Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Jadi MC


__ADS_3

Dengan mengucap Basmallah dalam hati aku mulai mendekat kearah Mc resmi di acara malam ini. Seorang lelaki dewasa, yang mungkin seusia beda sekitar sepuluh tahunan dengan ku.


Dia mengulurkan tangannya dan kusambut jabatannya.


"Michael" ucapnya


"Indah" jawabku.


"Kita briefing dulu dua menit dibelakang mbak" ajaknya


Aku mengikuti langkah kakinya mundur sedikit kebelakang.


Sementara para tamu undangan yang telah hadir hanya memperhatikan kami. Terlihat CEO juga berbincang-bincang dengan dua kolega yang duduk di sampingnya.


"Di sini sudah tertulis bahasa Inggrisnya, sebenarnya saya tinggal membaca saja, dan translatenya juga sudah ada. Tapi jika Mbak Indah bersedia, we can change or take turn"


"Bagaimana kalau kita bergantian saja, mas yang membuka pakai bahasa Inggris aku yang translatekan, terus aku yang ngomong bahasa Inggrisnya, lalu mas yang translatekan, gimana?


"Oke, deal" jawabnya


"Oke, we can start our event?" tanyanya lagi sambil menaikkan alisnya


"Of course" jawabku pasti.


Kami berdua jalan berbarengan. Karena tadi sudah kami bicarakan, jadi Michael berjalan sambil menggenggam tanganku dan melepaskannya ketika kami sudah berdiri di tengah-tengah podium.


"Oke, apologize me for a little problem" ucapnya


"Baiklah, saya minta maaf untuk sedikit masalah tadi" kataku mengartikan ucapan Michael.


"Good evening, everyone. Thank you so much for being here. Let me begin by giving you a warm welcome to the event this evening"


"Selamat malam, semuanya. Terima kasih telah hadir di sini. Izinkan saya menyambut kalian dengan hangat pada acara malam ini"


"Let me introduce myself first. My name is Michael, and I would be your emcee today. And beautiful woman besides me is Indah, she come from Lubuklinggau, branch office of Bengkulu" suara Michael begitu lantang dan intonasi pengucapannya sangat bagus. Tampak sekali jika dia adalah MC yang sudah mempunyai jam terbang yang tinggi.


"Izinkan saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Michael, dan saya akan menjadi pembawa acara hari ini, dan perempuan cantik (aku sedikit tersenyum saat penyebut kata "perempuan cantik" di sebelah saya adalah Indah, dia berasal dari Lubuklinggau, kantor cabang Bengkulu" Aku mengucapkan kata tersebut nama melihat teks yang ada di tanganku.


"Okay ladies and gentleman, as a emcee this evening, we would like to reading the agenda of the event Meet And Great of CEO SALAM GROUP and the Head of Branch Sesumatera, which was held in the beautiful city of Pekanbaru.


" Baiklah hadirin semuanya, sebagai MC pada acara malam ini, kami akan membacakan agenda acara meet and great CEO SALAM GROUP dan Kepala Cabang sesumatera, yang diadakan di kota Pekanbaru yang begitu indah"


"On this special event, we have several agendas as follows: the first opening, second speech from the governor of Pekanbaru, and next the third speech of CEO SALAM GROUP, next, fourth praying and then the last is closing" ucapku dan lagi-lagu tanpa melihat teks.


Aku tidak tahu, kenapa aku begitu percaya diri, padahal tadi saking gugupnya aku nyaris saja terjatuh. Apa mungkin karena ada dukungan dari bang Ariadi dan pak Alam?, ah entahlah, aku sendiri juga tak tahu.


Yang pastinya, saat ini aku merasa bangga sekali ada di hadapan konglomerat terkaya nomor satu di Indonesia ini.


"Dalam acara yang spesial ini, ada terdapat agenda yaitu: pertama pembukaan, kedua sambutan dari Gubernur Pekanbaru, lalu ketiga sambutan dari CEO SALAM GROUP, selanjutnya keempat doa dan terakhir penutup"


""Wow, sepertinya partner saya ini lebih fasih ketimbang saya, please give aplause for her, beri tepuk tangan untuknya" Michael memujiku.


