Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Siasat Tuan Yilmaz


__ADS_3

"Perempuan tadi Ozkan yang selama ini kamu tunggu?" tanya tuan Yilmaz ketika mereka berdua di dalam hotel


Ozkan diam seakan tidak mendengar pertanyaan babanya


"Ozkan?" kembali tuan Yilmaz bersuara karena mendapati Ozkan diam


Ozkan menoleh pada babanya yang sedang melepas jas


"Iya baba" jawabnya pelan


"Berarti kamu tahu jika dia bekerja dengan Ibrahim Holding?"


Ozkan kembali diam.


"Iya baba, tapi selama ini saya hanya memperhatikannya dari jauh, tiap kali saya ke Arab saya hanya bisa melihatnya dari jauh tanpa berani mendekatinya" jawab Ozkan setelah lama diam


Tuan Yilmaz mendekati putranya, menepuk pundaknya berkali-kali dengan sedikit agak kencang


Ozkan menarik nafas berat dan menutup wajahnya


"Aku takut dia akan lari lagi baba, itulah sebabnya aku hanya berani melihatnya"


"Mengapa kamu tidak berani menemuinya?"


"Karena aku sangat mencintainya baba, itulah sebabnya aku tidak mau dia tahu jika aku selalu mengikutinya"


"Sebesar itukah cintamu pada dia?"


"Sangat baba, aku sangat mencintainya" jawab Ozkan lirih


"Bawa dia ke Turki" ucap tuan Yilmaz cepat


Ozkan mengangkat kepalanya mendengar kalimat yang diucapkan tuan Yilmaz


"Tapi bagaimana caranya baba?, dia memintaku untuk tidak pernah datang lagi dikehidupannya, dia memintaku untuk melupakannya" jawab Ozkan putus asa


"Dan apakah kau bisa melupakannya?"


Ozkan menggeleng


"Jangan lari dari masalahmu, hadapi. Jadilah lelaki sejati yang selalu menyelesaikan masalah bukan menghindarinya. Buktikan jika kau memang mencintainya"


Ozkan kembali menarik nafas dalam. Tuan Yilmaz kembali menepuk pundaknya


"Istirahatlah, besok kau harus melihat mega proyek baru ini. Jika kau terlambat, maka Indah akan bersama dengan saudaramu yang lain"


Ozkan segera mengangkat kepalanya.


"Mereka sudah ada istri semua baba, tidak akan kubiarkan mereka menggoda kekasihku"


Tuan Yilmaz tersenyum mendengar jawaban Ozkan


...****************...


"Kamu tahu Alima, lima investor menanamkan saham mereka pada proyek baru ummi" ucap ummi dengan mata berbinar ketika mereka sarapan.


"Wahhh selamat ya ummi" jawab Alima bahagia


"Selamat juga ummi" lanjut tuan Ghafi


"Ini semua karena Indah, harusnya kalian memberi selamat padanya" jawab ummi Afsha


"Ohya?" ucap nona Alima dengan mata berbinar


Ummi Afsha mengangguk, lalu menceritakan semua presentasi yang dilakukan Indah kemarin


"Turki? Apakah itu Ozkan?" bisik nona Alima dalam hati


"Ummi masih ingat siapa nama investor itu?" tanya nona Alima


"Tuan Yusuf Yilmaz, beliau adalah kolega lama abimu"


"Yang lain?" kejar Alima


"Anaknya, kalau ummi nggak salah kemarin tuan Yusuf menyebutnya dengan nama Ozkan"


Wajah Alima langsung terlihat kaget. Jika benar orang itu adalah Ozkan dia harus bicara serius pada lelaki itu


"Mommy kenapa tiba-tiba menanyakan nama mereka?" tanya tuan Ghafi


Alima tersenyum kearah suaminya, sedangkan ummi Afsha berhenti memotong stik yang ada di piringnya, ikut memandang heran kearah Alima karena terpancing perkataan menantunya


"Are you jealous? tanya Alima manja


Tuan Ghafi membuang mukanya lalu kembali melanjutkan makannya. Sedangkan Alima terkekeh


"Pengen tahu saja ummi, nggak salahkan?" Alima memberi alasan

__ADS_1


Ummi menarik bibirnya mendengar jawaban putrinya tersebut.


"Kamu masih tiap sabtu bawa Indah?" tanya Ummi


"Iya" jawab Alima singkat


"For what honey?" tanya tuan Ghafi


"Nemani Alima saja"


Ummi dan tuan Ghafi ber O panjang sedang Alima bersikap datar, dia tak ingin jika suami dan umminya tahu jika dia mengobati Indah


...****************...


