Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Hari Pertama Jadi Nyonya Ozkan


__ADS_3

Ozkan yang masih menggendong tubuh Indah berdiri di pinggir ranjang yang telah dihias sangat cantik


Kelopak bunga mawar bertebaran di atas sprei bahkan di bagian tengahnya ada kelopak mawar dalam jumlah banyak berbentuk hati


Aku menatap wajah abang yang hanya berjarak beberapa centi saja dariku dengan takjub ketika melihat kelopak mawar yang banyak itu


"Ahhh romantis banget" lirihku menahan senyum


"Ini pasti Canan" jawab abang sambil meletakkan tubuhku dengan pelan


Ozkan segera melepas jas dan dasi kupu-kupunya, lalu meletakkannya di atas sofa.


Aku bangun dan segera menyandarkan tubuhku di sandaran ranjang.


Melihat istrinya menyandarkan tubuhnya Ozkan segera mendekat dan kembali mendekatkan wajahnya.


"Siap Kan?" tanya abang


Aku memejamkan mataku menahan tawa


Ozkan yang gemas karena istrinya menertawainya segera menangkup wajah Indah dan segera melabuhkan ciuman lembut di bibir tipis Indah


Suasana kian syahdu dan kami lupa pada kelelahan kami hari ini. Bahkan aku tak ingat kapan aku bisa menjadi polos


Yang ku tahu adalah malam ini aku benar-benar menjadi milik abang seutuhnya. Tanpa ada jarak, tanpa ada paksaan. Yang ada hanyalah segunung cinta kami yang melambung ke langit tinggi.


Ku serahkan jiwa ragaku pada suamiku, aku harus menjalankan kewajibanku karena itu adalah haknya abang.


Pendingin udara serasa tak berfungsi, kami berdua benar-benar terlena mereguk manisnya madu dunia.


Hingga nyaris subuh barulah aku terlelap di pelukan abang.


...****************...


Suara dering dari handphone abang yang terletak di atas meja mengagetkanku, lalu aku membuka dengan betul mataku, mengumpulkan nyawaku lalu dengan memakai selimut aku berjalan kearah handphone yang layarnya kembali gelap


Kembali layar handphone abang menyala, dan lagi-lagi panggilan masuk


Anne❤️


Dengan ragu aku menyentuh warna biru, mengangkat panggilan tersebut


"Ya Anne?" sapaku begitu selesai mengucap salam


"Wahh yang pengantin baru jam segini belum juga keluar dari kamar" goda anne yang membuat wajahku langsung bersemu merah


Ozkan yang meraba-raba kasur mencari keberadaan istrinya lalu membuka mata menyadari jika Indah tidak ada di sisinya


Bibirnya menyunggingkan senyum ketika dilihatnya Indah sedang senyum-senyum sendiri sembari wajahnya bersemu merah


"Siapa?" tanyanya dengan kode tanpa suara


"Anne" jawabku yang juga tanpa suara


Ozkan segera bangun dan juga memakai selimut untuk menutupi tubuh polosnya


"Ya anne?" ucapnya ketika Indah memberikan handphone padanya. Ozkan memberi kode pada Indah untuk berdiri.


Dan aku menurut, aku berdiri lalu abang duduk di sofa tempatku tadi, tapi dengan cepat abang menarik ku dan mendudukkan ku di pahanya.


Dengan manja aku duduk di paha abang, dan menguping pembicaraannya dengan anne. Ozkan segera men loudspeaker handphonenya hingga aku mendengar jelas pembicaraannya dengan anne.


"Bagaimana?" tanya anne

__ADS_1


"Berhasil" jawab Ozkan yang membuat wajahku kembali bersemu merah dan menyembunyikan wajahku di dada bidang abang


Terdengar suara tawa yang cukup ramai dari tempat anne.


Ozkan mengerutkan keningnya.


"Anne tidak sendiri?"


"Tidak, baba dan dua adikmu juga disini, di dekat anne, menguping"


Ozkan menepuk keningnya sedangkan aku makin menyembunyikan wajahku


"See you soon anne" tutup Ozkan cepat lalu tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Kamu malu?" tanya abang padaku yang tak berani mengangkat wajahku


Aku hanya mengangguk yang membuat Ozkan kembali memeluk erat istrinya dan menciumi puncak kepalaku berkali-kali


"Bagaimana kita sekarang?, apa yang harus kita lakukan?" tanyaku gugup


Ozkan tampak berpikir sambil mengusap kepala istrinya


"Sepertinya yang harus kita lakukan adalah...." ucapnya sambil mengangkat tubuh Indah kembali


Aku yang kaget dengan gerakan spontan abang hanya bisa mengalungkan tanganku di lehernya.


Kembali dengan pelan Ozkan meletakkan tubuh Indah di atas ranjang yang berantakan, lalu kembali permainan dini hari tadi terulang kembali pagi menjelang siang ini.


Hingga handphone abang maupun handphoneku yang berdering tidak kami hiraukan. Kami terus memberi dan menerima manisnya surga dunia yang membuat kami terlena


...****************...


Aku dan abang keluar dari kamar jam sebelas lewat hampir jam dua belas siang malah


Dari pesan yang kami terima, keluarga besar telah menunggu kami untuk makan siang bersama.


Bahkan Canan mengabadikan momen pertama Ozkan dan Indah dalam bidikan kameranya.


