SELALU ADA TEMPAT BERSANDAR

SELALU ADA TEMPAT BERSANDAR
Malam yang Berkesan


__ADS_3

Yang masih di bawah 17 tahun sebaiknya skip episode ini meski tidak terlalu vulgar.


🌷🌷🌷


Kedua mempelai meninggalkan pelaminan kala waktu sudah cukup larut. Farhan membimbing Via memasuki lift menuju kamar pengantin di lantai paling atas.


Baru saja Farhan membuka pintu, ponsel yang sebelumnya dititipkan kepada Azka bergetar. Ada pesan masuk. Tangannya segera membuka kunci layar.


Azka


[Maaf, Mas. Bisa turun lagi? Ada tamu penting, nih.]


Farhan segera membalas pesan itu dengan singkat.


[Siapa?]


Tampaknya Azka menulis pesan cukup panjang.


Azka


[Ada dr. Kevin yang terkenal dingin dan Pak Mayoko Mahendra, ayah Keyra,]


Farhan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jas.


"Mandilah dulu. Mas mau turun. Ada tamu yang baru datang. Dek Via nggak usah ikut turun, nanti capek."


Setelah berpamitan, Farhan segera turun menuju ballroom.


Setelah Farhan keluar dari kamar, Via segera bersiap membersihkan diri. Ia mencari baju ganti.


Mata Via tertumbuk pada tumpukan kain di atas sofa. Tangannya meraih dari lipatan paling atas.


"Sajadah, mukena, sarung," gumamnya.


Matanya beralih ke tumpukan kain di dekat sajadah.


"Baju tidur? Ini baju tidur perempuan. Berarti satunya buat Mas Farhan?"


Via membentangkan lipatan kain bermotif sama. Ia yakin itu baju tidur couple buat dia dan Farhan.


"Tipis amat? Mana pendek lagi. Masa nggak ada jilbab? Eh, aku tidur pakai jilbab nggak ya? Aduh, kalau nggak pakai, aku malu. Tapi, masa tidur bareng suami pakai jilbab? Mana jilbabnya? Nggak mungkin aku pakai jilbab ini. Lagian, bajunya pendek begini. Aaah...aku bingung," desis Via.


Ia berjalan mondar-mandir sambil memegang baju tidur. Akhirnya, ia melepas gaun pengantinnya lalu berlari ke kamar mandi sambil membawa baju tidur.


"Aku harus cepat-cepat mandi. Sebelum Mas Farhan kembali, aku mesti sudah selesai. Aku bisa sembunyi di bawah selimut. Ah, aman," pikir Via.


Tak lama terdengar gemercik air dari shower. Kurang dari 15 menit, Via selesai. Ia buru-buru mengenakan baju tidur.


"Aaah...aku kan belum salat isya. Astaghfirullah al aziim, kok bisa sampai lupa."


Via segera mengenakan mukena. Tak lama kemudian, ia sudah khusuk mendirikan salat.


Usai mendirikan 4 rakaat, Via melanjutkan dengan berzikir. Saat itu, terdengar ucapan salam dari pintu.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab Via sambil menoleh. Tampak Farhan masuk ke kamar sambil tersenyum.


"Dek Via sudah siap salat ternyata. Tunggu, ya, Mas mandi dulu. Baju ganti untuk Mas sudah ada?"


Via tersentak.


"Siap salat? Aku udah salat isya. Mas Farhan pasti juga sudah, malah sebelum resepsi. Aaah, tentu salat sunah zifaf. Aduuuh, Mas Farhan tentu mengira aku menunggunya untuk salat zifaf bersamanya," batin Via.


"Kok malah bengong? Ada apa?"

__ADS_1


Via terperanjat. Ia bangkit untuk mengambilkan baju tidur.


"Adanya ini, Mas. Via nggak tahu harus minta baju ke siapa? Via juga pakai baju tidur pendek," kata Via sambil menunduk.


"Ya sudah. Ada sarung, kan?"


Via mengangguk. Ia mengambil sajadah dan sarung yang masih terlipat.


"Taruh situ saja. Mas mandi dan ganti baju dulu."


Saat Farhan selesai mandi, Via masih duduk di atas sajadah.


"Ayo, kita salat!" ajak Farhan. Pria itu mengambil posisi di depan Via.


Usholli sunnatan lailatiz zifafi rok ataini lillahi taala


Mereka pun larut dalam ibadah salat sunah dua rakaat dengan Farhan sebagai imam. Usai salat, tak lupa memanjatkan doa.


Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha alaihi wa a-udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha alaih


(Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau berikan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang engkau berikan kepadanya)


Farhan melepas mukena yang dikenakan Via. Akhirnya, Farhan kembali dapat melihat penampilan Via tanpa jilbab yang biasa menutupi rambutnya. Sekarang, rambut panjang Via terurai, sebagian menutupi wajahnya. Tangan Farhan terulur menyibak rambut hitam Via. Kemudian, dibimbingnya sang istri menuju ranjang.