"Hari ini kamu melihat proyek hotel kita ya Ndah" ucap ummi ketika kami tiba di kantor


"Siap ummi" jawabku


Lalu ummi mengeluarkan smartphonenya


"Bawa Indah hari ini, saya tidak ingin tuan Yusuf kecewa jika Indah tidak turun tangan" ucap ummi ketika panggilan terhubung


"Siap ummi" jawab kepala divisi


Lalu ummi menutup panggilan, sedangkan aku kembali berkutat dengan pekerjaanku


"Mereka on the way, kamu siap-siap" ucap ummi yang mengalihkan perhatianku dari layar komputer


"Sepagi ini ummi?" tanyaku


"Ini sudah menjelang siang Indah, hampir jam sebelas" ralat ummi


Aku nyengir mendengar jawaban ummi


"Orang yang berdedikasi tinggi itu selalu memanfaatkan waktu, bukan membuang waktu" lanjutnya


Wajahku langsung berubah tegang mendengar ucapan ummi


"Maaf ummi" jawabku pelan


"It's okay, lain kali kamu harus on time, jadi ketika kolega kamu tiba, kamu sudah siap" nasehat ummi


"Siap ummi" jawabku


Tak lama pintu diketuk, setelah mendengar jawaban ummi, kepala divisi proyek hotel muncul


Ummi menoleh padaku, aku segera berdiri dan meraih tas kerjaku


"Saya berangkat ummi" ucapku sambil mencium punggung tangannya


"On the best ya Ndah" ucap ummi memberiku semangat


Aku mengangguk pasti. Lalu aku mengikuti langkah kepala divisi itu keluar dari ruangan ummi lalu berjalan menuju lift


Mata Ozkan memandang tajam ketika dilihatnya Indah berjalan dengan dua orang lelaki.


Tiba-tiba dia merasa gerah dan segera dia mengendurkan dasinya. Tuan Yilmaz yang menangkap perubahan wajah Ozkan tersenyum ditahan


"Ayo" ucap Tuan Yilmaz ketika rombongan Indah sampai di dekat mereka


Indah mengangguk sambil tersenyum. Ketiga sepupu Ozkan segera mengulurkan tangan dengan niat untuk bersalaman dengan Indah.


Melihat tangan mereka terulur, Indah segera menyambut tangan mereka dengan hangat


Wajah Ozkan kian menegang melihat Indah tersenyum ramah pada mereka.


"Saya dan tiga keponakan saya satu mobil, Indah bisa dengan Ozkan" ucap tuan Yilmaz


Mataku segera melotot mendengar ide tuan Yilmaz


"Saya dengan dua kepala divisi saja pak" tolakku cepat


"No, kamu harus dengan Ozkan. Karena dia sendirian" jawab tuan Yilmaz


Kedua kepala divisi tidak berani membantah karena mereka tahu tuan Yusuf Yilmaz adalah kolega lama tuan Ibrahim dan sekarang beliau juga menanamkan saham yang besar di proyek mereka


"Tidak apa-apa Indah, kami bisa berdua saja. Kamu silahkan dengan tuan Ozkan, yang tuan Yusuf katakan benar, kamu lebih baik berdua dengan Ozkan, karena proyek ini nanti kalian berdua yang akan menanganinya"


"Mati aku" batinku


Ozkan menatap kearah babanya dengan bahagia. Terpancar sekali sinar bahagia dari mata itu


Tuan Yilmaz tersenyum penuh arti kepada putranya tersebut


"Mari..." ucap Ozkan sambil memberi jalan pada Indah untuk naik kemobil yang ada di sebelah mereka


Dengan wajah kaku aku terpaksa mengikuti perintahnya. Aku segera naik dan duduk, baru setelah itu tuan Ozkan menutup pintu. Lalu dia berjalan memutar dan membuka pintu mobil disebelahku, lalu duduk didekatku

__ADS_1


Aku menelan ludah begitu dia menghenyakkan pantatnya. Berbeda dengan Ozkan, dia segera duduk bersandar dan melirik sedikit kearah Indah


Diusapnya dagunya kemudian dia berdehem


Aku pura-pura tidak mendengar dehemannya. Aku terus fokus menatap kedepan.


Mobil berjalan pelan, dan aku berkali-kali menggigit bibirku karena gugup


Dengan lancang Ozkan segera meraih tangan Indah yang sejak tadi meremas ujung blazernya


Aku terkaget begitu tuan Ozkan menarik tanganku. Segera aku menarik kembali tanganku. Tapi Ozkan dengan cepat menahan tangan itu.


