pak Hari berhasil loncat.


-- Rekaman Cctv --


Rekaman dashboard, teriakan suara mas Hari yang terdengar jelas ia memecahkan kaca, dan terlihat tak ada sebelum mobil itu terbalik dan meledak. Mikha mendengarnya saja sudah senang karena akan ada kemungkinan, jika mas Hari masih hidup. Hanya saja jika mengingat tangan dan sebuah cincin serta jam rolex. Ia cukup ngilu dan takut terjadi sesuatu pada suaminya.


"Aku sudah yakin mas, jika kamu selamat. Jika Eri bisa membenarkan kamu masih hidup. Paman Bram kakakmu pasti akan bahagia, beliau lebih sering mengurung mas. Aku jadi tidak tega melihatnya seperti itu."


Mikha yang melamun, ia melihat sinar dua lampu menyorot menyilaukan kedua matanya. Hingga di mana, ia menatap terkejut apa yang ia lihat saat ini.


Tak lama, Ryo dan Bram telah turun dari mobil. Mikha dari jarak mata yang sedikit jauh, telah menatap mobil akan tiba. Mikha bahagia kala mereka baru saja datang, rupanya mereka juga dikabarkan untuk melihat rekaman asli mas Hari.

__ADS_1


Mereka tiba mengulang, dan mendengar beberapa orang berseragam menjelaskan dua kemungkinan. Abu yang gosong adalah pria yang menolong Hari, tapi tak selamat. Dan tangan Hari itu kemungkinan tidak lah utuh karena terjepit, jadi pantas jika saat itu hasil tes dna cocok, sementara Abu di jok setir mobil 30% lebih banyak tidak cocok, mungkin bercampur dengan gosong tangan asli mas Hari. Itulah Mikha menyimpulkan jika keadaan mas Hari hingga saat ini memilukan, belum ditemukan.


"Mikha, setelah ini pulanglah dengan Ryo! Paman akan mengurusnya, kita pasti akan temukan Hari dalam keadaan apapun. Berita, iklan paman sudah meminta seseorang menebar foto beserta imbalannya."


"Ya paman! Mikha berharap juga begitu, apapun keadaan mas Hari. Mikha akan ikhlas, sabar dan menjaganya. Kalau begitu Mikha pamit!" senyum bahagia, karena keyakinannya suaminya 70% masih hidup.


Hingga Mikha pun pulang, ia berkemas istirahat di kamar seharian, menatap bingkai foto pernikahannya dengan Hari, sambil mengusap perutnya.


DI KAMAR MIKHA.


Mikha sempat senang tinggal di rumah mewah, hanya saja ia seperti kesepiaan mungkin karena perlakuan penghuni yang acuh dan menyendiri saja bagi Mikha tetap silaturahmi. Belum lagi perlakuan Tante di mansion dan mili yang acuh padanya saat menyambutnya.


Teriakan itu, amat terdengar. Kala Mikha ingin membuka pintu. Namun ia urungkan untuk keluar dan menunggu. Benar saja seseorang datang.


TOOOOK .. TOOOK.


"Tante Mikha. Keluar dong, makan makan!"


Suara itu terdengar tidak sopan, tetapi Mikha tetap membukanya dan senyum pada Mili.

__ADS_1


"Ya, ada apa Mili?"


"Hadeuh, ga usah senyum senyum Tan. Udah jam makan nih, kenapa sih bikin nambah kerjaan aja. Ga pake nolak, kalau nolak kita semua nanti ga makan!"


Mili pergi setelah membalikan tubuhnya, hingga di mana Mikha keluar menutup pintu. Lalu mengejar bahu Mili di saat turun empat kaki tangga.


"Mili, apa salah Tante. Kenapa kamu dan mamamu seperti tak menyukai tante?" tanya Mikha dengan intens.


Sehingga melupakan tatapan sorotan di meja yang menatapnya, karena mereka berhenti di atas tangga, saat telah turun dari beberapa anak tangga.


"Tante jangan mancing mancing deh, tahu kenapa?"


"Ya, setidaknya kasih tante penjelasan?"


Saat mereka saling menatap, tiba saja suara seseorang datang membuyarkan suasana.


"Eehuuuum. Kalian sedang apa di sini?"


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2