
Usia pada dasarnya bukanlah faktor utama, tapi yang selalu dijadikan sebagai patokan agar seseorang bisa dikatakan jenius atau tidaknya, sering sekali dilihat dari usianya. Padahal yang menjadikan seseorang jenius bukanlah hal itu, melainkan pemahaman orang itu mengenai kultivasi dan sejauh apa perkembangannya dalam dunia kultivasi.
Sedangkan untuk mencapai tahapan menengah system delivery dibumi, menghabiskan lebih dari 1000 tahun adalah hal yang umum untuk rakyat biasa.
Nama Bram Hartanto sangat dikenal oleh para tetua di langit kesembilan dunia system, bahkan beberapa kekuatan di langit delapan dan langit tujuh memperhatikannya juga.
Terlebih dia kini tengah berkultivasi di salah satu sekte paling bergengsi di langit sembilan, Sekte Kurir Pengantar Box yang tak biasa turun ke bumi memilih Bram, karena dipercaya ia bisa menyelesaikan misi.
Ruslan menjelaskan dengan rinci mengenai prestasi Bram cucu keturunan dalam kultivasi dan seberapa terkenalnya orang itu di dunia alam. Alih-alih merasa kagum karena 'kejeniusan' Bram terdengar dari mulut Ruslan memberikan reaksi apapun, sehingga ia meminta seseorang mengutus Bram menjalani misi pertamanya.
Di kamar lain setelah mengantar timun emas senilah 80 juta, Bram yang merasa Kakek Ruslan tebal di sekitarnya segera melakukan kultivasi, begitu juga dengan timun emas dan Slot id yang membuatnya penasaran. Dua nama itu berkultivasi bersama. Pusaran otak Ruslan berputar di atas kepala Bram, mengalir dengan deras ke dalam tubuhnya, seolah ada kekuatan yang terisi di seluruh tubuhnya, kala menatap penuh komputer.
Bersamaan dengan kultivasinya, ia menggunakan karakteristik dari Tubuh Cahaya system untuk juga mengeluarkan Martial Spiritnya yang kini telah berevolusi menjadi Martial Buah timun emas. Kekuatan serap semakin menggila, aura kuat keluar dari dalam tubuhnya Bram.
Berbeda didunia alam langit slot id mengalir sebuah cahaya, hingga turun ke bumi dengan sebuah alat canggih yang diturunkan energi ke dalam komputer, semua isi yang Bram lakukan dalam komputer untuk menerka saham dan slot timun emas berkembang dengan jenius tersambung ke otak Bram, keturunannya sempurna mengerjakan misi demi misi, semua itu agar Ruslan tidak musnah karena memiliki penerus.
"Kekuatan serap yang sangat luar biasa. Sepertinya cahaya ini tengah berkultivasi..." gumam Bram tak percaya, menatap komputer kala ia memenangkan terka saham yang naik pesat.
Satu malam berlalu dengan cepat. Bram berkultivasi semalaman dan mungkin memerlukan sedikit waktu sampai ia menerobos ke tahapan timun emas 24k seberat 100 kg dalam waktu dekat.
__ADS_1
[Qi, bagaimana caranya mendapat orderan timun emas 24k seberat 100kg dalam waktu 24 jam. Sedangkan tanah yang Qi Ruslan miliki paling besar 3kg dengan lapisan emas 24k.] pesan ponsel khusus yang tersambung komputer kuno.
Bram, terdiam menunggu jawaban sambil memverifikasi kode ip namenya, dengan menyambungkan kode pelanggan yang memesan. Berharap Qi Ruslan cepat membalasnya.
Begitu juga kakek Ruslan yang mendapat pesan dari Bram diatas langit, karena Qi Ruslan yang tebal di Alam langit terkenal, hanya dalam satu malam ia menerobos ke tahapan langit Emperor tingkat pertama.
Mereka adalah orang-orang perwakilan dari Akademi Vermilion, semua orang yang kini ada di Kota Bulan menatap hormat pada akan keberhasilan cucu keturunan Ruslan yang tinggal dibumi, ini pertamakalinya generasi ratusan tahun lalu ada yang memesan timun emas seberat 100kg utuh.
"Aku berharap cucu keturunanku bisa memasuki Akademi Vermilion dan menjadi murid di sana."
