Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Laptop Baru Dari Ummi


__ADS_3

"Kota mampir ketoko komputer Farhad" ucap Ummi ketika kami diperjalanan pulang


"Siap ummi" jawab Farhad


Lalu mobil yang dikendarai Farhad segera berbelok kearah salah satu toko komputer yang banyak berjejer di seputaran toko-toko besar


"Ayo kita turun" ajak ummi


Aku mengangguk dan mengikuti ummi masuk kesalah satu gerai toko komputer


Salah seorang spg segera mendekati kami ketika melihat kami masuk


"Selamat datang Ummi Afsha, suatu kehormatan buat toko kami didatangi ummi lagi" ucap spg tersebut


Ummi menampilkan senyum ramahnya. Lalu tak lama datang seorang lelaki yang berpakaian necis mendekat dan sedikit membungkukkan badan kearah kami


"Selamat datang ummi, senang sekali rasanya hati kami mendapatkan kunjungan ummi"


Kembali ummi tersenyum, akupun ikut tersenyum, dalam hati aku memuji ketenaran ummi di Jeddah ini. Namanya konglomerat pasti terkenal, batinku


"Silahkan ummi duduk, saya sendiri yang akan melayani ummi" ucap lelaki itu lagi yang ternyata adalah ownernya toko komputer ini


Ummi segera duduk, dan memberikan kode padaku untuk ikut duduk.


Owner tersebut segera masuk kedalam barisan beberapa spg yang sedang melayani pembeli lain dan beliau dengan ramah menanyakan maksud dan tujuan ummi ke tokonya


"Tunjukkan pada saya laptop keluaran terbaru dengan spesifikasi yang canggih" ucap ummi


Segera lelaki itu meninggalkan meja kaca, berbalik sebentar dan tak lama telah muncul dengan sebuah laptop ditangannya.


Dia lalu menjelaskan secara detail spesifikasi laptop yang dibawanya tersebut, aku dan ummi memperhatikan dengan seksama.


Selagi dia menjelaskan, beberapa orang spg juga datang membawakan beberapa laptop lagi. Dan kembali owner tersebut menjelaskan setiap laptop yang diberikan spg kepadanya.


"Saya pilih yang ini" jawab ummi setelah penjelasan owner tersebut selesai


Dengan wajah sumringah owner tersebut langsung menyuruh spg menyiapkan laptop sesuai permintaan ummi.


"Ini" ucap ummi sambil memberikan black card kepada owner tersebut


Kembali mata owner tersebut menyiratkan sebuah kebahagiaan. Tak lama menunggu, spg yang diperintahkan owner menyiapkan laptop tadi telah kembali dengan satu kardus yang berisikan laptop lengkap.


Setelah mengucapkan terima kasih, ummi lalu keluar dari toko tersebut yang diantarkan oleh ownernya sampai kesebelah mobil


Sambil membungkukkan badan dan melambaikan tangannya pada kami, owner tersebut mengantarkan hingga mobil yang dikendarai pak Farhad sampai di jalan raya.


Mobil kembali melaju pelan dijalan raya, aku diam saja karena pekerjaan yang banyak membuatku lelah hingga aku lebih banyak diam.


Aku melirik ummi yang duduk di sebelahku, tangannya tak lepas dari laptop yang menyala.


"Ada email dari pengusaha Turki, dia berniat membuat kerja sama dan menanamkan sahamnya pada bisnis baru kita" ucap ummi yang membuatku menoleh padanya


"Bisnis hotel yang baru dibangun itu atau bisnis tembaga yang di Madinah ummi?" tanyaku


"Entahlah, ummi juga belum tahu. Tapi mereka mengatakan jika mereka ingin bekerja sama dengan kita"


"Mudah-mudahan terlaksana ya um" ucapku


"Aamiinn" jawab ummi


"Sebenarnya almarhum suami ummi juga mempunyai kolega orang Turki, tapi ummi belum pernah bertemu dengan orangnya. Selama ini hanya via telepon" sambung ummi


Aku ber O panjang sambil mengangguk-anggukkan kepala mendengar ucapan ummi


"Bagaimana dengan ketiga anakmu?" tanya ummi sambil menutup laptopnya


"Mereka baik ummi" jawabku

__ADS_1


"Maksud ummi, bagaimana dengan hafalan Qur'an mereka?"


