
"Anak ingusan macam kamu ingin membunuhku?, hahahaha, kencing saja kamu lurus" ejek tuan Kaderimin
Ozlem terkekeh
"Terus, teruslah kau ngoceh karena bisa kupastikan nyawamu hanya tinggal hitungan detik"
"Kau masih muda Ozlem, kau tidak mengerti kerasnya dunia bisnis. Dan bisa kupastikan jika kau belajar bisnis haram dari babamu yang pecundang itu"
Mata Ozlem langsung berkilat marah mendengar babanya dihina
"Kau itu anak haram ayahmu"
Tak sadar Ozlem berdiri dan segera melayangkan sebuah pukulan telak di wajah tuan Kaderimin
Tuan Kaderimin menyeka sudut bibirnya yang tampak berdarah dan meringis kesakitan
"Lihat Ozlem, babamu lebih menyayangi Ozkan dibanding dirimu, kau ada di sini, tapi hampir seluruh perusahaan itu di bawah kendali Ozkan. Dan kau dapat apa, hah?, kau hanya seorang wakil. Tak lebih dari orang suruhan Ozkan"
Ozlem mengusap wajahnya dan membuang nafas kasar
"Aku jangan terpancing omongannya, dia hanya ingin mengadu domba aku dan abi. Memang baba dan anne lebih menyayangi abi, itu karena abi belum menikah hingga sekarang. Aku selama ini dapat merasakan jika baba dan anne juga sangat menyayangiku" batinnya
"Kau tahu Ozlem, benciku pada abimu itu semakin menjadi-jadi ketika dia mencampakkan anakku, Hatice"
"Wanita murahan seperti anakmu itu memang harus di buang jauh dari hidup abiku, anakmu itu tak lebih dari parasit"
Wajah Tuan Kaderimin meradang mendengar Ozlem menghina anaknya
"Akan kuhancurkan keluargamu Ozlem..." teriaknya sambil segera mencengram kerah baju Ozlem dan melayangkan sebuah pukulan keras
Dua bodyguard segera menarik paksa tubuh tambun tuan Kaderimin yang saat itu menyerang Ozlem
Ozlem membetulkan kerah bajunya, dan mengusap pipinya bekas pukulan tuan Kaderimin
"Dasar anak perempuan ******, ibumu tak lebih dari seorang perempuan murahan!!"
Tak sadar Ozlem segera bergerak cepat dan melayangkan pukulan bertubi-tubi pada tubuh dan wajah tuan Kaderimin
Tuan Kaderimin segera menarik pistol milik Ozlem yang tadi di letakkannya di atas meja, dan dengan cepat diacungkannya benda itu kearah Ozlem.
Disaat yang bersamaan sebuah letusan pistol tepat mengenai dada tuan Kaderimin sehingga dia jatuh tersungkur di lantai bersimbah darah
Ozlem dan bodyguard segera menoleh, mereka mendapati tuan Yusuf Yilmaz sedang mengacungkan pistol. Tahulah mereka jika yang barusan menembak tuan Kaderimin adalah tuan Yilmaz
Tuan Yilmaz segera mendekat kearah Ozlem, dan menangkup wajah anaknya dengan wajah khawatir
"Kau tidak terluka kan nak?"
Ozlem menggeleng, dan segera memeluk tuan Yilmaz
"Maafkan Ozlem baba, maafkan Ozlem"
Tuan Yilmaz melepas dekapannya dan menatap heran kearah Ozlem
"Apa yang terjadi?" tanya tuan Yilmaz
__ADS_1
"Maafkan aku baba, karena untuk sekian detik aku meragukan kasih sayang mu, dan terpengaruh hasutan tuan Kaderimin"
Tuan Yilmaz mengerutkan dahinya
"Aku anakmu kan baba, bukan anak haram seperti yang dibilang tuan Kaderimin" Ozlem memegang kedua tangan tuan Yilmaz
mukut tuan Yilmaz ternganga
"Darimana kau bisa berpikir jika kau bukan darah dagingku Ozlem?, apakah selama ini ada perlakuan baba dan anne yang menunjukkan jika kami membedakanmu?"
Ozlem malu, dia segera menutup wajahnya dan memeluk erat tuan Yilmaz
"Maafkan Ozlem, baba"
Tuan Yilmaz mengusap kepala putranya
"Tidakkah kau sadari kemiripanmu dengan anne?
