Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Hang out Sama Jennifer


__ADS_3

"Kita mau kemana kak?" tanyaku saat Jennifer mengajakku pergi dari salonnya setelah selesai foto.


Dua mobil yang sedari tadi terparkir di luar segera menyala begitu kami berjalan kearahnya.


Seorang bodyguard membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk.


"Rumpi, ikut aja. Jangan bawel"


"Kita nurut aja Ndah, mumpung gratis, hahaha" bu Suryati terkekeh


Aku mengangguk setuju sambil tersenyum.


"Ke SKA Mall pak" ucap Jennifer ketika dia sudah duduk di sebelahku


"Eheemm" bodyguard yang duduk di sebelah supir berdehem.


"Ini juga atas perintah boss eyke kali ahh" komentar Jennifer seperti faham maksud dari sang bodyguard


Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit, maka kami telah tiba di depan SKA Mall. Segera kami turun dan supir segera masuk ke basemen memarkirkan mobil.


Ketiga bodyguard juga ikut turun dan masuk bersama kami. Seluruh mata pengunjung menoleh ketika kami masuk ke dalam mall.


Jennifer dengan gaya centilnya masuk dan berjalan layaknya seorang model papan atas. Dagunya sedikit terangkat, syal yang melilit di lehernya yang sedikit ikut bergerak ketika dia berjalan.


Tas branded di tangannya dijinjing sedemikian rupa. Kesan elegan betul-betul tampak pada sosoknya. Aku dan bu Suryati ikut berjalan di sampingnya sambil senyum dikulum


Ketiga bodyguard yang berjalan di belakang kami tetap memasang wajah semula, datar tanpa ekspresi.


Jennifer berbelok masuk ke sebuah restoran. Begitu dia masuk seorang perempuan berwajah oriental segera menyongsong kehadirannya.


"Welcome Madame Jen" ucapnya sambil merentang tangan


Mereka lalu bercipika cipiki.


"Tempat yang madame reservasi sudah kami siapkan" sambungnya


"Pinter" jawab Jennifer sambil lentikkan jari telunjuknya


"Yang ini ya Madame?" tunjuk wanita paruh baya tersebut kearahku


"Yes, exactly" jawabnya


"Saya Cen Cen, owner restoran ini" sambutnya sambil mengulurkan tangan padaku


Aku segera menyambut uluran tangannya.


"Indah" kataku


Lalu Nyonya Cen Cen berpindah menyalami bu Suryati.


"Kalau sudah, ayo antarkan kami" ucap Jennifer


"Oh, pasti Madame, tempatnya sudah siap. Ngomong-ngomong, madame Jen makin cantik saja" pujinya


"Uhhh, yeay bisa yaa"


"Emang kenyataannya Madame"


Jennifer mencebikkan bibirnya.


"Yuk ah, ini atm berjalan eyke pasti sudah lapar" sambungnya.


Tanpa menunggu lagi, Nyonya Cen Cen dan kami berjalan menuju private room yang sudah di reservasi sebelumnya.


"Sesuai permintaan madame Jen, semua menu sudah kami hidangkan. Selamat menikmati, jika perlu apa-apa tinggal beri tahu ketiga pelayan yang berdiri disana" tunjuknya pada ketiga pelayan yang berdiri di sudut ruangan


"Oke, siap" jawab Jenifer


Setelah itu, Nyonya Cen Cen lalu menghampiri ketiga pegawainya memberi arahan lalu keluar dari private room tersebut.


"Yuk ah cap cus" ajaknya pada kami yang berdiri bengong.


Jennifer lalu duduk dan melihat segala masakan yang telah terhidang.


"Ini nasi Puyunghai, kalian wajib coba, nasi ini cuma ada di resto ini dan menu andalan. Terus ini ayam bakar mentega, es alpukat kopyor, sop iga sapi, dan lain-lain, eyke lupa, yang pasti ini enak semua" jelasnya sambil mengambil piring dan mulai mengisinya dengan nasi beserta lauk pauk.


Ada sekitar sepuluh menu yang terhidang di sana. Meja panjang itu penuh dengan makanan. Esnya saja ada tiga macam, belum lagi desertnya yang menggugah selera.

__ADS_1


Aku dan bu Suryati ikut duduk dan mulai mengisi piring kami.