Aku makin ragu untuk melangkah ketika kulihat Ozlem tersenyum penuh arti pada kami


Ozkan yang menyadari kegugupan istrinya segera menggenggam erat tangannya dan membawanya melangkah dengan pasti


Sampai di meja panjang itu, Ozkan segera menarik sebuah kursi dan aku duduk, baru setelahnya abang duduk di sebelahku.


Kak Jen yang duduk tepat di depanku tampak tersenyum ke arahku yang ku balas dengan mendelik kan mataku


"Ayo, karena yang kita tunggu sudah datang, mari kita makan" ucap tuan Yilmaz.


Aku segera mengambilkan abang piring lalu mengisi piringnya dengan nasi kabsah kambing


"Uhhhh yang pengantin baruuuu milihnya daging kambing yaaa.." goda kak Jen yang membuat wajahku langsung merah


Canan dan anne tampak tertawa di tahan yang makin membuatku gugup


"Awas kamu!!" geram abang yang membuat kak Jen yang tadi cekikikan langsung menutup mulutnya.


Setelah mengisi piring abang dengan berbagai menu aku menoleh pada bapakku dan kedua kakakku yang berada cukup jauh dariku.


Karena saat ini kami makan siang selain dengan keluarga besar abang juga dengan ummi dan nona Alima beserta keluarganya


Aku melihat bapakku belum mengambil makanan apapun. Aku lihat jika bapakku nampak bingung


"Abang, boleh aku ketempat bapak?" ucapku takut-takut

__ADS_1


Abang menoleh kearah bapakku lalu menatapku sambil tersenyum dan mengangguk


Aku segera berdiri dan berjalan kearah bapakku. Bapakku menoleh dan tersenyum canggung ke arahku


"Karena Bapak darah tinggi, jadi bapak tidak bisa makan kambing, jadi bapak makan nasi ini saja ya" ucapku sambil mengisi piringnya dengan nasi biryani.


Tuan Yusuf Yilmaz diam dan terus memperhatikan gerak gerik Indah yang dengan sabar dan cekatan melayani bapaknya.


Beliau memandang iri pada pak Ahmad, dan Ozkan menangkap tatapan iri babanya itu.


Lalu aku mengambilkan ayam panggang dan mengisikan sup ke mangkuk kecil, setelah itu aku meletakkan di depan bapakku yang tersenyum penuh sayang padaku


"Nasinya bisa dihitung satu-satu, beda dengan beras Merasi" ucapku pelan sambil tersenyum pada bapakku.


"Kakak mau makan yang mana? tanyaku pada kedua kakakku yang juga menatapku yang sedang melayani bapak


"Kita bisa makan semuanya" jawab kak Angga yang membuatku tersenyum bahagia pada mereka.


Aku segera tersadar ketika semua yang ada di meja makan sama sekali belum menyentuh makanan. Aku memandang tak enak pada mereka terlebih pada ummi dan kedua mertuaku


"Maaf...." lirihku


"Ummi malah bangga sama kamu Indah, perbuatan sederhana kamu ini menunjukkan bahwa kamu anak yang berbakti pada orang tua" jawab ummi


"Ayo kita makan" ucap Ozkan yang segera menyuapkan nasi yang tadi diambilkan istrinya


"Ehm, Ozkan, apakah kau tidak keberatan jika istrimu juga mengambilkan makan untuk baba?" tanya tuan Yilmaz yang membuat seisi meja menatap kearahnya


Aku yang masih berdiri di sebelah bapak spontan menoleh pada bapak mertuaku itu


Anne dan Canan menatap heran pada tuan Yilmaz, tapi Ozkan malah tersenyum dan mengangguk


Melihat abang mengangguk aku segera memutar berjalan kearah mertuaku yang wajahnya langsung berseri


"Baba mau yang mana?" tanyaku pelan dengan wajah malu-malu


Ozkan meletakkan sendoknya lalu memandang dengan mata berbinar bahagia pada istri dan babanya


"Yang sama dengan Ozkan" jawab baba yang membuat anne tertawa


Aku segera mengisi piring baba dengan nasi kabsah kambing dan juga mengambilkan sup untuknya, tak lupa aku juga mengambil desert umm ali, lalu meletakkan semuanya di depan baba.


"Selamat makan baba" ucapku


Tak kuduga, baba berdiri dan mengelus kepalaku


"Ozkan memang tak salah memilihmu jadi istrinya, jadilah istri yang baik dan anak yang baik juga untuk baba"


Aku mengangguk dan tersenyum


"Ini mau makan atau apa sih?" celetuk Canan


Aku segera menoleh padanya. Aku bisa merasakan jika ada cemburu dalam nada suaranya


Aku segera berjalan kearahnya memeluknya dari samping


"Kau akan terus menjadi mutiara dan princess di hati baba" ucapku sambil mengelus pundaknya


Wajah Canan langsung berubah tak enak dan tersenyum kearah Indah


Lalu aku duduk di sebelah abang, jadilah kami makan siang hari itu dengan penuh kekeluargaan.


Bahkan sikap ketiga tuan muda tak berubah padaku. Mereka tetap akrab padaku.

__ADS_1


Bahkan ketika makan siang selesai, mereka segera menarik ku menjauh dari orang-orang dan mengajakku duduk bersama mereka


Ozkan terus memperhatikan Indah yang tertawa lepas pada tiga tuan muda, dalam hati dia berharap jika suatu hari nanti Indah akan tertawa lepas dengan anak-anaknya


__ADS_2