Aku menatap kearahnya dengan gugup, tapi tuan Ozkan malah tersenyum manis


Digenggamnya tanganku dengan kedua tangannya


"Jangan membantah" lirihnya


Aku dengan cepat memalingkan wajahku menghindari tatapan tajam matanya


Dapat kurasakan tanganku terasa hangat, lalu aku kembali menoleh pada tuan Ozkan


"Tolong lepaskan" lirihku


Ozkan menggeleng


"Katakan jika kau merindukanku baru akan aku lepaskan" jawabnya


Aku menarik nafas dalam dan mendecak kesal


Ozkan tersenyum melihat Indah kesal. Diciumnya tangan Indah dengan sayang, dan aku menoleh dengan wajah cemberut


"Iya, aku rindu sama tuan" jawabku dengan wajah yang ditekuk


Ozkan tersenyum mendengar ucapan Indah, dan aku dengan cepat menarik tanganku


"Walau wajahmu cemberut tapi aku tahu, matamu penuh dengan kerinduan yang mendalam" ucap Ozkan


Aku menghembuskan nafasku. Sabar Indah, sabar batinku


"Aku tahu kau merindukanku" bisik tuan Ozkan tepat ditelingaku. Hingga kumis tipisnya nyaris menyentuh wajahku


Wajahku menegang dan tak berani menoleh.


Tapi Ozkan sangat menikmati itu, dia sangat menikmati kegugupan Indah, kegugupan Indah persis seperti ketika dia memeluk gadis itu untuk pertama kalinya.


...****************...


"Alhamdulillah kita sudah sampai" ucapku lega karena akhirnya mobil yang kami tumpangi sampai di lokasi pembangunan hotel bintang lima milik Ibrahim Holding


Aku segera membuka pintu mobil, tapi sekali lagi tanganku ditarik tuan Ozkan.


Aku menoleh dengan memasang wajah kesal padanya


"Say you love me, please" ucapnya


Aku segera menghentakkan tanganku dan segera turun dari dalam mobil


Ozkan terkekeh


"Wajah yang bersemu merah dan gugup yang sama" lirihnya


Aku tidak memperdulikan tuan Ozkan, aku segera bergabung dengan rombongan yang akan melihat proyek hotel ini.


Kepala divisi memberikan masing-masing kami sebuah helm untuk melindungi kepala kami, karena saat itu gedung hotel masih dalam tahap pembangunan


Aku segera memasang helm di kepalaku, ketika aku akan mengunci helm tersebut, sebuah tangan dengan cepat mengambil alih dan menguncinya.


Aku mendongak, karena itu adalah kelakuan tuan Ozkan. Ya Rabb mau apalagi orang ini, batinku


"Ehh hemm" suara tuan Yilmaz menyadarkanku dan dengan cepat aku menurunkan tatapanku


"Terima kasih" jawabku lirih


Lalu aku mundur memilih kebarisan rombongan divisi, aku takut jika orang lain menyadari kegugupanku


Selanjutnya kepala divisi menunjukkan pada kami peta bangunan hotel dan kerangka rancangan yang akan dibangun, Baru setelahnya kami berjalan masuk kedalam gedung, kepala divisi segera menjelaskan bagian-bagian dalam gedung yang sedang dibangun tersebut dengan detail.


Sepanjang pemeriksaan tersebut aku begitu fokus memperhatikan, bahkan aku mencatat sebagian penjelasan dua kepala divisi tersebut


Dapat kulihat keempat calon investor sama antusiasnya denganku, tapi tidak dengan tuan Ozkan, sejak tadi aku hanya melihat jika dia sibuk menatap kearahku dan sesekali mengarahkan ponselnya padaku, semoga dia tidak mengambil fotoku, batinku.


Saat pandangan kami bertemu, maka tuan Ozkan akan melempar senyumannya padaku. Aku hanya membalas dengan membuang cepat wajahku, sungguh aku takut dengan tatapan dan senyuman itu. Takut jika aku akan jatuh cinta lagi padanya.


Sementara Ozkan sibuk dengan mencuri-curi pandang pada Indah, maka tuan Yilmaz sibuk mencuri pandangan pada putranya


"Aylin, jika kamu melihat bagaimana tingkah putra kesayanganmu, kau pasti tidak akan mempercayainya sama seperti aku" batinnya sambil menahan senyum

__ADS_1


__ADS_2