"Tiga bodyguard tadi mana?" tanyaku celingukan karena tidak melihat keberadaan mereka


"Mereka di bawah, makan disana" jawabnya


"Kenapa tidak di sini saja kak, di sini kan banyak makanannya, ini saja tidak akan habis oleh kita" kataku


"Mana berani mereka makan dengan kita, bisa-bisa mereka di dorr sama bos mereka"


"Kakak kenal boss mereka?" kataku menatap tajam kearahnya


Jennifer diam, dia tampak gelisah.


"Ahh sudah, apa yeay nggak laper?" elaknya


"Kenalkan kak?" kejarku


"Iya kenal, puas yeay" jawabnya cemberut


"Ganteng nggak kak?" kataku sambil terkekeh


"Asem ya yeay, eyke udah spot jantung, yeay malah ngeprank eyke" jawabnya sambil melemparkan tisu kearahku.


Aku tertawa melihat reaksinya. Lalu aku dan bu Suryati makan. Tapi baru dua suapan aku berhenti dan kembali bicara pada Jennifer.


"Kak, kita ajak gabung ya ketiga pelayan di sana" lirikku pada ketiga pelayan yang masih berdiri ditempat mereka.


Jennifer menghentikan kunyahannya.


"Yeay serius?" tatapnya padaku lalu beralih ke ketiga pelayan itu.


"Serius kak, kan mubazir makanan sebanyak ini terbuang" jawabku


"Kalau bos marah mati eyke"


"Kalau dia marah sama kakak, bilang saja itu aku yang nyuruh"


"Indah benar Jen, apa kamu tidak kasihan melihat mereka bertiga berdiri di pojokan memperhatikan kita makan sedang di depan kita ada begitu banyak makanan" papar bu Suryati lebar


"Tapi bu..." Jennifer masih tampak ragu


Dan tampak dari percakapan mereka yang dilihat Jennifer dan Bu Suryati jika ketiga pelayan tersebut menolak. Tapi bukan Indah namanya jika tidak bisa membawa mereka bergabung.


Dengan tersenyum mengembang Indah kembali kemeja bersama ketiga pelayan tadi.


Tampak ketiga pelayan tadi sangat sungkan dan malu.


"Anggap saja kita keluarga. Saya juga ditraktir kak Jennifer kok" kataku ramah


Jennifer melengos malas


"Bangkrut eyke kalau ini semua duit eyke" jawabnya bersungut-sungut.


Dengan malu ketiga pelayan yang ku ketahui bernama Andika, Mela dan Ummi mengambil piring masing-masing dan mengisinya dengan lauk pauk.


"Jangan sungkan ambil aja, yeay pasti tahukan harganya berapaa" Jennifer berkata pada mereka


"Kakak apaan sih" kataku tak suka


"Bukan itu maksud eyke Ndah, maksud eyke karena harganya mehong jadi mubazir kalau tidak dihabiskan, gituuuu"


"Ooo" aku ber O panjang


Jadilah kami berenam makan dengan lahap. Semua hidangan di atas meja kami habiskan. Andika, Mela dan Ummi yang masih tampak malu-malupun aku paksa untuk ikut menghabiskan makanan tersebut.


Baru setelahnya, mereka bertiga membereskan meja dan kami masih duduk santai di private room tersebut.


"Terima kasih banyak kak karena telah baik hati sama kami" ucap Andika setelah mereka selesai dengan pekerjaannya membereskan meja.


"Sama-sama, terima kasihlah sama Madame Jen, karena dia yang telah mentraktir mereka" jawabku sambil tertawa


Jennifer mencebikkan bibirnya


"Awas ya yeay" jawabnya.


Yang lain tersenyum demi mendengar jawaban Jennifer.

__ADS_1


"Sekali lagi terima kasih kak, madame, ibu" kata Andika


Dengan sedikit membungkukkan badan, akhirnya mereka bertiga meninggalkan kami.


......***************......


"Ini kita kemana lagi kak?" tanyaku ketika mobil kembali melaju membelah jalanan kota


"Ketempat di mana yeay bisa makin bahagia" jawabnya


"Pak, bisa kita kembali saja kehotel" kataku pada pak supir


"terus saja pak!" perintah sang bodyguard


Aku lalu kembali merebahkan pundakku ke sandaran kursi mobil demi mendengar jawaban sang bodyguard. Jika aku membantah bisa dimarahnya aku, batinku.


Jennifer cekikikan. Aku melotot kearahnya.


Aku memejamkan mataku berusaha tenang. Bu Suryati yang duduk di sebelahku juga melakukan hal yang sama. Mungkin beliau mengantuk setelah perut terisi penuh.


