
Mikha yang lepas menatap suaminya lihai memasak, ia benar menatap kegilaan dimana matanya masih saja tertuju pada map System herbal awet muda. Dimana rasa penasaran itu ingin sekali mendapat jawaban dari suaminya yang perfect ini.
"Mikha .." teriak suara Hari, membuat Mikha menjatuhkan Map, dan hampir berceceran.
"Ah, maaf mas. Aku tadi kepo dikit aja. Ada apa ya mas?"
"Tidak masalah, asal jangan terkena air kopi saja sayang. Aku hanya ingin tanya, apakah kamu tidak ingat kenapa kamu pingsan saat itu?"
"Pingsan .." terdiam Mikha, yang tak ingin mengatakan semua ulah Lena, biar saja suaminya yang mencari tahu. Enggan sekali Mikha membicarakan mantan istrinya yang tua gila harta itu, kejam bagai penyihir dunia real ia ladeni.
"Enggak mas, aku masih belum ingat. Maaf."
"Baiklah, kalau begitu jangan di paksa ya."
Mikha dan Hari pun, kini saling bersuka ria, dimana mereka memanjakan seharian makan tidur, dan istirahat beradegan manis.
KEESOKAN HARINYA.
Mikha membuka matanya, ia bangun tidur, dengan cukup jelas ketika ia mengingat mas Hari membicarakan suatu hal.
"Apa mas Hari akan pergi, atau dia akan mencelakai seseorang?" benak Mikha, tersadar bisikan terakhir.
Satu hari mereka bergulat, dan membuat masakan serta puding bersama. Menonton tv, dan saling bercerita hingga malam mereka melakukan ritual pasutri, Mikha saking terlelap tak sadar dirinya di bisikan sesuatu.
__ADS_1
Hingga Mikha bangun, lalu ia menatap secarik kertas, lalu menatap pesan jika Hari, telah pergi lebih awal. Mikha berusaha mengikat rambut, lalu berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Mikha cukup ingat, kala dirinya yang tak seharusnya tidak ketiduran semalam. Sehingga pagi ini, ia tak bisa melihat mas Hari. Mikha berfikir jika pria yang kini perhatian penuh, telah marah padanya, soal ia mengatakan tidak jujur.
Setelah mandi, Mikha mengeringkan seluruh tubuhnya, hingga di mana. Ia meregangkan segala jari lentiknya, untuk menatap baju yang ia ingin kenakan saat ini.
Mikha pun menunjuk dress berwarna maroon. Hingga di mana, ia memakai dan mencoba nya berkali kali. Setelah menata kembali, ia langsung berhias dan mengambil tasnya.
Mikha hanya memakan sandwich dan teh manis. Sarapan yang tak sengaja ia lihat ke meja dapur. Dengan secarik tulisan kertas, Mikha tahu. Jika itu untuk dirinya.
"Mas Hari. Makasih, sarapan ini. Kamu sungguh perhatian." senyum Mikha.
Sehingga setelah selesai sarapan, ia langsung memesan taksi. Mikha memang tak pandai menyetir, sehingga jika ia pergi. Apalagi mas Hari meminta dirinya tak perlu bekerja, ia meminta Mikha untuk segera membuka usaha fashion, atau makanan dan menjadi bosnya saja. Akan tetapi, Mikha belum memberikan keputusan pada suaminya itu.
[ Osin, gimana kabarnya. Apa saat ini kamu meeting bersama pak Hari? Kemana, boleh share link alamatnya?! ] pesan Mikha pada temannya itu.
Karena dasarnya ibu mertuanya itu berada di rumah sakit dengan cukup lama, dimana keadaan gagal jantung. Membuat Hari dan keluarga system itu percaya, jika di sambung alat perusahaan nomor satu mereka, bernama Sun System, maka masih dinyatakan bisa hidup dalam alam bawah sadar, yang diyakini belum benar benar meninggalkan dunia ini.
***
DI BERBEDA TEMPAT.
Lena kembali berulah, ia merencanakan sesuatu untuk Mikha. Ia tak ingin hidup Mikha sedikitpun bahagia. Ia menginginkan Mikha selaku mendapat karma, karma atas dirinya yang pernah menikahi suaminya. Meski Lena tahu, jika Hari sudah meninggalkannya, tapi keadaan membuat Lena menyesal, tidak mau wanita manapun bisa bahagia pada mantan suaminya ini.
__ADS_1
Akan tetapi, saat Dani menceritakan, dia adalah wanita yang mungkin. Menyatakan Mikha adalah wanita yang hilang. Wanita yang bisa membuat perusahaan dan nama mereka tetap nomor satu tak terkalahkan, dimana mendekati rayuan Mikha, untuk bisa meraup kekayaan Hari Hartanto dengan mudah, meminta Lena untuk mengagalkan aksi jahatnya pada Lena, karena itu membuat Hari Hartanto semakin membenci.
Lena cukup kecewa, kala mas Hari ingin bicara memintanya mendukung pernikahannya dengan Mikha, dan meminta Lena untuk tidak mendekatinya lagi.
Lena tetaplah wanita yang cemburu, ia bisa saja percaya. Tapi kali ini tidak, ia merasa takut jika Mikha akan bersama Hari, setiap saat. Hingga di mana benih cinta mereka datang begitu saja, membuat dirinya terancam. Apalagi sampai Hari meninggalkannya melupakan kisahnya yang ingin dinikahi lagi tanpa ada wanita lain.
Lena pun menghubungi seseorang, seseorang yang ia percaya untuk membantunya.
[ Ya. Lo harus lakuin, gue mau acara itu tetap aman. Mikha harus di nodai, kalau dia hancur baik itu wajah dan kehormatannya. Gue bakal jadi wanita nomor satu yang cukup puas tersenyum. Dengan begitu, gak ada lagi benih cinta tumbuh untuk Hari pada wanita benalu itu, jika dia punya skandal kotor sudah pasti mantan laki gue, bakal ngemis ke gue lagi! ] menutup panggilan.
Perkataan Lena cukup membuat dirinya tertawa puas. Pasalnya, ia tidak ingin dengan alasan lain. Lena tidak akan mendekati Mikha kembali, apalagi demi ibu mertuanya yang cacat menyusahkan, sia sia begitu saja. Kecuali jika Hari dan Mikha benar benar bercerai.
Akan tetapi saat Lena ingin melangkah, ia dikejutkan seseorang pria berjas hitam. Tak lama seorang wanita datang membenturkan tubuhnya ke alas dinding.
"Eh, siapa kalian?" teriak Lena.
"Jangan berani mencoba menyentuh Mikha, jika kau tidak ingin kehilangan kekasih barumu yang amat dicintai karena dia adalah atm berjalan mu, ingat hidupmu bisa sama seperti Mikha yang kehilangan kekasih dulu!" ujar seorang wanita masih, memakai masker dan kacamata hitam.
Sementara dua pria tadi yang memegang tangan, ia menahan Lena di sebelah kiri dan kanan, lalu melepas kasar setelah wanita jadi jadian tadi tiba datang, dan mengancamnya.
Arrrgh!!
"Siapa mereka, dia ga tahu siapa aku. Dia pikir aku takut hanya dengan ancaman tadi?" lirih Lena, ia segera menahan sakit, kala lehernya di cengkram wanita gila, menurutnya.
__ADS_1
'Bisa bisa nya aku di ancam mereka, apa jangan jangan Mikha yang lakukan ini, karena dia sudah sadar hari terakhir itu?' benak Lena, menatap sinis.
TBC.