Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Hanya Anak Singkong


__ADS_3

Setelah menerima kotak seperti kotak perhiasan dari Akmar, Mikail langsung memasukkannya kedalam saku baju kokonya


"kita turun?"


Akmar mengangguk. Dengan segera kedua turun


Sampai di bawah, tinggal Ozkan dan keempat sahabat Mikail dan Adam yang mengobrol, yang lainnya telah pulang semua


"Bagaimana?, mau lanjut ngobrol apa istirahat?" tanya Mikail yang langsung duduk


Kedatangan mereka berdua memancing rasa curiga di hati Adam, karena dia sudah tahu siapa Akmar


"Kalian istirahatlah. Kalian pasti capek, pulang dinas langsung kesini"


"Benar yang tuan Ozkan katakan, sampai apartemen kami langsung melesat masuk kamar mandi, dan langsung turun kebawah karena pak Abraham telah menunggu"


Mikail refleks berdiri ketika Marko menyebut nama pak Abraham, yang lain langsung mendongak melihat Mikail berdiri


Mikail langsung berjalan kebelakang Ozkan, dimana pak Abraham berdiri tegap dengan posisi siaga


Mikail langsung memeluk tubuh tegap pak Abraham. Pak Abraham yang mendapat pelukan mendadak dari Mikail hanya bisa menepuk-nepuk punggung Mikail


Yang lain terpaku menatap Mikail yang masih tampak enggan melepas pelukannya pada pak Abraham


"Terima kasih yang tak terhingga pak, karena ternyata bapak sudah menjaga saya dan saudara-saudara saya jauh ketika kami masih kecil" ucap Mikail terharu


Pak Abraham terus menepuk-nepuk pundak Mikail


"Bapak hanya menjalankan tugas kak"


"Apapun itu namanya, tapi karena bapak, sampai detik ini kami terus merasa aman"


Ozkan menarik nafas dalam melihat bagaimana perlakuan Mikail terhadap orang kepercayaannya itu


"Ini semua berkat tuan Ozkan, jika bukan karena perintah beliau, saya juga tidak akan berani menjaga dan melindungi kalian semua"


Mikail bergeming, dia masih saja memeluk erat pak Abraham


"Sejak saya kecil, bahkan hari ini bapak terus menjaga saya, entah dengan cara apa saya bisa membalas jasa bapak"


Pak Abraham yang dalam seumur hidupnya jarang menitikkan air mata mendengar pernyataan tulus Mikail, tak urung membuat matanya berkaca-kaca


"Sudah ah, malah jadi melow" protes Marko, cowok dari timur Indonesia yang terkenal dengan logat daerahnya bila berbicara


Mikail langsung melepas dekapannya pada pak Abraham lalu memeluk Ozkan dari samping


"Terima kasih pa"


Ozkan membalas dengan menepuk-nepuk tangan Mikail


"Semua papa lakukan karena cinta papa sama bunda kalian"


"Apakah papa sangat mencintai bunda?"


Ozkan tersenyum. Mikail lantas kembali duduk dan serius menatap wajah Ozkan


"Butuh waktu bertahun-tahun untuk menaklukkan hati bundamu, bahkan papa hanya bisa melihatnya dari jauh"


Mikail langsung melirik kearah Akmar yang juga serius menatap wajah Ozkan


"Tapi karena kekuatan cinta dan doa diantara kami berdua, akhirnya dengan jalan yang tak pernah kami duga, kami bisa bersatu"


Akmar menarik nafas panjang, dia merasa makin termotivasi dengan kalimat yang diucapkan Ozkan untuk menunggu kesiapan Naura


"Ayo, besok kalian semua harus kembali lagi ke Jakarta, jadi ayo sekarang kita semua masuk"


Ozkan mendahului mereka masuk, sampai di dalam didapatinya, istrinya masih tampak mengobrol dengan Nina dan mbak Ningsih

__ADS_1


"Kak, ajak teman kakak ke kamar kakak, ya?"


Mikail mengangguk


"Jika tidak muat di atas, di bawah sudah bunda pasangkan kasur juga"


"Terima kasih bunda" jawab keempat sahabat Mikail


Akmar tampak menganggukkan kepalanya dengan sopan pada Indah sebelum dia juga naik bersama yang lain


"Sayang belum mau tidur?"


Aku langsung berdiri dan segera menggandeng lengan suamiku


Jika aku dan suamiku bersama rombongan Mikail berhenti di lantai dua, maka Adam dan Akmar naik kelantai tiga


"Woooooo...." teriak keempat sahabat Mikail begitu pintu kamar terbuka


Aku yang belum sepenuhnya masuk menoleh kearah mereka


"Biarkan saja" ucap abang sambil menarik ku pelan


"Serkan di kamar Adam atau Naura, bang?"


"Sepertinya di kamar Naura karena tadi mereka naik bertiga"


Aku hanya menganggukkan kepalaku saja lalu segera menutup pintu


_Di kamar Mikail_


Keempat sahabatnya berebutan memukul lengan Mikail demi melihat suasana kamar Mikail


"Ada Spiderman nya bro" ucap Brendi sambil menirukan gaya Spiderman


Mikail hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat ulah keempat sahabatnya


"Sebentar Mike"


Keempat sahabatnya langsung menarik tangan Mikail dan mereka duduk di kasur yang sudah terbentang di lantai


"Ini pertanyaan selalu memenuhi benak aku sejak pertama kali mengenal kamu" ucap Marko, cowok asal timur Indonesia yang mempunyai logat kental daerahnya jika berbicara


"Sama...." jawab yang lain


"Nanya apa?"


"Gini Mike, sebenarnya kamu itu anak siapa sih?"