Seluruh yang ada di ballroom bertepuk tangan, tak terkecuali Bang Ari yang aku lihat duduk di sudut ruangan.


Aku menangkupkan kedua tanganku di depan dada saat semua yang hadir bertepuk tangan untukku. Aku tersipu malu sekaligus bangga.

__ADS_1


Tanpa Indah sadari, sejak turun dari podium mengantarkan Indah tadi, Ariadi terus saja menatapnya dengan kagum.



"Okey, that is all the several agendas this evening, so without reducing our respect to Mr. Sudarmono Salam as a CEO OF SALAM GROUP, let we start our event evening to say Basmallah" kali ini Michael yang berbicara dan aku mengartikannya


"Baiklah itulah serangkaian acara kita pada malam ini, tanpa mengurangi rasa hormat kami pada bapak Sudarmono Salam sebagai CEO SALAM GROUP, mari kita buka acara pada malam hari ini dengan mengucap Basmallah.. *Bismillahirrahmanirrahiim"


"The second agenda is speech from the honorable of governor of Riau, to Mr. H. Muhammad Rusli Zainal, please welcome and please, give aplause for him*" kali ini aku membaca teks yang di tanganku, karena aku tidak mengetahui siapa nama Gubernur Riau saat ini.


"Acara kedua adalah kata sambutan dari yang terhormat gubernur Riau, kepada bapak H. Muhammad Rusli Zainal selamat datang dan mohon beri tepuk tangan yang meriah untuk beliau"


Saat pak Gubernur berdiri, kembali ruangan riuh dengan tepuk tangan.


Setelah mic yang ada di tangan Michael diserahkannya pada bapak gubernur, kami berdua mundur ke back stage, kami duduk di kursi yang telah di sediakan.


Michael memuji rasa percaya diriku saat dia tahu bahwa ini adalah kali


pertamanya aku menjadi seorang mc diacara yang sangat besar seperti saat ini.


"Aku salut, walau ini pertama kalinya buat kamu, tapi kamu telah percaya diri"


"Terima kasih pak" jawabku


lalu kami kembali berdiskusi tentang acara inti yang akan disampaikan oleh CEO langsung setelah ini, aku fokus mendengarkan arahan dari Michael sampai akhirnya aku kaget ketika ada suara orang berdehem tepat di sampingku.


Aku segera menoleh dan mendongak. Bang Ariadi telah berdiri di sampingku dengan matanya fokus menatap ke depan tanpa melihat kearahku.


Tapi aku yakin, tujuannya ke back stage ini pasti ingin menemui ku. Aku segera berdiri tepat di sampingnya, dan posisi kami bagaikan jari jempol dan telunjuk saking tingginya bada beliau


Dia segera menoleh dan menampilkan senyum indahnya yang mampu membuat jantungku berdegup kencang. Aduh ini apaan sih? rutukku tiap kali dadaku tak karuan jika bertatapan dengannya.


"Jangan nervous ya, saya yakin kamu bisa menguasai ruangan ini. Anggap saja ruangan ini adalah kelasmu dan mereka yang ada di depanmu adalah siswamu" ucapnya


Deg!! dia tahu jika aku seorang guru? tahu dari mana, batinnku.


Aku hanya mengangguk dan kembali mendongak menatapnya.


"Terima kasih untuk pertolongan kedua abang tadi, aku tidak tahu bagaimana jadinya aku jika tadi aku jatuh, pasti mukaku akan semerah udang rebus" kataku


Abang Ariadi segera berjongkok di depanku lalu mendongak. Sontak saja perbuatannya ini membuatku kaget, begitupun Michael, dia menatap heran dengan apa yang dilakukan oleh Ariadi.


"Bisa kakinya julurkan sedikit? pintanya


Aku mengernyitkan dahiku tanda bingung


"Ayo" pintanya


Aku segera menuruti permintaannya dengan menjulurkan kaki kananku.


Di luar dugaanku, bang Ariadi segera membetulkan resleting sepatuku yang turun. Ya Rabb, kok aku tidak menyadari ini. Apakah mungkin aku memang lupa menaikkan resletingnya ya? pikirku


"Lain kali hati-hati" ucapnya lalu berdiri dan tersenyum hangat padaku lalu meninggalkan kami tanpa aku sempat mengucapkan terima kasih padanya.


