Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Resepsi di Turki


__ADS_3

"Kami mau minta izin untuk membawa Indah ke Turki, nyonya Afsha" ucap tuan Yilmaz ketika mereka mengobrol sehabis makan siang


"Tidak masalah, Indah saya kasih libur satu bulan" jawab ummi


Tuan Yilmaz dan anne tersenyum bahagia mendengar jawaban ummi


"Kami juga mau mengadakan pesta di Turki" sambung nyonya Aylin


Aku yang masih bercengkrama dengan tiga tuan muda, sesekali melirik kearah abang yang memperhatikanku.


Tiba-tiba tuan muda Khaled berjalan kearah abang dan menariknya untuk bergabung bersama kami.


Aku tersenyum ketika abang duduk di sebelahku.


"Abang sudah tak sabar ingin punya anak" bisik abang di telingaku yang membuatku menoleh cepat padanya.


"Pengen punya anak yang banyak, biar bahagia jika pulang kerja ada yang nyambut" sambungnya yang membuatku tersenyum malu


"Ozkan.." panggil tuan Yilmaz dengan melambaikan tangannya kearah abang


Abang mengelus kepalaku sebentar lalu berjalan kearah tuan Yilmaz


"Malam ini kita terbang ke Turki, lusa kita akan adakan pesta untuk pernikahanmu"


"Siap baba" jawab abang lalu kembali ke dekatku


Aku mendongakkan kepala ketika abang duduk lagi di sebelahku


"Malam ini kita pulang ke Turki, lusa baba akan mengadakan pesta untuk pernikahan kita"


"Semuanya ikut kan?" tanyaku


Abang mengangguk, lalu abang kembali bermain dengan ketiga tuan muda. Aku tersenyum melihat keakraban mereka


"Bapak besok pulang ya Ndah"


Aku segera mendongak ketika bapakku tahu-tahu sudah di sebelahku


Lalu bapak duduk, dan melihat abang yang sedang bermain dengan tiga tuan muda


"Malam ini kita ke Turki dulu pak, karena lusa tuan Yilmaz mau mengadakan pesta untuk pernikahan kami, jadi selesai dari Turki baru bapak dan kakak pulang"


Bapakku mengangguk.


"Untuk ketiga anakku, biar nanti aku yang menjelaskan pada mereka. Terutama Naura" lirihku


Bapak menepuk bahuku sambil tersenyum hangat


...****************...


"Sudah selesai kan kak?" tanyaku pada kak Jen yang masih belum selesai juga mendandaniku


"Diem bawel!"


"Apalagi sih kak yang dipasang?" ucapku karena sudah sejak tadi kak Jen menghias ku tapi belum juga selesai-selesai


"Dikit lagi!"


Aku menurut dan pasrah saja saat kak Jen sibuk membuat variasi hijab di kepalaku


"Selesai!"


Aku segera berdiri dan kak Jen langsung membetulkan gaun pengantinku.


Canan masuk dan dia segera mengeluarkan handphonenya dan mengambil swafoto kami bertiga


"So beautiful" pujinya yang membuatku tersenyum dan kak Jen tersenyum bangga


"Abang mana?" tanyaku


"Abi sedang bersama designer terbaik Turki, di sebelah"


Lalu Canan menggandeng tanganku, dan kak Jen merapikan ekor gaun putihku.


Kami keluar, ternyata abang sudah berdiri di dekat tangga, ketika aku berjalan kearahnya, abang mengulurkan tangan lalu kami berjalan sambil bergandengan tangan


Seluruh mata para tamu undangan menoleh keatas ketika kami turun. Kilatan lampu kamera langsung menyambut kami.


Puluhan bodyguard langsung berbaris rapih di bawah tangga, dan ketika kami berjalan menuju tempat pengantin mereka segera membuat barisan mengawal kami


Bidikan kamera langsung terhenti ketika puluhan bodyguard berbaris.


