
Menatap dua mata, ia melihat taman mansion di lengkapi cctv, dan sinar x berwarna blue. Dimana letak system keamanan benar benar dibuatkan oleh Bram dan Damar, katanya demi keselamatan cucunya jika bermain sebelum merangkak.
'Eum, benar benar keluarga genius. Apa apa selalu dengan alat bantuan system.'
Saat di taman, Siren membuatkan teh serta camilan kecil untuk suaminya. Serta papa mertuanya di halaman taman, depan rumah.
ia ikut bergabung digajebo dan berkumpul.
Setelah bayi Haico tertidur. Ada bibi dan perawat baby sister yang ikut membantu dan menjaganya. Bahkan bayi Haico tidur dikamar ruangan terpisah, dan suster ikut membantunya.
Damar paham akan kesulitan Siren. Ia tidak bisa masak dengan lihai, dan menjaga anak dengan sendiri. Karena jika sendiri ia akan kewalahan dan panik.
Damar, tak ingin Siren baby blues. Dan tak menuntut ia harus seperti apa?! layaknya istri cekatan mengurus anak sendiri, karena bagi mereka Siren gadis yang anggun, pintar dan periang membawa kebaikan dan kebahagian sudah cukup.
Di setiap seseorang tidak ada yang sempurna. Karena sempurna adalah milik tuhan.
"Hai Siren kenapa kamu keluar?" tanya Bram.
"Aku sengaja membuatkan teh, pasti lebih seru jika ngobrol di temani ini disore hari Dad."
"Ia betul juga sih, makasih ya Siren, bagaimana Haico sudah tidur?" ucap papa Bram.
"Ya Dad, sudah."
Damar pun antusias, melirik tubuh istrinya dengan manja.
"Kemari sayang, duduk di dekatku. Bagaimana hari ini, kamu jangan terlalu lelah. Jika kamu merasa mengantuk, ada suster Rani membantu mengurus Haico kan. Aku dan Dady sedang membuat keamanan mansion dengan ketat."
"Eum, ia benar hubby maaf ya."
Siren meminta maaf, pada suami dan ayah mertuanya itu.
"Maaf untuk siapa, untuk apa sayang?" ucap Bram dan Damar pun kebingungan.
Mereka sedikit menaikan alis.
"Siren harusnya, mengurus Haico sendiri tapi ini malah serba dibantu, Siren juga ga pandai masak, maaf."
__ADS_1
"Siren, kami tidak menuntut dan tak ingin kamu lelah, meski begitu jalani kamu seperti biasa bahagia, selalu sehat saja itu lebih dari cukup, Dady tidak ingin senyum Damar menjadi kerut jelek karena menangis jika kamu tak disampingnya, jangan pernah jadi beban, kami mendukung kok Siren."
"Terimakasih."
"Siren untuk apa minta maaf, untuk apa Haico punya uang jika tak bisa menggaji dan memperkerjakan orang untuk membantu. Bukankah itu bagus, kita memperkerjakan orang. Jadi mengurangi tingkat pengangguran." ucap tambah Bram.
Siren tersenyum, dan senang rasanya mempunyai mertua yang hangat. Dan selalu mendukungnya. Sehingga mereka mengobrol santai. Dan tak lama Damar pamit mengajak istrinya masuk, melihat bayi Haico.
***
Di Kamar.
"Sayang, lihatlah tubuh mungil ini. Aku bahagia sekali, berat badannya sungguh diluar ukuran bayi umumnya. Dan dia benar benar montok sekali sayang."
"Iya hubby, aku bersyukur anak kita kuat dan tumbuh sehat sekali."
Damar tak henti- hentinya mengecup jemari tangan Siren, dalam pelukan membelakangi. Siren hangat dalam pelukan suaminya, di depan ranjang box bayi.
"Sayang, Haico kuat sejak dalam kandungan, aku yakin dia pria kuat dan penuh wibawa nanti."
Siren menggoda dan membuat geram manja Damar, sehingga bisik dengan tertawa mereka.
Ssst!! sudah hubby kasian Haico nanti bangun.
Ah ..sakit hubby!
"Kenapa sayang, air susu ini luber. Kenapa rasanya ngilu seperti ini ya, padahal baru saja tadi aku memompa. Sakit sekali, aku harus memompanya lagi."
"Tak apa sayang, jangan membuat ini menjadi panik dan menjadi beban untukmu. Aku akan membantu dan mengambil alat pompa, serta botol dan box untuk kita simpan stok susu anak kita."
"Makasih hubby," ucap Siren dan Damar membalas menyusuri jalan.
"Tak apa sayang, jika aku membantumu sebelahnya alat pompa, dan diriku membantumu disebelahnya dengan manual, aku akan siap 24 jam sayang." teriak Damar berkata seperti itu.
Siren, sedikit lola dan memutar mata dan berfikir apa maksudnya. Suster Rani yang mendengar pun tertawa kecil. Sehingga sekembalinya Damar.
Siren tersadar apa maksud suaminya, dan menatap suster Rani yang tertawa kecil dan pamit karena telah malam.
__ADS_1
"Eh, hubby kamu benar - benar membuat aku malu, bisa- bisa nya berkata seperti itu, di depan suster."
Suster Rani, adalah baby sister khusus bayi.
Damar hanya tersenyum dan selalu membuat suasana jahil apalagi ia memang benar tidak tahan, mengapa wanita hamil, dan setelah melahirkan menjadi sangat seksi. Damar tetap saja memandang istrinya, dengan berbagai khayalan di pikirannya. Padahal baru saja tadi pagi bergelut manja.
"Tak apa sayang, kita pasangan sah kenapa malu."
Damar melirik suster Rani di kamar bayi Haico dan sudah tak ada, tak lama pintu kamar bayi dikunci.
"Kenapa dikunci hubby?"
Damar membantu memompa memerah asi ke dalam alat pompa, yang tersambung dua alat sekaligus. Bahkan ia memeluk istrinya dari belakang, melingkar tangannya ke dalam perut istrinya. Sambil menatap bayi nya yang tertidur pulas.
"Hubby, aku sedikit lagi selesai. Ayo bangun!"
Dan Siren menatap suaminya tertidur dipundaknya, meski ia bersandar di punggung tembok, tapi kepala Damar menyandarkan ke bahunya. Siren menatap suaminya yang perhatian dan ikut membantu, ia merasa tidak sanggup jika mengurus sendiri. Siren bersyukur mempunyai suami dan mertua yang baik pengertian.
"Maafkan aku hubby, kamu pasti lelah."
Siren pun mengecup pipi, bibir Damar berkali- kali untuk membangunkannya. Dan ketika Damar bangun. Ia menatap istrinya beranjak karena bayi Haico terbangun. Ia pun turut membantunya.
"Hubby, kita tidur bersama dengan Haico bagaimana?"
"Baiklah sayang, ayo aku bantu siapkan keperluan tuan muda kita ini ke kamar."
Siren pun tersenyum dan mencium bibir suaminya, dan bayinya dengan kilat.
Pasangan akan lebih indah saling memahami, membantu kesulitan dimana posisi semestinya. Meski lebih banyak romantis.
ada juga sebaliknya, dan sebaliknya romantis tapi tidak terlihat dan memperlihatkan.
Ada banyak begitu pasangan, dan keluarga yang mengutarakan rasa cinta, perhatian dengan cara sendirinya.
Jangan lupa bersyukur akan apa yang telah ada!! Sama hal, menyatunya Damar dan Siren yang rumit, penuh banyak lika liku terjal kehidupan, membuat Siren bertambah kuat dan semakin manis di akhirnya.
TBC.
__ADS_1