Tak butuh waktu lama, mobilpun berhenti di sebuah bangunan megah dua lantai. Kami segera turun dan seperti tadi ketika di mall, ketiga bodyguard berjalan mengawal kami di belakang


"Madame Jen" sebuah suara menyambut kami dengan ramah


Jennifer langsung menoleh kearahku


"Sekarang yeay yakinkan kalo eyke itu mua terkenal sejagat Pekanbaru" ucapnya bangga sambil masuk dan memeluk perempuan muda yang tadi menyambutnya.


"Welcome Madame"


Jennifer melangkah dengan anggun diiringi wanita muda tadi. Dan ketiga bodyguard juga ikut naik kelantai dua mengikuti kami.


"Sepertinya sudah datang semua deh Madame"


"Ohya?" jawab Jennifer


"Iya, soalnya semuanya sudah pada bersenang-senang di atas" sambungnya


Aku yang berjalan tepat di belakang Jennifer hanya bertanya-tanya saja dalam hati.


Wanita muda itu membuka sebuah pintu. Dan mataku terbelalak ketika di dalam telah banyak berkumpul wanita yang rata-rata seumuran bu Suryati ada yang sedang berjoget dan ada yang bernyanyi.


Aku ikut masuk dan tampak bengong.


"Akhirnyaaaa... yang kita tunggu datang juga" kata sebuah suara melalui mic


Aku tersenyum kearah perempuan paruh baya yang kira-kira seumuran bu Suryati. Dia meletakkan micnya dan menyongsong kedatanganku.


Perempuan-perempuan yang lain juga menyambut kedatanganku. Mereka menyalamiku


"Akhirnya bisa dekatan dengan wanita yang menyelamatkan suami kita malam tadi" ucap mereka


Aku tersenyum mendengar ucapan mereka.


"Hanya kebetulan saja bu" jawabku merendah


Mereka mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing. Ada ibu kepala cabang dari Medan, Aceh, Lampung, Padang, dan lain-lain.


Aku merasa tersanjung ada di tengah-tengah mereka. Aku dengan ramah terus menjawab setiap pertanyaan mereka. Ternyata pekerjaan mereka juga keren-keren. Ada yang pegawai bank, ada yang PNS, ada yang perawat, tapi ada juga yang ibu rumah tangga.


Bu Tondang, ibu perwakilan cabang Medan menyanyikan sebuah lagu. Suaranya benar-benar bagus. Aku saja sampai terpukau dengan suaranya. Selanjutnya ibu-ibu yang lain bergiliran bernyanyi. Ternyata seanggun apapun mereka, ketika berada pada satu frekuensi bisa "gila-gilaan" juga.


Jenniferpun ikut heboh bergoyang. Suasana private room karaoke yang sengaja telah dibooking untuk kami jadi semakin semarak dan heboh.


Di tempat dudukku, aku ikut menganggukkan kepalaku saat lagu dangdut di putar. Aku semakin takjub ketika bu Suryati bernyanyi. Suara beliau benar-benar merdu.


Jennifer beberapa kali menarikku untuk ikut turun berjoget bersama mereka. Tetapi selalu aku tolak, aku malu.


Sampai akhirnya, ibu-ibu itu berhenti bernyanyi dan berjoget karena lagunya tiba-tiba berhenti. Mereka sontak terbahak-bahak karena hak ini. Akupun ikutan tertawa.


Tapi entah dari mana, tiba-tiba yang musik tadi berhenti tiba-tiba terdengar ada lagu Hindi Are Re Are.


Aku spontan berdiri dari kursiku dan bergabung bersama semua ibu-ibu itu dan ikutan berjoget.


Tepuk tangan langsung membahana diruangan itu ketika aku berjoget. Mereka sambil bertepuk juga ikutan berjoget bersama ku.


Aku benar-benar berjoget kali ini, tidak perduli dengan rasa maluku tadi. Aku kalau sudah mendengar lagu Hindi, jangankan malu, hutang saja bisa lupa. hahaha

__ADS_1


Jennifer pun tak kalah heboh, kami semua benar-benar menikmati kebersamaan kami saat ini. Benar kata Jennifer, tempat ini memang membuatku jauh lebih senang dan bahagia. Kumpul dengan orang-orang hebat dan heboh.


Indah tidak menyadari, jika hp Jennifer dalam posisi on merekamnya berjoget.


__ADS_2