Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
BRAM & HARI


__ADS_3

Tlith!


[ Saldo kekayaan Hartawan, telah pindah ke saldo priadimu Bram! Jangan biarkan orang terdekatmu meraup habis, seseorang ingin mencelakai agar warisan tidak pindah padamu sang pewaris asli! ] pesan System.


Begitu mudah, dengan sekejap Bram hanya mendapat informasi. Kemujuran dalam langkah usahanya, bantuan system yang ia dapati bagai keberuntungan. Benar Bram, pernah keluar dari rumah untuk menjadi orang biasa, begitu tahu jika ia sering dihina karena ia miskin. Tapi sekarang, bahkan penjilat dan semut pun menghampiri tanpa di suruh.


"Kak, aku ...!" terdiam Hari, kala Bram memberi tatapan tajam.


"Jelaskan, apakah ke belanda kalian memboyong dengan pengawal? Membiarkan papaku hampir mati?" sarkas suara Bram, amat kejam.


"Bram, mama bisa jelaskan. Tapi beritahu kami, dimana papamu sekarang?"ucap Inggrid, ibu paruh baya berusia lanjut itu.


"Tidak akan, saat ini papa sedang di tempat yang aman. Dan aku tahu, kalian datang karena melihat rumah disegel kan? Hari, Bayar hutang yang dibuat oleh mamamu. Jika ingin masih menempati rumah itu!"


"Kak, apa maksudmu. Mamaku, mamamu juga."


"Sudah saatnya mama inggrid berbicara, sudah cukup aku mengalah! Apalagi setelah papaku hampir mati. Kalian akan kembali susah, demi menebus dosa kalian yang lalai akan harta papaku!" ujar Bram, ia segera berlalu.


Hari terdiam, jadi selama ini mama mereka berbeda. Dan benar, mamanya sangat kejam pada Bram serta papanya karena mama inggrid, mengincar hartanya saja.


"Hari, mama bisa jelaskan." tegur inggrid.


"Sudahlah mah! Aku mengerti, jadi tidak perlu dijelaskan. Lagi pula, hutang mama mencapai lima belas triliun. Bar, pun rasanya Hari tak sanggup menjadi pemiliknya lagi, Bram akan jual pada kak Bram dan kita harus pergi." lirihnya, membuat inggrid menolak agar anaknya tetap mengurusi satu satunya pencaharian dari Bar Light, untuk mereka bertahan hidup.

__ADS_1


Hal itu membuat Bram sebenarnya tidak tega, tapi ia lakukan karena istri muda papalah yang bermasalah. Sehingga Bram, mau tidak mau terjun mengurusnya semuanya. Andai, Bram itu sangat iri, karena ia kekurangan kasih sayang sejak ia kecil, di tinggalkan mamanya yang kini pasti, melihatnya dari surga.


'Maafkan aku Hari. Aku harus membuatmu dan mamamu tega.' batin Bram, pergi dan berlalu.


***


Sementara Di Luar, Bram kembali pada penduduk desa sengketa untuk beberapa kandidat yang terpilih sebagai kurir delivery penggantinya, di desa S ini. Tentunya system yang menentukan, siapa yang terpilih ia adalah berasal dari orang jujur, amanah dan pandai menjaga rahasia, dimasa kehidupan sulitnya. System akan menolong salah satu dari warga desa sengketa yang benar benar menjadi kandidatnya seperti Bram.


'Benar, entah apa yang terjadi dengan Bram.' bisik Jehan dengan tidak mengerti.


'Sudahlah, kita berdua juga tidak jelas dengan masalah Bram. Mungkin karena di sakiti oleh Via yang kini jadi tunangan Tio. Dia pasti akan membaik seiring waktu, ayo kita pergi makan!' balas Andi ringan, lalu berbalik dan berjalan saat Bram, terlihat keluar dari kantor itu. Mereka masih saja berbisik akan kesuksesan Bram saat ini yang terkenal.


Setelah Bram menenangkan warga, mereka bubar. Setelah warga mendapat misi dari Bram, dan kembali esok hari menemuinya.


Ketika nama Kristal muncul diruang siaran langsung, seketika para netizen mulai heboh. Satu per satu mulai mengirim pesan menyapa Bram.


Bram, sama sekali tak menghiraukan para netizen. Dia hanya ingin menonton siaran langsung Kristal dengan tenang, tanpa disadari ekor Kristal terlihat. Kristal juga bicara, jika sebentar lagi ia akan pulang, ke tempat asalnya. Sisanya harus Bram atasi sendiri.


Setelah menonton siaran langsung sebentar, Juga mengirimkan hadiah, lalu mematikan ponsel dan bersiap tidur.


Tapi sebelum Bram, sempat tidur, terdengar suara ketukan pintu.


Bram, terperanjat begitu mendengar suara ketukan pintu, lalu dengan alis mengerut dia bertanya,

__ADS_1


"Siapa?"


"Bram ini aku, apa kamu sudah tidur?" suara Kristal terdengar.


"Belum. . ."


Sahut Bram segera, kemudian dia pun segera mengenakan pakaian, dan membuka pintu.


"Kamu sudah makan malam? Kebetulan aku memesan dua porsi untuk makan malam. Mau makan?" tanya Kristal dengan senyum berseri-seri.


Saat ini, Kristal sudah berganti pakaian biasa. Dia mengenakan baju tidur berwarna pink muda, membuat dirinya tampak menggoda.


Dan, Bram tercengang mendengarnya, lalu berkata pelan.


"Baik, tapi kamarku agak kecil. Bagaimana kalau makan di tempatmu saja?"


Mendengar kata-kata Bram, Kristal melirik sebentar ke dalam ruangan Bram, dan berkata dengan dahi mengernyit.


"Aku baru pertama kali ke kamarmu, ternyata selama ini kamu tinggal di tempat seperti ini? Kantor rahasia ini, membuatku terkagum."


Kristal pun bicara, jika beberapa saat lagi ia akan kembali, menjadi manusia adalah hal berat bagi Kristal. Sehingga Bram, menyanggupi makan bersama tanpa perasaan apapun. Bram, juga berterimakasih karena system memberikan orang tepat mendampingi usaha deliverynya berjalan dengan baik. Mereka makan dan mengobrol dengan lancar.


Sorot mobil cahaya di malam hari, terlihat seseorang turun. Kedua mata Kristal dan Bram yang sedang makan, di meja teras kantor terkejut akan siapa yang datang.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2