Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Anak-Anakku Pulang


__ADS_3

Sejak kejadian sore itu, ketiga tuan muda selalu ke mansion kami. Mereka langsung akrab dengan ketiga anakku.


Naura karena telah baligh, agak menjaga jarak dengan tuan Emir yang juga sudah baligh. Sedangkan Adam dan Mikail begitu akrab dengan tuan muda Fadh dan tuan muda Khaleed.


Walau mereka agak terbatas komunikasi, karena ada Naura, jadi obrolan mereka nyambung. Ketika ada bahasa yang tidak dimengerti, baik Adam atau Mikail akan bertanya pada Naura, dan Naura akan menterjemahkan pada kedua adiknya


Tiga hari sebelum ketiga anakku pulang, tuan muda Fadh mengajak mereka ke Dubai, ke rumah tuan Malik Ibrahim.


Mereka berencana ingin menghabiskan akhir tahun dan tahun baru di Dubai


Abang mengizinkan mereka dengan syarat ada bodyguard yang menjaga mereka. Dan nona Alima setuju, bersama mereka diikut sertakannya lima bodyguard


Jadilah mereka berenam liburan di Dubai. Karena mereka anak muda semua, jadi mereka sering mengambil swafoto mereka. Dan dengan rajinnya Naura mengirimkan setiap foto mereka pada bundanya.


Seperti malam ini, malam terakhir mereka di Dubai, mereka habiskan mengunjungi tempat indah di Dubai, selain Burj Khalifah


Sebelum tidur Naura iseng membuka sosial medianya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat komentar dan like pada foto yang di postingnya sekitar tiga minggu yang lalu.


Dibacanya seluruh komentar yang masuk, ada dari Mia, Lena, kak Andri, kak Dimas bahkan ada juga dari ayahnya


Ketika membaca komentar ayahnya, Naura sedikit tercenung


"Bahagia kamu nak ya..."


Naura hanya memberikan like pada komentar ayahnya, lalu membaca komentar dari Mia


"Salam ya nak *untuk bundamu, bilang tante kangen"


"Ihh kok nggak ngajak tante sih, kan tante juga mau jalan-jalan*" komen Lena


Sejak kejadian saat itu, Lena sering mengomentari bahkan terkadang mengirim pesan bbm pada Naura, itupun bisa dilakukannya jika Naura libur, jika pas Naura di pondok, jangankan mau membuka sosial media, pegang hp saja tidak boleh, lagian hpnya disita kak Andri jika dia akan mondok


"Aw aw itu bos besar makin ganteng aja" diikuti emoticon tertawa ngakak, komenan dari Madam Jenn


Salam dengan bunda ya nak, bilang sama bunda aunty mau juga dong diajak foto bareng" kembali diikuti emoticon tertawa ngakak


Naura tersenyum membaca komenan kak Jen


Belum lagi ada komenan dari uwaknya dan kak Dimas.


Naura menarik nafas dalam lalu kembali dia berniat memposting keseruannya ketika di Turkey dan di Dubai


Lalu dipilihnya lah foto waktu mereka di Ankara, di Cappadocia, di Blue Mosque, makan di Gallata Bridge dan terakhir memilih tiga foto mereka di Dubai


Di atas foto itu di tulisnya


Turkey vs Dubai


Lalu di postingnya dan langsung log out, lalu meletakkan handphone di atas meja dan mulai memejamkan matanya


...****************...


Aku memeluk ketiga anakku dengan erat saat mereka akan naik pesawat yang akan membawa mereka ketanah air, air mataku tak hentinya mengalir

__ADS_1


Rasanya berat sekali berpisah dengan mereka setelah tiga minggu bersama ku


"Nanti kami kesini lagi bunda" bujuk Mikail yang melihatku tak berhenti menangis


Aku makin erat memeluknya. Selain aku dan abang, tiga tuan muda juga ikut mengantarkan mereka


"Saya titip bunda pada kalian, tolong jaga bunda kita" ucap Mikail pada Fadh


Fadh memeluk erat Mikail


"Jangan khawatir, kami akan jaga bunda"


Lalu bergantian mereka memeluk Adam dan Mikail


Tuan muda Emir mengulurkan sebuah bungkusan besar pada Naura


"Gift for you" ucapnya


Dengan canggung Naura mengambil bungkusan itu dan melirik isinya


Boneka berwana coklat. Bibir Naura mengembangkan senyum kearah tuan muda Emir yang juga tampak tersenyum malu


