Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Lena


__ADS_3

Dengan khawatir Andi segera menyusul Naura, diketuk-ketuk nya pintu kamar, tapi Naura sama sekali tidak membukakan pintu


"Sayang, bilang sama ayah, kamu tadi diapakan sama mereka?"


Naura tidak menjawab, dia terus menyembunyikan wajahnya dalam bantal. Seumur hidupnya orang yang memarahinya cuma dua, bundanya sama uwaknya, kak Andri. Dan sekarang orang asing yang sama sekali tidak dikenalnya tahu-tahu memaki dan menyumpahinya, membuatnya benar-benar shock


Karena Naura tak juga mau membuka pintu, akhirnya Andi meminjam kunci motor yang tadi dipakai Raffa


Dengan cepat, Andi menghidupkan mesin motor dan melesat pergi


"Kamu mau kemana Ndi..?" teriak bu Mira


Namun Andi tidak mendengarkan teriakan ibunya, dadanya dipenuhi amarah, dengan ngebut dia melajukan motor


"Jika memang benar itu Lena, mau apa dia kesini?, jangan sampai dia mengacaukan rencana saya" geramnya


Tak butuh waktu lama, motor yang dikendarai Andi berhenti tepat di depan rumah Mia


Segera Andi mengetuk pintu, dan ternyata yang membuka pintu adalah Mia sendiri


"Kalian apakan anak saya tadi, hah?" Andi langsung berbicara dengan nada tinggi ketika Mia muncul


Mia diam, dia melihat Andi dari atas hingga bawah


"Ke rumah orang bukannya bertamu baik-baik, malah marah-marah"


Andi membuang mukanya dan segera duduk di kursi yang ada di teras


"Anakku tidak tahu apa-apa Mia, jadi tidak seharusnya kalian kasar sama dia"


"Aku yang membentak anakmu, bukan Mia!!!" Lena keluar dari dalam rumah dengan berkacak pinggang


Andi dengan cepat menoleh kearah wanita cantik berambut pirang itu.


"Punya nyali juga kamu kesini ya" sambung Lena sambil tertawa mengejek


Mia ikut duduk di sebelah Andi yang menatap Lena dengan marah


"Kalau kamu berani, maki saya, jangan anak saya" jawab Andi geram


Lena mendekat sambil menyulut sebatang rokok. Dengan santai di buangnya asap rokok ke udara


"Makian untuk kamu sudah habis Andi. Yang ingin aku lihat sekarang adalah bagaimana anakmu mati diperkosa ratusan pria!!"


"Lenaaaaa!!!!" Andi berdiri dengan tangan terangkat

__ADS_1


Lena tertawa dan menatap sinis kearah Andi


"Mau nampar aku?, tampar!! nih muka aku tampar!!" teriak Lena


Mia berdiri dan menarik tangan Andi. Tatapan Andi makin menunjukkan kebencian yang menggunung pada Lena


"Aku sudah menyumpahi kamu Andi, jika kamu ada anak perempuan maka anak kamu akan merasakan diperkosa ratusan pria hidung belang dan aku sumpahi anak kamu jadi lon***e sama kaya aku, aku sumpahi anak kamu aborsi juga kaya aku, aku sumpahi anak kamu jadi sampah masyarakat sama kaya aku!!!!" teriak Lena histeris


Badan Andi bergetar menahan emosi, tangannya yang sudah siap menampar wajah Lena segera dipegangi dengan kuat oleh Mia.


"Kamu babi Andi, anjing!!"


"Lenaaaa....!!!" teriak Andi


"Kenapa, hah??, kamu marah karena aku menyumpahi anakmu, kamu sakit hati, iya???"


"Kamu tidak tahu bagaimana aku dulu Andi. Betapa hancurnya aku saat aku hamil akibat perbuatanmu, kamu berjanji akan menikahi ku, tapi rupanya kamu malah pergi menghilang, terus kamu memintaku untuk aborsi!!"


"Kamu tidak merasakan bagaimana sakitnya aku Andi, aku harus menggugurkan janin yang aku sayangi, hingga detik ini, aku dihantui rasa bersalah akibat aborsi itu"


"Kamu tidak akan faham bagaimana rasanya dibuang keluarga karena aku membuat aib, kamu tidak akan tahu rasanya seperti apa Andi bertahan hidup di negeri orang. Hingga akhirnya aku jual diri!"


"Kamu dimana, hah???, kamu hilang. Setelah aku menyerahkan seluruh milikku, kamu pergi. Bahkan dengan santainya kamu bilang jika anak yang ku kandung bukan anakmu, babi kamu!!"


