
"Ummi, akhir tahun ini kita ke Dubai saja yah, tempat abang Zahir atau abang Zlatan" ucap nona Alima pagi ini ketika mereka selesai sarapan
"Nggak bisa. Ummi ada kerjaan"
"Ya sudah, kalau gitu kami aja yang pergi" jawab nona Alima
"Tapi Indah kami ajak ya Um" sambungnya
"No, nggak bisa. Indah ada proyek baru sama ummi. Ada investor dari Turki yang mau kerja sama, sama kita"
Wajah ketiga tuan muda langsung berubah murung.
"Please grandma, only a week" ucap tuan muda Emir
Ummi Afsha diam, dia segera mengelap mulutnya dan menatap tuan Emir dengan sayang
"Tahun ini saja sayang, kan tahun-tahun sebelumnya bunda selalu ikut"
"Justru itu grandmo, karena tiap tahun bunda ikut, makanya ke Dubai juga ikut. Kan Dubai dekat grandmo, nggak sampai sejam paling sampai" sambung tuan muda Khaled
"Hampir tiga jam honey" jawab nona Alima membetulkan kalimat anak bungsunya.
"Nanti kalau kerjaan grandmo sudah selesai grandmo sama bunda nyusul"
Ketiga tuan muda diam. Mereka tidak berani untuk membantah lagi.
"Okay?" lanjut ummi Afsha
Ketiganya mengangguk pasrah lalu segera pergi meninggalkan meja makan, berjalan menuju lift
"Mau kemana?" tanya nona Alima ketika melihat ketiga anaknya pergi
"Tempat bunda, kami mau skype sama anak-anak bunda" jawab Fadh
Nona Alima tersenyum mendengar jawaban putranya.
"Ummi jadi memberi hadiah umroh untuk ketiga anak Indah?" tanya nona Alima ketika mereka duduk santai di ruang keluarga
"Heemm" jawab ummi Afsha karena dia sudah sibuk dengan smartphonenya
Alima berdecak kesal melihat umminya yang selalu sibuk. Menyadari decakan kesal putrinya ummi Asfha segera menoleh dan meletakkan smartphonenya.
"Kenapa? kok seperti kesal gitu?"
Alima diam, memasang wajah cemberut
"Hei, ditanya ummi malah nggak jawab"
Alima memutar tubuhnya menghadap kearah umminya
"Alima cemburu sama smartphone ummi, karena hanya benda itu yang menarik perhatian ummi" jawabnya dengan wajah cemberut
Ummi Afsha tersenyum mendengar jawaban nona Alima.
"Alima mau apa?, bilang sama ummi"
Nona Alima memutar tubuhnya menghadap kedepan lagi mendengar pertanyaan nyonya Afsha
"Hei..." ucap nyonya Afsha kaget melihat reaksi Alima
"Selalu uang, selalu uang" jawab nona Alima masih cemberut
"Ummi minta maaf, maafkan ummi, ya?" ucap ummi Afsha sambil menyentuh tangan nona Alima
__ADS_1
Nona Alima masih memasang wajah merajuk
"Maa Syaa Alloh, masih merajuk?" tanya nyonya Afsha putus asa
"Kapan terakhir kali ummi melihat Alima merajuk?"
Ummi Afsha diam, dia tampak berpikir keras
"Waktu kamu kuliah kayanya, waktu kamu tidak diberi izin ikut summer camp oleh abi kamu" jawab ummi Afsha setelah cukup lama berfikir
Alima tersenyum, dia ingat bagaimana waktu itu dia menangis seharian hingga kakak pertamanya terbang ke London hanya karena khawatir mendengar kabar jika Alima mengurung diri di kamar dan tidak mau makan
"Waktu itu abang Yardan sampai terbang ke London" jawabnya sambil terkekeh
Ummi Afsha ikut terkekeh juga. Lalu mereka bercerita bagaimana hebohnya keluarga mereka saat mengetahui jika Alima mogok makan
"Alima beruntung ya ummi karena dikelilingi oleh orang-orang yang sayang sama Alima" jawab Alima sambil memeluk umminya
"Selesai merajuknya?" goda ummi Afsha melihat Alima kembali manja padanya
"Habisnya, ummi sekarang sibuk kerja, Alimakan nggak ada teman ngobrol di rumah. Anak-anak jika di rumah lebih memilih bermain dengan Indah, ummi selalu menatap smartphone sama laptop, suami Alima kadang pulang malam, Alima kan kesepian ummi" jawab nona Alima sendu
Nyonya Afsha mengusap kepala putri cantiknya
"Ummi pikir cuma ummi yang kesepian"
Nona Afsha memandang heran pada umminya
"Habisnya kamu juga sibuk dan jarang ada buat ummi" sambung ummi Afsha
Alima kembali memeluk ummi Afsha
"Maafin Alima" ucapnya manja
"Ya sudah, hari ini kita habiskan untuk bersama. Kita bisa jalan bareng, belanja bareng atau bisa juga kesalon bareng" usul nyonya Afsha
Ummi Afshapun melakukan hal serupa. Beliau segera berganti baju dan membawa tas brandednya untuk jalan berdua dengan Alima.
Setelah persiapan selesai, ibu dan anak itu segera berangkat jalan-jalan. Kali ini Alima yang mengemudikan mobil, seharian penuh mereka menikmati quality time dengan memanjakan diri.
...****************...
"Persiapan materi untuk meeting dengan calon investor sudah kamu siapkan?" tanya ummi saat kami di dalam lift menuju ruangan kami
"Sudah ummi" jawabku singkat
"Dua materi sudah semua?" tanya ummi lagi
"Sudah ummi, nanti bisa ummi baca lagi. Takutnya ada yang salah" jawabku
Ummi menganggukkan kepalanya.
