Pengantar Box Jutawan

Pengantar Box Jutawan
JADI PERCOBAAN


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Mikha menatap suaminya yang kini duduk dengan polosan, dimana setelahnya, hanya di batasi sebuah meja begitu saja. Mikha yang gugup ketika suaminya polosan, mengambil selimut hangat untuk menutupi.


"Mas, biar di tatak seperti ini saja. Aku ngilu liatnya, gimana buku buku map itu bergerigi, mengenai ..?"


Sssst!! tanda Hari, meminta Mikha diam. Karena ia sedang menerima panggilan.


Dengan mata dalamnya, Mikha membuatkan sebuah jahe hangat dengan gingseng. Ah! mungkin inilah yang membuat obat obatan keperkasaan suaminya On terus. Ah gila, jika di rasa Mikha belum pernah merasakan asmara yang berlebihan dengan perjaka ting ting, tetap saja jika di lihat di ukur suaminya, ia jauh dari kemana mana, hanya saja Mikha tidak mendapatkan pria segel.


Aish! pikiran apa ini, kenapa pikiran ku oleng terus. Tidak biasanya, mas Hari begitu lama bersamaku, tapi jika terus menerus bisa remuk juga seluruh badan.


Mikha berusaha menyadarkan lamunan, dimana ia telah mengaduk ngaduk minuman hangat itu. Lalu mendekat ke arah suami gagahnya, si pria berumur yang semakin hari semakin membuat Mikha gila pada pria seperti Hari Hartanto, mungkin bisa di bilang dady sugar di film hits saat ini, dimana remaja mempunyai hubungan dengan pria berumur dan berambut sedikit putih.


Mikha duduk, isyarat pada suaminya yang sedang menelepon, hingga disetujui dengan kedipan mata, Mikha membuka sebuah map berusaha untuk membacanya.


'What? apa semua ini, system herbal awet muda?'


Mikha melongo, dimana nama nama yang sulit, ada dalam daftar tersebut.


Kunyit .. 10mg, ups .. kenapa sedikit sekali, ah aku tahu jika banyak akan jadi jamu. Teh Chamomile 15 mg, Peterseli 85 g , Kayu manis 20 g, Greentea 30 g, Collagen 120 mg. Gingseng 182 g. ' Astaga, pantas saja kekuatan di ranjang bernasib gila, rupanya suamiku jualan obat herbal ya?' benak Mikha, lalu membaca dengan sesama.


'Eh, apa ini. Semua campuran di racik ke dalam kuali, dan di sengat Sun System. Apa itu Sun System, apa Sun artinya matahari System .. sebenarnya aku penasaran, kenapa semua perusahaan keluarga ini ada System, jadi penasaran deh.' gumam Mikha.


Mikha pun berlalu menuju lemari untuk menyiapkan suaminya pakaian, mungkin setelah menerima panggilan yang amat serius, ia akan mandi.


Mikha memastikan semuanya telah terkunci. Menderu nafas, lalu kembali ke kamar untuk merapihkan seisi kamarnya. Apartement mas Hari, hanya ada satu kamar yang cukup luas bagi dua orang tinggal.


Haaaaciiih. Haaaciih!


Kreeek!


Braaaagh!

__ADS_1


Mikha menoleh, ia menatap suaminya bersin bersin, dan terdengar suara barang jatuh.


"Mas, kamu di dalam?" menatap panik ke arah kamar kecil.


Dengan sigap, Mikha lalu masuk begitu saja. Mematikan keran air yang menyala, hingga di mana ia terkejut kala mas Hari menatapnya dengan tajam.


"Oh .. Mas. Maaf a-aku?" menutup mata


"Kamu menggodaku Mikha. Kamu berani masuk di saat aku bulat seperti ini?" lirik goda Hari.


"Mas. Itu tadi kesalahan, aku ga bermaksud. Tapi saat kamu tadi .. eeemmh, itu pas kamu bersin. Aku refleks masuk. Apalagi tadi bunyi seperti orang jatuh."


Mikha menjelaskan dengan wajah pipi yang merah jambu. Sikapnya yang ceroboh membuat dirinya malu, hingga di mana ia mencoba membuat kesan. Jika tak terjadi apa pun.


Hari yang sudah kepalang tergoda, ia langsung melingkarkan handuk ke arah pinggang Mikha. Lalu ketika akan keluar, tubuh nya kembali di tarik dan di pangku, sontag Mikha terkejut ketika posisinya duduk membelakangi suaminya.


