Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Menghadap Ummi


__ADS_3

Ozkan di rawat selama lima hari, itu artinya aku di rumah keluarga Yilmaz sudah tiga hari.


Siang ini saat keluarga besar itu hendak menjemput abang, aku tidak diajak dengan mereka


Mereka ingin aku mempersiapkan diri menyambut abang, padahal aku tidak bisa leluasa di rumah besar ini. Karena aku masih terkendala bahasa dan tentu saja aku merasa canggung


Tapi diluar dugaanku, Gulsen asisten rumah tangga yang pintar, dia bisa berbicara bahasa inggris yang menyebabkan komunikasi kami bisa berjalan lancar


"Can, I help you?" tanyanya ketika melihatku seperti orang bingung


Aku menoleh dan tersenyum padanya


"I am bored, can you bring me to help you cook?"


Gulsen mengangguk dan mengajakku kedapur


Kulihat di dapur telah tersedia banyak sekali bahan makanan. Aku ingat, jika abang suka sekali dengan ikan panggang


"Can I have some of chicken to griled?"


"of course"


"Thank you, because Ozkan love it so much"


Gulsen tersenyum.


Lalu aku mulai membumbui beberapa potong ayam dan mulai memanggangnya di alat yang diberikan Gulsen padaku


"There is a butter?


Gulsen segera membuka kulkas dan memberikan padaku, lalu aku melumuri sedikit mentega di atas ayam yang sedang ku panggang


Setelah selesai memanggang ayam, aku pindahkan ayam yang telah matang kedalam piring lonjong dan menghiasnya


Lalu aku mengambil bawang merah dan cabai, memotongnya kasar dan meletakkan dalam mangkuk lalu aku menuangkan kecap diatasnya, tak lupa kutambahkan irisan kasar tomat


Gulsen memasak makanan khas Turki dan dia tak pelit mengajariku. Dia menjawab setiap pertanyaanku seputar yang dimasaknya, dan aku ikut mencicipi ketika makanan yang dimasaknya akan matang


Berdua kami berjibaku mempersiapkan makanan untuk makan siang, sementara dua pelayan lain membersihkan rumah.


Aku dan Gulsen sedang menyusun makanan di meja ketika rombongan tuan Yilmaz tiba di rumah


"Ini apa-apaan Gulsen?" tanya nyonya Aylin kaget demi melihat Indah ikut membawa makanan dari dapur


Kulihat Gulsen menunduk takut


"This is not her mistakes Mom, this is what I asked for" jawabku cepat karena aku tak ingin Gulsen kena marah gara-gara aku


Ozkan segera mendekati Gulsen dan memeluknya


"Terima kasih karena telah bersusah payah masak untuk menyambutku"


Gulsen mengusap pundak Ozkan,


"Ini semua berkat bantuan calon istrimu tuan muda, dia yang menyiapkan ini semua"


Ozkan segera melirik dan tersenyum penuh arti pada Indah


"Sayang, kamu cepatlah mandi, kami menunggu di meja makan" ucap nyonya Aylin memegang tangan Indah


Aku mengangguk dan menurut. Aku segera berlalu dari hadapan mereka, dan segera masuk ke kamar tamu.


Ozkan segera naik ke kamarnya, dan merebahkan dirinya di tempat tidur. Lukanya yang masih di perban sedikit terasa nyeri ketika dia memiringkan tubuhnya


Ozkan memejamkan matanya menahan nyeri, lalu dia segera meraih smartphone yang tadi diletakkannya di atas meja


Aku yang sedang mengeringkan rambutku segera menoleh keatas ranjang ketika smartphoneku berdering


Mine❤️


Segera ku sambar benda hitam itu


"Kenapa bang?"


"Tolong aku"


"Abang kenapa?" aku mulai panik


"Sakit"


"Abang dimana sekarang?"


"Kamar"


Aku langsung meletakkan handuk dan segera keluar dari kamarku, berlari naik keatas


Aku yang telah tahu dimana letak kamar abang segera masuk begitu sampai di depan kamarnya


Kulihat abang menyandar di tepi ranjang sambil memegang bahunya yang bekas tembakan

__ADS_1


Refleks aku segera naik keranjang dan dengan khawatir aku melihat lukanya.