Aku yang berjalan sambil bergandengan tangan dengan abang tak hentinya menebarkan senyuman.


Ketika kami sampai dan bergabung dengan seluruh kolega abang dan tuan Yilmaz, mereka segera menyalami kami, memberi ucapan selamat


"Sebentar ya sayang" bisik abang

__ADS_1


Aku segera menoleh padanya yang telah berjalan meninggalkanku. Karena kolega abang banyak, jadi aku terus bersalaman bahkan ikut mengobrol ringan pada mereka.


Tiba-tiba terdengar alunan musik, suara piano.


Seluruh tamu undangan segera menoleh kearah sumber suara, termasuk aku


Tampak olehku, abang duduk di depan sebuah piano besar yang entah kapan ada di sana.


Abang memainkan piano dan bernyanyi. Suatu keajaiban yang tidak pernah aku sadari selama ini.


I've been alone with you inside my mind


And in my dreams I've kissed your lips a thousand times


I sometimes see you pass outside my door


Hello, is it me you're looking for?


I can see it in your eyes, I can see it in your smile


You're all I've ever wanted and my arms are open wide


'Cause you know just what to say, and you know just what to do


And I want to tell you so much, I love you


Tepuk tangan langsung memenuhi ruangan, aku yang merasa sangat tersanjung ketika abang mengucapkan lirik I love you langsung mau menangis.


Canan dan Ozlem sampai berteriak histeris kegirangan melihat Ozkan yang sangat romantis


Long to see the sunlight in your hair


And tell you time and time again how much I care


Sometimes I feel my heart will overflow


Hello, I've just got to let you know


'Cause I wonder where you are and I wonder what you do


Tell me how to win your heart, for I haven't got a clue


But let me start by saying, I love you


Air mataku langsung mengalir dan aku segera berjalan kearah abang yang terus memainkan piano sambil menatap penuh cinta padaku


Hello, is it me you're looking for?


'Cause I wonder where you are and I wonder what you do


Tell me how to win your heart, for I haven't got a clue


But let me start by saying, I love you


I love you


I love you


Aku segera berdiri di sebelah abang dan memeluknya dari samping


Kembali tepuk tangan memenuhi ruangan ketika abang menyelesaikan lagunya dan berdiri lalu mencium keningku


Jennifer yang melihat itu kembali terharu, tak terasa air matanya mengalir melihat kebahagiaan Indah


"Bahagia selamanya Indah sayang" lirihnya


"Kamu suka?" tanya abang padaku yang masih terus mendongak menatapnya


Aku mengangguk, dan abang segera memelukku.


Lalu dengan pelan abang menggenggam tanganku dan mengajakku kembali menemui para koleganya


"Remember me?" tanya seorang lelaki muda tampan ketika aku menyalaminya


Aku menatapnya sebentar lalu menoleh pada abang


"CEO SALAM GROUP, Axton" jawab abang


"Loh, bukannya ceo Salam group..?"


"Itu papa saya, beliau tahun 2012 tadi meninggal dunia, dan saya yang menggantikannya"


Aku menganggukkan kepalaku dan menyalami ceo baru Salam Group dengan hangat


"Dulu waktu di Pekanbaru saya ada, tapi saat itu saya masih karyawan biasa, sedangkan suami anda, tuan Ozkan sudah menduduki jabatan tinggi" sambungnya sambil tertawa


Abang tertawa juga, terlihat sekali keakraban mereka.