"Apa kita tidak akan kedatangan tamu lagi?" bisik Hari.


"Hah, aku ti- tidak tahu, soal itu. Aku coba lihat ponsel ya mas!"


Mikha cukup gemetar, tubuhnya berkeringat dan aroma harum sabun masih menyengat dari badan mas Hari, bagi Hari yang memeluk remas dekapan tubuh area depan Mikha. Mikha cukup takut, ia memang telah merasakan sesuatu yang tiba saja bangun.


Hingga di mana, Mikha memejamkan matanya. Namun aksi kilat jahil Hari menggendong Mikha. Lalu membuka semua bungkus pakaian di tubuh Mikha yang menempel. Tanpa sadar, Mikha melirik suaminya menyalakan air keran pada bath up hingga penuh.


Perlahan Mikha tahu, ia cukup berani untuk mengatakan. Jika ia telah siap kapanpun di inginkan, tapi entah mengapa bibirnya berat untuk ia ucapkan, mungkin benda itu terlihat tidak normal bagi pandangan Mikha saat ini.


"Mikha..." serak Hari dengan nada lembut.


"Ya, ada apa Mas?" membuka mata perlahan.


Hari mengecup kilat kening Mikha. Lalu berbisik dan menggigit telinga Mikha. Entah ingin sekali ia mendorong pria satu ini, mengapa dia selalu membuat dirinya di gigit dengan cara aneh. Apa itu adalah hobinya.

__ADS_1


"Mandilah. Mas sudah siapkan semua! mas akan tunggu di luar ya!"


"Mas, ta- tapi. Aku kira mas akan .. ?"


Mikha terdiam, ia menunduk tak berani menatap Hari, kala semuanya tak sanggup Mikha bicara lagi. Lagi pula, Mikha juga tidak membayangkan jika mereka bermain di dalam bath up, kedinginan dan aneh tidak enak pastinya, karena yang terlihat di film mungkin asik dan romantis, tapi aslinya bisa masuk angin dan flu burung alias flu atas bawah pastinya.


Mikha mendekap punggung Hari, ketika semuanya benar benar bulat. Mikha meyakini, jika ia telah menjadi istri terbaik untuk suaminya saja. Sudah cukup baginya untuk tidak durhaka, dengan demikian mungkin rasa kesusahan hatinya bertemu Hari, akan biasa biasa saja setelah adegan manis, perlakuan manis dan sikap manis mereka bersama sama setiap hari.


Hari, terdiam kala Mikha sudah berada dibawah pusarannya dan memainkan segala hal kewajiban sebagai istri. Menolak sudah terlanjur di ujung puncak, yang tak mungkin Hari lewati saat ini. Dan mereka berdua memulai kehidupan bersama, dimana jarak yang sering terpisahkan.


Di mana Hari sebagai percobaan penelitian manusia yang bisa awet muda dua puluh tahun sebelumnya, dimana semua pasti ada efek samping. Yakni racikan gingseng yang membuat Hari, tidak bisa mengontrol. Mungkin ia akan membawa Mikha kemanapun mulai saat ini, terlebih dirinya tidak tepat jika mengatakan pada Mikha tentangnya, yang jadi percobaan.


***


Terik matahari, di bangun tidur membuat mata Mikha terbuka dan menyapu. Lingkaran tangan Hari ke pinggang rampingnya, membuat Mikha sadar untuk bisa membalas cintanya yang tulus.


"Kamu udah bangun, sayang?"


"Mas, aku buat sarapan dulu ya?"


"Kamu lapar? Mas hubungi Eri untuk mengantar makanan. Kamu cukup temani mas, makasih untuk semalam kamu mengimbangi mas dan selamanya kamu harus seperti itu."


"Hah?! Mas, aku yang minta maaf! Biar aku aja yang masak, kasian Eri. Ini hari libur loh, karyawan kamu apa ga kasian terganggu."


"Hemph! Kalau gitu, kita masak bersama setelah .. Ini." senyum Hari, kala membuntal aksi mereka dibuntalan selimut cream tebal.


Canda pasangan suami istri, sudah tidak bisa di pungkiri. Hal menguntungkan bagi pria akan terbayar saat itu juga.


Hayo! Siang menjelang sore, kalian mikir apa?!


Adegan Manis Dah Author Buat Ya All.

__ADS_1


~ Happy Reading ~


Tbc.


__ADS_2