"Ohh, kalau itu belum aku tanyakan ummi" jawabku


"Tanyakan dan motivasilah mereka untuk menjadi hafidz dan hafidzah, anak ummi semuanya hafidz, saat mereka masih kecil dulu, ummi dan suami ummi sangat mendukung dan menyuruh mereka menjadi hafidz, hingga akhirnya ketika mereka dewasa dan menjadi bisnisman mereka tetap hafal Qur'an"


"Dulu ummi sering mengajak mereka tebak ayat dan sambung ayat. Ada kebanggaan sendiri ketika mereka mengalahkan ummi"


Aku tersenyum dalam mendengar ceritanya.


"Ummi hebat ya, ummi sukses menjadi ibu yang baik buat anak-anak ummi" pujiku


"Yang hebat itu anak-anak ummi, karena mereka mempunyai tekad yang kuat untuk menjadi hafidz" jawabnya


"Apakah setiap anak ummi mendapatkan hadiah ketika mereka hafal 30 juz?" tanyaku


Ummi menggeleng.


"Mereka tidak minta apa-apa dari kami, jadi kami orang tuanyalah yang mempunyai inisiatif memberi hadiah pada mereka"


"Anak tertua kami, kami hadiahi mobil mewah, anak kedua naik haji karena dia yang minta, anak ketiga kami belikan kebun kurma di Madinah yang sekarang malah jadi tempat wisata yang menarik di sana, yang keempat minta perusahaan ketika dia dewasa, dan pada akhirnya keenam-enamnya kami berikan perusahaan semua"


"Yang kelima dan keenam memilih berbisnis di Dubai hingga mereka menetap disana"


Dalam hati aku sangat memuji ummi. Alangkah enaknya jadi beliau ini, batinku. Kaya raya, dermawan, anak-anaknya jadi hafidz semua pula


"Apakah Nona Alima tidak menjadi hafidzah ummi?" tanyaku ingin tahu


Ummi tersenyum


"Dia itu satu-satunya perempuan, jadi seluruh kakaknya sangat memanjakan dan menyayanginya. Jadi ketika Alima mengikuti kakaknya menghafalkan Qur'an seluruh kakaknya yang menjadi gurunya. Hingga akhirnya Alima juga hafal walau tidak seluruhnya" jawab ummi


"Jadi Nona Alima tidak dapat hadiah ummi?" tanyaku


Lagi ummi tersenyum


"Justru hadiah dia yang paling mahal" jawab ummi sambil terkekeh.


"Itu, pesawat jet yang tiap tahun membawa kita jalan-jalan itu kepunyaan Alima, hadiah dari abinya" jawab ummi dengan mata bersinar


"Waaaaw" jawabku kagum


"Makanya, kamu motivasi ketiga anakmu, nanti mereka akan dapat hadiah istimewa dari ummi, bukan cuma umroh, mereka akan ummi naikkan haji"


Mataku langsung berkaca-kaca mendengar ucapan ummi.


"Ummi baik sekali, terima kasih banyak ummi" jawabku


Ummi mengelus pundakku.


"Karena kamu juga baik sama ummi" jawab ummi


Mobil berhenti, yang membuat aku dan ummi kaget.


"Alhamdulillah kita sudah sampai ummi" ucap pak Farhad sambil membuka pintu mobil


Aku dan ummi tertawa menyadari jika kami sudah sampai rumah.


"Saking asyiknya ngobrol" ucap ummi sambil turun dari mobil


"Oh iya, laptop itu untuk kamu" ucap ummi sambil melambaikan tangannya berjalan masuk kedalam rumah


Mulutku ternganga mendengar ucapan ummi tadi. Ya Alloh anugerah apalagi ini?" batinku.


