
Setelah Surya dan istrinya dibawa kekantor polisi, Pak Abraham cs menyusul tak lama setelahnya
Aku yang membawa Nina kembali ke kamar langsung bertemu dengan kedua orang tuaku yang sedang mengajak ngobrol Adit dan Alan
Melihat ibunya masuk, kedua anak Nina kembali memeluknya.
Aku menganggukkan kepala pada mbak Ningsih yang telah tahu rencanaku, mbak Ningsih tersenyum penuh arti
"Kalian mau ikut ke Sumatera?" tanyaku pada keduanya yang masih menggelendot manja pada Nina
"Mau, asal sama ibuk"
Nina kembali merangkul keduanya
"Jika kalian mau, bukde akan menyuruh orang mengurus surat pindah sekolah kalian"
Nina memandangku, matanya langsung berkaca-kaca
"Bagaimana perasaan Nina sekarang?" tanya umakku
"Jauh lebih baik nek, aku merasa kalau aku sudah sehat"
Kami tersenyum mendengarnya. Ternyata benar, obat mujarab Nina adalah bertemu dengan kedua anaknya dan menumpahkan seluruh dendam serta sakit hatinya pada Surya dan madunya
Handphone ku berdering
"Ya sayang?" karena yang menelpon adalah abang
"Abraham dan yang lain sekarang sudah di jalan pulang ke hotel, urusan mereka di kantor polisi sudah selesai"
"Terus kelanjutannya bagaimana bang?, apa Nina....?" pertanyaanku, ku gantung karena aku tak ingin Nina shock
"All of clear, tidak ada yang di tahan, Abraham dan teman-temannya itu pintar, itulah mengapa abang mempertahan mereka walau abang tidak di Indonesia lagi"
Aku terkekeh
"Terus mantan suami Nina dan istrinya?"
"Sepertinya mereka akan ditahan karena kasus eksploitasi anak dan juga karena perbuatan KDRT terhadap Nina dulu"
"Tapi semua kan sudah lama terjadi bang?"
"Sudah abang katakan, mereka bertiga itu pintar, mereka punya bukti kuat yang membuat Surya dan istrinya tidak bisa mengelak"
Aku menarik nafas lega
"Terima kasih ya sayang, jika bukan berkat bantuan kamu, tak mungkin ini bisa selesai"
Terdengar Ozkan terkekeh
"Ini tidak gratis sayang"
"Maksudnya?"
"Cepatlah pulang, abang kangeennn"
Sekarang giliran ku yang terkekeh
"I really miss you too"
"Sevi seni yorum"
"Ich Liebe Dich"
"Aku tresno karo kowe"
"Aku cinto kek kau"
Kami kompak tertawa
"Ya ampuuunnnn yang tiap hari jatuh cinta, kita serasa hidup di bumi ini ngontrak..." teriak Naura
Aku kembali terkekeh mendengarnya
"Oh iya sayang, mana twins, aku rindu berat sama mereka"
"Belum pulang sekolah, oh iya, rencananya hari minggu nanti kami mau ke Turkiye, baba dan anne sudah uring-uringan karena kita tidak datang waktu lebaran"
"Sampaikan permohonan maafku pada baba dan anne, ya sayang?"
"He em"
"Oh iya sayang, aku rencananya mau ngajak anaknya Nina ke Sumatera, boleh?"
"Tentu dong sayang, ajaklah Nina tinggal di rumah besar itu. Biar nanti ketika kamu kembali ke Jeddah, Naura ada temannya"
Aku diam memikirkan kata abang yang ternyata memang sangat benar
"Makasih ya sayang"
__ADS_1
"Iya, ya sudah mungkin Abraham dan yang lainnya sudah sampai, nanti biar Nina menunggui anaknya di Jawa dulu, nanti jika sekolahnya sudah beres baru Nina pulang ke Sumatera, tenang saja, selama urusan Nina belum selesai, ketiga bodyguard itu akan selalu menjaga dan melindunginya"
Mendengar kata abang, rasanya ingin sekali aku memeluknya erat mengucapkan ribuan terima kasih atas kebaikannya.
"Sekali lagi terima kasih ya sayang, aku beruntung sekali memiliki suami sebaik kamu"
Ozkan tersenyum mendengar ucapan istrinya
...****************...
Tanggal 2 Juni 2022
Kami pulang ke Sumatera, tetapi Nina tetap disini. Sesuai dengan perintah abang, Nina akan tinggal di kosan Naura bersama dengan kedua anaknya.