"Kita tidak tahu dimana mereka akan berinvestasi, apakah di pertambangan atau di hotel, setidaknya nanti dua-duanya kita jelaskan pada mereka. Syukur-syukur jika mereka tertarik dengan keduanya" ucap ummi lagi sambil keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruangan
Empat bodyguard yang menjaga kami berdiri di luar ruangan ketika aku dan ummi masuk.
Biasanya ummi hanya membawa dua, tapi hari ini membawa empat karena ada meeting dengan calon investor, jadi ummi perlu ekstra penjagaan.
"Mana laporannya" ucap ummi begitu beliau duduk di kursinya
Aku segera mengambilkan berkas materi yang akan kami tampilkan nanti kehadapan calon investor, lalu memberikannya pada ummi
Ummi langsung membacanya dengan seksama, sedangkan aku kembali kemejaku meneliti kembali laporan dan rancangan yang akan kami tawarkan nanti.
__ADS_1
"Mereka dalam perjalanan" ucap ummi saat membuka smartphonenya.
Aku menarik nafas dalam, tampak sekali kegugupanku.
"Jangan nervous, walau ummi tahu ini adalah kali pertama untuk kamu presentasi. Tapi setidaknya kamu harus membuktikan bahwa didikan ummi selama enam tahun ini nempel di otak kamu" ucap ummi meyakinkanku
Aku tersenyum kaku padanya. Lalu aku kembali fokus membaca dan memperagakan bagaimana caranya nanti aku mempresentasikan tawaran kepada investor asing tersebut, aku berharap mereka tertarik dengan presentasiku dan bersedia bergabung menjadi investor dan menanamkan saham mereka pada perusahaan baru ummi
Saat aku fokus berlatih berbicara bagaimana caranya mempresentasikan tawaran, pintu diketuk
Setelah mendapat jawaban dari ummi, kepala divisi itu masuk dan tampak membungkuk di depan ummi
"Calon investornya sudah menunggu di ruangan meeting ummi" ucap kepala divisi itu
Ummi mengangguk
"Sebentar lagi ummi kesana, kamu duluanlah kesana. Pastikan semuanya berjalan lancar tak kurang suatu apapun" ucap ummi
Kepala divisi tersebut lalu melaporkan jika ruangan, dokumen, laporan beserta alat yang di butuhkan selama meeting telah siap semua
Setelah melaporkan hal tersebut, kepala divisi tersebut lalu meninggalkan ruangan.
"Ayo!" ajak ummi sambil berdiri dari kursi kebesarannya.
Aku yang masih gugup segera mengikuti langkah kakinya
"Ummi yakin kamu bisa. Kan kamu sering ikut ummi meeting, sudah sering melihat karyawan ummi presentasi, ya kan?"
Aku mengangguk
Dengan mengucap basmallah dalam hati aku melangkahkan kakiku masuk kedalam ruangan meeting ketika pintu tersebut dibuka oleh seorang bodyguard
Tampak dalam ruangan tersebut ada empat orang lelaki asing, satu orang sudah berumur, dan yang tiga lagi sudah cukup matang. Mereka semua bertubuh tinggi dan berwajah putih bersih.
Dan yang empat lagi, bawahan ummi yang ummi percayakan untuk mengurus dua proyek besar ini.
Ketika melihat ummi masuk, keempatnya berdiri dan ummi segera menyalami lelaki yang paling tua diantara mereka.
"Maa Syaa Alloh tuan Yusuf, sudah lama sekali kita tidak bertemu" ucap ummi sambil menjabat tangan orang tersebut dengan hangat
Lelaki yang dipanggil ummi dengan tuan Yusufpun tak kalah hangatnya menjabat tangan ummi
"Kita terakhir bertemu waktu bisnis kita yang pertambangan minyak dan kebun kurma itu, waktu itu masih ada tuan Ibrahim" jawabnya ramah
Ummi mengangguk lalu keduanya tersenyum hangat. Lalu ummi pindah menyalami tiga orang yang lainnya.
"Ini semua adalah keluarga saya, mereka juga pengusaha terkenal di Turki. Dan mereka juga ingin berinvestasi pada perusahaan nyonya, itulah makanya mereka ikut kemari" jelas tuan Yusuf
Wajah ummi makin berseri mengetahui ada empat calon investor baru untuk perusahaan barunya.
"Bisa kita mulai?" ucap ummi saat semuanya telah duduk kembali dan sudah menghadap laporan mereka masing-masing
Keempat lelaki itu mengangguk. Dan jantungku kian berdetak kencang karena gugup
"You can do it" bisik ummi
Aku tersenyum. Lalu dengan mengucap Basmallah aku berdiri dan mulai memperkenalkan diriku di awal presentasi kerjasama ini.
Saat aku akan memulai dengan slide tentang hotel yang akan dibangun, tiba-tiba ruangan meeting terbuka dan seorang lelaki yang bertubuh tinggi besar masuk dengan tergesa-gesa.
"I'm so sorry, I'm late" ucapnya terburu lalu duduk tepat berhadapan lurus denganku.
Jantungku serasa berhenti berdetak ketika mengetahui siapa lelaki yang barusan duduk tersebut. Nafasku langsung sesak, dan tubuhku sedikt goyah.
__ADS_1
Aku segera memegang sandaran kursi yang ada di dekatku agar aku tidak terjatuh
"Indah!" pekik ummi tertahan ketika dilihatnya aku akan jatuh