Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Kembali Lagi Ke Jeddah


__ADS_3

Naura menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kak Jen terus meluapkan emosinya


"Kamu harus ingat Naura, siapa selama ini yang telah mengasuh dan membesarkan kalian bertiga. Apakah ada sehari saja Andi mengajak kalian, mengurusi kalian, memberi nafkah kalian?, tidak kan?"


"Bundamu Naura yang setiap bulan mengirimi kalian uang. Bundamu yang mengumpulkan harta benda agar kalian tidak direndahkan seperti dirinya yang dianggap remeh dengan keluarga Andi"


"Kamu belum merasakan bagaimana rasanya berkeluarga Naura, jadi kamu belum bisa merasakan bagaimana rasa sakitnya direndahkan suami dan mertua"


"Saya bersyukur karena kamu diasuh dengan orang yang benar, hingga kamu jadi seperti sekarang. Saya tidak bisa membayangkan jika kamu diasuh oleh keluarga Andi yang laknat itu, entah akan jadi apa kamu!"


"Saya hanya berharap kamu bisa berpikir jernih Naura. Jangan kasih sayang Andi membutakan kamu hingga kamu durhaka pada ibumu!"


Lalu kak Jen mengumpulkan semua foto yang ada di meja, memasukkannya kedalam tas lalu dia menoleh pada Naura yang masih sesenggukan


"Cucilah wajahmu, aunty akan mengantarmu ketempat bunda dan kedua adikmu shopping"


Naura bergeming, dia masih sesenggukan.


"Di hotel ini juga dulu tempat bundamu menginap dan mengalami siksaan itu" sambungnya sambil menghembus nafas dalam


"Andai rekaman cctv itu masih ada" lanjutnya


Naura mengangkat wajahnya


"Aunty tidak bohong kan?" ucapnya pelan


Jennifer menggeleng


"Sudah aunty bilang tadi, apa untungnya untuk aunty membohongi kamu. Aunty bilang ini cuma karena aunty kasihan sama bundamu"


Naura bergerak memeluk Jennifer, dan Jennifer mengelus kepalanya dengan lembut


"Jika kamu tidak bisa memahami penderitaan bundamu sebagai seorang anak, setidaknya fahamilah sebagai sesama perempuan. Memang saat ini kamu belum bisa memahami itu, tapi aunty yakin seiring waktu kamu akan mengerti"


Naura hanya mengangguk dan menyusut air matanya lagi.


...****************...


Aku memeluk kak Jen saat dia mengantarkan kami ke bandara. Ketiga anakku yang selama lima hari ini bersamanyapun mulai akrab


"Nanti aunty akan gantian mengunjungi kalian" ucapnya sambil mengelus kepala kedua putraku


"Sering-sering kabari eyke. Kalau yeay butuh teman, eyke selalu siap"


Aku menganggukkan kepalaku dan memasang senyum sedih ketika kami akan masuk kebandara


"Jaga bunda kalian ya sayang, kalau kalian jahati dia aunty akan bawa bunda kalian kesini dan nggak bakal aunty suruh pulang"


Ketiga anakku mengangguk. Lalu mereka mencium punggung tangan kak Jen dan aku memeluknya erat


"Bahagialah dengan caramu Indah. Jangan memikirkan kebahagiaan orang lain. Ingat, love self" ucap kak Jen lirih


Aku mengangguk lalu mulai masuk kedalam bandara. Jennifer melambaikan tangan ketika Indah dan ketiga anaknya mulai berjalan meninggalkannya.


"Semoga nasehatku kemarin bisa meluluhkan Naura" gumamnya


...****************...


Aku dan kedua orang tuaku serta dua anak lelakiku mengantarkan Naura kepesantren, karena lusa kegiatan belajar mengajar semester genap sudah berjalan


"Hari Rabu, Insha Alloh bunda kembali lagi ke Jeddah" ucapku saat aku masuk kekamar Naura


Naura yang sedang merapihkan pakaiannya dalam lemari menoleh kearahku


"Tidakkah bunda ingin berhenti menjadi tkw?"

__ADS_1


Aku menarik nafas dalam


"Sangat ingin nak. Tapi bunda sudah terlanjur perpanjang kontrak lagian kerja bunda memang belum beres di Jeddah. Tapi bunda janji, bunda akan secepatnya kembali"


Naura berbalik dan memelukku


"Apakah masih ada kesempatan untuk bunda dan ayah rujuk kembali?" lirihnya dalam pelukanku


Aku segera menarik tubuhnya dan menatapnya tak yakin


"Astaghfirullah Naura, bunda pikir kamu sudah sadar nak" ucapku kecewa


Naura menundukkan kepalanya


"Naura salah ya bunda?"


"Iya!" jawabku ketus


"Bunda tahu, kamu memberitahu ayahmu kan jika hari ini kamu kembali ke pesantren? dan bunda yakin jika sekarang ada ayahmu di luar sana" sambungku


Naura menundukkan kepalanya.


"Sudahlah nak, sekarang terserah apa mau kamu. Bunda sudah tidak perduli lagi. Jika kamu ingin ikut ayahmu, silahkan. Tinggal bilang dengan uwak agar uwak menyiapkan segala keperluan kamu karena bunda akan kembali ke Jeddah"


Naura mengangkat kepalanya dan matanya berkaca-kaca


"Jadi bunda ngusir Naura?"