Tiga Bodyguard kami tetap stay di sini menjaga mereka. Semua pakaian dan buku kedua anak Nina telah mereka ambil, dan sekarang tak ada alasan lagi untuk Nina mengkhawatirkan keselamatannya dan kedua anaknya
Naura mengantarkan kami ke bandara bersama dengan pak Tomo sedangkan Nina di kosannya dengan penjagaan pak Binsar dan pak Abraham
"In Syaa Alloh tanggal 13 bunda kesini lagi"
Naura mengangguk, karena tanggal 15 dia akan wisuda
Naura menyalami kedua neneknya dan memeluk mereka dengan hangat, begitupun pada mbak Ningsih
Oleh-oleh khas Jawa Tengah dari Naura pun telah kami bawa untuk Dimas
Setelah menunggu, akhirnya pesawat yang akan membawa kami ke Jakarta segera take off, dan tak menunggu lama akhirnya kami telah tiba di Jakarta
Aku segera melakukan video call pada Mikail, memberi tahunya jika sekarang kami sedang menunggu penerbangan ke Lubuklinggau
"Maafkan kakak ya bunda karena tidak bisa menemui bunda"
Aku tersenyum padanya. Aku menyadari jika anakku sekarang bukanlah milikku seutuhnya lagi, anakku sekarang sudah menjadi milik ibu pertiwi juga
Lalu Mikail mengobrol dengan kedua orang tuaku dan Adam. Saat melihat mbak Ningsih, Mikail terdiam. Apalagi ketika melihat Mikail, mbak Ningsih telah berurai air mata
"Doakan kakak ya buk"
Mbak Ningsih hanya bisa mengangguk, lama dia baru bisa bersuara. Aku tahu, hanya mbak Ningsih lah pihak keluarga Andi yang dekat dengan ketiga anakku saat aku menjadi TKW dulu
Dengan melambaikan tangan pada Mikail, aku mengakhiri obrolanku lalu kami mulai berdiri dan berjalan kearah pesawat yang akan membawa kami pulang ke rumah
Tgl 13 Juni 2022
Aku dan kedua orang tuaku beserta Adam telah di dalam mobil yang dikemudikan kak Andri untuk membawa kami ke Bandara
Lusa adalah hari wisudanya Naura. Aku telah menyiapkan surprise istimewa untuk gadis tercantik ku itu.
Aku telah menyiapkan baju seragam untuk kami semua, termasuk untuk ketiga bodyguard kami
Handphoneku berdering saat kami baru saja tiba di hotel.
"Omegot omegot, yeay dimana?"
"Lah kakak dimana?"
"Ini eyke di dalam taksi, katanya sih bentar lagi nyampe hotelnya"
Aku cekikikan, empat tahun yang lalu aku ketemu kak Jen, dan akan bertemu lagi sekarang.
"Ya udah, kami tunggu ya kak, kamar kakak sudah aku booking kok, kita sebelahan"
Panggilan langsung terputus, aku tak tahu apa penyebabnya, mungkin baterai kak Jen ngedrop atau mungkin signal?, ah entahlah aku tak tahu. Karena yang pastinya aku segera menggandeng tangan bapakku masuk ke lift. Sedangkan umakku digandeng Naura
Kembali aku membooking lima kamar, kamarku dengan umakku dan Naura, kamar Adam dan Bapakku, kamar Nina dan kedua anaknya, kamar ketiga bodyguard kami dan satu lagi untuk kak Jen
Begitu sampai kamar aku dan umakku langsung merebahkan tubuh kami, karena sejak tadi kami hanya duduk terus.
Kembali handphoneku berdering
"Hei, di lantai berapa? ini eyke sudah di lobby"
"Lantai empat kak"
"Siapa bun?" tanya Naura kearah bundanya yang tampak ngobrol serius
"Aunty Jen"
Dengan cepat Naura mendekat
"Aunty, aunty dimana?, miss you so much aunty"
"Miss you too anak aunty, aunty di dalam lift bentar lagi juga sampe kamar kalian"
Naura segera menatap ke arahku dan langsung memelukku erat
"Aunty kesini pasti karena bunda kan?, ahhh bundaaaa makasih yaaa, bunda tahu banget sih kalau ayuk kangen aunty"
Aku mengelus pundaknya.
