
Elea dan Bram sepakat, ia mengantar Hari setelah membujuk untuk menemui keluarga Lena. Bram meminta adiknya, untuk bertanggungjawab pada anak dalam kandungan Lena. Menyingkirkan ego Hari, yang kesimpulannya tuan Tjandra tidak ada bukti kuat dia adalah dalang kecelakaan Armanto.
Dengan alasan saling mencintai, baik Lena maupun Hari, melakonkan drama pasangan yang benar-benar jatuh cinta di hadapan Tjandra.
Tuan Tjandra pun tidak masalah jika ia adalah Bram, anak dari Reksa Hartanto. Karena sejujurnya tuan Tjandra keluarga nomor lima paling kaya, ia tahunya Reksa memiliki anak kandung dua anak laki laki.
Pria tua yang sedari awal memang menyukai pembawaan dan perjuangan Bram. Jelas tidak akan menolak memiliki cucu baik itu menantu seperti Bram, dengan senang hati Tjandra, sang ayah dari Lena merestui pernikahan putrinya jika itu pada Bram, tapi jika itu pada Hari dengan kenyataan ia anak dari Armanto, masih penuh misteri apakah akan direstui jika mengetahuinya yang sebenarnya.
Baik Hari maupun Lena tidak mengatakan apa pun perihal kehamilannya. Toh kehamilan Lena masih tergolong wajar, jika nanti tepat sebulan mereka menikah, Lena mengatakan jika dia mengandung satu bulan.
Tjandra juga tidak curiga mengenai pernikahan anaknya kelak, dan Hari yang terkesan buru-buru.
Dia bahkan sudah berharap Lena, memiliki pasangan sejak gadis itu kuliah awal agar ada yang menjaga.
Melihat kedekatan antara Hari dan Lena, Tjandra sudah menduga jika keduanya akan memutuskan untuk menikah secepatnya.
"Papa tidak akan heran jika nanti Lena bilang dia sudah hamil," gurau Tjandra saat di ruang tamu.
Lena dan Hari saling tatap dengan raut sungkan pada Tjandra, keduanya memaksakan tawa menanggapi candaan konyol.
Hingga sampailah Hari, karena permintaan Bram untuk bertanggung jawab dan menemui keluarga Lena. Pasalnya dahulu setelah bar lithdark hancur. Hari, sempat bekerja pada perusahaan menjadi asisten keluarga T Group, yang dipimpin oleh bapak Lena yakni Tjandra Geir.
Dan sampailah Hari di rumah Lena, ia tak sanggup untuk membantah dan membuat murka Bram serta papa Reksa. Jika kenakalannya sampai menghamili anak keluarga rekannya.
"Aku bangga padamu Hari, kinerjamu selama menjadi asistenku juga baik. Aku akan mempercayakan perusahaan pusat yang ada di sini kepadamu, kembalilah bekerja pada perusahaan bapak! jangan menjadi petugas kebersihan. Bapak akan pulang ke london, terlalu lama di sini membuat tulang-tulang bapak cepat keropos. Udaranya terlalu panas," keluh Tjandra khas orang tua. Setelah lama berbincang.
Lena dari balik pintu menangis, saat membawa nampan berisi minuman segar, dia merasa berdosa sudah membohongi papanya sebegitu parah. Tetapi dia akan lebih merasa bersalah lagi saat papanya tahu bahwa dia menghianati kepercayaan yang diberi, ia hamil dan calon suaminya adalah anak dari musuh bisnis papanya dahulu.
Seperti yang Tjandra katakan, Lena menyatakan kehamilannya saat usia pernikahannya genap satu bulan.
"Pah, kedatangan Lena membawa Hari. Kami ingin menikah, meminta restu papa." ujar Hari, dengan terpaksa matanya merah penuh dendam emosi yang bercampur.
__ADS_1
"Benarkah, papa bangga. Lagi pula Hari, masih anak kenalan rekan papa. Akhirnya papa bisa bergabung pada keluarga seperti Reksa, salam kan salam untuk papamu dari Tjandra ya, Hari! papa akan hubungi keluarga lain, berita penting sebahagia tidak boleh dilewatkan dan ditunda." ujar Tjandra pria tua itu, bahagia.
Tjandra bahagia mendengar dirinya akan mendapat cucu kelak.
Sedangkan Lena dan Hari semakin merasa bersalah pada Tjandra, baik itu kebenciaan dan merasa salah menikahi keluarga yang menyebabkan ayah biologisnya kecelakaan.
Usai mendengar bahwa dirinya akan memiliki cucu, Tjandra pulang ke London segera memesan tiket. Meninggalkan Lena dan Hari yang akhirnya bisa bernafas lega, setelah sekian lama melakoni sandiwara.