Aku menggeleng


"Kamu sudah besar nak, sudah bisa merasakan mana yang enak dan tidak. Jika kamu merasa senang ikut ayahmu, silahkan. Bunda tidak akan menghalangimu selangkahpun"


"Jika begitu, Naura akan ikut ayah!" jawabnya ketus


"Silahkan!" jawabku langsung meninggalkannya


"Sudah kukira kamu ada disini" ucapku dingin pada Andi


"Aku ingin Naura merasakan sama seperti santri lain yang diantar orang tuanya"


Aku tersenyum basi mendengar alasannya


"Selama dua minggu ini Naura sudah bersamaku, dan kulihat dia semakin keras kepala. Aku tidak tahu doktrin apa yang telah kamu lakukan padanya hingga dia berubah"


"Aku tidak melakukan apa-apa. Mungkin Naura hanya menginginkan apa yang sebenarnya harus terjadi"


"Maksud kamu apa?" ucapku dingin


Andi diam


"Kalau kamu bisa menghasut Naura agar kita bisa rujuk, kamu salah Andi. Ingat Andi sampai matipun aku tidak akan pernah kembali sama kamu. Cam kan itu!" ucapku sambil segera berlalu dari hadapannya


"Bunda tunggu!" teriak Naura


Aku berhenti dan menoleh. Kulihat Naura berlari kearah kami


"Kalau bunda tidak mau kembali sama ayah, itu artinya bunda merelakan Naura untuk ikut sama ayah!" ucapnya


Aku menarik nafas dalam lalu menoleh pada Andi


"Selamat Andi, tanpa kamu harus bersusah payah Naura lebih memilihmu ketimbang aku"


"Dan kamu Naura, anak gadisku yang paling cantik sedunia, bunda ikhlaskan untuk kamu ikut dengan ayahmu. Maafkan jika selama ini bunda gagal menjadi ibu yang baik untukmu, maafkan jika bunda tidak bisa jadi ibu seperti yang kau inginkan"


"Yakinlah nak, dimanapun kau berada doa bunda akan selalu bersamamu" lirihku menahan air mata yang siap tumpah

__ADS_1


Lalu aku kembali membalikkan tubuhku dan berjalan meninggalkan Naura yang terisak melihat kepergianku


...****************...


"Kembali aku menitipkan ketiga anakku padamu Mak" ucapku tersedu ketika memeluk umakku


Umakku memelukku dengan haru, sejak semalam dia sudah menangis karena hari ini akan kembali berpisah dariku


"Bapak jaga kesehatan ya, Insha Alloh tahun ini bapak dan umak naik haji, dan kita bisa bertemu di Arab" ucapku ketika memeluk bapakku


Lalu aku berpindah memeluk yuk Yana, berpelukan erat sambil kembali bertangisan


"Jangan lelah untuk ngocehin anakku jika mereka nakal" ucapku serak


Yuk Yana mengangguk tanpa bisa berkata. Lalu aku berpindah memeluk kak Angga, kakak tertinggiku


Aku tahu dia menahan tangis saat aku memeluknya


"Kakak janji akan terus menjaga anakmu, jangan banyak pikiran" ucapnya


Aku hanya bisa mengangguk. Saat aku hendak memeluk kak Andri, dia menghembus nafasnya dengan dalam


"Dulu ketika kamu pergi pertama kali kakak tidak mau melihatnya, tapi yang kedua kali ini kakak bertekad ingin mengantarmu langsung" ucapnya pilu


Aku tersenyum sambil berurai airmata.


"Berjanjilah bahwa kau akan bahagia sat. Menikahlah jika memang di sana kau menemukan pria yang tepat" ucapnya yang membuat mulutku ternganga.


"Kakak tahu kok" bisiknya yang membuat wajahku langsung bersemu


Lalu aku memeluknya erat


"Jaga kedua putraku kak, jadikan mereka tentara seperti cita-cita mereka" ucapku serak


Kak Andri mengangguk


"Pasti, akan kujadikan kedua ponakanku Raider" janjinya


Aku tersenyum haru mendengar ucapannya


"Sini sayang" panggilku pada kedua putraku yang berpegangan tangan sambil menangis.


Aku memeluk mereka dengan erat dan menangis tertahan


"Berjanjilah kalau kalian akan menjadi hafidz yang hebat" ucapku dengan suara tercekat


Keduanya mengangguk


"Bunda sudah mendaftarkan kalian naik haji, jadi Insha Alloh tahun 2024 kalian akan berangkat ke Mekkah" ucapku


Kedua mata anakku bersinar ceria. Aku menganggukkan kepalaku sambil tersenyum pada mereka


"Hadiah dari bos bunda" lanjutku


"Sampaikan salam dan ucapan terima kasih kami pada beliau ya bunda" ucap Mikail


Aku mengangguk


"Ingat ya kak, 2,5% setiap setengah bulan sekali bagikan ke satu panti seperti dulu" ucapku pada kak Andri


Kak Andri mengangguk, lalu aku kembali memeluk erat umak bapakku.


"Jangan tangisi kepergianku kali ini dengan sedih, tapi tangisilah dengan tangis restu" lirihku


Umak bapakku mengangguk

__ADS_1


Setelah mencium dan kembali memeluk erat kedua jagoanku, aku menarik koperku, masuk kedalam bandara menunggu jadwal penerbanganku


"Selamat Tinggal Lubuklinggau, Tunggu aku kembali lagi kesini" lirihku


__ADS_2