Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Nonton Bioskop


__ADS_3

Ozkan telah berada dalam pesawat tujuan Turki. Perjalanan kurang dari empat jam diisinya dengan membaca artikel yang tampil di layar mini yang ada di hadapannya.


Pilihannya jatuh pada artikel tempat romantis berbulan madu. Dari beberapa negara yang ada di artikel itu, negara Switzerland yang paling menarik perhatiannya.


"Aku akan membawamu kesini Indah" gumamnya


Lalu Ozkan mencoba memejamkan matanya, berkhayal melalukan perjalanan bulan madu romantis dengan Indah.


Bibirnya menyunggingkan senyuman tanpa sadar ketika otaknya rekreasi liar.


Ozkan segera menggeleng-gelengkan kepalanya membuang khayalan liarnya dan kembali menatap keluar, keawan yang berada di samping pesawat.


...****************...


"Kamu tidak sedang bercanda kan?" ucap nyonya Aylin ketika Ozkan mengatakan ingin menikahi Indah


Ozkan menggeleng dengan cepat


"No, anne, seriously, Ozkan will married with Indah"


Wajah tuan Yusuf Yilmaz dan nyonya Aylin langsung berbinar bahagia.


"This is great news, askim" ucap nyonya Aylin sambil mencium kening Ozkan


Ozkan segera memeluk annenya dengan sayang


"Lamar Indah untuk Ozkan, anne" ucapnya manja


Nyonya Aylin terkekeh seraya menganggukkan kepalanya


"Wahhh ada yang pulang nih" ucap Ozlem yang tiba-tiba muncul


Ozkan melepas pelukannya pada anne, lalu berpindah memeluk Ozlem


"Bagaimana abi, sudah dapat?" tanyanya sambil menepuk pundak Ozkan


Ozkan tersenyum


"Justru Ozkan pulang karena dia ingin menikah!" jawab nyonya Aylin


Wajah Ozlem berubah senang dan kembali dia memeluk saudara laki-lakinya


"That's sound great bro, I am happy to hear that"


"Apa ini yang happy-happy?" Canan masuk


Lalu segera memeluk Ozkan


"Miss you so much abi" ucapnya memeluk erat Ozkan


"Miss you too adik tercantikku" jawab Ozkan sambil mengelus pundak Canan


Lalu mereka semua duduk dan Ozkan menceritakan bagaimana perjuangannya menemui dan meminta restu kedua orang tua Indah


"Anne sudah tidak sabar ingin bertemu dengan calon istrimu itu"


Ozkan merengkuh pundak annenya

__ADS_1


"Anne pasti akan menyukainya"


Nyonya Aylin mengangguk pasti


"Bagaimana bisnis kita?, berjalan lancar?" tanya Tuan Yilmaz


Wajah Canan langsung berubah kesal saat sang baba mulai membicarakan bisnis


"Anne, sepertinya kita jangan duduk diantara mereka. Obrolannya mulai tak asyik" ucapnya berdiri menarik tangan nyonya Aylin


Tuan Yilmaz dan kedua anak lelakinya tertawa melihat Canan yang kesal dan pergi meninggalkan mereka


...****************...


Ummi membebas tugaskanku selama tuan Malik di Jeddah. Seperti hari ini, Tuan Malik mengajakku jalan-jalan ke mall.


Aku menurut saja kemana dia membawaku, aku harus patuh. Aku tidak ingin ummi kecewa karena perlakuan tak sopanku


Selesai berkeliling mall, jalan-jalan, dan menonton bioskop tuan Malik mengajakku makan malam.


Aku yang menjalankan perintah ummi untuk menjadi temannya, merasa bahwa ini adalah kerjaan jadi aku bersikap profesional. Aku tidak banyak bertanya hanya menjadi pendengar yang baik ketika tuan Malik bercerita tentang karir dan pekerjaannya


Hal tersebut kembali terulang esok harinya, setelah agak siang aku kembali harus menemani tuan Malik jalan-jalan. Kali ini kami ke salah satu anak perusahaannya. Di sana cukup lama karena tuan Malik memeriksa beberapa dokumen dan juga meninjau perusahaannya langsung, perusahaan yang dipimpin anak keduanya.


Tiba di saat makan malam, tuan Malik memberanikan diri bertanya tentang kehidupan Indah


"Saya dengar dari ummi Afsha kamu singel ya?"