"Bukan hanya kau yang berharap seperti itu, kami semua menginginkan hal yang sama. Siapa yang tidak mengetahui Akademi Vermilion? Para keluarga yang memiliki banyak harta berusaha untuk memasukkan para generasi muda mereka ke dalam Akademi Vermilion..."
"Qi, kau jangan gugup ketika bertarung di atas arena. Begitu kau membawa Bram, berhasil memasuki Akademi Vermilion, kita tak perlu lagi berjualan bukan? Ini langit tapi mempekerjakan manusia dibumi."
Kompetisi yang diadakan oleh Akademi Vermilion membuat para generasi di Kota Bulan sangat bersemangat. Ini adalah suatu momen yang mereka tunggu, jika saja mereka bisa menjadi murid Akademi Vermilion, posisi mereka di mata masyarakat alam langit akan sangat berubah drastis.
Perbincangan para tetua langit berbisik, sehingga Qi Ruslan yang kebingungan, membalas pesan Bram hanya dengan konsentrasinya fokus untuk menjawab pesan Bram. Jujur timun emas ratusan kg hanya bisa didapatkan jika Bram masuk ke goa gunung desa Luhihi, 50 kilometer dari Bukavu selatan ( Kongo ) dan masuk ke akademi setelah dinyatakan lolos.
Qi Ruslan menjawab pesan Bram, agar orderan itu harus menunggu 7x24 jam.
__ADS_1
Bram mendapat pesan, dari kakek Ruslan yang tercetak nama itu terlihat. Qi Ruslan, jika ia harus ke kota Kongo dimulai esok hari pukul dua malam, dengan syarat Bram masuk dan lolos Akedemi Vermilion agar ia mempunyai sertifikat resmi untuk bisa menyelesaikan misi orderan pelanggan ke lima.
Bram dengan tenang menjawab, "Setelah aku berpikir semalam, aku memutuskan untuk ikut serta di kompetisi Akademi Vermilion. Aku juga ingin tahu seperti apa Akademi Vermilion itu... Kongo, berapa lama aku harus menempuhnya?!"
Qi Ruslan telah memutuskan untuk tetap menjaga profil rendahnya sebisa mungkin. Bagaimanapun Alam Nirwana Agung bukanlah alam bawah yang dimana ia bisa menemukan beberapa orang yang tidak memiliki kultivasi. Hampir semua orang di Alam Nirwana Agung setidaknya memiliki basis kultivasi, walau rendah. Dan ia berharap Bram di dunia alam bumi keturunan cucunya itu bisa menyelesaikan misi akhir ini, agar jiwa rohnya dilangit tidak terancam.
[Bram misi ini sangat sulit meski terlihat mudah! Jika tidak lolos akademi vermilion. Maka semua yang kamu miliki akan lenyap, kembali bertemu keluargamu dengan gembel.]
Bram tercengak akan peringatan kakek Ruslan. Ia tidak mungkin pulang ke rumahnya tanpa membuktikan, dirinya kaya dan bisa sukses hasil sendiri, tidak dengan sepeserpun uang orangtuanya. Bahkan hidup dalam genggaman orangtua bagai kacung yang mudah diatur.
[Baik Qi! Bram terima tantangan itu, jika tidak lolos. Lebih baik aku kembali tak bernyawa.] balas pesan Bram.
Qi Ruslan tersenyum menampaki pada tetua alam langit yang melihat, seperti layar bioskop. Dengan kata lain, Ruslan harus mengumpulkan para jenius dari setiap Akademi atau Sekte untuk membangun pasukannya sendiri.
Tentu saja semua orang yang akan ia pilih adalah orang-orang jenius. Ia tidak bisa memberikan, Tubuh Spesial kepada mereka yang memiliki basis kultivasi, atau orang tersebut akan mati meledak seperti komputer yang rusak mengeluarkan asap dan berbau hangus.
Dan ia akan mengawali itu, dengan masuknya Bram ke Akademi Vermilion demi sebuah pelanggan misi box untuk mengantar timun emas 100kg utuh 24karat.
'Semoga kau berhasil Cu! Jika tidak kakek akan ikut musnah didunia langit. Dan kamu harus kembali pulang dengan aturan keluarga seperti rantai tersambung terus diatur, bagai boneka istana.' gemuruh Qi Ruslan penuh harap pada Bram.
__ADS_1
Tbc.