Ozkan yang ternyata iseng mengerjai Indah tersenyum penuh kemenangan ketika dilihatnya wanita itu sedang meniup-niup perbannya


Ozkan menghirup dalam aroma sampo dari rambut Indah yang tampak basah tak tertutup


Dengan tangan kanannya dia segera menekan pundak wanita itu ke dadanya. Aku yang kaget dengan reaksi abang tak bisa menolak ketika bibir lembut itu menyentuh bibirku


Ozkan semakin menyesap lembut dengan dalam dan aku melakukan hal yang sama


"Askim....." nyonya Aylin yang masuk langsung terbelalak melihat pemandangan di hadapannya


Kami yang sedang saling pagut dengan cepat melepas ciuman kami. Terlebih aku, wajahku langsung terasa panas. Sumpah, aku malu sekali


Segera aku turun dari ranjang dan membetulkan rambutku yang berantakan karena belum sempat aku sisir tadi


"Ini tidak seperti yang ibu lihat" ucapku gemetar


Nyonya Aylin masih menatap bengong bergantian antara Ozkan dan Indah


Ozkan tersenyum malu sambil mengelap bibirnya menggunakan ibu jarinya


"Apa yang kau lakukan Ozkan?" geramnya


"Aku yang memintanya kemari anne, aku membohonginya dengan mengatakan jika bekas lukaku sakit. Jadi Indah kesini dan terjadilah apa yang anne lihat tadi"


Aku memejamkan mataku dengan rapat menahan malu


"Tidak bisakah kau sabar sedikit sayang?" suara anne melemah


Aku segera berlari keluar dari dalam kamar abang dan melesat turun berlari ke kamarku


Ozlem yang berjalan dari dalam tampak kaget melihat Indah berlari seperti ketakutan


"Itu Indah kan, kenapa dia seperti itu?, terus kenapa dia dari atas?"


Ozlem tanpa pikir panjang segera naik keatas dan berjalan kearah kamar Ozkan yang terbuka


Sampai di sana, dia melihat anne sedang duduk di sebelah Ozkan yang tampak tersenyum malu


"Itu tadi Indah kan abi?" tunjuknya kearah luar


Anne menoleh


"Dia berlari tanpa hijab di kepalanya, apa yang terjadi?"


"Mereka kepergok anne sedang berciuman"


Mata Ozlem membulat dan langsung terbahak.


"Cepatlah nikahkan mereka anne, aku khawatir jika mereka lama bersama abi tidak bisa mengontrol dirinya"


Ozkan melemparkan bantal kearah Ozlem yang masih terus terbahak


...****************...


"Sayang, kau cepatlah terbang ke Jeddah" ucap anne pada tuan Yusuf Yilmaz saat kami berkumpul di meja makan malam ini


Aku langsung menundukkan wajahku, aku sudah bisa menebak kemana arah omongan nyonya Aylin


Ozlem menahan tawanya, sementara wajah Ozkan menegang. Canan menatap kedua abinya bergantian dengan tatapan heran


"Sepertinya putra kita mulai kalap" lanjut anne sambil menatap kearah Ozkan


Mulut Canan membuka dan menatap kearah anne menuntut jawaban


Anne memberi kode melirik kearah Ozkan, pada Canan. Canan mengangkat alisnya


Aku segera meraih gelas dan minum, suasana meja makan mulai tidak kondusif buatku.


Ozkan yang menyadari jika Indah mulai tak nyaman, mengambil tangannya dan menggenggamnya


Ozlem yang sejak tadi menahan tawa, langsung terbahak melihat sikap gentle sang abi


"Segera halalkan mereka baba, benar kata anne, abi mulai kalap"


Aku segera menarik tanganku dan tersenyum kaku kearah mereka


"Besok siang baba ke Jeddah kalau begitu" jawab tuan Yilmaz yang membuatku membulatkan mataku dan Ozkan tersenyum sumringah


"Saya duluan kalau begitu" ucapku sambil segera berdiri meninggalkan meja makan dengan wajah merah


Canan tersenyum kearah Ozkan yang menatap kepergian Indah


"Cie cieee, yang mau nikah, ditinggal dikit aja udah kangen" goda Canan


Ozkan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum malu


Aku yang pergi duluan meninggalkan meja makan karena malu memilih masuk kedalam kamarku. Aku seperti anak abg yang kembali jatuh cinta untuk pertama kalinya segera menyembunyikan wajahku dalam bantal

