Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
BOS BARU ITU


__ADS_3

Tlith!!


[ Misi saat ini, beli saham Miror Gold. Jadilah pemilik, dan unjuk salah satu menjadi komisaris. Hutang pemilik perusahaan itu sedang goyah. Kelak hasil timun emas, akan menghasilkan emas menawan dan buatlah perusahaan Gold dengan kualitas paling berkilau, bagus! ] pesan System di ponsel Bram.


"Kenapa?" tanya Elea.


"Bertemu Ananda Pratama, dia adalah sahabat papa. Beliau sedang, goyah. Aku harus membelinya."


"Kamu pasti bisa Bram." senyum Elea, mereka menatap sebuah pintu mewah dan terdapat satu orang telah menyambutnya.


***


Beberapa Jam Kemudian.


"Srett!" Belasan satpam langsung mengepung dan menarik lengan baju Bram.


Bram, sedikit Refleks kehilangan akal melihat satpam-satpam ini.


"Dasar hidung belang! Akhirnya kamu keluar juga!" Gadis cantik yang sebelumnya di lecehkan oleh Bram, yang tak sengaja tertumpah coffe ke arah sensitif di bawah leher tengah gundukan pun keluar dari kerumunan dan berseru dengan nada yang sangat menghina.


"Benar, Berani-beraninya seorang pengemis melecehkan Manager Purnama. Kamu pasti sudah bosan hidup! Apa tidak Kamu coba lihat seperti apa dirimu itu?" Timpal sang resepsionis cantik.


"Kejadian sebelumnya memang salahku, tapi aku sudah minta maaf padamu. Apalagi yang kamu inginkan?" Bram, mengerutkan dahi sambil memandang gading cantik itu.


"Apa lagi yang aku inginkan? Aku benar-benar jijik sekali padamu. Berani-beraninya orang sepertimu melecehkan aku! Kamu tahu siapa Aku? Lihatlah tampang miskinmu itu! Begitu teringat lagi dengan kejadian tadi, Aku pun masih merasa jijik!" Gadis cantik itu berseru dengan jijik.


"Itu urusanmu sendiri kalau kamu merasa jijik, tidak ada hubungannya denganku. Tolong minggir, aku mau keluar" Bram agak kesal mendengar perkataan gadis cantik itu. Gadis ini sungguh menghinanya secara terang-terangan. Jadi nada bica Bram pun lebih gusar.


"Kamu mau keluar?" Gadis cantik itu tertawa dingin dan menunjuk-nunjuk Bram."Jangan harap kamu bisa meninggalkan tempat ini kalau masalah ini tidak di selesaikan!"


"Mau di selesaikan seperti apa?" Bram, bertanya dengan tenang.


"Kamu. . . Kamu harus berlutut dan meminta maaf padaku. Setelah itu, menyingkirlah dari gedung ini. Dengan begitu masalah ini aku anggap selesai. Kalau tidak, akan Kulaporkan kamu ke polisi!" Seru gadis cantik dengan lantang.


"Benar, berlutut dan minta maaf dengan Manager Purnama!" Orang-orang disekitar mulai ikut menimpali.


Bram, tampak tidak berdaya berdiri ditengah kerumunan orang. Dia tidak menyangka wanita ini begitu keterlaluan. Padahal ia tidak sengaja membentur lengannya. Sehingga coffe itu membasahi bagian depan kemeja putih.

__ADS_1


"Sialan! Kenapa diam saja? Cepat berlutut!" Bentak satpam.


"Cindy Purnama, apa yang Kamu lakukan disini dengan membawa satpam?!"


Pada saat ini terdengar suara bentakan penuh emosi dari belakang Bram. Semua orang yang mendengarkan bentakan itu pun terkejut.


Awalnya Haikal hendak mengantarkan Bram, pergi meninggalkan gedung, tapi ia mengajak bu Elea berputar dengan mandat Tuan Ananda Pratama sang pemilik yang menjual saham perusahannya pada Bram. Bagaimana pun juga, Bram sekarang adalah Ceo. Haikal yang merupakan bawahan Bram, tentunya harus menyenangkan Atasan yang punya harta ratusan triliun dolar itu.


Namun, Bram pergi tergesa-gesa dan langsung memasuki lift, sama sekali tidak memberi kesempatan bagi Haikal untuk mengantarkan. Karena Bram, ingin menuju gedung sebelah melihat gaun untuk Elea nanti malam.


Haikal pun terpaksa menunggu lift tersebut naik kembali dan buru-buru turun ke lantai dasar.


Begitu keluar dari lift, dia melihat seorang gadis cantik membawa segerombolan satpam untuk menghadang Bram, di depan pintu lift. Hal ini sungguh membuat Haikal berkeringat dingin saking kagetnya.


"Tuan Haikal, ke... kenapa anda kemari?" Cindy berseru kepada sosok dibelakang Bram, yakni Aspri sang bos.