"Thak you so much" balas Naura


Aku menahan tawa dalam hati melihat senyum malu mereka. Abang sama halnya denganku, lalu abang melirik ke arahku


Lalu kedua anakku memeluk abang dan mencium punggung tangannya. Sedangkan Naura hanya mencium punggung tangan abang


"Kabari bunda jika sudah sampai, ya nak"


Ketiganya mengangguk


"Papa sudah meminta pak Abraham untuk menjemput kalian di bandara, dan nantinya pak Abraham pulalah yang akan mengantarkan kalian sampai rumah"


"Terima kasih, pa" jawab ketiganya


Sambil melambaikan tangan, ketiganya berjalan masuk kedalam bandara. Aku masih saja terisak, dan abang terus memeluk pundakku.


Rasanya hatiku benar-benar hampa ditinggal mereka, rasanya nyeri sekali.


Sampai pesawat yang ditumpangi ketiga anakku take off dan menghilang barulah kami meninggalkan bandara


Sepanjang jalan menuju mansion aku terus terisak. Ketiga tuan muda terus menghibur dan menguatkan ku


Kami lalu mengantarkan ketiga tuan muda pulang ke istana ummi, baru setelahnya kami pulang ke mansion.


"Jangan stress sayang, kasihan anak kita jika kamu stress, nanti berpengaruh sama asi kamu"


Aku tidak mendengarkan nasehat abang, aku masih saja terisak. Bahkan ketika mobil masuk mansion aku masih belum berhenti menangis


Aku segera berlari masuk ke kamar dan menelungkupkan wajahku ke bantal.


Ozkan menyusul istrinya ke kamar, ditariknya nafas dalam lalu duduk di tepi ranjang

__ADS_1


"Nanti ketika mereka libur, kita jemput lagi ya...."


Aku menolehkan wajahku kearah abang dan memeluknya. Dengan sabar Ozkan mengusap pundak istrinya


"Ayo kita lihat Serkan dan Defne, mungkin mereka sudah haus"


Aku mengangguk, lalu kami keluar dari kamar, menuju ke kamar twins.


Sampai di sana, rupanya mereka sedang dengan pengasuhnya. Melihat kami masuk, dua pengasuh menoleh dan menyapa kami dengan sopan


"Kalian boleh istirahat, biar twins sama kami" ucapku


Dengan sopan kedua pengasuh itu meninggalkan kamar twins. Lalu aku mendekap keduanya, kembali menangis tersedu


"Kakak sama ayuk sudah pulang nak" lirihku


Kembali Ozkan mengelus pundak istrinya yang berguncang


"Jangan menangis terus, nanti Serkan dan Defne ikut sedih"


Aku menurut, aku segera menghapus air mataku lalu menciumi pipi mereka.


...****************...


"Liburannya seru nek, kami jalan-jalan, ke Turkey, ke Dubai, pokoknya keliling" pamer Naura pada nek ino nya yang menyambut mereka dengan bahagia


"Senanglah kalian di sana?"


"Uhhhh senang sekali nek"


Pak Ahmad dan bu Siti tersenyum mendengarkan cerita seru ketiga cucunya.


"Adik kembar kami cakep-cakep banget nek, coba deh nenek lihat fotonya"


Lalu pak Ahmad dan bu Siti melihat foto Serkan dan Defne


"Wajah mereka seperti bule nek"


"Iya ya, putih-putih"


Lalu mereka tertawa.


Naura tak tahu jika di trans ayahnya kembali galau melihat postingannya.


"Wajah ketiga anakku sangat bahagia. Apalagi ketika mereka di foto ini" gumam Andi saat melihat foto ketiga anaknya di atas balon udara saat mereka di Cappadocia


"Ahhh, seandainya saja waktu bisa ku putar" gumamnya frustasi sambil mengusap kasar wajahnya


Lalu dia membaca komentar-komentar orang pada postingan Naura. Dan hatinya makin menciut ketika di dapatinya jika yang memberikan komentar adalah orang-orang yang mengenal Indah dan menyayangi Indah. Diantara ada komentar Jennifer


Andi sangat mengetahui jika ben*****ng itu menyayangi Indah.


"Kamu beruntung Indah" lirihnya

__ADS_1


__ADS_2