
Aku mendorong tubuh abang agar menjauh dariku. Masih dengan terisak aku memakan semua makanan di atas meja.
"Ikan ini pasti dari kolam bapakku" lirihku sambil mencubit daging ikan dan memasukkannya kembali dalam mulutku
Ozkan membiarkan Indah makan dengan air mata, dia masih belum mau berterus terang
Indah meletakkan sendok lalu kembali menoleh kearah Ozkan yang masih setia duduk di sampingnya
"Masih belum mau menjawab pertanyaan ku?"
Abang nyengir dan aku yang masih kesal memanyunkan bibirku
"Abang ke Indonesia kemarin" ucap Ozkan lirih
Aku dengan cepat menoleh pada abang
"Kerumah orang tuamu dan melamarmu dihadapan mereka"
Mataku kembali berkaca-kaca
"Serius?" tanyaku menahan tangis
Ozkan mengangguk
Aku dengan cepat memeluk abang dan kembali sesenggukan menangis
Ozkan dengan lembut mengelus bahu Indah yang berguncang
"Bahkan kedua anak lelakimu setuju" sambung Ozkan
Aku makin terisak
"Maafkan abang karena membohongimu, ini abang lakukan karena abang ingin memberi kejutan padamu" ucap Ozkan pelan
Aku tidak menjawab semua penjelasan abang, bagiku semuanya telah jelas
"Besok pagi abang akan ke Turki, meminta restu pada kedua orang tua abang"
Aku mengangguk dan melepas pelukanku pada abang. Lalu mengusap kasar wajahku
"Jangan bohong lagi, aku nggak suka" rajukku
Abang tersenyum dan menarik hidungku
"Apa yang kamu inginkan di hari pernikahan kita?"
Aku mengerutkan keningku seolah berfikir keras
Lalu aku menggeleng dan kembali mengambil lunch box
"Aku maunya makan" sahutku yang membuat abang tertawa sambil menggelengkan kepalanya
"Itu ibu ngasih abang, karena abang dari kemarin belum makan"
Aku menghentikan kunyahanku dan menatap tak percaya pada abang
"Serius?"
Ozkan mengangguk
__ADS_1
Aku dengan cepat langsung menyendokkan nasi dan ikan panggang untuk abang, lalu menyuapinya
"Sebenarnya abang kemarin makan di pesawat, makanya bekal dari ibu tidak abang makan, sengaja ingin abang makan sama kamu"
"ahhhh.. so sweet" ucapku manja
Jadilah kami makan berdua, dan abang makin bersikap manis padaku sepanjang hari ini
...****************...
"Hari ini kamu ikut ummi ke kantor ya Ndah" ucap ummi ketika aku turun dari tangga
Aku mengangguk dan berjalan kearahnya
"Siap ummi, apapun perintah ummi akan saya laksanakan"
"Pintar!!" puji ummi sambil terkekeh
Lalu aku mengikuti ummi berjalan keluar rumah dan masuk kedalam mobil
Karena sudah terbiasa bekerja dengan ummi, jadi begitu masuk kantor ummi, aku langsung menghidupkan laptop dan mengambil tumpukan laporan
"Yang ini kan ummi?" tanyaku
Ummi mengangguk dan duduk di kursinya
Lalu aku fokus mengerjakan laporan ummi. Dan ummipun sama halnya dengan ku, beliau langsung fokus dengan pekerjaannya
Berjam-jam aku menatap layar laptop dan sekali-kali berdiri menghadap ummi menanyakan yang tidak aku fahami, dan berkali-kali juga meregangkan tubuh agar tidak terlalu pegal, bahkan sekali-kali aku berjalan di dalam ruangan, berdiri di pinggir jendela, menatap jauh ke gedung pencakar langit lain.
"Indah, hari ini adik bungsu suami ummi yang tinggal di Dubai akan datang kesini, namanya Malik Ibrahim" ucap ummi ketika kami makan siang di cafe dekat kantor, tempat biasa kami nongkrong bila makan siang
"Oh ya, ummi?" jawabku antusias
Aku mendengarkan dengan seksama.