"Cindy, sedang apa kamu?" Haikal bertanya dengan emosi. Sebelum menyelesaikan pembicaraanya gadis resepsionis cantik itu tiba-tiba menimpali dan hendak memojokan Bram, di depan Haikal.


Cindy pun menjelaskan, membuat mata Bram semakin sabar melihat rata rata orang yang ia lihat, jika ia mengubah penampilan biasa saja, di anggap pengemis.


'Kamu dipecat sekarang juga! Bereskan barangmu dan pergi dari sini, segera!"


Gadis resepsionis membelalakan kedua matanya yang berkaca-kaca, ekspresinya penuh kebingungan, pak Haikal, Aku..."


"Apa aku-aku? Kubilang kamu dipecat sekarang juga, apakah kamu tu-li." Haikal membentak tanpa ekspresi. Dia kemudian menoleh dan bertanya dengan penuh hormat pada Bram.


"Ceo Bram. Anda baik-baik saja' kan? Maaf atas kelalaian saya karena tidak keluar bersama Anda."


"Tidak apa-apa!" Bram, menjawab dengan datar.


Semua orang tercengang dan tak berani memercayai perkataan Haikal.


Aspri Corp Miror Gold yang terkenal memanggil si miskin yang entah dari mana munculnya dengan sebutan Komisaris?!


"Ceo .. ?" Cindy mematung sembari menatap Bram.


"Pak Haikal, ada apa ini sebenarnya?" tanya Cindy terbata-bata.

__ADS_1


"Apanya .. yang ada apa? Masih tidak segera meminta maaf dengan Ceo Bram? Dia adalah Ceo pemilik baru di perusahaan kita!" bentak Haikal.


"Dan kalian, bos kita Ananda Pratama telah menjual perusahaan ini. Berita sudah rilis dua jam lalu, bagaimana bisa kalian melihat dengan tampilan kaos polos dan celana pendek di anggap pengemis?" ujar Haikal.


Setelah mendengarkan perkataan ini, Cindy tanpa ragu segera berkata pada Bram, dengan ketakutan.


"Ceo Bram, mohon maaf sekali, Saya... saya sungguh bodoh sampai berani menyinggung Anda. Mohon Anda jangan masukan kedalam hati." usai berkata, Cindy segera membungkukan badannya.


Karena sebelumnya pakaian Cindy terkena kopi, ditambah lagi dia mengenakan kemeja berpotongan rendah, begitu membungkuk langsung tampaklah kulit putihnya. Tak bisa dipungkiri, gadis bernama Cindy ini memang lebih menarik dibandingkan gadis-gadis di kantor Miror Gold.


"Tuan Muda Bram, apa yang ingin Anda lakukan terhadap orang ini?" tanya Haikal.


Bram terdiam, ia memanggil Elea dan bicara dengan lantang.


"Maaf membuat kalian mengejutkan, saya memang pemilik miror gold asli. Mengejutkan, mungkin sebagian atitude kalian perlu dibenahi. Komisaris Elea, sekaligus wakil yang akan mendampingi saya saat saya tak ada. Dia akan mengatasinya di dampingi Haikal yang mengurus kalian semua."


Elea terdiam, ia bagai mimpi di jadikan ratu oleh pria yang ia anggap biasa biasa saja, sederhana tampilannya yang membuat Elea jatuh cinta, bukan lagi harta yang kaya tapi hati dan seluruhnya tanpa cela di mata Elea.


Cindy ketakutan mendengar perkataan Ceo baru. Dia segera menghampiri Bram, tapi di tepis Elea dengan tangan agar tak menyentuh Bram. Meski dia merendahkan diri.


Pak Haikal! Aku memerintahkanmu untuk memecat dia, lihat cctv beberapa satpam yang terlibat pecat! Kecuali jika mereka ingin bekerja di bagian sapu jalanan!! Perintah Elea tegas.


"Kalian satpam yang menyinggung pilihlah dipecat atau menjadi sapu jalanan dibagian bak sampah belakang! terkecuali Cindy, tanpa belas kasih. Segera rekrut yang baru atau bagian sampah dibelakang naik menjadi satpam khusus!" lirih Elea.


"Baik bu komisaris." balas Haikal.


Hal itu seluruh menunduk hormat. Bram pun bergegas pergi saat itu juga karena sibuk, akan menghadiri pertemuan yang baru.


Tbc.


Happy Reading All.


Oh ya, Bram masuk lomba. Setidaknya tidak menang pun, Author berharap dukung like, jejak hadiah atau tonton iklan satu kali, sebagai bentuk dukungan.


Terimakasih, karena Author bakal ada give away 50rb untuk 3 orang comot dari komen terhits mingguan.


Sebagai bentuk kecil kecilan, apakah menyukai cerita ini! Thankyu 😉.

__ADS_1


__ADS_2