__ADS_1


"Sudah punya planning honey moon?" tanyanya lagi


Abang menoleh ke arahku sambil tersenyum penuh arti dan mengangguk


"Saya nantikan keponakan untuk saya"


Wajahku langsung bersemu ketika tuan Axton mengatakan itu, sedangkan abang langsung merengkuh bahuku


Lalu aku diajak abang kembali berkeliling menemui koleganya. Ketika kami sedang mengobrol ringan tampak kegaduhan dari arah pintu masuk


Aku lihat beberapa bodyguard menutup akses jalan masuk dengan membuat pagar dari badan besar mereka


"Aku hanya ingin bertemu Ozkan!" teriak sebuah suara yang memancing seluruh undangan menoleh


Ozlem langsung cepat tanggap, dia segera berjalan bergegas dan membuka pagar tubuh bodyguard


"Hatice..." gumamku ketika melihat perempuan yang berteriak tadi


Abang segera menoleh cepat ke arahku, dan menggelengkan kepalanya


"Ozkan...!!! kembali Hatice berteriak


Ozlem segera menyeringai, ditatapnya dengan benci perempuan berambut coklat kemerahan di hadapannya saat ini.


"Mengapa dia bisa lolos?!" geram Ozlem kepada puluhan bodyguard yang menundukkan kepala mereka


"Tolong Ozlem, aku hanya ingin memberikan selamat untuk Ozkan"


Mulai terdengar kasak kusuk kolega abang, dan aku melihat kilatan marah di mata abang.


Aku mengelus tangannya yang sejak tadi menggenggam tanganku.


Canan dan anne segera maju kehadapan Hatice, tampak sekali kemarahan di mata mereka.


Aku segera melepas genggaman tangan abang dan berjalan meninggalkan abang yang hendak menarik tanganku.


"Anne jangan!" cegahku saat kulihat anne sudah sangat emosi ingin menampar Hatice


Melihatku mendekati Hatice, seluruh bodyguard langsung mengelilingi kami.


"Indah...." lirih Hatice dengan mata berkaca-kaca


Aku tersenyum kearahnya, dan tanpa ragu aku mendekatinya


"Stop kak, jangan dekati dia!" teriak Ozlem yang segera menarik tanganku


"Di depan ada pemeriksaan detector kan?" tanyaku menoleh kearah Ozlem, dia mengangguk


"Itu artinya dia bersih, dia tidak membawa senjata tajam"


Aku menganggukkan kepalaku kearah Ozlem untuk meyakinkannya dan mendekati Hatice yang sudah tampak menangis


Aku menggenggam tangan Hatice


"Berikan doa restumu untuk kebahagiaan kami" lirihku


Diluar dugaanku, Hatice segera memelukku erat. Ozkan yang sudah berdiri di belakang Indah, diam terpaku


"Kamu pemenangnya Indah, kamu pemenangnya"


Aku menggeleng


"Kita tidak pernah taruhan, dan kau juga tahu kan jika kami saling mencintai?, jadi tolong jangan katakan itu"


Abang menarik ku agak menjauh dari Hatice


"Kamu bisa pergi sekarang, antara kita sudah lama tidak ada hubungan. Kau tahukan jika aku tidak pernah mencintaimu, dan sekarang Indah adalah istriku, jangan pernah kau ganggu hidupku lagi"


"Aku hanya ingin minta maaf padamu Ozkan, tolong maafkan aku"


"Aku sudah memaafkan mu Hatice, tolong pergilah"


Aku lihat air mata makin deras mengalir di pipi Hatice


Aku kembali maju dan memeluknya


"Tidak semua yang kita inginkan itu harus menjadi kenyataan. Syukuri dan cintai yang menjadi milikmu sekarang" lirihku sambil mengelus pundaknya


Hatice menghapus kasar wajahnya lalu menggenggam erat tanganku


"Kau memang pilihan terbaik Ozkan"


Aku tersenyum, lalu Hatice membalikkan badannya dan keluar dari dalam ruangan pesta dengan diiringi beberapa bodyguard


"Setelah acara selesai kalian semua temui saya di basecamp" geram Ozlem pada para bodyguard


Abang segera memelukku erat dan berkali-kali menciumi puncak kepalaku

__ADS_1


"Maafkan untuk insiden kecil tadi" ucap tuan Yilmaz kepada seluruh koleganya


__ADS_2