Aku menelan makananku dengan cepat. Perasaanku mulai tak enak, dan aku menatap kearah beliau. Lelaki yang ku taksir berusia kepala lima


Tuan Malik tersenyum mendengar jawaban Indah


"Kabarnya kamu juga suka film India, ya?" tanyanya lagi


Dan lagi-lagi, aku harus merasa kaget dengan ketahuannya tentang diriku


"Apakah anda selain bisnis man juga seorang detektif?" tanyaku sambil tersenyum


Tuan Malik terkekeh


"Jika benar, itu artinya selera kita sama, saya juga suka film bollywood" jawabnya


Mataku membulat tak percaya, tak mungkin seorang bisnis man yang sehari-hari sibuk bekerja punya waktu untuk menonton film Bollywood yang membutuhkan waktu setidaknya tiga jam sampai film itu tamat. Iya kan??


"Setiap hari minggu saya habiskan untuk menonton film bollywood di rumah" sambungnya seperti faham ketidak yakinanku


"Saya pernah menonton dilwale dulhania le jayange, dilto pagal hai, badhsah, dilse, hum dilde chuke sanam"


Aku bengong mendengar beliau menyebutkan judul film hindi yang juga pernah aku tonton


"Maan?" tanyaku


"Oh, jelas, saya juga pernah menontonnya" jawabnya


Lalu tanpa kuminta beliau bercerita tentang film yang tadi kutanyakan


"Dan akhirnya Dev, atau Dev Karan Singh menikah dengan Priya Verma yang kakinya harus diamputasi karena tertabrak mobil saat mau menemui Dev" tutupnya

__ADS_1


Aku tersenyum kagum kearahnya, aku benar-benar tak menyangka jika beliau benar-benar hafal diluar kepala film itu


"Romantis, ya?" lirihnya


"Hemmm, maksudnya?" tanyaku


"Ending film itu" jawabnya singkat


Aku mengangguk setuju


"Bagaimana jika besok seharian kita menonton film Bollywood?" usulnya


Aku diam sejenak seolah berpikir


"Ini murni ngajak nonton kan?, bukan ada niat terselubung?" batinku


"Bagaimana?" desaknya


"Boleh!" jawabku singkat.


Singkat cerita, jadilah besok itu kami nonton seharian. Gedung bioskop sengaja di booked oleh tuan Malik khusus untuk kami nonton berdua. Awalnya aku merasa janggal, tapi setelah mendengar jawaban beliau jika tidak semua orang Arab mau menonton film Bollywood seharian barulah aku menurut dan duduk selama nyaris sembilan jam dalam bioskop.


Bahkan makan siang kami ada pelayan yang mengantarkan.


Keluar dari dalam gedung bioskop hari telah malam, tampak sekali kebahagiaan di wajah tuan Malik. Sepanjang jalan pulang, tak hentinya kami kembali menceritakan tiga film yang barusan kami tonton.


...****************...


"Ummi tidak sedang bermaksud menjodohkan Indah dengan paman kan?" tanya Alima


Karena sudah tiga hari ini dia selalu memperhatikan jika sang paman selalu pergi dengan Indah


Ummi Afsha seolah tak mendengar pertanyaan Alima. Matanya terus saja fokus menatap layar smartphone


"Ummi??!" panggil Alima


Ummi Afsha masih bergeming. Dengan kesal Alima menarik smartphone dari tangan ummi dan dengan terpaksa ummi melihat kearah putri cantiknya itu


"Kenapa Alima?"


"Jawab pertanyaan Alima tadi!" jawab Alima dengan wajah cemberut


"Memangnya salah kalau ummi berniat menjodohkan mereka? tidakkan? toh keduanya sama-sama singel" jawab ummi santai


Mata Alima langsung terbelalak dan dia menatap tajam kearah ummi


"Salah!! niat ummi itu salah!!" jawabnya marah


Ummi Afsha langsung melepas kacamatanya dan memandang Alima heran


"Salahnya dimana, toh selama ini Indah sendiri, begitu juga dengan pamanmu, dan selama yang kita tahu, apakah Indah ada dekat dengan lelaki? tidakkan? Indah masih muda, seumuran denganmu dia harus memiliki pendamping. Dan pamanmu juga sudah lama sendiri, dan dia juga sedang mencari pendamping. Itulah sebabnya ummi meminta dia datang kesini berkenalan dan mencoba pendekatan dengan Indah" jawab ummi panjang lebar


Alima menutup wajahnya


"Astaghfirullah ummi, ummi tidak memahami kondisi Indah" lirihnya


"Pokoknya Alima tidak setuju dengan rencana gila ummi ini" jawabnya emosi

__ADS_1


__ADS_2