Farhan melepas sarung dan meletakkan di atas lipatan sajadah.


Pria itu duduk mengambil posisi di samping Via. Direngkuhnya pundak gadis itu.


"Kamu wangi banget," ujar Farhan sambil mendekatkan wajahnya ke leher Via.


"Mas suka?" tanya Via lirih.


"Suka, asal pakainya saat bersama Mas. Dek Via suka pakai parfum?"


"Kan nggak boleh bagi perempuan pakai parfum ketika keluar rumah yang memungkinkan ketemu lelaki bukan mahram. Itu dikasih bunda. Ternyata sudah ada di meja rias. Mas mau pakai?"


Farhan tertawa. Gigi putihnya terlihat berbaris rapi.


"Enggak, itu kan untuk perempuan. Mas udah pakai punya Mas. Eh, parfum ada di meja. Tapi kenapa baju kita nggak ada, ya?" ujar Farhan.


Via baru menyadari keanehan itu.


"Iya, ya? Tas Via juga ada tuh," sahut Via.


"Ah, sudahlah. Besok saja kita tanyakan. Sini, naiklah!" perintah Farhan sambil menepuk ranjang.


Via menurut. Ia merebahkan tubuhnya. Farhan pun melakukan hal yang sama, berbaring di samping Via. Farhan memiringkan tubuhnya.


"Dek, mulai sekarang aku panggilnya cinta saja, ya?"


Via menoleh. Ia menahan senyum.


"Kenapa? Biar romantis?"


"Hooh. Rasulullah juga memanggil istrinya dengan panggilan kesayangan Khumairah. Ayah bunda juga panggil sayang, ayang gitu."


"Ayah dan bunda? Kok Via belum pernah dengar?" tanya Via heran.


Farhan membetulkan posisinya. Tangannya meraih tangan Via dan diremas lembut.


"Panggilan kesayangan itu hanya berlaku saat mereka berduaan. Tapi Mas pernah dengar hehe...."


Via mengangguk-angguk. Sekarang dia sudah bisa merasa rileks di dekat Farhan.


"Bagaimana, setuju kan?"

__ADS_1


Via mengangguk dan tersenyum.


"Lalu, Via mesti panggil Mas Farhan apa? Masa cinta juga? Atau sayang?"


Farhan terdiam sejenak. Ia memikirkan sesuatu.


"Bagaimana kalau hubbiy?"


"My hubby? Suamiku?"


"Bukan. Hubbiy yang dalam bahasa Arab, yang artinya cintaku."


"Oh, begitu. Boleh. Tapi, Via masih kagok."


Farhan tersenyum. Kali ini tangannya berpindah ke kepala Via.


"Namanya juga panggilan baru. Nggak apa-apa kalau kagok. Lama-lama kan terbiasa."


Tangan Farhan turun membelai pipi Via. Kemudian, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Via. Diciumnya dengan lembut pipi yang baru dibelai. Ciuman itu kemudian menjalar ke bibir.


"Cinta, sudah siap?"


Via mengangguk meski dadanya serasa bergemuruh.


Bismillah Allahuma jannibasy staithona wa jannibisy staithona naa razaqtana


(Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.)


Tangan Farhan menarik tali di baju tidur Via lalu melepaskannya. Ia pun melepaskan baju tidurnya.


Setelah melakukan pemanasan, barulah Farhan melakukan kegiatan inti. Via sempat meringis kesakitan.


"Maaf, Cinta. Tahan sedikit, ya," bisik Farhan.


Via mengangguk. Ia pun berusaha menikmati sentuhan suaminya.


Beberapa menit berlalu, mereka pun sampai pada tahap puncak.


Allahummaj alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah


(Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)


Peluh membasahi tubuh keduanya. Farhan tidak mempedulikan hal itu. Ia mendaratkan kecupan mesra di kening sang istri. Via membalas dengan senyuman. Keduanya pun berdoa.


Alhamdu lillaahi ladzii khalaqa minal maa i basyaraa.


(Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).


Farhan mengambil baju yang berserakan. Setelah mengenakan bajunya, ia ganti memakaikan baju untuk istrinya. Keduanya pun membersihkan diri.


Usai membersihkan diri dan berwudu, Farhan dan Via kembali ke ranjang.


"Sini, tidurlah di pelukan Mas," ucap Farhan.


Via menurut. Ia merebahkan diri menempel tubuh sang suami. Farhan segera merengkuh tubuh Via ke dalam pelukannya. Tak lama kemudian, mereka telah hanyut dalam lelap yang menenangkan.


***


Bersambung


Terbayar sudah penasaran readers yang kemarin menanti MP. 🤭


Mohon maaf kalau kurang berkenan. 🙏


Tetap ikuti kisah selanjutnya, ya! Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan memberi like dan komentar. Syukur kalau vote yang banyak.

__ADS_1


__ADS_2