"Dia kesini ingin liburan sekaligus menjenguk Alima, keponakan tersayangnya"
"Sejak suami ummi meninggal, dia jarang kesini, mungkin karena kesibukannya atau bisa jadi karena dia sungkan karena kakaknya sudah tiada"
Aku tersenyum mendengar ucapan ummi
"Dia memiliki tiga anak dan semuanya lelaki, dan telah menikah semua"
"Tapi sangat di sayangkan, istrinya telah meninggal lima tahun yang lalu saat anak bungsunya sedang kuliah semester awal"
Wajahku langsung berubah sedih melihat ummi murung
"Lima tahun yang lalu?" tanyaku
Ummi mengangguk.
"Ummi tidak menghadiri pemakamannya?" tanyaku karena seingatku ummi tidak pernah ke Dubai, bahkan saat tiga tuan muda mengajak liburan ke Dubai ummi menolak
"Istrinya telah lama sakit dan di rawat di Yaman, negara asalnya. Jadi dia dimakamkan di sana"
Aku ber o panjang mendengar jawaban ummi
"Dan hari ini dia akan datang kesini, dia bilang sudah di perjalanan empat jam yang lalu. Dan ummi yakin, sekarang dia sudah di rumah"
__ADS_1
"Ummi kalau mau pulang tidak apa-apa ummi, biar pekerjaan ummi saya yang handle" ucapku
Ummi menggeleng dan memandang serius kepadaku
"Ummi boleh minta bantuanmu?" ucap ummi pelan
Aku memandang ummi serius
"Kamu mau kan temani Malik selama dia disini?"
Deg deg deg!!!
Detak jantungku langsung berdetak tak beraturan.
"Cuma sebentar kok dia disini, setelah dia pulang ke Dubai, kamu bisa normal seperti sedia kala"
Aku mengangguk pelan, aku tidak bisa membantah
...****************...
Kami pulang kerumah seperti jam pulang biasanya. Di perjalanan ummi menyuruh Pak Farhad mampir kesebuah toko kue, menyuruhnya membeli aneka kue untuk di bawa pulang, mau disuguhkan untuk tuan Malik Ibrahim, adik iparnya
Mobil makin mendekati rumah, dan aku makin gugup.
Berbeda dengan ummi, wajahnya makin ceria.
Akhirnya mobil sampai dan berhenti di depan teras. Dengan cepat pak Farhad membukakan pintu untuk ummi, dan aku ikut turun setelah ummi turun
Lalu kami masuk bersama dalam rumah
"Assalamualaikum, Ukhti" ucap sebuah suara menyambut kami
Dengan wajah ceria ummi segera menyambut tangan pria paruh baya yang berwajah khas Arabian dan juga menggunakan pakaian yang sama seperti Arabian lainnya
"Kayf kanat alrihlatu? labuda 'anak muteab (bagaimana perjalananmu tadi? kamu pasti lelah) ucap ummi sambil berjalan masuk
Pria bernama Malik itu lalu membimbing ummi. Mereka langsung duduk di ruang tamu, dan seorang pelayan segera mengambil kue yang tadi di bawa ummi
Karena ummi duduk, aku jadi berinisiatif untuk naik kekamarku. Baru saja kakiku melangkah keanak tangga, ummi segera memanggilku
"Hei, Indah. Kamu kesini dulu!"
Aku lantas membalikkan badanku dan berjalan kearah ummi, berdiri di sampingnya
"Nah Malik, ini Indah yang saya ceritakan itu"
Tuan Malik langsung memandang Indah tanpa berkedip
Aku tersenyum kaku kearahnya. Dia lalu menangkupkan kedua telapak tangannya di dada, dan aku melakukan hal yang sama
"Malik Ibrahim bin Maulana Ibrahim" ucapnya memperkenalkan diri padaku
Aku menganggukkan kepalaku dan menyebutkan namaku
"'ana Indah, 'ana muazafat walidatik wa'ana min 'iindunisia" (Saya Indah. Saya pegawainya ummi, dan saya dari Indonesia) ucapku memperkenalkan diri
"Nice to meet you" ucap tuan Malik lagi
Dan aku kembali mengangguk.
__ADS_1
"Apa aku bisa naik um?" tolehku pada ummi
Ummi mengangguk, lalu aku berpamitan pada tuan Malik dan dengan segera aku melesat naik menuju kamarku