"Suami kamu Ndah?" tanya Michael

__ADS_1


"Bukan pak" jawabku sambil kembali duduk di kursi


"Loh, terus?"


"Aku juga tidak tahu" jawabku bingung


"Lah kok bisa" katanya


Aku angkat bahuku.


Rupanya sang gubernur telah akan mengakhiri sambutannya, aku dan Michael berdiri dan maju kembali ke podium. Tepuk tangan masih menggema saat sang gubernur turun dan berjalan mendekati CEO lalu berpelukan dan berjabat tangan.


Setelah tepuk tangan mereda barulah acara kami lanjutkan.


"The third agenda is speech from the honorable of CEO OF SALAM GROUP, Mr. Sudarmono Salam, please welcome and please, give aplause for him and all of audience please stand for a moment " suara Michael membuat yang hadir bertepuk sangat riuh dan langsung berdiri. Sepertinya mereka sudah faham jika sang CEO yang akan berpidato, mereka harus berdiri semua.


Pak CEO melangkah dengan gagah. Tentu saja dengan pengawalan enam body guardnya. Setelah pak ceo berdiri di depan mic yang khusus disediakan buat beliau, keenam bodyguard mundur dan terus dalam posisi siaga mereka.


Aku berdecak kagum melihatnya. "Itulah enaknya jadi orang kaya" batinku


"Mimpi apa kita ya Nda bisa sepanggung dengan konglomerat" bisik Michael saat kami kembali ke backstage.


Aku mengangguk setuju, tapi aku tak lepas menatapnya dari tempat dudukku. Pikiranku menebak sebanyak apa uangnya. hahaha. Karena suamiku pernah berkata jika dalam sehari lebih 1M pendapatan perusahaan itu.


Panjang lebar sang ceo berpidato. Bukan kata resmi apalagi menyangkut pekerjaan. Melainkan beliau memuji seluruh kepala cabang sesumatera yang saat itu berjumlah 50 orang kepala cabang. Kalimat beliau yang sangat menyentuhku adalah


"Aku bukanlah apa-apa tanpa istriku, istriku dari nol sampai aku di titik ini selalu bersamaku. Benarlah kata pepatah, dibalik suksesnya seorang suami, ada peran seorang istri yang hebat, terima kasih istriku sayang, I Love you more ever after" Tangan kanannya langsung terbentang kearah seorang perempuan yang duduk di bawah yang tampak tersenyum sumringah. Seorang perempuan yang sangat cantik dan sangat anggun serta elegan.


Tepuk tangan langsung membahana saat beliau mengakhiri sambutannya. Keenam body guard langsung bergerak dan berjalan di samping dan belakang beliau memberikan pengamanan.


Setelah doa dan penutup akhirnya acara selesai. Dengan mengucap rasa syukur aku dan pak Michael berjabat tangan dengan hangat.


"Thank you for your help Indah"


"Me too sir, thank you for your attention and your guides" jawabku dengan mata berbinar.


"I hope someday we will met again" lanjutnya


"So do I, Insha Alloh" jawabku.


Lalu kami kembali berjabat tangan dan berpisah. Aku menuruni anak tangga dengan hati-hati dan kembali kemeja kami semula. Sementara para tamu yang lain telah banyak yang berdiri dan menuju prasmanan yang telah disediakan pihak hotel.


Bu Suryati langsung memelukku ketika aku tiba dihadapannya.


"Itu nak Ariadi kan Ndah yang menyelamatkan kamu ketika hampir jatuh tadi" bisiknya tepat di telingaku


"Iya bu" jawabku yang sama lirihnya.


Kami saling melepas pelukan. Lalu suamiku memelukku dan mencium puncak kepalaku berkali-kali.


"Kamu hebat sayang, aku bangga sama kamu" katanya sambil mengelus punggung tanganku.


Aku tersenyum di dadanya. Afdal melengos mencibir melihat perlakuan manis bos nya tersebut.


Dan yang tak kalah menatap tajam momen itu adalah sepasang mata yang melihat dari kejauhan sambil mendengus kesal.

__ADS_1


__ADS_2