"Aku berangkat ke kantor kak Bram dulu ya, kalau ada apa-apa langsung telepon. Atau kita sewa perawat untuk menjagamu?" tawar Hari, membuat Lena berdecak sebal.
"Ayolah, aku hanya hamil bukannya penyakitan," seru Lena membuat pekerja yang dipekerjakan pulang pergi oleh keduanya menahan tawa.
"Aku tidak bisa mengawasimu dua puluh empat jam Lena," protes Hari.
Pernikahan keduanya cukup unik, peran mereka seperti dua sahabat yang saling perduli satu sama lain dengan hubungan yang lebih mirip saudara.
"Lalu, gendonglah aku seperti kura-kura menggendong rumahnya, supaya kamu bisa mengawasiku dua puluh empat jam. Lagipula akan merayap ke mana aku dengan keadaan seperti ini?!" rajuk Lena sebal.
"Sialan kamu Hari!" pekik Lena dengan nyaring, kemudian tersenyum saat mendengar tawa Hari, menggema sebelum rumah kembali sepi karena pria itu sudah pamit pergi.
Dalam kesendiriannya, Lena membuka kembali album lama yang dia buat saat masih bersama Hari. Tidak bisa dipungkiri, meski hatinya sakit oleh tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh pria itu. Rasa cintanya sudah terlanjur mengakar kuat sampai sulit untuk dicabut dengan paksa.
"Akan mirip siapa anak kita nanti. Aku harap dia tidak mirip dengan sikapmu, aku lebih suka jika sikapnya mirip Bram. Dia mau mengalah dan bertanggung jawab meski bukan kesalahannya," bisik Lena mengusap air matanya, ia dulu mengejar cinta Bram, dan terlanjut dirinya telah hamil karena kebersamaan dirinya dengan Hari.
Sepanjang perjalanan, Hari menghafal materi yang harus dia presentasikan di hadapan para calon investor dan para pemegang saham klien Tjandra setelah ia sepakat akan kembali pada perusahaan kontruksi yang ingin Hari hancurkan pelan pelan. Sejauh dia memegang kendali Tjandra Konstruksi, tidak pernah ada komplain mengenai kinerjanya.
Beberapa bahkan memberi testimoni kepuasan mereka, saat bekerja sama dengannya tidak banyak masalah. Jadi Hari meyakini, ketika bukti kuat dia adalah penyebab kematian ayah biologisnya, maka Hari bisa menghancurkan tuan Tjandra dengan menikahi Lena di awal.
***
Sementara Di Kediaman Kantor Bram.
__ADS_1
"Kristal! Apa yang kamu lakukan?!" tanya Elea.
Kala itu Kristal bentak membanting botol yang dipegangnya. Dia benar-benar tidak habis pikir, apa yang membuat Kristal begitu depresi dan putus asa. Di kantor pertanian timun emas.
"Dia hanya menganggapku sebagai teman, El. Dia tidak mencintaiku," racau Kristal dengan wajah bersimbah air mata.
Tidak ada yang tahu, saat gadis itu kembali ke dunia untuk menyusul Hari.
Dia mendapati Hari sedang bersama seorang perempuan yang tengah hamil, perempuan itu adalah perempuan yang sering bersama Hari selama ini. Padahal jelas Kristal lah berjuang mengungkap siapa Tjandra, bisa bisanya Hari mau menikahi yang ayah kekasihnya itu pernah menyakiti dan membunuh ayahnya.
Awalnya Kristal mengira jika itu hanya saudaranya, tapi setelah melihat cincin pasangan yang melingkar di jari manis keduanya. Membuat semangat Kristal untuk mendapatkan kembali cinta Hari pupus.
Hatinya berkeping-keping, dia sudah tidak bisa memperjuangkan Hari kembali.
"Dia siapa Kristal?" tanya Elea inginĀ membuat perhitungan pada pria yang sudah membuat Kristal begitu menderita.
"A-Aku sudah terlalu beradapatasi dengan dunia manusia, aku bahkan sulit kembali. Aku akan dilahirkan menjadi manusia dan tidak lagi menjadi wanita berekor, kamu tahu asal aku kan Elea. Aku sepertinya mencintai Hari." terpaksa Kristal menjelaskan.
"Apa..? ka- kamu ga bercanda kan? kamu bukan manusia normal Kristal, maaf aku sedikit lancang!"
"Benar, semua karena aku melakukan kesalahan pergi pulang ke gunung emas, hatiku kotor karena adanya cinta. Tapi saat kembali ingin menyatakan Hari membuatnya sukses menjalankan misi, Hari akan menikahi wanita hamil itu."
Deuugh!
Bram kala itu yang baru tiba, ia mendapati kenyataan kejujuran Kristal. Elea pun menoleh dibarengi Kristal yang sadar Bram baru tiba.
TBC.
Sambil Tunggu Up!
Yuks mampir novel litersi temen author!
__ADS_1