Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
I'm Jealous


__ADS_3

Aku mengumpat dalam hati, rasanya aku sangat kesal. Ingin sekali rasanya saat ini aku marah pada tuan Ozkan, agar dia tahu jika aku tidak suka dia tersenyum pada perempuan lain.


Ozkan yang melihat Indah menelungkup merasa kebingungan. Dia berjalan mondar mandir sambil menggigit kukunya.


"Aduh, aku tidak mengerti pula bagaimana menghadapi perempuan" keluhnya dalam hati


"Indah..." panggilnya lirih


Aku diam tidak menyahut


"Indah, kamu kenapa? lima menit yang lalu kita fine-fine saja, mengapa sekarang kamu berubah kesal padaku?" tanya Ozkan sambil duduk di tepi ranjang


Aku memiringkan tubuhku membelakanginya.


"Indah, aku ada salah ya?" tanyanya lagi


Aku segera menarik selimut dan menutupkannya keseluruh tubuhku. Ozkan yang melihat itu makin kebingungan.


Dia menarik nafas dalam dan akhirnya berdiri, menoleh kembali pada Indah yang tertutup selimut lalu keluar dari dalam kamar


Ozkan segera naik ke lantai paling atas, dia berdiri di tepi Kingdom Center Sky Bridge, di sana dia tidak sendiri, ada banyak orang di sana. Dari atas Sky Bridge, Ozkan bisa melihat keseluruh kota Riyadh. Mulutnya berdecak kagum melihat keindahan malam kota Riyadh dari atas ketinggian lebih dari tiga ribu meter tersebut.


"Aku akan membawa Indah kesini" lirihnya. Segera dia memutar tubuhnya berniat hendak kembali kekamar. Tapi langkahnya terhenti ketika dia teringat jika sekarang Indah kesal padanya.


"Alima, iya Alima. Aku harus tanyakan pada Alima apa yang menyebabkan perubahan sikap Indah yang begitu tiba-tiba"


Dia segera mencari tempat yang agak sepi, lalu mendial nomor Alima.


"Ya tuan Ozkan?" tanya Alima ketika panggilan mereka terhubung


"Saya mau menanyakan tentang Indah" jawabnya cepat


"Ada apa dengan Indah?"


Lalu Ozkan menceritakan bagaimana awalnya mereka tiba di Kingdom Center sampai akhirnya Indah merubah kesal padanya dan tidak mau diajak bicara


"Please Alima tolong saya, saya tidak faham soal perempuan" ucap Ozkan frustasi


Diseberang Alima tersenyum


"Sebelum menuju kamar, kalian kemana dulu?" tanyanya


Kening Ozkan mengerut mendengar pertanyaan Alima


"Resepsionis tentunya, kenapa?" jawab Ozkan


"Setelah itu, apakah kalian bertemu seseorang yang memicu kekesalan Indah?"


Ozkan memejamkan matanya sebentar berusaha untuk berfikir


"Tidak ada kecuali resepsionis"


"Oh, begitu ya? ehmm, saat berada di resepsionis apakah anda atau Indah melakukan sebuah percakapan atau say hello say hi sama orang asing?"


"Tidak ada" jawab Ozkan cepat


Alima diam sejenak, mencoba berfikir penyebab Indah kesal pada Ozkan


"Oh iya, saya tadi mengucapkan terima kasih dan tersenyum pada resepsionis" jawab Ozkan segera


Mata Alima berbinar, dia yakin ini yang menyebabkan Indah kesal


"Resepsionisnya perempuan cantik dan anda tersenyum padanya" ucapnya lirih sambil tersenyum dengan mengangguk-anggukkan kepalanya


"Indah cemburu!" jawab Alima cepat


Ozkan terkejut mendengar jawaban Alima.


"Really?" tanya Ozkan dengan wajah berubah cerah


"Pasti, saya yakin dia cemburu karena anda tersenyum pada perempuan lain. Dan selamat tuan Ozkan, itu artinya Indah masih mencintai anda"

__ADS_1


Ozkan makin melebarkan senyumannya mendengar jawaban Alima. Hatinya berbunga-bunga mengetahui jika Indah cemburu padanya.