Kening Mikail berkerut demi mendengar pertanyaan Marko. Dilihatnya wajah ketiga sahabatnya yang lain juga memandang serius padanya


"Maksudnya apa?, ya aku anak bunda ku sama ayah aku lah"


"Iya kalau itu kita tahu, Mike. Maksud kami itu, maaf ya, kamu ini anak orang kaya, dan tuan Ozkan itu ternyata wakil CEO di perusahaan terbesar nomor tiga di negeri ini, dan juga ternyata tuan Ozkan adalah anak konglomerat Turkiye, kok kamu tidak seperti orang kaya yang lainnya?"


Sontak Mikail tertawa


"Begini sahabat-sahabatku yang di rahmati Alloh, dalam Al-Qur'an telah sangat jelas disebutkan yaitu dalam surah Al Isra' ayat 37


وَلَا تَمْشِ فِى الْاَ رْضِ مَرَحًا ۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَ رْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَا لَ طُوْلًا


wa laa tamsyi fil-ardhi marohaa, innaka lang takhriqol-ardho wa lang tablughol-jibaala thuulaa


Artinya: Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung"


"Selain itu terdapat juga dalam Al-Qur'an surah Al-Luqman ayat 18, surah Al Ghafir ayat 60, dan Surah Ad Dukhaan Ayat 19"


"Lagian apa yang harus saya banggakan bro, ini semua titipan, titipan Alloh dan juga titipan bunda" lanjut Mikail sambil tertawa

__ADS_1


"Lama-lama berteman dengan kamu, bisa-bisa aku sama Marko jadi mualaf" sambung Brendi


"Aamiin" jawab Mikail, Alfath dan Budiman berbarengan


"Serius Mike, kamu ini sebenarnya siapa sih?" desak Alfath


"Apanya yang siapa, saya anaknya bunda saya, bunda saya namanya Indah dan ayah saya Andi, papa saya Ozkan Yilmaz, terus apa lagi yang membuat kalian penasaran?"


Keempat sahabatnya masih menatap menunggu jawaban


"Saya itu hanya anak singkong, bukan anak keju, yang anak keju itu adik kembar saya" jawab Mikail tertawa lebar


Tapi tatapan keempat kawannya tak berubah, hingga membuat Mikail akhirnya mengalah


"Oke jika jawaban saya tidak memuaskan kalian, saya dulu tidaklah seperti yang kalian lihat sekarang. Ada banyak suka duka yang telah saya lewati sebelum saya sampai di posisi sekarang. Ada kebersamaan bersama bunda yang harus saya korbankan, jika kalian dibesarkan dengan pelukan bunda kalian dan asuhan bunda kalian, maka berbeda dengan saya, saya harus merasakan bagaimana sakitnya jauh dengan bunda saya"


"Orang tua saya berpisah saat kami masih kecil, dan selanjutnya bunda saya jadi Tkw, sampai akhirnya bertemu dan menikah dengan papa"


"Dan untuk semua yang kalian lihat, ini adalah wujud mimpi kami yang diwujudkan bunda"


Keempat sahabat Mikail tampak terdiam dan menatap dalam mata Mikail yang tampak berkaca-kaca


"Sudah ah tidur, besok kalau kita telat bisa kena hukum komandan" ucap Mikail menyudahi ceritanya


Kelimanya segera berbagi tempat, ada yang di atas ranjang, ada pula yang tidur di kasur yang ada di lantai


...****************...


Shalat Subuh yang dilaksanakan Mikail tidak selama seperti biasanya, selesai doa dia langsung masuk ke kamar, mengambil jaket dan segera turun dimana seluruh keluarganya telah menunggu


Pelukan hangat dari sang bunda mampu melenyapkan segala beban dan gundah gulana dalam dirinya, begitupun pelukan hangat sang papa


Saat memeluk Naura, Mikail berbisik


"Ambil hadiah di dalam lemari baju kakak ya yuk, itu dari Akmar"


Wajah Naura langsung berubah tegang ketika Mikail berkata seperti itu


"Nanti kita bicara lagi masalah Akmar" tambahnya sebelum melepas dekapan pada sang ayuk


Keempat sahabat Mikail bersalaman semua dengan yang ada di dalam rumah besar ini, kecuali pada Naura


Keempatnya kembali memuji dalam hati atas kecantikan Naura yang kembali mereka lihat


Akmar yang menangkap jika keempat sahabat Mikail menatap dalam pada Naura membuang mukanya karena tiba-tiba dadanya bergemuruh


"Hati-hati di jalan Akmar..." lirih Naura ketika Akmar berdiri di depannya


Wajah Akmar langsung berubah cerah dan mengembangkan senyum mendengar ucapan Naura


"In Syaa Alloh..." jawabnya


Segera mereka berenam masuk kedalam mobil yang dikemudikan Adam.


Tatapan dalam dari Naura mampu membuat hati Akmar merasa nyaman. Sampai mobil berbelok dan rumah megah itu tak terlihat lagi, barulah Akmar menatap lurus ke depan


Adam yang mengemudikan mobil makin penasaran pada Akmar yang duduk di sebelahnya


Hingga dua puluh menit kemudian mobil masuk ke area bandara.


Segera kelimanya turun, dan berjalan kearah pesawat jet yang telah berputar-putar


Tapi langkah Adam dan Mikail terhenti ketika mereka lihat jika ada juga pesawat jet yang berputar-putar di bandara


Keduanya saling toleh ketika melihat siapa yang turun dari pesawat jet yang berhenti


Walaupun suasana masih sangat temaram, tapi mereka bisa menangkap siapa yang berjalan kearah pintu keluar bandara

__ADS_1


__ADS_2