Dengan gemetar aku mengangkat kardus laptop, membawanya masuk kedalam rumah.


Mengucapkan rasa syukur berkali-kali atas kejutan dari ummi ini

__ADS_1


...****************...


"Sini kami ajari buat akun media sosial bunda" ucap tuan muda Emir pagi ini ketika hari libur


Saat itu mereka bertiga bermain di kamarku. Memang ini sudah kebiasaan mereka, tiap hari libur mereka akan bermain dikamarku atau mengajakku bermain di gazebo atau bermain di taman, bahkan terkadang mengajakku jalan-jalan ke mall


"Apa itu tuan muda?" tanyaku


"Akun medsos bunda, nanti bunda bisa terhubung dengan semua teman bunda dimanapun teman bunda berada" jawabnya


"Kami nanti juga bisa kenal dengan anak-anak bunda" timpal tuan muda Khaled.


"Anak-anak bunda apakah tampan seperti kami?" goda tuan muda Fahd


Aku tersenyum, dan mengusap kepalanya


"Lebih tampan tuan muda bertiga" jawabku


Kompak mereka terbahak.


Aku melihat tuan muda Emir membuka Google, mengetikkan beberapa huruf, lalu tak lama muncullah banyak referensi. Lalu tuan muda Emir mengklik salah satu dari referensi itu


Dengan lihai dia mengetik dan mengisikan seluruh tampilan biodata di sana


"Bunda, kami buat bunda berasal dari Jeddah ya, bukan Indonesia" ucapnya


"Loh kok gitu tuan?" protesku


"Kan bunda anggota keluarga kami, dan bunda tinggal disini, jadi bunda orang sinilah" jawab tuan Khaled


Aku terkekeh mendengar jawaban polosnya


"Tanggal lahir bunda?" tanya tuan Emir padaku, lalu aku menyebutkan tanggal lahirku. Dan kemudian tuan Emir mengetiknya.


"Ayo, senyum bunda" ucap tuan Emir sambil mengarahkan handphonenya kearahku


Aku bingung dengan perintahnya.


"Untuk profile bunda, jadi nanti kalau ada orang yang kenal dengan bunda, mereka segera tahu kalau akun medsos ini milik bunda" jawabnya seperti mengerti kebingunganku


Aku segera memasang senyum termanisku. Dan tuan Emir segera mengambil fotoku menggunakan handphonenya.


Tak lama, hasil foto tadi ditransfernya ke laptop dan diunggahnya keakun medsos yang sedang dibuatnya


"Nah, sudah jadi bunda" ucapnya lega setelah hampir setengah jam membuatkan akun medsosku.


"Sekarang bunda bisa main medsos tiap waktu" jawabnya


"Kena marah ummi dong bunda nanti" jawabku


Kami lalu terkekeh bersama


"Benar benar, nanti nenek bakal marahin bunda seperti nenek yang marah jika kami lambat setoran tahfidz padanya" sahut tuan muda Emir


"Caranya seperti ini ya bunda, klik ini, klik ini" terang tuan muda Emir lebih lanjut mengajariku bagaimana caranya bermain sosmed


"Nanti kalau ada yang add bunda, dan bunda bersedia berteman sama dia, bunda tinggal pilih konfirm, jika tidak bunda abaikan saja" lanjutnya


Aku menganggukkan kepalaku


"Seharian ini kita main sosmed saja bunda, kita nggak usah keluar kamar" usul tuan muda Fadh


Aku mengerutkan keningku


"Boleh" jawabku akhirnya


Bertiga mereka segera merangkulku. Dalam hati ada sedikit kesedihan ketika mereka memelukku. Aku ingat bagaimana itu sering dilakukan oleh ketiga anakku.

__ADS_1


Rasa rindu pada mereka hadir kembali dan itu kian bertambah setiap hari.


Entah sudah setinggi apa rindunya aku pada mereka, hanya Illahi Rabbi yang mengetahuinya


__ADS_2