"Thanks a lot Alima, anda sudah menenangkan hati saya, saya tadi sudah putus asa, bingung" jawab Ozkan lega dengan tersenyum kecil


Alima yang diseberang juga tersenyum senang, dia bahagia akhirnya perlahan Indah mulai berani membuka hatinya kembali.


"Saya akan kembali kekamar, menemui Indah, saya sudah tidak sabar ingin memeluknya" sambung Ozkan


"Eits!!! anda jangan macam-macam ya sama Indah, anda tidak boleh tidur berdua sama Indah" ucap Alima cepat begitu mendengar jawaban Ozkan yang terburu menemui Indah


"Saya bukan lelaki seperti itu" jawab Ozkan tegas


Alima tersenyum dan menarik nafas lega.


Segera Ozkan meninggalkan sky bridge dan berjalan terburu menuju lift dan kembali kekamarnya.


...****************...


Setelah tuan Ozkan pergi aku segera menyibakkan selimut yang menutupi seluruh tubuhku. Duduk sambil menarik guling lalu melemparkannya kelantai


"Hiiiii, menyebalkan. Kenapa pula dia harus senyum-senyum sama cewek lain, dasar ganjen" rutukku sambil menghentakkan kakiku


"Mana sekarang dia pergi lagi, hiiii" umpatku makin kesal. Aku kembali menghentakkan kakiku dan memukul-mukul kasur


"Kak Jen, ha iya. Aku harus telpon kak Jen" ucapku cepat sambil merangkak mengambil tas yang berada di ujung ranjang


Dengan cepat aku mendial nomor kak Jen, tersambung


"Kenapa?" sahut kak Jen dengan suara cemprengnya


"Kaaakk..." panggilku dengan nada manja


"Heeemmm, kenapa?"


"Abang kak"


"Bos ganteng?"


"He eh"


"Dia senyum-senyum sama perempuan, ihhh jijay aku liatnya"


Terdengar Jennifer terkekeh di seberang. Aku mengernyitkan keningku mendengar kak Jen tertawa, tapi wajahku masih ku tekuk kesal


"Ihh kakak kok nyebelin sih, orang lagi kesal, kakak malah ketawa?"


Jennifer masih terkekeh


"Emang yeay lihat bos senyum sama cewek lain dimana?"


"Di hotel"


"What?!, hotel???!


"Kok kaget kak?"


"Jadi bos ganteng chek in dengan cewek di hotel?, oh my god Tuhan tolong!" jawab kak Jen dengan nada genitnya


"Ihhh kakak apaan sih, orang kita berdua kok yang di hotel!" jawabku


"What?!!!" pekik Jennifer kembali, kali ini dengan sangat kencang


Aku sampai menjauhkan handphone dari telingaku karena mendengar teriakannya.


"Kalian berdua di hotel?!, seriusan?, Astaghfirullah, Maa Syaa Alloh, Subhanallah, please Indah, Ihh..."


Mulutku ternganga mendengar ocehan kak Jen. Ya ampun ni orang salah sangka deh, batinku


"Kak, dengarin aku dulu!" jawabku cepat


"Dengar apa hah?, ya amplop ya Ndah, kalian itu belum merid kok sudah tidur berdua itu gimana ceritanya, hah?, ihhhh, awas ya kalau yaey nanti pulang ketemu eyke, eyke mutilasi yeay, heeemmm" geram kak Jen

__ADS_1


Aku terkekeh mendengar geraman lucunya


"Nggak lucu tahu!" bentak kak Jen


"Lagian kakak sih, belum tahu yang sebenarnya sudah main suudzon saja"


"Lah, terus gimana ceritanya?"