__ADS_1
"Karena bunda juga kangen sama kak Jen" jawabku
Pintu kamar kami diketuk, secepat kilat Naura berlari dan membuka pintu
Terdengar teriakan histeris dan suara heboh yang membuatku tersenyum dan berjalan kearah pintu
Tampak Naura memegang tangan kak Jen sambil melompat-lompat seperti anak kecil
"Saya kira ada apa Naura berteriak-teriak, ternyata karena ada kamu"
Kak Jen dengan melototkan matanya memutar tubuhnya dengan malas kearah pintu dimana telah berdiri pak Abraham
"Harusnya eyke itu sudah sadar kalau pasti ada yeay..." tunjuk kak Jen kearah pak Abraham
Aku menahan tawa melihat dua orang yang tak pernah akur ini.
"Awas kalau kamu berulah, saya lempar kebawah kamu!"
Kak Jen langsung memundurkan tubuhnya dan menatap wajah pak Abraham dengan mengedipkan-ngedipkan matanya
"Heh Ndah, bilang gih sama laki yeay, pecat aja nih bodyguard. Tiap ketemu dia gedek aja eyke bawaannya"
Aku yang sejak tadi menahan tawa langsung terbahak. Pak Abraham masih seperti tadi, berwajah datar dan tanpa ekspresi
...****************...
Pagi buta kak Jen telah sibuk merias wajah Naura yang harus datang lebih dulu ke kampus.
Wajah putihnya makin cantik berkat kehebatan jari lentik kak Jen. Setelah selesai dengan Naura kak Jen lalu merias umakku.
Karena kak Jen masih merias umakku aku iseng membuka handphone yang sejak kemarin lupa aku buka
Benar saja, banyak sekali pesan masuk.
Satu yang langsung ku buka adalah pesan dari abang yang mengatakan jika mereka sudah di Turkiye.
Banyak pesan gambar yang abang kirimkan padaku, terutama tentang keseruan twins bertemu dengan buyukbaba dan babane nya
Tampak sekali kebahagiaan dari tuan Yusuf Yilmaz saat mencium kedua cucunya, aku sampai terharu melihatnya.
Kembali aku membuka pesan gambar yang abang kirimkan
Hatiku langsung berdenyut melihatnya. Bagaimana tidak, abang mengirimkan foto mereka bertiga.
Dibawah gambar tersebut abang menuliskan
**Ku**rang formasi tanpa kamu, istriku....❤️
Aku tersenyum dan mengusap wajah Defne dan Serkan
"Really miss you twins..." bisikku
Lalu aku mengambil video untuk aku kirimkan pada abang
"Assalamualaikum suamiku dan anak kembarku, sekarang mama lagi di hotel di Jawa Tengah"
"Kak Jen, lihat sini bentar"
Kak Jen menoleh dan mengerlingkan matanya yang membuatku terkekeh
"Hai bos ganteng, emmuaachh"
Aku makin terkekeh. Lalu memamerkan umakku yang sedang didandani kak Jen dan memamerkan Naura yang telah cantik dengan memakai toga
Di rasa cukup lalu aku mengirimkan video itu pada abang lalu kak Jen merias ku, selesai denganku kak Jen lalu merias Nina yang masuk setelah ku telpon
Pada kak Jen kujelaskan siapa Nina yang membuat mulut kak Jen ternganga dan memandangku tak percaya
"Dia baik kok kak"
Kak Jen diam memandang penuh selidik pada Nina
Hingga akhirnya kami berangkat ke gedung tempat wisuda setelah tadi Naura terlebih dulu diantar pak Tomo.
Kami semua duduk di tempat yang telah di sediakan. Ratusan calon wisudawan dan wisudawati memadati ruangan besar ini.
Aku menunggu dengan harap cemas kapan giliran Naura.
Dan akhirnya nama Naura disebutkan dengan predikat sangat memuaskan.
Tepuk tangan memenuhi ruangan ketika Naura berdiri, aku dengar orang-orang disekitar ku bergumam
"Maa Syaa Alloh tingginya gadis itu.."
Aku tersenyum bangga mendengarnya
Saat Naura turun pun tepuk tangan dari para wisudawan dan wisudawati masih riuh rendah.
__ADS_1
Tapi yang paling menarik perhatianku adalah seseorang yang berlari membawa dua buah buket besar berwarna pink dan biru putih kearah Naura dan langsung memberikan buket itu pada Naura yang langsung disambut dengan tepuk tangan yang membahana seisi ruangan