Ozlem mengangguk dan matanya berkaca-kaca
"Maafkan aku baba, maafkan aku"
Tuan Yilmaz melepas dekapannya lalu menoleh pada jasad tuan Kaderimin
"Licik caramu Kaderimin. Kau ingin menghasut anakku agar dis membenci kami, tapi kau lupa, anakku tidak sebodoh yang kau pikirkan"
"Kalian kirim mayat Kaderimin kepada keluarganya!" teriak Tuan Yilmaz pada bodyguardnya.
Lalu dia merengkuh pundak Ozlem dan membawanya keluar dark basecamp.
...****************...
Tuan Yilmaz segera mencium kening Ozkan
"Alhamdulillah kau telah sadar nak"
Ozkan menyunggingkan senyum di bibirnya, lalu Ozlem membungkuk memeluknya
"Aku senang abi sudah sadar" ucapnya
"Indah, do you want go home with us?" tanya tuan Yilmaz saat menoleh padaku
Aku menggeleng
"I am just here, sir"
Ozlem tersenyum menyeringai
"Come on, you must take a rest and sleep. I know, since yesterday you not slept"
Aku tersenyum canggung kearahnya
"Benar sayang, kamu tidak tidur sedetikpun?" abang bertanya padaku
"Bagaimana aku bisa tidur sementara orang yang aku cintai sedang sekarat"
__ADS_1
Ozkan tersenyum
"I love you" ucapnya
Tuan Yilmaz beserta istri dan dua anaknya, Ozlem dan Canan saling pandang dan kompak terkekeh.
Dokter yang saat itu masih ada di dalam ruangan berdehem memberi kode agar mereka tenang
"Pulanglah sebentar kerumah orang tuaku, kau harus mandi dan beristirahat. Banyak bodyguard yang menjagaku di sini"
Aku menggigit bibirku, tak yakin mereka bisa menjaga abang
"Dari kemarin aku disini, tapi aku tidak melihat pak Abraham, dimana dia?"
"Dia di Jakarta. Binsar dan Tomo yang disini"
Wajahku berubah kaget
"Jadi pak Abraham memberitahuku dari Jakarta?"
Ozkan mengangguk
"Ayo sayang kita pulang, besok kita kesini lagi. Biarlah malam ini Ozkan dijaga oleh para bodyguardnya" ucap anne memegang tanganku
Abang tampak mengangguk kearahku.
"Kau harus lebih banyak berdua dengan anneku, agar kau tahu bahwa anneku itu orang yang menyenangkan dan baik hati" ucap abang kearahku
Aku tersenyum kearah abang dan menganggukkan kepalaku.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu" bisik abang saat aku mencium punggung tangan dan mengecup keningnya.
Anne dan Canan memeluk Ozkan dengan erat, dan anne menciumi seluruh wajah Ozkan. Begitu pula dengan tuan Yilmaz dan Ozkan, mereka memeluk Ozkan dengan erat.
Lalu setelah berpamitan pada abang kami pergi dari rumah sakit itu.
Masuk kedalam mobil mewah yang dikemudikan Ozlem. Aku duduk di bagian tengah, bersama Canan dan Anne.
Sepanjang jalan aku begitu menikmati keindahan jalan kota Istanbul, terlebih ketika mobil melewati Bosphorus Bridge, mataku makin tak berkedip
"Nanti setelah Ozkan sembuh, kamu ajak dia keliling Turki" ucap anne yang menyadari kekaguman Indah pada kota Istanbul
Mobil terus melaju membelah jalanan kota, dan akhirnya berbelok kesebuah bangunan megah.
Dan akhirnya mobil benar-benar berhenti, dan anne mengajakku turun
"Selamat datang di rumah keluarga Yilmaz" ucap anne sambil menggandeng tanganku
"Ya Rabb, ini sama mewahnya dengan rumah ummi" batinku yang terus mengikuti langkah anne masuk.
"Gulsen, kamu bawa koper ini ke kamar tamu" ucap anne ketika kedatangan mereka di sambut Gulsen, asisten rumah tangga mereka yang setia
"Nah sayang, kamu ikuti Gulsen, kamu silahkan mandi dan beristirahatlah. Nanti ketika makan malam Gulsen akan memanggilmu" ucap nyonya Aylin pada Indah yang masih terlihat canggung
"Kau harus belajar membiasakan dirimu di rumah ini. Karena nanti setelah menikah dengan abi, otomatis kau akan tinggal disini, bersama kami" ucap Canan yang membuat wajahku bersemu merah
__ADS_1
Tuan Yilmaz tersenyum kearahku
"Mungkin karena sifat malumu inilah yang membuat anakku yang dingin itu tergila-gila padamu" ucap tuan Yilmaz yang makin membuat wajahku terasa panas