"Karena dendam dan sakit hati itulah, aku menyumpahi kamu dan seluruh keturunanmu akan menuai karma dari perbuatanmu. Dan bisa aku pastikan, jika anak perempuanmu akan merasakan apa yang dulu aku rasakan"


"Sekali saja kamu berbuat jahat sama anakku, akan ku bunuh kamu!!" geram Andi


Lena tertawa mengejek


"Aku germo Andi, anak buahku banyak. Sebelum kau membunuhku, aku hancurkan dulu hidupmu!"


"Argghhh..." Andi berteriak geram


Mia menarik paksa Lena masuk kedalam rumah, dia tak ingin keributan dua orang ini memancing tetangganya


"Anjing kamu Andi. Persiapkan diri kamu untuk melihat karma di depan matamu. Anakmu akan aku jadikan lon***e!!" teriak Lena


Setelah dengan susah payah menarik Lena masuk dan akhirnya dia bisa masuk, Mia segera menemui Andi yang terduduk di lantai teras


Mia menarik nafas dalam melihat Andi yang begitu kusut


"Anakku tidak bersalah Mia. Jadi jangan Lena mengatakan hal seburuk itu tentang anakku"


Mia kembali menarik nafas dalam

__ADS_1


"Lena terlalu sakit hati padamu, Andi. Jadi wajar jika dia berkata kasar seperti itu"


"Saya yakin kamu masih ingat dulu ketika Lena memohon padamu untuk tidak meninggalkannya, tapi apa yang kamu lakukan?, kamu meninggalkannya yang saat itu sedang mengandung anakmu, bahkan akhirnya dia aborsi karena tidak sanggup menanggung malu"


"Jika sekarang Lena marah besar, itu adalah akibat dari api kecil yang dulu kau sulut"


"Tapi aku yakin, karma yang disumpahkan Lena tidak akan mengenai Naura. Karena Naura di bawah didikan yang baik. Dia dididik oleh keluarga ibunya, apalagi Naura diberi pendidikan agama yang kuat"


"Aku tidak yakin jika Naura ikut denganmu Andi, karena bukan rahasia lagi bagaimana bobroknya adab keluargamu"


Andi diam, menundukkan kepalanya


"Pulang lah, Lena biar jadi urusanku. Bagaimanapun juga dia sahabatku, aku akan menasehatinya, aku akan menjelaskan siapa Naura dan siapa Indah. Semoga dia tidak membenci Naura, karena Naura sama sekali tidak mengetahui kisah kelam kalian berdua"


Dengan menghembus nafas dalam, akhirnya Andi berpamitan dan dengan lesu dia menjalankan motornya.


Sepanjang jalan, kembali terngiang-ngiang di telinganya makian dan sumpah serapah dari mulut Lena.


...****************...


Setelah Andi pergi, Mia segera masuk dan menemui Lena yang santai bermain hp


"Kamu jangan berkata begitu tentang anaknya Andi"


Lena cuek, dia masih saja memainkan ponsel yang ada di tangannya, seolah tak mendengar ucapan Mia


"Naura masih kecil saat orang tuanya berpisah. Bahkan dia juga tidak mengetahui apa penyebab perceraian kedua orang tuanya. Naura itu sangat dekat dengan Andi. Biasalah, ayah kan cinta pertamanya anak perempuan. Jadi aku harap kamu jangan berpikiran buruk tentang Naura"


"Dia jauh dari ibunya, ibunya merantau ke Arab untuk membalaskan sakit hati pada Andi dan juga orang tua Andi"


"Aku harap kamu memposisikan diri Naura pada posisimu Len, bagaimana rasa sakit mu dulu, kalau bisa jangan sampai menimpa perempuan-perempuan lain"


Lena meraih bungkusan rokok filter yang terletak di meja. Mengeluarkan sebatang dan menyulutnya


"Aku ingin melihat Andi hancur, Mia. Aku ingin lihat bagaimana reaksi dia ketika melihat anaknya diperkosa orang"


"Astaghfirullah Lena. Naura itu tidak tahu apa-apa. Kamu jangan berpikiran buruk untuk menculik dan menjualnya, jika itu kamu lakukan, aku adalah orang pertama yang akan membunuhmu!"


Lena terbahak lalu dia menepuk pundak sahabatnya


"Jika saja Andi bisa aku jual, sudah sejak dulu dia aku culik" ucapnya sambil kembali terbahak


"Tapi anaknya Andi cantik, jika aku jual aku pasti dapat uang banyak"


Mata Mia langsung memandang tajam kearah Lena yang mengucapkan kata itu dengan santai tanpa beban.

__ADS_1


"Aku sudah bilang tadi, jika sekali saja kamu berniat jahat sama Naura maka aku yang akan melawan mu"


Lena memiringkan bibirnya dan kembali dengan santai dia menghisap rokok yang ada di tangannya dengan dalam


__ADS_2