__ADS_1


Ketukan pintu dari luar membuatku segera mengangkat kepalaku dari bantal


"Iya, masuk"


Pintu terbuka dan muncul wajah cantik anne


Aku membetulkan posisi dudukku


"Kau sangat mencintai putraku? tanya anne ketika sudah duduk di sebelah Indah


Wajahku kembali terasa panas, dan aku menundukkan wajahku


Anne tersenyum dan mendekap bahu Indah


"Kau adalah satu-satunya perempuan yang bisa mengalihkan sayang Ozkan padaku"


Aku mengangkat wajahku lalu menatap wajah nyonya Aylin dengan sedih


"Maafkan saya"


Nyonya Aylin menggeleng dan segera merangkulku


"Jaga anak kesayanganku, beri dia kebahagiaan yang tidak bisa aku beri padanya"


Aku mengangguk dan dapat kulihat jika Abang berdiri di luar pintu kamarku, tersenyum kearahku sambil memberi gesture cinta dengan tangannya


Aku memberi kode padanya untuk pergi dari sana dengan melototkan mataku, karena aku tidak ingin dipergoki lagi oleh nyonya Aylin


...****************...


"Indah sudah punya calon suami Uncle, jadi tolong maafkan dia jika sekarang dia pergi menyusul calon suaminya" ucap Alima ketika mereka duduk santai di balkon lantai atas


Tuan Malik menoleh dan tersenyum kearah Alima


"Uncle yang harusnya minta maaf, karena uncle tidak tahu jika dia sudah punya calon"


"Ini semua gara-gara ummi"


"Ummi mu tidak tahu juga kan jika Indah sudah punya calon suami?"


Alima diam, tampak berpikir sebentar. Benarlah apa yang dikatakan uncle, selama ini ummi menganggap hubungan Ozkan dan Indah hanya sebagai rekan bisnis, batinnya


"Uncle bisa cari wanita yang jauh lebih segalanya dari Indah, Alima yakin, di Dubai banyak wanita cantik yang mau menikah dengan uncle"


Tuan Malik kembali tersenyum


"Uncle bukan cari yang cantik sayang, tapi uncle mencari sosok istri yang mau menemani uncle sampai tua"


Alima menggenggam tangan tuan Malik


"Apa uncle belum merasa tua?" godanya menahan tawa


Tuan Malik langsung melototkan matanya, dan Alima terbahak


"Uncle mu baru 50 tahun sayang, masih gagah"


Alima mencebikkan bibirnya sambil tertawa, dan tuan Malik makin gemas karena keponakannya terus menggodanya


Selagi mereka bercanda, tampak sebuah mobil masuk kedalam gerbang


Aku yang saat itu pulang ke Jeddah bersama tuan Yusuf Yilmaz, begitu mobil sampai di rumah ummi langsung turun


Seorang pelayan yang melihat kami datang segera menemui ummi. Tak lama ummi muncul, diikuti Alima dan juga tuan Malik


Aku segera mencium punggung tangan ummi dan memeluk erat nona Alima


"Kamu sehatkan?" tanya nona Alima


Aku menganggukkan kepalaku sambil tersenyum


Lalu aku menangkupkan sepuluh jariku pada tuan Malik yang menganggukkan kepalanya ke arahku.


Lalu aku di ajak Alima naik ke kamarku, sedangkan tuan Yusuf Yilmaz tampak mengobrol pada ummi dan tuan Malik


"Saya kesini selain mengantar Indah pulang, juga ingin melamar dia untuk Ozkan, anak saya" ucap tuan Yilmaz setelah mereka lama mengobrol


Ummi menoleh pada tuan Malik yang mengangguk-anggukkan kepalanya


"Semua saya serahkan pada Indah, karena yang akan menjalani Indah" jawab ummi pelan


"Indah meminta keputusan anda, dia tidak berani mengambil keputusan sendiri"


Ummi tersenyum haru


"Dia sudah seperti anakku sendiri tuan Yilmaz, aku ingin selalu yang terbaik untuknya"


Tuan Yilmaz menganggukkan kepalanya


"Jika memang Indah setuju untuk menikah dengan Ozkan, saya mau apa lagi selain merestui mereka?" lanjut ummi yang membuat wajah tuan Yilmaz berubah cerah

__ADS_1


__ADS_2