"Tuuhhh kaaann, makanya dengarin dulu, jangan main teriak sama nuduh" jawabku sambil cemberut


"Ayo cerita, gimana" ucap kak Jen tak sabar


"Ceritanya tu gini kak, kami kan dari proyek, terus abang ngajakin aku dinner katanya, tapi nggak jadi karena aku nolak, terus diajaknya nih ke Kingdom Center, terus tuh kak ya dia senyum-senyum gitu sama resepsionis, kan aku marah kak, kesal" ucapku sambil cemberut


Jennifer terkekeh lagi, kali ini cukup lama. Aku yang mendengarkan tawa kak Jen makin kesal dan merebahkan tubuhku


"Yeay cemburu?" tanya Jennifer setelah tawanya reda


"Cemburu?, ya nggak lah" jawabku cepat


"Ihhh, kalau bukan cemburu itu namanya apa, hah?"


Aku diam, apa iya sih aku cemburu? kayanya nggak deh, batinku


"Itu tu artinya yeay cembokur alias cemburu, dodoll!" jawab Jennifer


Aku memanyunkan bibirku. Masa sih? batinku


"Itu artinya yeay masih cinta tuh sama si bos ganteng, ya syukur deh, itu artinya yeay sudah membuka hati yeay lagi. Dan eyke senang akhirnya kalian bisa bertemu"


Aku diam mendengarkan ucapan kak Jen.


"Apa iya sih kak aku cemburu?" tanyaku sambil merubah posisi tubuhku menjadi miring


Indah tidak mengetahui jika saat itu Ozkan masuk kedalam kamar mereka.


"Selama sama bos ganteng yeay pernah merasa kaya gini nggak?"


"Nggak pernah, kan abang selama dengan aku waktu di Jakarta nggak pernah senyum-senyum sama cewek lain, kan tiap pergi, kami selalu berdua, dikawal sama pak Abraham. Atau jangan-jangan emang abang sering keganjenan dengan cewek lain ya kak?, kan kita seminggu sekali ketemunya" jawabku dengan nada berubah kesal


Ozkan yang mendengar ucapan Indah terbengong


"Apalagi kita sudah enam tahun lebih nggak ketemu, bisa jadi kan kak di Turki sana dia caper sama banyak cewek" lanjutku dengan makin kesal


"Yeee yeay jangan asal nuduh lah" bela kak Jen


"Lah bayangin aja kak, depan aku aja dia senyum-senyum ganjen gitu sama cewek lain, gimana di belakang aku, coba?, makin parahkan??!" jawabku sambil kembali menghentakkan kakiku


Ozkan yang mendengar semua keluhan Indah, tersenyum senang. Hatinya kian membuncah bahagia


"Terus sekarang bos gantengnya kemana?"


"Mana aku tahu. Tadi dia keluar, nemuin cewek tadi mungkin, hiiii"


Jennifer kembali terkekeh mendengar jawaban Indah


"Makanya jadi perempuan jangan sok jual mahal, giliran ditinggal bingung sendiri kaaannn??!"


"Aku kesal kak sama abang" jawabku kembali dengan nada manja sambil duduk dengan kaki menjuntai kelantai


"Kalau ternyata dia beneran nemuin cewek tadi gimana?"


"Ihhh kakaaakk, nggak boleh!! Abang itu cuma buat aku" jawabku kesal sambil kembalimenghentakkan kakiku di lantai


Ozkan sudah tidak tahan lagi mendengar suara kesal Indah. Dia segera berjalan cepat menuju ranjang dan menarik bahu Indah lalu memeluk Indah dengan tiba-tiba


Aku terkaget begitu ada sebuah tangan menarik pundakku dan tak bisa mengelak lagi ketika tubuh besar itu memelukku erat


"Hallo Ndah, hei hallo, Indah?, ihh kemana sih orangnya, kok diem?, Ndah? Indah???"


Terdengar suara Jennifer dari handphone yang Indah pegang. Tangan Ozkan segera mengambil handphone tersebut dan menekan tombol merah memutus panggilan

__ADS_1


Aku bergeming saat abang menyentuh lembut bibirku. Mataku rasanya tak percaya jika saat ini yang mendekapku adalah abang.


Kembali bibir kami bersatu, dengan lembut Ozkan menyesap bibir tipis perempuan yang dikasihinya itu


__ADS_2